Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 52. Putri


__ADS_3

Sampai di apartemen Nesha dibantu satpam untuk mengantar Irya. Pria itu duduk di sofa nya. Nesha bingung harus bagaimana lagi, tidak ada pembicaraan diantara mereka. Sedari di rumah sakit Irya terdiam, biasa nya dia akan mengeluarkan wajah tengil nya dan sikap menyebalkan tapi kini semua itu tidak ada. Wajah dengan guratan sedih pun tak terlihat hanya datar dan dingin.


"Ada yang kamu butuhkan ? Kalau nggak aku bantu kamu ke kamar ?" Tanya Nesha menawarkan bantuan. Irya hanya mengangguk tipis tapi Nesha mengetahui nya.


Nesha menuntun Irya menuju kamar nya di lantai 2. Apartemen yang cukup mewah bahkan lebih mewah dari apartemen Danar. Kali ini keberuntungan ada pada Irya. Sudah berada di dalam kamar Irya duduk di ranjangnya. Nesha keluar untuk mengambilkan minum untuk pria itu sebelum ditinggalkan nya pergi.


"Ini air minum untuk mu. Ada yang bisa ku bantu lagi ?" Tanya Nesha. Pertanyaan Nesha membuat Irya merasa dirinya semakin tidak berguna saja. "Pulang lah." Ucap Irya singkat.


Nesha terdiam perubahan yang cukup membuat nya terheran. Masih ingat kemarin saat Irya berlaku lembut padanya ketika Danar mengeluarkan taring nya kini pria itu sangat dingin dan datar.


"Aku pulang. Hati-hati di sini." Ucap Nesha keluar dari kamar Irya. Pulang ke rumah untuk mempersiapkan kuliah nya yang masuk siang.


Dalam perjalanan menggunakan motor matic nya. Nesha berfikir apa yang terjadi pada Irya, dia tak berani untuk bertanya tadi karena keadaan yang tak memungkinkan. Dimana rasa kesal dan sebal Nesha pada pria itu saat ini tersingkir sejenak karena sang pemicu tidak menunjukkan sikap seperti itu.


"Kok dia bisa babak belur gitu ya ? Apa jangan-jangan Danar yang mukulin dia. Secara kan tadi Anin yang telepon aku tapi dia malah nggak ada disana." Gumam Nesha menganalisis sendiri apa yang terjadi pada Irya.


"Nanti deh aku tanya sama Anin aja biar lebih jelas."


Nesha melajukan motornya lebih cepat lagi agar cepat sampai di rumah nya. Mama Nesha menyambut putri kesayangannya. "Dari mana sayang tadi keluar buru-buru gitu."


"Oh tadi ada temen Nesha yang minta tolong soal nya temen nya sakit dia nggak bisa bawa ke rumah sakit sendiri jadi aku tolongin."


"Oalah begitu. Pantas kamu buru-buru. Ya udah kamu siap-siap bentar lagi kuliah kan ?"


"Iya Ma... aku ke kamar dulu ya." Nesha pergi ke dalam kamar nya. Berniat menghubungi Anin tapi ponsel Anin tidak aktif.


***


Danar membawa Anin ke apartemen nya. Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi membuat Anin ketakutan hingga memejamkan mata nya. "Danar pelan-pelan bawa mobil nya." Ucap Anin dengan kesal dan ketakutan. Danar tak menggubris sama sekali emosi nya masih lebih mendominasi.

__ADS_1


Sampai di basement apartemen, Danar mencengkram erat tangan Anin untuk dibawa nya masuk ke dalam apartemen nya. Menutup pintu apartemen dengan keras. Anin terjingkat kaget. "Apa yang kalian lakukan di sana ?!" Tanya Danar menurunkan nada nya agar tak berteriak tapi suara itu penuh penekanan.


"Aku nggak ngapa-ngapain. Tadi yang kamu lihat itu cuma salah paham."


"Salah paham ? Kalian berdua peluk-pelukan di atas sofa itu kamu bilang salah paham ?"


"Aku tidak sengaja jatuh dan menimpa Irya, bukan peluk-pelukan." Anin membela diri karena pada kenyataannya memang seperti itu.


"Ngapain kamu ke sana ? Untuk apa ? Mesra-mesraan di sana huh ?!" Danar tetap pada kesalahpahaman nya pada Anin dan Irya. Kalimat provokatif yang diberikan Agnes mampu termakan dengan mentah oleh Danar.


Berulangkali Anin menjelaskan tapi tetap tidak didengarkan nya. Percuma pikir Anin karena kekasihnya masih dikuasai rasa cemburu dan emosi. Malah berdebat lagi Anin hanya diam tak menggubris Danar. Hingga kata putus sempat terlontar untuk Danar jika kekasihnya itu tak percaya. Tapi Danar tak semudah itu menyetujui kata putus dari Anin. Melepaskan gadis yang sangat dicintainya hanya gara-gara Irya itu tidak mungkin pikir Danar. Justru dia akan sekuat tenaga mempertahankan hubungan nya dengan Anin menjauhkan gadis nya dari Irya.


***


Beberapa hari bahkan bulan berlalu, kesehatan Irya sudah kembali. Sejak putus dengan Agnes, Irya juga memutuskan hubungan nya dengan beberapa kekasih nya yang lain. Mengganti suasana hatinya untuk hal yang lebih baru.


Hidup nya semakin tak terkendali. Jarang pulang ke rumah, mungkin dia bahkan melupakan rumah nya. Hidup bebas di apartemen membuat suasana hati nya lebih nyaman. Hanya sesekali saja Irya pulang demi menemui bibi Jenab tidak ada tujuan yang lain.


Berkaca pada pengalaman yang dulu tidak ingin membuat pusing, Irya hanya memacari satu gadis saja. "Hai sayang." Sapa Putri yang sudah berada di depan kampus. Irya menjemput nya menggunakan motor sport nya.


"Sudah selesai ? Kita pulang." Ucap Irya. Putri mengangguk menerima helm dari Irya dan naik ke atas motor Irya.


Irya mengajak Putri pulang ke apartemen nya. Sejak menjadi kekasih dari Irya, gadis itu lebih sering berada di apartemen Irya bahkan sampai menginap disana. Gaya pacaran yang sungguh bebas Irya terapkan.


"Sayang, aku laper, kamu laper nggak ?" Tanya Putri dengan manja. "Laper... pengen makan kamu." Ucap Irya dengan nada menggoda. Menarik tangan Putri hingga duduk di pangkuan nya. Tangan nya sudah mengusap lembut paha mulus Putri. Gadis itu sampai di apartemen sudah berganti pakaian dengan celana pendek sepaha dan kaos oblong.


Sentuhan dan pesona Irya yang tak mampu ditolaknya sehingga apapun yang kekasih nya lakukan selalu diterima dengan senang hati. Irya mampu membangkitkan gairah lawan nya dengan sentuhan-sentuhan nya.


Di ***** bibir kenyal Putri dengan penuh nafsu, menerobos masuk saat perempuan itu membuka mulut nya. Balasan Irya dapatkan saat itu juga. Seakan selalu ada jalan, Irya memperlancar tuntunan naluri alamiah nya. Tangan sudah bergerilya kemana-mana. Desahan kecil keluar dari bibir tebal dan kenyal Putri.

__ADS_1


Entah, Irya seperti nya memang lebih suka melakukan hal itu di atas sofa nya. Jarang sekali Irya melakukan nya di atas ranjang tempat tidur nya. Pakaian keduanya sudah berserakan di lantai.


"Sayanghh... " Lenguhan perempuan cantik itu saat inti Irya menembus miliknya. "Apa sayang... enak ?" Tanya Irya dengan gerakan seperti memompa balon ulang tahun.


"Ahh... enak sayang. Lebih cepat lagi." Pinta perempuan yang sudah terbiasa menerima tusukan dari kekasihnya. Tusukan yang memabukkan bagi Putri, Irya selalu menuruti apapun keinginan lawan main nya dalam pergulatan. Keringat dan desahan menggema di ruang tamu apartemen Irya.


Saling memuaskan satu sama lain. Putri dengan rasa sayang nya melayani Irya sedangkan Irya dengan hasratnya yang tinggi.


Pria itu meluapkan hasrat dan semua perasaan yang dipendamnya selama ini. Iya... Irya melakukan hal ini sebagai cara untuk mengekspresikan dan meluapkan semua bebannya.


Dipikiran Putri, kekasihnya itu melakukan semua ini karena benar-benar menginginkan nya dari dalam hati bukan karena nafsu semata. Sifat Irya saat ini sangat berbeda dengan yang dulu. Dulu dia selalu bersikap manis pada setiap pasangan nya tapi kini sikap manis itu hanya ditunjukkan saat melakukan hal intim saja. Terlepas dari kegiatan itu Irya akan kembali pada sifat dingin dan datar nya. Hanya sesekali bersikap hangat jika suasana hatinya sedang baik.


Selesai meluapkan hasrat nya dan mendapatkan pelepasan. Irya duduk dengan polosnya, menengadahkan wajah nya memejamkan mata dan mengatur nafas.


"Hahhh.... aku suka milik mu sayang." Ucap Irya puas.


"Bersihkan diri mu dan bersihkan tempat ini sayang." Ucap Irya lembut mencium bibir Putri. Bila ada yang diinginkan nya memang Irya akan bersikap lembut dan hangat.


Dengan bodohnya Putri mengangguk dan mengikuti setiap perintah kekasihnya. Entah, apa yang membuat nya bertekuk lutut pada Irya. Sudah hampir satu bulan berpacaran dengan Irya dan dengan mudah nya terbuai oleh bujuk rayu Irya hingga melepaskan mahkota nya untuk Irya.


Apakah Irya tak memikirkan akan ada karma untuk nya ? Saat ini dia tidak memikirkannya nya. Karma akan menimpa adik perempuan nya nanti ? Irya tak memikirkan itu sama sekali bahkan saat ini hati nya sudah tertutup untuk keluarga nya sendiri. Cukup merasakan sakit akibat orang-orang terdekat nya. Saat ini Irya hanya ingin menikmati hidup senang nya tanpa memikirkan semua rasa sakitnya.


...----------------...


Jangan Lupa VOTE !!!


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.

__ADS_1


Terimakasih atas support nya ☺️🙏


__ADS_2