
Devi merasakan jika dirinya ingin buang air kecil, maka dia berpamitan pada Nesha untuk pergi ke toilet sebentar.
Berjalan sendiri menjadi toilet akhir nya ketemu juga letak tempat kecil itu. Devi mengamati sekeliling nya. Tampak sepi berbeda dengan ruangan depan yang ramai dengan berbagai suara perbincangan dan suara musik yang terputar cukup keras.
Melangkah menuju toilet akan tetapi tiba-tiba terhenti. Saat mendengar sesuatu yang menurut nya sedikit gaduh menggugah rasa penasaran nya.
Rasa ingin buang air kecil nya entah tiba-tiba menguap begitu saja saat fokus nya teralihkan pada suara itu. Rupa nya suara itu terdengar dari dalam suatu ruangan yang tak jauh dari toilet.
Pintu bertuliskan "GUDANG" dengan tulisan balok menempel di depan pintu. Nesha berhenti di sana.
"Oh gudang... pasti banyak tikus atau kucing di dalam maka nya gaduh gitu." Gumam Devi dalam hati.
Dalam pikiran nya suara gadis dari suara benda yang terbentur itu adalah ulah hewan liar seperti tikus atau kucing liar.
Saat akan kembali, Devi kembali mendengar suara aneh di dalam gudang tersebut. Niat nya meninggalkan gudang seketika terhenti. Rasa penasaran kembali muncul.
"Apaan tuh... masa iya tikus begitu suara nya ? Apa kucing ? Tapi aneh bener dah." Gumam Devi kembali tapi hanya dalam hati nya.
"Aakkhh... Aakkhh..." Suara desahan perempuan.
"Beebbhh... aakkhh.." Suara perempuan.
"Sstttt... aakkhh jangan keras-keras sayanghh." Suara lelaki yang terdengar serak menikmati kegiatan.
Terdengar suara perempuan dan laki-laki di dalam gudang itu. Devi terperanjat mendengar suara yang semakin jelas terdengar saat diri nya semakin mendekati gudang.
Pintu gudang tak tertutup rapat sehingga suara itu terdengar samar dari arah luar. Devi pun lebih mudah untuk mengintip masuk. Bukan terperanjat lagi mata nya terbelalak lebar saat melihat apa yang disaksikan nya saat itu.
Suara desahan dan decitan meja yang menggugah rasa penasaran nya itu ternyata berasal dari sepasangan manusia yang sedang menyalurkan hasrat mereka.
"Aaaakhh... lebih cepat lagi beebhh." Pinta perempuan itu.
"Punyah kamuh enak banget aakkhh.." Ucap perempuan itu.
"Se..suaih perh..mintaan mu sayang." Suara lelaki itu tampak terdengar ngos-ngosan. Mungkin karena sedang bekerja keras.
Decitan meja itu terdengar semakin kencang. Bahkan desahan perempuan itu semakin nyaring terdengar berimbang dengan kecepatan decitan meja.
Jantung Devi berdegup kencang. Gadis itu seakan menahan nafas melihat sesuatu di depan nya itu. Tangan nya digunakan untuk menutup mulut. Apa yang dilihat nya itu tak terlihat dengan jelas hanya remang-remang saja karena lampu gudang yang kecil.
Devi melangkah mundur tak sanggup menyaksikan sesuatu yang sudah menodai mata dan pikiran nya saat ini.
"Haah... Haah... Gila hah... kenapa jadi aku yang ngos-ngosan ?" Gumam Devi merutuki kebodohan nya yang justru sangat penasaran sekali dan melihat hal seperti itu.
Gadis berambut panjang dan bermata sipit itu kembali ke pesat. Keinginan nya buang air kecil musnah sudah. Mungkin racun-racun dalam tubuh nya kini berganti keluar melalui keringan nya. Yaa.. Devi kini berkeringat suasana panas dalam gudang tersebut yang diciptakan oleh sepasang manusia yang murni keturunan Adam dan Hawa itu ternyata mampu membuat keringat Devi mengucur.
"Aaakkhhh..." Erangan panjang keluar dari bibir lelaki tersebut.
__ADS_1
Sebenar nya lelaki tersebut tadi melihat bayangan sosok seseorang yang menyelinap masuk ke dalam gudang. Namun, dia tak perduli dan tetap melanjutkan aksi nya. Di samping hasrat nya yang sudah memuncak, kekasih nya itu pun terus mendorong diri nya untuk tetap melakukan kegiatan itu.
Selesai dengan aksi nya lelaki itu langsung keluar dari gudang tak bersama kekasih nya demi menghindari prasangka-prasangka dari orang lain yang ada di pesta. Sengaja kedua nya masuk ke dalam pesat secara terpisah. Perempuan itu juga perlu memperbaiki penampilan nya dan tak mungkin lelaki nya harus menunggu.
"Hai bro." Sapa Irya pada Danar.
"Hei dari mana aja Lo ? Baru kelihatan dari arah belakang lagi." Tanya Danar.
Tak lama seorang perempuan juga keluar dari arah belakang dimana Irya tadi masuk. Dan itu juga tak lepas dari perhatian Danar.
Danar tersenyum miring dan menggelengkan kepala nya. Penampilan Irya yang sedikit kacau.
"Benerin penampilan Lo... di atas ada baju gue. Kalau perlu Lo mandi lagi." Ucap Danar.
"Gila ya Lo di acara gue sempet-sempet nya Lo melipir dulu ke belakang."
"Jangan salahin gue, salahin tuh cewek tangan sama mulut nya gatel bener." Ucap Irya santai.
Yaa... sepasang manusia murni keturunan Adam dan hawa yang menimbulkan kegaduhan di gudang itu adalah Irya dan kekasih nya Agnes mahasiswi cantik teman dari mantan kekasih Danar yang dulu.
Irya berdiri di meja yang terisi oleh minuman. Karena kegiatan yang menguras energi membuat nya kehausan.
Devi dan Nesha pun berdiri tak jauh dari meja itu otomatis mereka juga tak jauh dari Irya yang tengah meneguk minuman nya. Sambil melirik ke arah Devi dan Nesha.
"Dev... kamu kenapa sih ?" Tanya Nesha.
Raut wajah Devi masih terlihat pucat dan berkeringat.
"Habis dari toilet aneh gitu. Kamu sakit ? Pucet gitu apa kesambet setan ?" Tanya Nesha.
"Hah enggak kok Nes... enggak cuma tadi kaget aja."
"Kaget kenapa ? Lihat setan di toilet ?" Tanya Nesha penasaran.
"Emm.. anu.. itu" Devi tampak gugup sekali saat ingin mengatakan sejujurnya pada Nesha. Irya menatap nya sedari tadi.
'Aduh tuh orang kenapa pake lihatin aku terus.' Gumam Devi dalam hati sambil pura-pura menggaruk pelipis nya yang tak gatal. Berusaha menutupi diri dari Irya.
'Astaga Dev otak mu habis lihat yang iya-iya kenapa jadi bego gini sih, mau nutupin diri segala. Badan segede gini mana bisa ketutup sih.' Devi merutuki diri nya sendiri.
"Apa sih Dev... yang jelas dong." Nesha geregetan dengan cara bicara Devi.
"Anu... tadi liat kucing kawin !!." Ucap Devi dengan lancar dan cepat. Bibir bawah nya digigit untuk mengalihkan kegugupan nya.
"Iya kucing kawin di deket toilet, soal nya tadi kucing nya tiba-tiba loncat di depan aku. Jadi aku kaget Nes." Ucap Devi mencoba untuk tersenyum tapi senyum nya terlihat sekali sangat dipaksakan.
"Ooohh... kucing kawin." Ucap Nesha ber oh ria sambil mengalihkan pandangannya ke sebelah kiri.
__ADS_1
Terlihat lah Irya yang sedang menatap kearah diri nya dan Devi.
"Ish... kok ada cowok playboy mesum itu disini. Mana kucel lagi ih." Gumam Nesha masih bisa di dengar oleh Devi. Seketika Devi melirik Irya.
'Ya iya lah kucel orang dia kucing nya. Kucing garong lagi kawin.' Gumam Devi kesal.
"Udah yuk Dev jangan disini mending ke depan aja lebih seger kena angin surga." Ucap Nesha.
Gadis itu sangat malas bertemu dan melihat Irya. Angin surga yang dimaksud Nesha adalah tempat nya berdiri saat ini sangat tidak nyaman membuat nya gerah seperti di neraka. Jadi dia memilih pergi dari tempat itu. Haha ada-ada saja istilah nya si Nesha.
Ucapan Nesha mampu di dengar oleh Irya. Lelaki itu menatap Nesha dan Devi yang pergi menjauh dari dirinya.
'Cih... angin surga. Kaya udah pernah ngerasain gimana surga. Gue aja yang habis ngerasain nikmat nya surga dunia aja diem.' Gumam Irya dalam hati.
Lelaki itu juga pergi ke lantai 2 membersihkan diri dan mengganti pakaian nya dengan pakaian milik Danar. Cafe itu adalah cafe milik Danar sehingga dia memiliki ruangan pribadi di cafe itu.
Acara pesta ulang tahun Danar sudah dimulai. Tak ingin terlalu ribet acara tersebut hanya lah meniup lilin beserta memotong kue yang sudah disiapkan oleh sang kekasih. Kemudian menikmati live music dan makan-makan saja.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Nesha harus pulang karena pamit nya pada orang tua nya hanya sampai jam 9 malam.
Nesha mencari Angga ke sana kemari. Ternyata sahabat nya itu sedang bercanda dengan teman-teman satu kelas nya.
"Ga... pulang yuk." Ucap Nesha.
"Wah Angga udah di cariin tuh sama Nesha." Ucap teman yang lain.
"Ya sudah guys... kita pulang dulu ya udah jam 9 Nesha harus pulang." Ucap Angga berpamitan pada teman-teman nya.
"Kita duluan ya." Pamit nesha pada teman-teman Angga.
"Oke hati-hati kalian." Ucap salah satu teman Angga dan di angguki yang lain.
Tak lupa kedua nya juga berpamitan dengan si pemilik acara. Pergerakan Nesha dan Angga tak luput dari perhatian Irya.
"Dan... kita pulang dulu ya." Pamit Angga pada Danar.
"Dan... aku pulang ya. Sekali lagi selamat ulang tahu." Ucap Nesha tersenyum.
"Mbak pulang dulu ya." Pamit Nesha pada Anin kekasih Irya.
"Iya hati-hati ya terimakasih udah datang di acara nya Danar." Ucap Anin pada Nesha.
Nesha menyalami Danar dan Anin, tapi Nesha melewatkan Irya yang duduk tak jauh dari Danar. Sedangkan Angga menyalami Danar, Anin dan Irya. Kemudian menyusul Nesha yang sudah terlebih dulu berjalan.
...----------------...
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
__ADS_1
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
Terimakasih atas support nya ☺️🙏