Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 2. Merebut Barang Incaran


__ADS_3

Matahari begitu terik menyengat kulit. Tepat pukul 2 siang Nesha dan Angga menyelesaikan mata kuliah nya. Sepasang sahabat itu memang kuliah di universitas yang sama dengan jurusan yang sama pula tapi berbeda kelas. Keterlambatan dalam pengisian KRS atau bisa disebut Kartu Rencana Studi membuat Angga mendapatkan kelas yang berbeda dengan Nesha. Kelas Nesha sudah penuh saat Angga mengisi KRS nya.


"Hai Nes... udah selesai mata kuliah kan ?" Tanya Angga.


"Udah dong... kamu masih ada kuliah ?" Tanya Nesha.


"Sama udah kelar juga.. eh Nes di toko buku Gamamedia lagi ada lowongan loh mau nyoba nggak ?" Tanya Angga.


"Serius ? Lowongan apaan Ga ?"


"SPG & SPB event pameran buku. Mau nggak lumayan loh Nes fee nya."


"Kantin yuk... laper nih." Ajak Angga.


"Yuk... sama aku juga laper." Nesha menyetujui ajakan Angga.


Kedua nya berjalan menuju kantin yang tak jauh dari bangku mereka duduk tadi.


"Gimana ? Mau ikut nggak sebelum full nih." Tanya Angga kembali.


"Bentar aku pesan makan dulu. Kamu mau makan apa biar sekalian pesan." Ucap Nesha.


"Samain aja biar cepat."


"Oke wait yak." Ucap Nesha meninggalkan Angga yang duduk di bangku kantin.


Angga mengotak atik ponsel nya menunggu Nesha yang sedang memesan makanan. Mi rebus dengan tambahan telur dan sayur sawi hijau yang Nesha pesan dengan minuman es teh manis.


"Mi rebus ?" Tanya Angga


"Iya lah tadi kata nya disamain sama punya ku. Mau protes ?" Ucap Nesha melirik dengan tatapan mengancam.


"Hehe enggak kok enggak santai aja kali Nes." Ucap Angga tersenyum lebar memamerkan gigi putih nya.


"Jam kerja nya gimana ?" Tanya Nesha.


Angga masih sibuk mengaduk mi rebus nya dan menambahkan sambal. Mencicipi nya apakah sudah pas atau belum.


"Ck... aahh mantep dah. Tambahin dikit lagi kali ya." Gumam Angga.


"Gimana Ga ?" Tanya Nesha yang merasa pertanyaan nya tak mendapat jawaban.


"Enak Nes... apalagi tambah sambel nya, emang si ibu kantin pinter banget bikin sambel nya." Ucap Angga.


"Astaga dragon... Kamu nggak nyambung banget sih dodol." Nesha menepuk jidat nya mendengar jawaban Angga.


"Lah nggak nyambung gimana ? Kamu tanya udah aku jawab Nes."


"Emang kamu denger aku tanya apa ? Kamu nggak dengerin pertanyaan aku Angga." Ucap Nesha kesal. Menepuk bahu Angga dengan keras.

__ADS_1


"Auh..sshh... sakit Nes. Emang kamu tanya apaan sih ?"


"Makan... laper aku. Makan tuh mie rebus mu biar otak sama pendengaran sinkron."


Nesha mengalihkan kekesalannya dengan memakan mie rebus milik nya. Angga yang memang sudah lapar tanpa basa-basi segera menyantap mie rebus yang dianggap nya sangat enak bila ditambah dengan sambal buatan ibu kantin.


Selesai dengan makan mereka. Nesha dan Angga masih duduk santai di kantin. Kedua nya sibuk dengan ponsel masing-masing. Angga sibuk mencari lowongan pekerjaan sedangkan Nesha sibuk dengan group kelas nya yang membahas tugas presentasi.


"Ga.." Panggil Nesha.


"Hem... apaan."


"Event pameran buku di Gamamedia gimana jam kerja nya ?"


"Tadi kata temenku jam kerja nya di rolling Nes, bisa pagi sampe siang, siang sampe sore terus sore sampe malem." Jawab Angga.


"Emm... enggak tentu dong terus nanti kalau kita daftar gimana kuliah nya ?"


"Bisa di atur kok jadwal nya Nes, kita berdua kan bisa tuker-tukeran jadwal kerja nanti." Jawab Angga santai.


"Iya juga ya... berapa lama sih event nya ?" Tanya Nesha.


"Selama 2 minggu Nes kalau kita ikut terus rajin masuk bisa dapet satu jutaan lumayan kan buat jajan." Ucap Angga dengan semangat.


Nesha tampak berfikir untuk mendaftar lowongan tersebut. Yang ada dalam pikiran nya adalah jadwal pulang malam itu yang membuat diri nya bimbang. Bukan apa-apa hanya saja Nesha was-was jika harus pulang malam. Apalagi letak toko itu jauh dari rumah nya dan jauh dari kost teman-teman nya. Tapi gaji yang diterima dalam waktu 2 minggu bisa mencapai satu juta cukup membuat Nesha tergiur.


"Gimana ? Kamu kok kaya bingung gitu Nes ?" Tanya Angga yang melihat Nesha tampak kebingungan.


"Udah tenang aja sih, Nes kan ada aku kalau pulang malam nanti ku jemput." Angga dengan setia menawarkan diri.


"Ngrepotin lagi nanti, Ga."


"Santai kaya sama siapa aja kamu, Nes."


"Ya udah kita daftar aja, Ga... tapi beneran ya kalau malam kamu jemput aku." Tanya Nesha memastikan.


"Iya...iya... Nes.. tenang aja kali."


Angga dan Nesha mendaftarkan diri mengisi lowongan sebagai SPG dan SPB event pameran buku. Tanpa berlama-lama Angga mendapatkan balasan pesan jika dirinya dan Nesha diterima bekerjasama. Angga mendaftar kan diri pada teman nya yang menjadi panitia acara tersebut.


Nesha merasa sangat senang sekali bisa bekerja tanpa menggangu waktu kuliah nya. Sebelum nya Nesha juga sudah bekerja dan orang tua nya pun mengijinkan asal tidak menggangu waktu kuliah dan dapat menjaga diri dengan baik. Hanya saja Nesha memilih keluar karena merasa tidak nyaman dengan pemilik cafe.


Angga dan Nesha sudah beberapa hari bekerja sebagai SPG dan SPB event tersebut. Tugas mereka hanya menjaga buku-buku dan merapikan buku yang berantakan saja. Sesekali jika ada pengunjung yang bertanya maka mereka juga harus mengarahkan para pengunjung dalam mencari buku yang mereka inginkan.


"Wah ini novel yang aku cari-cari nih." Gumam Nesha saat melihat novel yang diinginkan nya.


Angga sedang merapikan buku-buku yang tak jauh dari Nesha. Saat ini Nesha merasa ingin buang air kecil karena tak tahan maka Nesha menghampiri Angga dengan membawa buku itu.


"Kenapa muka mu ?" Tanya Angga melihat wajah Nesha yang aneh.

__ADS_1


"Sshh... aduuhh kebelet pipis. Tolong simpan kan buku ini dong. Novel yang aku cari-cari ini. Jangan sampai ada yang ambil." Ucap Nesha.


Tak tahan maka buku itu didorong kan di dada Angga lalu meninggalkan lelaki itu sendirian. Berlari ke arah toilet, sial nya Nesha harus mengantri. Sungguh menyebalkan jika sudah di ujung tanduk tapi harus mengantri.


"Ish... sialan kenapa harus mengantri sih. Keburu ngompol nih aku." Gumam Nesha dalam hati merasa kesal.


Pada saat giliran nya masuk ke dalam toilet untuk buang air kecil. Terdengar banyak para gadis yang masuk ke dalam toilet. Saat keluar benar saja banyak para SPG yang bercermin untuk membenahi make up yang ada di wajah mereka.


Bukan hanya itu rupanya ini sudah jam pergantian shift jaga. Nesha tak lagi kembali ke tempat pameran melainkan ke ruangan dimana terdapat banyak loker bagi para karyawan.


"Nes, buku nya udah aku umpetin tuh di rak ke tiga paling pojok belakang." Ucap Angga yang baru masuk ke dalam ruang loker.


"Oke thanks, Ga." Ucap Nesha tersenyum manis.


"Aku ke pameran dulu ya mau ambil buku nya dulu." Ucap Nesha yang sudah memakai jaket nya menutupi kaos seragam kerja nya.


"Oke nanti aku nyusul." Jawab Angga.


Lelaki itu masih bersiap-siap untuk pulang. Entah apa yang dilakukan lelaki itu.


Nesha berjalan menuju rak sesuai yang dikatakan oleh Angga. Mencari-cari dimana buku itu disembunyikan oleh sahabat nya.


"Nah, ini dia ketemu." Gumam Nesha lirih.


Bersamaan dengan tangan nya yang terulur mengambil novel ada tangan lain yang mencoba merebut nya.


"Maaf itu saya duluan." Ucap Nesha.


"Enak aja Lo, gue duluan ya." Ucap gadis cantik dan jutek.


Perdebatan terjadi untuk memperebutkan buku tersebut. Hingga buku itu melayang, diambil oleh lelaki berwajah tampan.


"Sayang, itu buku yang aku pengen." Nada manja gadis cantik dan jutek itu meminta pada sang kekasih.


Lelaki itu adalah Bahuwirya Sanjaya. Lelaki tampan dan kaya incaran para gadis. Wajah nya memang tampan tapi sikap nya sangat dingin pada gadis lain saat dirinya sedang bersama bersama kekasih nya.


"Ayo ke kasir." Ucap Irya.


Menggandeng tangan kekasih nya dengan mesra menuju kasir. Gadis yang menjadi kekasihnya itu pun tak kalah mesra bergelayut manja pada lengan lelaki itu.


"Hei aku yang lebih dulu menemukan buku itu." Ucap Nesha.


Irya tak menggubris ucapan Nesha. Tetap membawa buku itu ke kasir dan membayar nya untuk sang kekasih. Kekasih seorang Bahuwirya Sanjaya atau biasa disapa Irya itu bernama Ranti. Gadis cantik tapi jutek itu satu sekolah dengan Irya.


"Makasih sayang." Ucap Ranti dengan manja.


Sebenarnya Irya saat ini sedang kesal karena kekasih nya yang lain menuntut ingin bertemu. Sehingga Irya terburu-buru agar segera pergi dari pameran buku itu.


"Iya sama-sama sayang. Sekarang kita pulang ya. Aku ada urusan penting sama anak-anak." Ucap Irya dengan lembut.

__ADS_1


"Astaga orang itu bener-bener ya ngeselin banget. Itu kan barang incaran ku. Ish... nggak cowok nya nggak cewek nya sama aja. Amit-amit jangan sampai ketemu sama yang modelan nya begitu." Gumam Nesha meluapkan kekesalannya.


Neha begitu kesal melihat Irya yang tak menggubris diri nya sama sekali. Bahkan bermesraan dengan sang kekasih di depan mata nya. Tanpa rasa bersalah sama sekali terhadap Nesha karena sudah merebut buku novel incaran nya. Baru kali ini Nesha melihat orang yang tak tahu sopan santun tanpa meminta maaf atas kejadian yang tak menyenangkan itu.


__ADS_2