Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 46. Putus


__ADS_3

Sudah hampir satu minggu lebih Irya berada di rumah sakit. Memang sangat miris, Irya tidak diperdulikan sama sekali oleh keluarganya. Terasa seperti orang asing yang tidak kenal sama sekali. Bagi Irya ini sudah biasa menurut nya.


Beruntung Irya memiliki Danar yang selalu ada untuk dirinya. Bahkan Danar bersedia menampung Irya selama ini. Biaya rumah sakit Irya pun sebagian Danar yang membayar nya.


Saat ini Irya sudah berada di apartemen Danar, dia sudah pulang kemarin dengan dijemput oleh Danar. Anin pun sesekali membantu merawat Irya bersama dengan Danar.


Selama di apartemen Danar, para kekasih Irya sulit bertemu dengan Irya. Biasanya pria itu yang rajin mengapeli mereka. Sudah beberapa kali mereka menghubungi Irya, namun selalu di tolak oleh Irya.


Tapi kali ini Agnes yang tahu jika Irya berada di apartemen Danar langsung menghampiri nya bersamaan dengan datang nya Nesha bersama Anin.


Nesha diminta untuk membantu Anin mengurus Irya karena Danar sedang mengikuti perkuliahan. Pria itu tidak ingin kekasihnya berada di satu ruangan berdua bersama sahabat nya saja.


Tidak enak menolak permintaan Danar, maka Nesha mau tak mau mengikuti saja. Saat ini Anin sedang membuat kue, sedangkan Nesha membantu Irya berjalan dari kamar mandi menuju ranjang.


Di luar terdengar suara sedikit ribut tapi Nesha dan Irya tidak fokus dengan suara ribut di luar karena mereka juga tengah ribut kecil.


"Kamu pegang nya nggak usah kenceng-kenceng juga." Protes Nesha saat Irya mendekap bahu Nesha. "Kalau nggak kenceng nanti gue jatuh. Emang Lo mau tanggung jawab kalau kaki gue kenapa-kenapa ?" Irya tak mau kalah oleh protes dari Nesha.


"Lo bisa peganging gue nggak sih. Gimana gue nggak kenceng pegangan sama Lo. Lo aja nggak mau pegangin gue." Protes Irya sungguh mengesalkan untuk Nesha.


"Eeh... bisa jalan nggak sih kamu." Ucap Nesha reflek memegang tubuh Irya dengan melingkarkan kedua tangannya pada punggung dan perut Irya.


Keduanya seperti berpelukan saat Nesha hendak membantu Irya merebahkan diri di ranjang posisi keduanya sangat dekat dan terlihat lebih intim. Bersamaan dengan itu Agnes berhasil melewati Anin dan masuk ke dalam kamar Irya. Mata Agnes membulat lebar, seketika emosi nya meningkat.


"Irya... apa-apaan kalian.!!" Teriak Agnes pada Nesha dan Irya. Kedua orang itu terkejut dengan teriakan Agnes.


Nesha melepaskan pegangannya dan Agnes mendekati Nesha. Sorot mata yang menyiratkan sebuah kemarahan besar.


"Lo siapa huh ? Jangan keganjenan Lo jadi cewek." Agnes menarik lengan Nesha dengan kasar hingga meringis kesakitan. Kuku panjang Agnes menancap di kulit tangan Nesha.

__ADS_1


"Agnes !!" Panggil Anin dan Irya bersamaan.


Anin tak terima Nesha diperlakukan kasar oleh Agnes karena Nesha sudah membantu nya dan membantu Irya. Sedangkan Irya merasa tidak enak saat Agnes bersikap kasar.


"Apa ? Kamu sengaja ya aku hubungi enggak diangkat-angkat tahu nya kamu mesra-mesraan disini sama cewek ganjen ini." Ucap Agnes dengan nada marah nya.


"Agnes, kondiskan sikap Lo." Irya sedikit emosi dengan sikap Agnes. Terkejut mendengar Irya mengucapkan kalimat nya panggilan aku kamu sudah berganti menjadi Lo Gue.


"Sayang, demi cewek ganjen ini kamu panggil aku apa ?" Agnes tak percaya. "Agnes... cukup kamu sudah membuat keributan di tempat ini. Tolong keluar dari sini. Nesha bukan cewek ganjen seperti yang kamu katakan. Apa kamu tidak berkaca pada diri mu sendiri ?" Ucap Anin tidak bisa menahan emosi nya. Tapi emosi Anin terlihat berbeda dari Agnes yang bar-bar.


"Maksud Lo apa huh ? Lo ngatain gue cewek ganjen ?"


"Bukan aku tapi kamu sendiri yang..." Plak...!!! Tamparan cukup keras diberikan Agnes untuk Anin. Nesha terkejut menutup mulut nya. Begitu pula Irya melebarkan matanya.


Danar akan marah besar saat tahu Anin diperlukan sangat kasar seperti ini. "Agnes cukup !!" Bentak Irya emosi nya tak tertahankan lagi untuk membentak Agnes.


PLAK...!!!


Tamparan keras diberikan Nesha untuk Agnes. Siapa pun orang yang menginjak harga diri nya Nesha tidak akan tinggal diam. Dirinya bukan perempuan yang sama seperti tuduhan Agnes. Berulangkali Agnes menyebut nya cewek ganjen membuat Nesha naik darah.


"Cukup !! Dari tadi kamu bilang aku cewek ganjen !. Bagian mana nya aku bisa dianggap cewek ganjen ? Pegang-pegang pacar kamu ? Bagian itu yang buat kamu bisa bilang aku cewek ganjen. Asal kamu tahu kalau bukan Danar dan Anin yang meminta ku untuk membantu pacar kamu. Aku nggak akan mau melakukannya nya. Kamu pikir aku tertarik sama cowok modelan kaya gini ?" Ucap Nesha sinis pada Agnes.


"Lihat penampilan kamu, lebih mencerminkan disini siapa yang jadi cewek ganjen. Kalau kamu cewek baik-baik tidak akan mungkin memperlihatkan paha ke orang lain apalagi dada. Situ mau jualan ayam tepung ? Cih.." Lagi-lagi tatapan sinis dan mengejek yang Nesha berikan.


Agnes yang masih shock ditampar oleh Nesha membuatnya terdiam memegang pipinya nya sama seperti Anin. Mata nya melebar saat Nesha berani mengatai nya cewek ganjen dengan penampilan nya. Irya merasa tidak enak pada Nesha saat gadis itu dengan lantang mengatakan jika dirinya membantu Irya atas permintaan Danar dan Anin tapi justru mendapatkan tuduhan tak menyenangkan dari Agnes. Ditengah ketegangan itu hingga akhir kalimat Nesha mampu membuat Anin dan Irya menahan senyum saat Nesha mengejek Agnes dengan berjualan ayam tepung.


"Lebih baik kamu keluar sekarang. Aku tidak menerima mu di tempat ini." Ucap Anin dingin pada Agnes berbeda dengan rasa di pipi nya yang panas.


"Siapa Lo berani ngusir gue dari sini ? Ini apartemen Danar dan gue kesini ingin mau ketemu cowok gue." Agnes masih berani marah-marah pada Anin.

__ADS_1


"Selama Danar sama Claudia, nggak pernah gue tuh mereka berani ngusir gue. Lo aja cewek yang sok banget jadi nyonya disini." Agnes mengungkit masa lalu Danar bersama Claudia sahabat nya sekaligus mantan kekasih Danar. Hati Anin tiba-tiba sakit mendengar kalimat itu keluar dari Agnes yang otomatis Anin berfikir Danar pernah membawa Claudia ke apartemen ini.


Air mata Anin berkaca-kaca. Nesha yang melihat perubahan wajah Anin langsung mendekat dan menggenggam tangan Anin. Irya semakin merasa menjadi tersangka atas perasaan Anin yang sudah jelas kacau saat ini akibat perbuatan Agnes.


'Mampus gue... Danar bakal marah besar sama gue kalau sampai Anin kenapa-kenapa.' Bisik Irya dalam hati.


"Agnes Lo budeg ? Anin udah nyuruh Lo keluar dari apartemen ini." Irya mencoba menengahi Agnes dan Anin. Melihat Anin terdiam dengan mata berkaca-kaca. "Sayang kok kamu jadi kasar sama aku sih ?" Tanya Agnes kesal.


"Karena Lo bukan cewek gue lagi. Mulai hari ini gue putusin Lo. Jangan datang-datang buat nemuin gue lagi. Lo ganggu waktu istirahat gue." Ucap Irya datar dan dingin. Tidak ada lagi kelembutan seperti biasanya.


Agnes terkejut saat Irya memutuskan hubungan mereka. "Nggak... aku nggak mau kita putus. Aku sayang banget sama kamu Irya." Agnes tak terima.


"Cih... Tapi rasa sayang gue nggak sebesar itu. Lo harusnya inget kita cuma simbiosis mutualisme doang kalau Lo sadar." Ucap Irya dengan santai.


"Sekarang Lo keluar dari sini. Gue mau istirahat. Sebelum Danar datang dan bener-bener ngamuk sama Lo gara-gara cewek nya Lo sakiti." Ucap Irya dengan nada ancaman. Bukan sekedar mengancam tapi akan menjadi kenyataan jika Danar melihat Agnes di tempat ini dengan membuat kekacauan.


Agnes tahu bagaimana sifat Danar saat bersama Claudia dulu. Danar menunjukkan sifat nya yang mengerikan saat marah akibat memergoki Claudia berselingkuh dengan teman satu permainan Danar.


Hati Agnes marah, kesal dan dongkol saat Irya memutuskan nya terlebih dirinya belum puas memaki Anin dan Nesha. Keinginan nya bertemu dengan Irya justru berakhir dengan berakhir nya hubungan nya dengan Irya.


...----------------...


Jangan Lupa VOTE !!!


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.


Terimakasih atas support nya ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2