
Irya menahan perih dari lengan nya yang kembali terluka. Sesekali mata nya terpejam menahan sakit. Suster datang dengan langkah cepat bersama Nesha. Suster yang sama saat datang bersama dokter yang tadi.
"Aduh ini kenapa lagi mbak suami nya ?" Tanya suster itu melihat keadaan tangan Irya.
"Cepat di obati aja suster jangan banyak tanya dulu itu dia kesakitan begitu." Ucap Nesha meringis melihat Irya kesakitan. Ada rasa bersalah karena membuat pria itu kesakitan.
Suster segera mengobati luka Irya kembali, menempel perban agar darah tak lagi keluar. "Mbak nya sebenarnya bisa jaga suami nggak sih masa dari tadi suami nya malah kesakitan terus." Ucap suster yang justru kesal dengan Irya.
Nesha menatap heran pada suster itu. "Lah kok jadi dia yang kesal sama aku." Gumam Nesha dalam hati melihat sikap suster itu.
"Aduh, iya itu sus istri saya lagi pms kayak nya sus dari tadi marah-marah terus sama saya. Saya disiksa dari tadi. Udah di jatuhin tadi tangan saya di benturin di ranjang kena pinggiran ini." Irya seperti anak kecil yang mengadu pada ibu nya.
"Ya ampun mbak, kasar banget sama suami. Ini kalau dilaporkan ke polisi mbak nya udah kena kasus KDRT loh mbak."
"Aduh... sus siapa yang KDRT sih. Suster main percaya aja sama itu cowok playboy mesum." Ucap Nesha berasa ingin menyerah dari peperangan ataupun lemas di tengah padang pasir yang terasa panas.
"Em... apa mas nya selingkuh ya maka nya istrinya marah-marah gitu." Tanya suster yang menangkap kata-kata Nesha "Playboy Mesum"
"Ck... sudah sus terimakasih sudah di obati. Suster jadi kepo sama rumah tangga saya." Ucap Irya sekena nya. Suster itu rupanya orang yang suka bergosip.
Nesha diam saja semakin pusing kepalanya dibuat oleh Irya dan suster itu. Akhirnya suster itu keluar setelah Irya mengusir secara halus.
"Maaf nggak sengaja tadi." Ucap Nesha yang merasa bersalah karena dirinya yang menyebabkan luka pada Irya.
"Nggak masalah, lain kali yang lembut kalau sama suami." Ucap Irya yang masih menggoda Nesha agar semakin kesal.
"Ck... stress." Ucap Nesha yang langsung keluar dari kamar rawat Irya.
Irya menatap kepergian Nesha hingga pintu kamar nya tertutup sempurna oleh Nesha. Tanpa sadar Irya tersenyum tipis. Membuat Nesha kesal rupanya menyenangkan bagi Irya.
"Asik juga ngerjain tuh anak." Gumam Irya tersenyum tipis.
Nesha kembali ke tujuan awal nya yaitu ke kantin untuk mencari minuman. Berhadapan dengan Irya beberapa menit yang lalu meski tidak sampai berjam-jam membuat energi nya seakan terkuras.
"Astaga... baru ngadepin orang modelan begitu aja udah engap aku. Kenapa setiap ketemu tuh anak jadi kesel mulu bawaannya." Gumam Nesha.
"Bu... Air mineral satu ya sama ada coklat nggak Bu." Tanya Nesha pada penjaga kantin rumah sakit.
Rupanya Nesha membutuhkan coklat untuk menenangkan dirinya yang sedang riuh akibat kekesalannya.
__ADS_1
"Kalau coklat batangan nggak ada neng. Ada nya minuman coklat hangat. Mau ?" Tanya penjaga kantin.
"Ya sudah nggak apa-apa Bu, air mineral satu yang botol tanggung aja. Sama coklat hangat nya satu."
Kaya orang coklat dapat menenangkan hagi seseorang. Saat ini Nesha ingin sekali mengembalikan mood nya yang terjun bebas akibat kejadian tak terduga nya.
Lama menikmati segelas coklat hangat nya Nesha kembali lagi menuju kamar rawat Angga dengan membawanya botol mineralnya.
"Nes, darimana kok lama ?" Tanya Mama Angga yang sudah menunggu lama Nesha keluar.
"Oh... iya Ma tadi... Kantin nya ramai banget jadi harus antri buat beli minum sama tadi sempet nolongin pasien stress yang lagi jatuh." Ucap Nesha.
"Pasien stress ? Siapa ? Bukan nya ini rumah sakit umum ? Kok ada pasien stress ?" Mama Angga malah penasaran dengan pengakuan Nesha.
"Eh hehe iya Ma, ada kayak nya dia habis ditinggalin pacar nya jadi agak-agak gitu lah. Oh iya jam berapa Angga bisa pulang Ma ?" Tanya Nesha mencoba mengalihkan percakapan.
"Tunggu satu jam lagi Bapak datang dan membereskan administrasi Angga dulu."
"Iya Ma....Mama nonton apa sih ?" Tanya Nesha. Mama Angga terlihat sibuk dengan ponsel nya.
"Oh ini, nonton berita yang lagi viral itu artis cerai gara-gara KDRT padahal dulu nya mesra banget eh malah cerai gara-gara KDRT."
"Oh tapi kan kalau artis memang banyak yang suka nikah cerai gitu kan jadi kayaknya udah biasa itu mah." Nesha merespon sesuai dengan apa yang dilihat dan diamatinya.
"Iya juga sih sayang. Enggak tahu lah semua juga jalan takdirnya dari yang di atas. Yang dulunya mesra-mesraan bisa aja jadi musuhan. Begitu pula sebaliknya yang awal nya musuhan bisa juga malah jadi mesra-mesraan. Tuhan selalu bisa mengubah keadaan manusia." Ucap Mama Angga. Nesha mengangguk dan memang membenarkan juga jika Tuhan bisa melakukan apa saja pada setiap umat Nya.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah datang bersamaan dengan bangun nya Angga. Ayah Angga sudah datang karena sudah ijin pada bos nya untuk mengurus kepulangan sang anak dari rumah sakit.
"Ma... Ada Nesha juga." Ayah Angga datang dengan buru-buru. Mama Angga menyalami suaminya begitu pula Nesha dan Angga.
"Bapak ke bagian administrasi dulu ya urus semua nya." Pamit Ayah Angga yang diangguki oleh semua orang yang ada di ruangan.
"Ga... senyum dong hari ini kamu pulang." Ucap Nesha tersenyum senang sahabat tersayang nya sudah bisa pulang hari ini.
"Hehe... iya Nesha cantik. Ini udah senyum." Angga memaksakan senyum nya. Sebenarnya kepala nya masih pusing dan badannya masih lemas tapi Angga tidak ingin berlama-lama di rumah sakit. Takut biaya semakin membengkak dan akan membebani kedua orang tuanya. Angga lebih memilih beristirahat di rumah saja.
"Sini aku bantuin duduk." Ucap Nesha yang melihat Angga hendak bangkit dari tidurnya. Nesha memang telaten dalam segala hal mengurusi orang sakit dan melakukan pekerjaan rumah. Benar-bena calon istri idaman.
"Makasih ya Nes. Kamu dari kemarin nggak kerja malah disini." Angga merasa bersalah pada sahabatnya karena harus ikut menjaga dirinya. Ini lah yang Angga maksud tidak ingin mengabari Nesha bagaimana keadaannya karena akan membuat Nesha repot.
__ADS_1
"Ga... nggak masalah di cafe juga enak kok boleh ijin. Aku mau jaga kamu aja kerja nya nanti kalau kamu sudah pulang ke dari rumah sakit."
Angga hanya mengangguk pasrah, mau bagaimana lagi Nesha sudah berada di sampingnya sejak kemarin. Mau mengusir Nesha pun tidak mungkin justru akan melukai perasaan Nesha nantinya.
"Padahal kemarin Mama udah bilang sama Nesha Ga, biar Mama aja yang jaga kamu tapi Nesha kekeuh buat ikut jagain kamu." Mama Angga tersenyum mengelus kepala Nesha.
Senang dan bangga anak nya memiliki sahabat seperti Nesha yang baik dan perhatian. Dalam hati Mama Angga sangat berharap Nesha kelak bisa menjadi pendamping hidup Angga. Tapi harapan itu hanya bisa disimpan nya dalam hati saja dan selalu berdoa jika harapan nya akan menjadi kenyataan.
Anga dan Nesha mengobrol berdua bercanda bersama. Angga berusaha tak menampakkan rasa sakitnya dihadapan Nesha. Gadis itu tersenyum lebar kala bercanda dengan Angga. Bersama Angga, Nesha selalu bisa teetawa karena Angga sering sekali menceritakan hal-hal lucu pada Nesha. Angga pandai sekali menutupi apa yang dirasakan nya pada Nesha.
"Hahaha iih ngambek." Ledek Angga karena menyamakan Nesha dengan bebek kala Nesha yang senang memonyongkan bibir nya saat Angga mengusak rambut nya.
"Ish... kamu mah suka gitu." Nesha memukul lengan Angga.
"Aushhh... wah jangan KDRT dong Nes kalau di visum lumayan nih dapet duit." Ucap Angga mengusap pelan lengan nya.
"Hilih mana ada KDRT, KDRT itu Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jadi hanya disebutkan untuk rumah tangga kali Ga."
"Ya udah ganti jadi KDP." Angga mengganti singkatan nya. Nesha mengernyitkan dahi. "Apaan tuh KDP ?" Tanya Nesha.
"Kekerasan Dalam Persahabatan haha. Kamu mah sering banget mukulin lengan aku." Protes Angga.
"Kamu juga sering ngacakin rambut aku." Nesha tidak mau kalah dengan protes yang dilayangkan Angga.
"Tapi sakitan di pukul kali nes, kan aku ngacak nya juga nggak kasar. Itu artinya aku gemas sama kamu ah gimana sih."
"Hehehe iya maaf kalo Ga kan aku mukul nya juga nggak kenceng-kenceng amat. Itu artinya aku juga gemas sama kamu ahahaha." Ucap Nesha tertawa membalikkan kata-kata Angga.
Mama Angga hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat interaksi Nesha dan Angga. Bahagia sekali rasanya melihat Angga bisa tertawa lepas melupakan rasa sakitnya yang kini lelaki itu rasakan. Nesha adalah obat bagi Angga, obat pereda rasa sakit Angga.
...----------------...
Jangan Lupa VOTE !!!
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
Terimakasih atas support nya ☺️🙏
__ADS_1