
Saat ini Nesha sudah berada di rumah sakit menemani Mama nya menjenguk tetangga nya yang sakit. Lebih tepat nya teman arisan Mama Nesha.
Sudah langganan memang teman Mama Nesha keluar masuk ke rumah sakit. Mengindap sakit gagal ginjal sehingga harus bolak balik cuci darah dan tak jarang kondisi tubuh nya drop harus masuk rumah sakit.
Nesha memilih untuk menunggu di luar kamar. Duduk di bangku tunggu sambil memainkan ponsel nya.
"Nes..." Panggil seorang lelaki yang umur nya di atas Nesha.
Mendongak siapa yang memanggil diri nya, akhirnya Nesha tersenyum.
"Mas Rudi..." Ucap Nesha tersenyum.
"Kamu kok disini ?" Tanya Rudi. Lelaki itu merupakan anak dari teman Mama Nesha yang sedang sakit di dalam, yang otomatis juga tetangga Nesha.
"Iya nemenin Mama jenguk ibu nya mas Rudi."
"Nemenin kok malah disini enggak masuk aja ?" Tanya Rudi.
"Nggak apa-apa tadi juga udah masuk ke dalam kok. Mas Rudi dari mana ?" Tanya Nesha.
"Dari kantin cari makan. Ya udah aku temenin disini ya." Tawar Rudi pada Nesha.
Rudi sebenarnya memiliki perasaan pada Nesha. Hanya saja lelaki itu tak memiliki keberanian untuk mendekati Nesha. Papa Nesha begitu protektif pada Nesha. Rudi tak memiliki cukup nyali mendekati Nesha apalagi menyatakan perasaannya nya pada gadis cantik di samping nya itu.
Obrolan kecil terjadi diantar kedua nya. Lebih sering obrolan mengenai kampus masing-masing. Mereka berbeda kampus, berbeda semester dan berbeda program studi.
"Nes, maaf aku masuk dulu ya, kakak mu video call pasti ingin melihat kondisi Mama ku." Pamit Rudi pada Nesha saat panggilan video call bergetar.
"Iya mas silahkan."
Nesha kembali sibuk dengan ponsel nya. Namun, tak sengaja saat menengok ke sebelah kanan. Dia seperti melihat sosok yang dikenali berada di rumah sakit tersebut.
'Kok kaya Angga sih... bukan nya masih kerja ya kok disini.' Gumam Nesha dalam hati.
"Ga... Angga..." Panggil Nesha sudah berdiri hendak mengejar sahabat nya itu.
Angga terkejut melihat Nesha berada di rumah sakit. Pikir Angga apa sahabatnya itu sakit, tapi seingat nya Nesha baik-baik saja tadi saat bekerja.
"Em.. Nes.. kok kamu disini ?" Tanya Angga terkejut dan khawatir.
"Justru aku yang tanya kenapa kamu disini bukan nya kamu kan masih kerja kok bisa disini ?" Tanya Nesha.
"Lagian kenapa muka kamu panik gitu ?" Tanya Nesha kembali.
Angga tersenyum pada Nesha terlihat dari mata nya yang menyipit seperti terangkat saat kita mencoba tersenyum.
"Bukan panik Nes... aku khawatir lihat kamu ada disini. Aku kira kamu sakit. Ngapain kamu disini ?" Tanya Angga.
"Nemenin Mama jenguk temen nya. Nah kamu ngapain ?" Tanya Nesha balik.
"Oh... aku itu... tadi Mama nya temen ku temen kelas kecelakaan jadi aku di telepon dia buat bantuin bawa ke rumah sakit. Ya udah aku ijin sama Pak Bondan tadi." Jawab Angga.
Nesha manggut-manggut dengan jawaban Angga. Tak heran bagi Nesha karena sahabat nya itu memang orang yang peduli terhadap sesama. Bukti nya Angga selalu ada untuk diri nya saat diri nya kesusahan.
"Ya sudah aku balik kerja dulu ya... Nggak enak sama yang lain." Ucap Angga berpamitan pada Nesha.
"Oke... hati-hati di jalan Ga.." Ucap Nesha melepas sahabat nya kembali pergi ke tempat kerja.
...****************...
Asik bercengkrama dengan teman-teman nya yang lain sembari menunggu dosen datang. Ternyata hari itu mata kuliah kosong, dosen sedang ada kepentingan pribadi yang mengakibatkan tak bisa mengisi jam mata kuliah.
"Guys... Pak Toro nggak masuk, beliau kasih tugas aja buat kita. Di kumpulan besok 2 hari lagi." Ucap ketua kelas Nesha.
__ADS_1
"Yeee....bebas kelas hari ini." Ucap beberapa mahasiswa yang senang sekali saat tidak ada jam mata kuliah.
Nesha tertawa dan geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka.
Terkadang aneh nggak sih sekolah, kita yang keluar uang cukup banyak tapi kalau jam pelajaran kosong senang nya bukan main. Bukan nya sedih keluar uang cuma sia-sia doang gitu.
"Nes... ngerjain tugas bareng ya, gimana mau nggak ?" Tanya teman perempuan yang selalu berada bersama nya saat di dalam kelas. Devi adalah teman baru Nesha saat masuk kuliah. Dari semester pertama Devi bisa satu kelas dengan Nesha.
"Oke... mau kapan nih ?" Tanya Nesha.
Gadis berkulit putih itu memang tak pelit ilmu dengan teman-teman nya. Dengan senang hati dia merangkul teman-teman nya untuk belajar bersama.
"Besok aja gimana kamu kerja nggak ?" Tanya Devi.
"Nggak aku udah kelar event nya. Besok kabarin aja mau ngerjain dimana. Yang lain mau ikut nggak ?" Tanya Nesha.
Saat sibuk membahas tempat dimana mereka akan mengerahkan tugas datang lagi salah satu mahasiswa entah dari kelas mana, mungkin dari kelas sebelah.
"Guys.... mohon perhatian nya. Kita dapat undangan pesta ulang tahun dari temen kita Danar anak kelas 2.A2. Acar nya nanti malam, memang enggak ada undangan sih cuma ini titah langsung dari Danar buat ngundang kalian semua. Tempat nya nanti bakal di share di group kelas kalian. Oke gitu aja ya guys kalau ada pertanyaan nanti aja gue laper. Gue pamit dulu."
"Wuuuu...!!!" Suara sorakan anak-anak mahasiswa penghuni kelas 2.A1, kelas Nesha.
"Gimana sih kasih info nggak jelas banget tuh orang." Gerutu anak-anak yang lain.
"Kamu datang enggak Nes ?" Tanya Devi.
"Belum tahu nanti kan jam berapa juga tadi enggak di kasih tahu." Ucap Nesha.
Ting !!
Tak lama bunyi ponsel Nesha menandakan pesan masuk. Sama seperti anak-anak yang lain ponsel mereka berbunyi. Rupa nya pesan di group kelas mereka.
...✉️ 2.A1 Hits young people....
...Tempat : Cafe de'Maha...
...Waktu : 19.00...
...Dress code : Bebas sesuai gaya Lo....
"Jam 7 nih Nes... berangkat ya, nanti sama aku juga kok biar ada temen nya." Ucap Devi berharap Nesha menghadiri pesta tersebut.
"Emm... lihat nanti lah ya. Udah yuk ke kantin."
"Nanti kabar-kabar ya kalau berangkat. Aku nggak bisa ke kantin harus pulang ponakan ku nggak ada yang jagain soal nya. Bye duluan ya Nes." Pamit Devi.
"Oh oke deh... hati-hati Dev." Ucap Nesha.
Gadis itu langsung beranjak dari kursi menuju ke kantin. Ternyata Angga sudah menunggu nya di depan kelas.
"Nes... mau kemana ?" Tanya Angga.
"Eh... udah lama disini ? Mau ke kantin, ikut yuk."
"Oke deh... Oh ya dapet undangan ulang tahun nya Danar berangkat nggak Nes ?" Tanya Angga . Mereka berjalan beriringan dengan bersama Nesha menuju kantin.
"Kamu sendiri berangkat enggak. Tahu sendiri itu acara nya malem Ga."
"Kalau kamu berangkat aku juga berangkat. Seperti biasa kita barengan ke sana. Aku jemput kamu nanti kalau berangkat." Ucap Angga.
"Oke deh... tapi belum ada kado nih buat Danar."
"Habis ini kita cari kado buat dia. Kita patungan aja beli kado nya. Gimana ?" Usul Angga.
__ADS_1
Usul Angga sangat tepat sekali. Nesha langsung menyetujui nya. Angga dan Nesha memang mengenal Danar saat mereka ospek dulu tapi tak terlalu dekat karena mereka berbeda kelas.
Sampai di kantin mereka memesan makanan. Belum sempat memesan Danar menghampiri mereka berduaan.
"Hai Ga... Nes.. mau makan ?" Sapa Danar.
"Hai Dan... Iya nih laper." Jawab Angga, Nesha hanya tersenyum pada Danar.
"Em... pesan aja nanti gue yang bayar."
Nesha dan Angga mengerutkan dahi, mereka tak enak jika merepotkan orang lain.
"Tenang traktiran ulang tahun. Tapi diam-diam aja." Bisik Danar dengan wajah tersenyum.
Angga dan Nesha tertawa dengan bisikan Danar.
"Haha oke deh kalau gitu. Boleh pesan apa aja kan ?" Tanya Nesha.
Danar mengangguk, Angga sangat senang karena bisa menghemat uang jajan nya begitu pula dengan Nesha.
"Oh ya jangan lupa nanti malem kalian berdua harus datang ke pesta gue. Awas kalau nggak datang." Ucap Danar dengan nada ancaman tapi berakhir dengan senyuman.
"Iya nanti kita berdua datang kok. Iya nggak Nes." Ucap Angga menyenggol lengan Nesha.
"Iya Dan... nanti kita datang."
"Thanks ya." Ucap Danar tersenyum senang.
Merek bertiga makan bersama dengan berakhir segala tagihan dibayar oleh Danar. Lelaki itu benar-benar mentraktir Nesha dan Angga. Danar pamit pulang terlebih dahulu.
Sepasang sahabat itu sesuai rencana pergi mencari kado untuk Danar nanti. Pilihan mereka berdua jatuh pada sepatu dengan merek berlogo bintang. Dengan uang patungan mereka berdua dapat membeli sepatu tersebut dengan harga yang cukup tinggi. Kado tersebut dibungkus rapi dan di masukan ke dalam paper bag berlogo bintang.
Malam acara pun tiba, Angga dan Nesha sudah hadir di pesta ulang Danar. Cafe yang mereka datangi sangat luas dan nyaman. Penataan ruang nya sangat indah dan rapi yaa Instagram able lah ya cocok untuk anak-anak muda.
"Hai Dan... Selamat ulang tahun ya." Ucap Nesha dengan senyum manis nya.
Gadis itu datang dengan menggunakan Sweater di padukan celana jeans panjang dengan sepatu kets tak lupa koleksi tas sederhana nya melengkapi penampilan nya. Rambut nya pun dibiarkan tergerai. Menggambarkan seorang gadis yang masih remaja ala Nesha.
"Thanks ya Nes udah mau datang." Ucap Danar tersenyum menjabat tangan Nesha.
"Dan selamat ulang tahun ya." Ucap Angga memberikan selamat.
"Thanks Ga.." Danar pun menyambut hangat Angga dan Nesha.
"Ini kado buat kamu dari kita berdua hehe." Ucap Nesha tertawa kecil.
"Duh... kenapa repot-repot. Kalian datang aja gue udah seneng Nes... Ga... Tapi thanks banget ya sekali lagi." Danar menerima kado dari sepasang sahabat itu kemudian mempersilahkan kedua nya untuk menikmati pesta.
Nesha bertemu dengan Devi dan Angga juga bertemu dengan teman-teman satu kelas nya. Meski kedua nya bersahabat namun mereka tak membatasi diri untuk berteman dengan yang lain.
Nesha pergi ke toilet tapi saat akan memasuki toilet langkah nya terhenti akan sesuatu yang menggangu pendengaran nya dan meningkatkan rasa penasaran nya.
Perlahan di dekati tempat itu dan terkejut atas temuan nya itu...
...----------------...
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
Terimakasih atas support nya ☺️🙏
__ADS_1