Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 37. Balap Liar


__ADS_3

Irya sudah berada di tempat pertandingan balapan liar. Semua teman-temannya sudah menunggu terutama Rony. Seperti pada umum nya tempat itu jalanan yang sepi dan jarang sekali di lalui oleh masyarakat. Apalagi jika malam hari maka jalanan itu semakin sunyi saja.


Banyak anak muda yang nongkrong di tempat itu untuk menonton aksi balap liar. Tak hanya laki-laki saja tetapi ada beberapa perempuan yang ikut menongkrong disana. Bahkan malam ini banyak perempuan yang datang karena ingi. melihat si tampan Irya yang akan menjadi peserta balap liar.


Irya datang dengan motor kesayangan nya. Semua yang melihat Irya bersorak menyambut kedatangan Irya. Malam ini pria tampan itu bagaikan bintang tamu yang paling ditunggu-tunggu kedatangannya.


Turun dari motor dengan membuka helmnya. Wajah tampan itu mampu menghipnotis banyak perempuan yang ada disana. Topi selalu tertempel pada tas kecilnya yang selalu menjadi teman nya. Dikenakan nya topi itu semakin menambah kesan misterius pada pria itu dari jarak jauh.


Sungguh membuat hati para wanita bergetar ingin sekali mencari tahu bagaimana rupa tampan nya. "Wehehei bro datang juga akhirnya dari tadi ditunggu-tunggu." Ucap Rony yang sedari tadi menunggu sang idola jalanan aspal. Tangan sudah mengambang siap menunduk telapak tangan Irya sebagai salam seorang pria gentleman.


"Pasti datang lah, gue udah terima tantangan masa iya nggak datang." Ucap Irya menyambut setiap pelukan dari teman-teman nya.


"Kangen banget bro kita sama Lo. Betah amat Lo disana. Kita aja baru tiga empat hari udah keluar." Ucap teman Irya yang lain. Yang waktu itu ikut aksi tawuran.


Irya hanya tersenyum menanggapi ucapan temannya. Tak perlu lagi membahas hal yang sudah berlalu menurut nya. "Oh iya ini lawan gue siapa nih ?" Tanya Irya yang belum tahu akan bertanding dengan siapa nanti.


"Exel lawan Lo. Taruhan kali ini gede banget bro 150." Ucap Rony.


"Serius Lo Ron ?" Tanya Irya tak percaya.


"Serius lah makanya gue langsung kasih tahu Lo tadi. Lumayan kan buat jajan Lo selama beberapa bulan."


"Bukan lumayan lagi tapi bersyukur banget kalau dapat." Ucap Irya tersenyum.


"Maka nya Lo harus menang bro biar tabungan Lo ngumpul haha." Ucap Rony dengan terbahak.


Selama ini Irya mengikuti balap liar bukan tanpa tujuan. Dia ingin mengumpulkan uang dari hasil nya sendiri meski dengan cara yang salah seperti ini. Tapi ini salah satu hobi nya yang bisa menghasilkan uang. Bahkan motornya pun hasil dari balap liar yang di ikuti nya sejak SMP. Dan setiap mengikuti balapan uang taruhan yang dimenangkan nya selalu disimpan nya untuk membeli apapun yang diinginkan nya.


Di depan orang tuanya, Irya memang terlihat sama seperti anak yang lain. Tapi siapa sangka di usia yang masih berstatus pelajar SMP Irya sudah nekat mengikuti balap liar. Tidak ada nya perhatian dari orang tua membuat Irya bebas melakukan apa saja. Terlebih ini juga salah satu cara untuk dirinya bisa memiliki banyak teman agar tidak kesepian.


Semakin malam semakin ramai tempat itu. Kini semua sudah berkumpul di satu titik. Pertandingan sudah siap di mulai. Irya sudah berada di atas motor nya berada di sisi kanan sedangkan lawan nya berada di sisi kiri. Salah satu perempuan berada di pinggir jalan dengan membawa bendera membuat apa-apa untuk memulai pertandingan.


Sorak sorai penonton meramaikan kegiatan tersebut. "Kalian siap ?!" Tanya perempuan pembawa bendera. Irya dan Exel mengangguk, keduanya sudah memainkan gas motor masing-masing.


Jantung berdebar sudah biasa bagi Irya memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Hitungan ketiga keduanya sudah menancap melaju dengan kecepatan tinggi bak pembalap profesional. Penonton bersorak senang menyemangati jagoan mereka masing-masing.


Meski keduanya sudah berlalu tempat itu masih ramai dengan membicarakan siapa nanti yang akan jadi pemenang nya.


"Gue yakin kali ini Irya yang akan memenangkan pertandingan nya. Selama ini Irya nggak pernah gagal." Ucap Rony dengan yakin.


"Iya gue juga yakin, secara Irya jago nya balap liar." Ucap teman yang lain.

__ADS_1


Memang selama mengikuti balap liar, hampir seluruh pertandingan yabg diikuti nya Irya selalu memenangkan nya. Dan selalu meraup keuntungan dari hasil balap liar.


Hampir satu jam akhirnya kedua pembalap itu menampakkan diri dengan suara bising dari kenalpot motor mereka masing-masing. Para pendukung masing-masing sudah berada di pinggir jalan untuk menyambut jagoan mereka.


"Wuhuuu !!! Yeeaayy !!" Sorak Sorai dan tepuk tangan meriah terdengar riuh.


Prok !!! Prok !!! Prok !!! Suara tepuk tangan saling bersahutan.


"Gue bilang juga apa hahaha." Rony mendekati Irya menepuk-nepuk bahu pria sekaligus jagoan nya dalam aksi balap liar ini.


Irya melepaskan helm full face nya, wajah tampan itu terlihat sedikit berkeringat. Senyum mengembang di bibirnya, ada kepuasan tersendiri dalam aksi balap liar. Menyalurkan rasa emosi nya dalam setiap tarikan gas motor.


Tubuh Irya di goyang-goyangkan oleh teman-temannya. Mereka sangat senang sekali karena sang jagoan memenangkan pertandingan.


Seseorang datang ke kubu Irya dengan membawa ponsel nya. "Hei bro selamat Lo emang nggak ada lawan haha." Pria itu datang menepuk bahu Irya. Lalu mengotak Atik ponsel nya tak berapa lama dia tersenyum dan menampilkan layar ponsel nya serta menggoyangkan di hadapan Irya.


"Hak Lo udah gue transfer. Bangga gue sama Lo. Good job bro. Gue balik dulu." Ucap Pria yang menjadi salah satu menyumbang terbesar dalam aksi balap liar ini. Pria itu adalah seseorang yang memiliki bengkel cukup besar, gemar dengan semua yang berkaitan dengan motor termasuk balap liar.


"Thanks bro." Ucap Irya menyalami pria tersebut dengan salam ala pria sebelum sang bandar balap liar pergi.


"Wah..wah..kita bakal makan-makan enak nih guys hahaha." Ucap Rony dan teman-teman yang lain.


"Tenang besok kita ke tempat biasa." Ucap Irya.


Sedangkan di kubu lain yang tak lain dan tak bukan Exel lawan main Irya merasa kesal karena untuk kesekian kalinya gagal mengalahkan Irya.


"Ck... sialan kenapa gue selalu gagal terus sama tuh anak bego." Geram Exel. Hadiah taruhan yang lumayan besar semakin membuat Exel kecewa.


Pertandingan tidak bisa diulang untuk kedua kalinya. Peraturan mutlak dari sang bandar dan hal itu sudah sesuai kesepakatan. Dan tidak ada yang bisa curang karena motor dan helm mereka di pasang kamera selama menjalankan pertandingan yang dapat di pantau langsung oleh sang bandar.


"Wah Xel, Lo kalah lagi sama Irya. Lo harus berlatih terus buat ngalahin tuh anak." Ucap teman Exel yang juga merasa kecewa. Karena kekalahan sang jagoan memang akan berdampak pada pendukung nya.


Tak lama seorang gadis cantik datang mendekati Irya, hal itu tertangkap oleh pandangan mata Exel. Dengan tajam mata Exel memperhatikan mereka.


"Sialan.. Apa lagi ini, awas aja Lo Irya." Geram Exel dalam hati.


Di sudut sana, gadis itu mendekati Irya dengan senyum mengembangkan. Membawa sesuatu yang Irya inginkan untuk nya. Dengan senang hati gadis itu datang menemui Irya. Tidak menyangka dan terasa berbunga-bunga saat Irya menghubungi nya untuk datang ke pertandingan balap liar.


"Hai sayang." Sapa gadis itu.


"Hai Lo datang juga akhirnya." Ucap Irya. Gadis itu mencium pipi Irya. Tentu si pemilik pipi tidak menolak sudah biasa baginya gadis-gadis cantik datang mencium nya.

__ADS_1


Gadis cantik itu adalah Ranti mantan kekasih Irya beberapa bulan yang lalu. Datang dengan membawa apa yang Irya minta. Benda itu terbungkus rapi di sebuah paper bag kecil.


"Thanks ya Ran." Ucap Irya tersenyum.


"Iya sama-sama. Selamat ya menang lagi. Kamu selalu hebat." Ucap Ranti bergelayut manja di lengan Irya.


Hal itu membuat Exel semakin tersulut emosi. Hati nya sangat panas, Ranti adalah gebetan nya yang saat ini sedang dalam masa pendekatan. Gadis itu tidak tahu jika lawan main Irya adalah gebetan nya.


Seseorang datang kearah Irya atas suruhan Exel. "Lo di tantang buat balapan ulang. Si bos nggak yakin Lo menang, dia ragu sama kemampuan Lo. Bisa aja Lo lagi beruntung." Ucap teman Exel.


"Wah songong banget tuh bro. Masa ragu sama kemampuan Lo, udah jelas-jelas berkali-kali Lo menang balapan." Ucap teman Irya yang diangguki Rony.


"Kalau Lo nggak mau berarti fix Lo pecundang." Ucap teman Exel.


Tidak mau di anggap pecundang Irya menerima tantangan. "Gue terima tantangan Lo sekarang." Ucap Irya dingin.


Semua memandang Irya termasuk Ranti. Paper bag kecil yang ada di stang motor nya di titipkan pada Rony. "Lo bawain ini jangan sampe hilang." Rony mengangguk patuh. Seperti nya barang itu penting untuk Irya batin Rony.


Pertandingan kembali di mulai sama seperti sebelumnya mereka sudah siap di posisi masing-masing menunggu aba-aba. Begitu hitungan ketiga kedua nya menancap gas tinggi.


"Kok perasaan gue nggak enak ya." Hati Rony berbisik.


Sudah sejauh 30 meter dengan pencahayaan yang kurang para penonton dan pendukung hanya bisa melihat sorot lampu rem belakang yang berwarna merah dan lampu depan motor yang menyorot jauh kedepan.


Brak !!! Brak !!!


Suara yang cukup keras terdengar, salah satu motor jatuh terguling bahkan terseret beberapa meter meski tak jauh. Semua penonton terkejut mereka berhamburan untuk mendatangi lokasi kecelakaan. Ada yang reflek berlari ada yang masih dengan kepala waras mengambil motor maupun mobil yang mereka bawa.


"Eh... ada yang jatuh.. buruan ke sana." Teriak salah satu penonton.


"Bro, masuk mobil kita ke sana." Ucap Rony dengan cepat membawa paper bag kecil milik Irya masuk ke dalam mobil bersama temannya. Ranti bingung tidak ada yang di kenal nya disana.


...----------------...


Jangan Lupa VOTE !!!


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.


Terimakasih atas support nya ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2