Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 59. Gelang Handmade With Love


__ADS_3

Di acara kejutan yang diberikan nya untuk Angga, Nesha ingin mengabadikan momen kebersamaan nya saat merayakan ulang tahun untuk Angga. Bukan dirinya yang ulang tahun tapi Nesha sendiri yang merasa bahagia dan ceria. Kejutan untuk Angga berhasil membuat nya merasa sangat puas dan bangga.


"Ga... kita foto yuk biar bisa upload gitu hahaha." Nesha cengengesan dihadapan Angga memasang wajah seimut mungkin agar Angga mau berfoto bersama dirinya.


"Ayo lah Ga... please..." Gadis cantik itu memohon. Sejak kelas 3 SMA Angga sangat sulit sekali untuk diajak foto bersama. Dalam momen-momen penting Nesha selalu mendesak agar Angga mau berfoto bersama nya.


"Iyaaa... Ayo foto pake ponsel ku aja." Ucap Angga. Selalu begitu saat diajak foto, lelaki itu selalu mengajukan ponsel nya dengan alasan agar memori ponsel Nesha tidak penuh.


Nesha mendengus kesal, jika seperti itu nanti sehabis foto bersama dengan beberapa pose pasti Angga hanya mengirimkan pada nya satu atau dua foto saja.


"Please... kali ini pake ponsel aku aja yaa... kompensasi dari jerih payah aku kasih kejutan buat kamu." Berfoto bersama Angga ini seperti mengajak foto bersama artis papan atas yang sangat sibuk sekali hingga susah jika diajak foto pasti ada saja syaratnya.


"Hmm.. Jadi kamu nggak ikhlas kasih kejutan buat aku ?" Kini Angga yang kesal, tapi itu hanya pura-pura saja. Mana mungkin Angga akan benar-benar kesal hanya gara-gara hal kecil seperti ini.


"Ya... bukan gitu Ga... aku ikhlas kok. Ya elah Ga cuma barang foto doang pake ponsel aku susah banget deh. Mau yaa... sekali ini aja deh."


Tidak tega melihat Nesha terus memohon akhirnya Angga menyetujui nya. Angga merangkul pundak Nesha untuk berfoto bersama.



Picture by Pinterest.


Seperti itulah pose pertama foto Nesha dan Angga.


Sepasang sahabat yabg terlihat romantis di mata banyak orang. Mumpung Angga mau untuk di ajak berfoto Nesha menggunakan kesempatan itu untuk berfoto dengan berbagai banyak pose.


Foto terbaik yang Nesha pilih adalah pose pertama mereka untuk di upload di media sosial nya dengan menambahkan caption Happy Birthday Angga nya Nesha 🤗🤗 .

__ADS_1


Kalimat yang sering Nesha dengar sejak dulu dari teman-teman nya adalah mereka selalu menyebut Angga nya Nesha karena saat sekolah SMA dulu ada dua nama Angga sehingga untuk membedakan mereka menyebut seperti itu. Kalimat itu seakan menjadi kebiasaan bagi mereka yang mengenal Angga dan Nesha bahkan sampai sekarang kalimat itu masih sering terdengar.


Banyak yang memberikan komentar pada media sosial Nesha saat memposting foto tersebut. Komentar positif mereka berikan pada Angga dan Nesha sebagian besar mereka mengucapkan selamat ulang tahun untuk Angga.


"Ga... lihat deh banyak banget yang ngucapin selamat ulang tahun buat kamu dengan berbagai macam doa baik dari mereka." Nesha menunjukkan isi ponsel nya pada Angga.


"Ck... kebiasaan suka posting-posting nggak jelas." Komentar cuek dari Angga yang kadang membuat Nesha mencibir Angga.


"Kok nggak jelas sih kamu kan ulang tahun momen penting tahu... Bukan nya di aminkan doa mereka gimana sih." Cibir Nesha cemberut.


Angga selalu tersenyum jika melihat nesha cemberut. "Nggak usah kayak gitu kamu udah sama kayak bebek hahaha." Jika sudah seperti itu selalu saja Angga meledek Nesha.


"Ish... kamu mah kebiasaan bikin kesel." Sudah dalam mode merajuk gadis cantik dihadapan Angga itu. "Hahaha marah nih yee... amiinn balas buat mereka terimakasih dari aku." Ucap Angga tersenyum pada Nesha.


"Udah ah nggak usah ngambek nggak seru. Ulang tahun itu sebenarnya nya bukan bertambah umur nya Nes tapi justru berkurang. Cuma angka nya aja yang nambah tapi jatah untuk hidup nya kita nggak tahu sampai kapan. Kenapa setiap ulang tahun harus bersyukur karena angka yang terus bertambah itu membuktikan selama itu kita dikasih kesempatan buat bernafas secara gratis. Maka nya kita harus bersyukur, gunain kesempatan hidup kita sebaik mungkin. Bahagiain orang-orang di sekitar kita terutama orang-orang yang kita sayangin jadiin diri kita berguna buat orang lain jadi kalau kita pergi kemanapun kita berada mereka yang kita tinggal pasti bakal inget terus sama kita. Inget sama kenangan baik nya kita." Ucap Angga tersenyum sangat manis dan tulus.


"Oh iya Ga... aku ada kado buat kamu." Ucap Nesha dengan mengingat kado yang disiapkan nya belum diberikan pada Angga. Lelaki itu hanya menatap Nesha ada rasa penasaran kado apa yang akan Nesha berikan untuk nya.


"Ini buat kamu... maaf cuma itu yang bisa aku kasih buat kamu." Karena belum gajian dan uang nya sudah banyak keluar untuk membeli bahan-bahan kue.


Kado dengan kotak kecil itu dibuka oleh Angga. Sebuah gelang dengan manik bulat hitam dengan tali yang di rajut sangat sederhana sekali. "Maaf Ga... pasti kamu kecewa aku kasih kamu sesuatu yang receh banget." Raut wajah Nesha memperlihatkan rasa bersalah dan malu tidak bisa memberitahu kado yang layak untuk sahabat nya.


"Dapat dari mana ini ?" Tanya Angga masih memperhatikan gelang yang ada di genggaman tangan nya. "Bikin sendiri... belum gajian jadi belum bisa kasih yang lebih." Ucap Nesha lirih rasa nya malu sekali saat Angga selalu memberikan kado yang terbaik saat dirinya ulang tahun tapi dirinya hanya memberikan hal receh seperti itu.


Angga tersenyum mendengar jawaban Nesha lalu menarik lengan Nesha dan memeluk sahabatnya itu. "Terimakasih... Gelang ini lebih mahal dari barang mewah Nes. Semua yang kamu berikan saat ini adalah hasil jerih payah mu semua itu sangat berharga untuk ku."


Nesha tersenyum mendengar apa yang di ucapkan oleh sahabat nya. Bersyukur mendapatkan sahabat seperti Angga. Kejutan, kue ulang tahun serta kado kecil itu memang Nesha buat sendiri hanya untuk Angga orang yang selalu ada untuk nya. Meski tak memiliki uang lebih tapi Nesha berusaha untuk membuat Angga tersenyum dan merasakan kebahagiaan walaupun hanya sederhana.

__ADS_1


"Makasih ya Ga... kamu menghargai semua yang aku kasih ke kamu. Aku beruntung punya sahabat kayak kamu." Ucap Nesha membalas pelukan Angga.


"Iya... Buat aku gelang ini lebih mahal lebih berharga. Pakein dong masa cuma kasih doang nggak mau pakein." Ucap Angga


"Hehe... sini aku pakein. Ini namanya gelang Anes. Harus di pake terus apapun yang terjadi jangan dicopot biar persahabatan kita tetap bertahan sama kayak gelang ini yang bertahan di tangan kamu. Sama juga kayak persahabatan kita sampai kapanpun." Nesha memakaikan gelang pemberian nya pada pergelangan tangan Angga.


Angga mengernyitkan dahi "Gelang Anes ? Apaan tuh ? Lagian kalau pun gelang ini copot nggak bisa bertahan persahabatan kita tetap terus bertambah sampai mau memisahkan hahaha. Tapi aku tetap akan jaga gelang pemberian kamu biar nempel terus di tangan ku haha."


"Gelang Anes itu maksud nya gelang Angga dari Nesha hahaha seperti itu lah pokoknya kamu harus jaga pemberian aku. Ini aku susah-susah buatin buat kamu. Handmade with love deh pokoknya hahaha harus dijaga." Nesha tertawa mengatakan itu pada Angga. Tawa Nesha tertular pada Angga.


"Iya... Ya udah kita pulang yuk. Udah makin malam di sini makin dingin. Besok kita ke sini lagi." Angga mengajak pulang Nesha, melihat jam tangan di pergelangan tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Nesha harus segera pulang jika tidak nanti kedua orang tua nya akan khawatir.


"Ya udah yuk... tapi ini kue nya dibungkus lagi masih banyak nanti kamu bawa pulang ya buat Mama, Bapak sama Dira biar mereka cobain ku buatan aku."


Angga tersenyum mengangguk, membantu Nesha membereskan kue yang harus di bawa pulang. Lampu-lampu kecil itu pun tidak dibawa pulang kembali tapi di biarkan di rumah pohon. Nanti jika mereka datang lagi rumah pohon itu akan terlihat terang. Mereka hanya mematikan nya saja agar tidak cepat mati.


Kedua nya turun dari rumah pohon yang cukup tinggi. Rumah pohon itu dulu di buat oleh beberapa warga atas perintah pemerintah guna mengawasi hutan lindung buatan itu tapi kini sudah tak digunakan lagi entah karena alasan apa tidak tahu.


Angga mengantar Nesha hingga depan rumah nya. Sudah malam Angga tidak bisa mampir, lelaki itu langsung pulang setelah mengantar Nesha pulang. Beberapa jam yang lalu adalah momen berharga untuk Angga dimana bisa merayakan hari kelahiran nya berdua bersama Nesha meski sangat sederhana.


...----------------...


Jangan lupa VOTE !!!


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.

__ADS_1


Terimakasih atas support nya ☺️🙏


__ADS_2