Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 9. Ngosek WC


__ADS_3

Sampai lah Nesha di kampus nya. Sesuai rencana sebelum kuliah gadis cantik berkulit putih itu mengunjungi perpustakaan kampus untuk mencari buku-buku yang diperlukan untuk tugas kuliah nya.


Dengan berhasil menemukan buku-buku yang dibutuhkan nya membuat Nesha sedikit lebih baik. Mengingat saat perjalanan menuju kampus tadi terjadi insiden tak menyenangkan.


"Nah... oke ketemu semua ini buku-buku nya, ya ampun gimana jadi nya mood aku hari ini coba kalau buku-buku ini tak menampakkan diri."


"Pagi-pagi tadi udah sial aja ketemu cowok playboy mesum itu. Bikin mood aku anjlok aja." Ucap Nesha lirih.


Jam kuliah nya sudah akan dimulai jadi Nesha harus buru-buru menuju kelas nya. Sebelum itu Nesha meminjam buku-buku tersebut sebagai bahan nya mengerjakan tugas.


Di dalam kelas nya sudah berkumpul banyak mahasiswa. Yaa... dosen kali ini sangat disiplin sehingga semua mahasiswa yang memang benar-benar ingin mendapatkan nilai mereka harus berangkat lebih rajin.


"Hai Nes..." Panggil Angga.


"Hai Ga... kamu nggak ada kuliah ?" Tanya Nesha.


"Belum mulai nanti jam 10... buru-buru banget Nes."


"Iya nih Ga... mata kuliah pertama ku Pak Toro tahu sendiri kan gimana dosen itu." Ucap Nesha yang berjalan cepat menuju kelas nya.


Angga mengimbangi langkah Nesha yang terburu-buru. Dan berhenti di depan pintu kelas Nesha.


"Aku masuk dulu ya... nanti ketemu pas makan siang." Ucap Nesha.


"Oke... semangat belajar Nes." Ucap Angga tersenyum tangan nya terkepal dan diangkat ke atas memberikan semangat pada ku.


Angga kamu memang sahabat yang sangat baik sekali untuk Nesha. Tak lama Pak Toro masuk ke dalam kelas menyapa seluruh mahasiswa nya. Dengan serentak para mahasiswa membalas sapaan dosen yang terkenal disiplin itu.


"Oke sekarang kumpulkan tugas kalian 2 minggu yang lalu. Untuk tugas terakhir saya beri keringanan sampai minggu depan." Ucap Pak Toro.


Bagai angin segar untuk para mahasiswa saat mendapatkan keringanan waktu atas tugas dari dosen itu. Sangat jarang sekali dosen itu memberikan keringanan tugas, mungkin suasana hati nya sedang dalam keadaan yang sangat baik.


Begitu tugas dikumpulkan, mata kuliah pun berlanjut. Saat beliau menerangkan materi di depan tidak ada satu mahasiswa pun yang berisik. Bisa dipastikan jika mengganggu proses pembelajaran akan di keluarkan dari kelas dan di kurangi nilai nya.


Saking seriusnya bahkan ada yang sampai menguap menahan kantuk. Memang membosankan dosen yang satu ini. Para mahasiswa beradu kuat-kuatan begadang mendengar kan penjelasan materi dari Pak Toro. Padahal ini masih terlalu pagi tapi sudah seperti tengah malam menonton bola.


Harapan lain kali ada yang berani menyampaikan pendapat agar saat mata kuliah Pak Toro bisa disediakan dispenser di depan kelas plus kopi. Amunisi untuk mengahadapi serangan yang begitu kuat dari rasa bosan yang berujung daya konsentrasi menurun.


"Oke... sampai disini pertemuan kita hari ini. Jangan lupa tugas nya di kumpulan minggu depan. Selamat siang."


Mata kuliah berakhir para mahasiswa berteriak seakan melepaskan beban yang begitu berat sedari tadi.


"Nes... kantin yuk. Haduh sarapan ku tadi pagi tiba-tiba lenyap menguap selama mata kuliah Pak Toro." Ucap Devi.


"Iya ya padahal kita duduk doang , nggak ngapa-ngapain." Ucap Nesha.


"Konsentrasi butuh energi Nes, kalau ngantuk konsentrasi menurun trus dipaksa buat tetep konsen maka nya banyak banget energi yang terkuras." Ucap Devi.


"Emang gitu ?" Tanya ku tersenyum pada devi.

__ADS_1


"Tahu lah yuk lemes banget nih..." Devi menyeret tangan Nesha menuju kantin.


Nesha makan terlebih dahulu dengan Devi, mungkin nanti siang gadis itu akan makan kembali bersama Angga karena tadi sebelum masuk kelas Nesha sudah janji bertemu nanti siang. Apa lagi kalau bukan makan.


"Oh iya Nes... besok kita ngerjain tugas nya pak Toro ya. Aku nggak mau nanti kalau ditunda-tunda pasti bakalan berakhir malas ngerjain."


"Oke, kita mau ngerjain dimana jadi nya ?"


"Di cafe yang waktu lalu si Danar ngadain acara ulang tahun aja gimana ? Disana kaya nya tempat nya enak nyaman." Usul Devi mengingat satu cafe milik Danar.


"Boleh.. habis kelar kuliah kita langsung cus ke sana." Ucap Nesha.


Memang cafe milik Danar tidak buruk justru cafe itu sangat nyaman untuk kalangan anak muda.


...****************...


Disekolah SMA Hime Bakti seorang siswa yang tak lain Irya sampai di sekolah dengan waktu yang jelas-jelas terlambat. Pintu gerbang sudah ditutup oleh satpam sekolah.


Irya mengetuk dan menunggu satpam sekolah yang sedang tidak ada di tempat. Beberapa menit satpam sudah kembali ke pos nya.


"Pak bukain gerbang nya dong." Ucap Irya meminta pada satpam sekolah nya.


"Kamu lagi... kamu lagi... nggak bosen kamu telat telet... telat telet terus. Saya aja bosen bukain gerbang buat kamu."


"Ck... perkara buka gerbang doang Pak, mau masuk nih. Tadi ada insiden di jalan hampir tabrakan jadi telat." Irya berupaya membela diri.


"Halah macam-macam aja alasan kamu." Pak satpam menggerutu tapi tetap membukakan gerbang sekolah.


Terpaksa Irya harus mendorong motor sport nya menuju tempat parkir yang jarak nya cukup lah ya. Lumayan untuk mengeluarkan keringat.


Irya berjalan menuju kelas nya. Lorong koridor kelas tampak lengang. Ya iya lah waktu nya jam pelajaran. Hanya di ruang aula yang terdengar sedikit riuh karena olahraga dialihkan di dalam aula akibat hujan tadi pagi.


"Gimana masuk nya nih.?" Irya bergumam mencari cara agar bisa masuk ke dalam kelas tanpa ketahuan oleh guru nya.


Mondar-mandir di depan kelas, wajah nya tampak serius memikirkan ide-ide brilian nya yang di gunakan nya untuk membolos selama ini. Tapi ini sedikit berbeda bukan membolos melainkan untuk masuk ke dalam kelas.


"Bahuwirya Sanjaya !" Nama Irya disebutkan dengan lengkap oleh seorang wanita.


Irya memutar bola matanya malas.Hafal.sekali dengan suara itu. Suara yang sudah menemani hari-hari nya sejak kelas 10.


"Sedang apa kamu di situ ? Mau bolos lagi kamu ? Tanya guru BK bernama Berty.


'Elah si Berty pake nongol lagi. Kaya astral aja dimana mana bisa nongol.' Gumam Irya dalam hati.


'Ngosek WC lagi nih gue.'


Ngosek WC adalah nama yang sering Irya gunakan sebagai julukan hukuman membersihkan toilet. Nama itu dia dengar saat masih SMP, memiliki teman orang Jawa dan nama itu muncul dari teman nya yang berasal dari Jawa. Sering nya Irya mendapatkan hukuman seperti itu membuat nama itu menjadi daftar paten dalam kamus hidup nya.


"Enggak Bu siapa sih yang mau bolos orang mau masuk kok." Ucap Irya.

__ADS_1


"Mau masuk ? Jadi kamu terlambat datang ke sekolah ?" Bu Berty memastikan.


Irya hanya mengangguk sebagai jawaban nya kalo ini.


"Ikut saya !" Ucap Bu Berty dengan nada tegas.


Beberapa teman-teman nya yang ada di dalam kelas ada yang mengintip diri nya dari balik jendela kelas.


Sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi mereka saat Irya berhadapan dengan Bu Berty guru BK mereka.


'Kan apa gue bilang pasti ujung-ujungnya ngosek WC nih.'


Irya mengikuti Bu Berty menuju ruang BK. Irya menaruh tas nya di atas sofa pojok seperti biasa. Wah...wah..wah... Irya benar-benar memahami seluk beluk tata cara melakukan tugas hukum nya. Bahkan seperti nya ruangan ini lebih sering di kunjungi Irya ketimbang ruang kelas nya.


Mengisi data keterlambatan masuk sekolah pada buku catatan milik Bu Berty. Nama Irya memiliki posisi tertinggi di dalam buku itu.


"Tahu kan tugas nya apa." Ucap Bu Berty.


"Tahu Bu." Ucap Irya.


Bu Berty menggelengkan kepala nya sampai saat ini dirinya masih terheran-heran dengan siswa nya yang satu itu. Lelaki itu pergi ke toilet sebelum nya menuju ruang tukang kebun untuk meminta peralatan bersih-bersih.


"Kaya nya gue lebih cocok jadi tukang kebun disini daripada jadi murid disini." Ucap Irya sembari menyikap lantai toilet.


Salah satu Siwa masuk ke dalam toilet dengan sepatu yang kotor. Hujan membuat jalanan menjadi becek terlebih siswa itu yang selalu berangkat jalan kaki.


"Heh Lo sengaja ?" Bentak Irya pada siswa tersebut.


"Hah ? eng...enggak gue nggak sengaja. Maaf...maaf..." Ucap siswa tersebut dengan wajah ketakutan.


Di sekolah ini Irya memang di takuti oleh siswa yang lain karena tingkah nya yang terkesan liar.


"Keluar Lo, gue capek-capek bersihin Lo main injek-injek aja." Irya mengusir siswa tersebut keluar dari toilet.


"Tapi...tapi Ir gue kebelet banget mau kencing." Wajah siswa tersebut masih ketakutan dan menahan racun seharusnya keluar yang sudah di ujung tanduk.


'Kalau nggak gue kasih ijin masuk bisa-bisa ngompol nih anak. Ntar gue lagi yang kena sama si Berty.'


"Copot sepatu Lo baru masuk toilet." Perintah Irya merasa kasihan pada siswa tersebut.


Dengan cepat dan buru-buru siswa tersebut masuk ke dalam toilet untuk mengeluarkan beban dalam tubuh nya.


Tugas Irya sedikit lagi sudah hampir selesai tingg beberapa ruang lagi. Keringat kembali membasahi kening nya. Pagi belum sempat sarapan, sudah keluar energi marah-marah dengan gadis itu, harus dorong motor dan kini harus membersihkan toilet sendirian.


Nasib Irya memang tak pernah bisa berubah sejauh ini. Hanya berputar-putar pada hal yang sama dan berulang.


...----------------...


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.

__ADS_1


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.


Terimakasih atas support nya ☺️🙏


__ADS_2