Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 25. Skorsing


__ADS_3

Kejadian tawuran yang dua hari berlangsung ternyata berbuntut juga. Para siswa yang mengikuti aksi tawuran dipanggil oleh guru BK. Mereka diinterogasi dan diceramahi mengenai aksi tak terpuji yang mereka lakukan. Aksi itu mampu menambah daftar citra buruk sekolah. Hal yang sudah berbau kekerasan dan tindakan kriminal ini tidak bisa dianggap enteng dan pihak sekolah diam saja. Justru pihak sekolah memberikan sangsi tegas dan memanggil para orang tua siswa yang mengikuti aksi tawuran.


Irya yang sudah biasa berhadapan dengan guru BK membuat nya sangat tenang. Tidak ada rasa takut, gelisah atau semacamnya. Dalam kamus hidup nya tidak ada rasa takut menghadapi apapun. Karena apapun yang dia lakukan entah itu berdampak baik atau buruk tidak pernah berpengaruh sama sekali dalam hidupnya. Kehidupan yang dirasakan Irya tidak cukup berarti bagi pria itu. Tidak ada kesan istimewa, semua berjalan dengan datar dan tak berwarna. Itulah sebabnya dia bertingkah seenaknya hanya demi merasakan sensasi-sensasi yang mampu membuat hidupnya berkesan dan istimewa tapi nyatanya tetap sama saja. Bagi Irya setidaknya dengan melakukan semua itu hidupnya tidak terlalu monoton.


"Hari ini orang tua kalian akan datang. Bapak kepala sekolah turun langsung untuk menangani kasus ini dan beliaulah yang memanggil langsung orang tua kalian untuk datang ke sekolah." Ucap Bu Berty dengan tegas. Wajahnya terlihat garang untuk kali ini. Terlebih melihat Irya yang tidak henti-hentinya membuat masalah. Bila wanita paruh baya itu harus jujur mungkin dia sudah mengatakan pada Irya jika dirinya muak melihat wajah irya.


"Kalian semua 20 orang tunggu di aula. Irya kamu tunggu di ruang kepala sekolah. Rony kamu tunggu di sini."


Kepala Rony tampak mengangguk dan menunduk sedangkan Irya terlihat santai dan biasa saja seperti tidak ada masalah sama sekali. Di suruh ke ruangan kepala sekolah ya sudah jalan saja ke sana. Anggap saja hanya berpindah tempat duduk memang nyata nya seperti itu.


Irya sudah duduk di ruang kepala sekolah. Pak Rahmat sebagai kepala sekolah beranjak dari kursi kebesaran nya dan duduk mendekati Irya di sofa.


"Irya, kamu sudah kelas 12 bulan depan sudah ujian kelulusan. Kenapa kamu tidak bisa bersikap lebih baik memberikan contoh baik untuk yang lain. Irya perbaikilah sikap mu kamu tahu sendiri usia mu jauh lebih tua dari mereka yang satu kelas dengan mu." Nada tegas namun tetap terselip kelembutan terdengar saat Pak Rahmat memberikan nasihat untuk Irya.


seseorang yang menjadi siswa nya itu hanya terdiam menunduk dihadapan kepala sekolah. Kala Pak Rahmat mengatakan jika usianya jauh lebih tua dibandingkan yang lain hati nya terasa tersentil. Tidak tahu harus mengucapkan apa untuk merespon nasihat kepala sekolahnya. Irya sendiri pun dia tak pernah memikirkan apa yang selalu dilakukan nya selama ini. Dirinya hanya ingin mencari kesenangan demi mengisi kekosongan hatinya selama ini. Hanya ingin menyibukkan diri dengan dunianya sendiri menutupi rasa kesepiannya.


Tidak ada yang tahu bagaimana perasaan Irya, pria itu selalu menyimpan rapat apa yang dirasakan nya. Bersikap seolah dirinya baik-baik saja sama seperti yang lain.


"Irya kamu dengar apa yang saya ucapkan ?" Tanya Pak Rahmat kala melihat siswa nya hanya terdiam.


"Iya Pak." Jawab Irya singkat.


Tak lama orang tua Irya datang kali ini yang datang lengkap Mama dan Papa nya yang datang. Penampilan yang sangat terlihat jelas jika orang tua Irya merupakan seseorang yang terhormat dan dari keluarga berada.

__ADS_1


"Selamat pagi Pak." Ucap Mama Suci mengawali sapaan begitu masuk kedalam ruangan kepala sekolah.


"Selamat pagi Bapak dan Ibu. Mari silahkan duduk." Pak Rahmat mempersilahkan Broto dan Suci duduk di sofa ruangannya. Tak lupa Pak Rahmat menjabat tangan kedua orang Irya.


Sepasang paruh baya itu melirik anak mereka yang sudah terduduk di sofa single samping sofa panjang yang mereka duduki. Duduk diam dan menundukkan kepalanya. Pak Rahmat duduk di seberang kedua orang tua Irya.


"Maaf Bapak dan Ibu, jika mengganggu waktu kalian. Saya terpaksa harus memanggil Bapak dan Ibu lantaran Irya melakukan pelanggan yang cukup serius ini sudah melanggar peraturan sekolah dan melanggar kenyamanan masyarakat. Bahkan hal ini kami dengar dari pihak kepolisian yang datang kemari untuk melakukan pemeriksaan terhadap beberapa siswa kami."


Terlihat kedua orang tua Irya mendengarkan dengan sangat serius. Bahkan sesekali mereka melirik anak mereka dengan tatapan tajam. Broto sedari tadi diam tak mengeluarkan sepatah katapun saat memasuki ruangan hingga detik ini.


"Pelanggaran apa yang dilakukan Irya, Pak ?" Tanya Mama Suci.


"Irya bersama teman-teman nya yang lain melalui tawuran 2 hari yang lalu. Dari tawuran itu mengakibatkan beberapa anak terluka dan beberapa rumah warga rusak terkena lempar batu. Tapi untungnya tidak ada korban yang fatal sampai meninggal."


"Saya harap Bapak dan Ibu bisa membantu kami pihak sekolah untuk bisa menasehati Irya agar tidak lagi membuat masalah. Sudah sangat banyak Irya berulah di sekolah. Mungkin hampir setiap hari dia mendapat hukuman tapi dia sepertinya tidak pernah jera dengan hukuman-hukuman yang di berikan oleh guru BK. Bahkan guru BK nya saja sudah sampai mengeluh kepada saya karena tidak kuat berhadapan dengan Irya." Pak Rahmat menjelaskan dan menceritakan apa yang terjadi dan seharusnya terjadi pada Irya.


"Untuk itu saya memanggil Bapak dan Ibu agar kalian mengetahui apa yang Irya lakukan. Jika kami hanya memberikan surat pelanggaran dikhawatirkan para orang tua tidak akan pernah tahu apa yang dilakukan oleh anak-anak." Sebagai kepala sekolah yang mengundang wali siswa dan melihat bagaimana respon kedua orang tua Irya membuat paruh baya itu harus menjelaskan lebih pada mereka mengenai tingkah laku anak mereka.


"Saya selaku orang tua Irya meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan Irya. Kami akan menasehati nya agar bisa lebih baik lagi." Ucap Mama Suci tersenyum. Sebenarnya senyum yang dipaksakan karena dirinya malu berhadapan dengan kepala sekolah mendengar semua kelakuan anaknya.


"Kami sangat berterima kasih jika para orang tua bisa membantu kami mendidik anak-anak dengan baik. Terlebih Irya sudah kelas 12 yang sebentar lagi akan lulus." Ucap Pak Rahmat yang otomatis menyentil perasaan kedua orang tua Irya. Perasaan semakin malu mereka rasakan.


"Untuk itu, kami pihak sekolah memberikan keputusan bahwa Irya di skorsing selama 1 minggu untuk belajar di rumah dan mungkin nanti akan ada dari pihak kepolisian yang datang untuk melakukan pemeriksaan terhadap Irya Pak.. Bu.."

__ADS_1


Irya semakin tertunduk saat mendengar dirinya di skorsing dan harus berurusan dengan pihak kepolisian. Bukan memikirkan bagaimana sekolah nya nanti hanya saja memikirkan reaksi dari kedua orang tua nya setelah ini.


"Baik Pak, sekali lagi kami mohon maaf atas perilaku Irya. Apakah masih ada informasi yang belum tersampaikan Pak ?" Tanya Mama Suci. Broto hanya terdiam untuk menyimak saja. Sudah sejak dalam perjalanan menuju sekolah Irya, Broto mengatakan pada Suci jika semua haruslah Suci yang menangani nya. Broto cukup datang menemani saja.


"Saya rasa sudah tidak ada yang perlu saya sampaikan Pak... Bu... Irya gunakan waktu skorsing ini sebaik mungkin belajar dan renungkan kesalahan mu." Ucap Oak Rahmat menepuk pundak Irya karena memang jarak yang masih bisa di jangkau oleh Pak Rahmat.


"Baik kalau begitu kami permisi dulu Pak. Irya ikut Mama." Ucap Suci, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu telah berdiri dan menjabat tangan Pak Rahmat begitu juga Broto akhirnya membuka suara untuk berpamitan.


Di luar ruangan kepala sekolah dengan suara rendah Broto berdiri di samping Irya. "Kamu ikut saya." Irya hanya menoleh ke arah Papa nya. Lalu berlalu begitu saja dari hadapan Papa nya.


"Irya mau kemana kamu ?!" Mama Suci geram dengan sikap Irya.


"Ambil tas di kelas." Ucap Irya datar pada Mama nya.


Meski terlihat datar dan cuek tapi di hati Irya memikirkan reaksi Papa nya nanti setelah pergi dari sekolah ini. Irya sudah meninggalkan sekolah bersama orang tuanya menumpangi mobil Broto. Supir Broto diperintahkan membawa motor Irya, pria paruh baya itu terlihat kembali muda saat membawa motor Irya terlebih menggunakan helm full face yang menutupi wajah nya hampir keriput.


...----------------...


Jangan lupa Vote !!


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.

__ADS_1


Terimakasih atas support nya ☺️🙏


__ADS_2