Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 7. Persahabatan


__ADS_3

Irya tersenyum miring saat Nesha melewatkan nya begitu saja seolah tak melihat nya. Bukan suatu masalah bagi Irya tapi dia justru heran selama ini tidak pernah ada yang menolak pesona ketampanan nya. Berbeda dengan Nesha yang sama sekali tak terpengaruh dengan ketampanan Irya.


Banyak gadis yang biasa nya akan mengalah begitu saja jika melihat Irya. Sungguh gadis-gadis itu bodoh sekali, mudah diperdaya hanya dengan ketampanan seorang laki-laki.


Pergerakan Nesha dan Angga tak lepas dari perhatian Irya. Sejak kedua nya datang menghampiri mereka bertiga yang tengah duduk di sofa hingga kedua nya pergi meninggalkan cafe.


"Dan... itu temen-temen Lo ?" Tanya Irya pada Danar.


Irya melihat sahabatnya itu terlihat dekat dengan sepasang sahabat itu.


"Temen kampus satu prodi beda kelas bro." Ucap Danar.


Anin kekasih Danar hanya menyimak pembicaraan kekasih nya dan sahabat kekasih nya itu.


"Kalian bertiga kelihatan deket." Ucap Irya.


"Enggak juga sih, dulu pas ospek aja deket sama mereka, kita satu group dulu tapi karena beda kelas jadi jarang ketemu." Ucap Danar menceritakan perkenalkan nya dengan Nesha dan Angga.


"Emm... mereka pacaran ?" Tanya Irya kembali.


"Enggak kaya nya mereka sahabatan gitu bro sejak SMA." Jawab Danar sembari mengusap lembut kepala sang kekasih.


"Emang ada sahabatan cowok cewek gitu, gue nggak percaya." Ucap Irya yang memang tak percaya dengan persahabatan Nesha dan Angga.


Menurut lelaki itu sangat mustahil ada persahabatan yang bisa terjalin lama antara lelaki dan perempuan. Pasti persahabatan mereka tidak murni persahabatan semata melainkan ada perasaan yang lebih dari kata sahabat diantara mereka entah itu si perempuan nya atau lelaki nya. Begitulah pemikiran Irya.


"Ya ada tuh bukti nya ada Nesha sama Angga." Ucap Danar santai.


'Oh tuh cewek nama nya nesha.' Gumam Irya dalam hati.


"Lo kenapa naksir sama Nesha ?." Ucap Danar.


"Terus cewek yang pake baju putih mata nya sipit itu siapa ?" Irya masih saja bertanya tanpa menjawab pertanyaan Danar.


"Lo kenapa sih nanya-nanya mulu.. sebenar nya target Lo selanjut nya siapa ? Nesha atau cewek mata sipit itu ?" Ucap Danar pemasaran dengan Irya yang sedari tadi memberikan nya pertanyaan.


"Gue kasih tahu ya... Jangan Lo macem-macem sama Nesha. Dia cewek baik-baik bro. Kalo yang mata sipit itu nama nya Devi teman nya Nesha Lo juga jangan macem-macem." Ucap Danar memberikan peringatan.


"Dih Lo kenapa sih Dan ? Nin cowok Lo kenapa tuh orang gue cuma nanya doang." Ucap Irya santai.


"Kamu kenapa sih sayang ?" Tanya Anin yang sedari tadi hanya diam menyimak.


"Enggak sayang. Cuma aku nggak mau aja nih anak macem-macem sama cewek baik-baik kaya Nesha sama Devi. Bukan apa-apa kamu tahu sendiri kan kelakuan nih anak kaya gimana. Mana tega aku anak baik-baik di rusak gitu aja." Ucap Danar pada Anin kekasih nya.

__ADS_1


"Hilih kaya kelakuan Lo baik aja bro berisik banget." Ucap Irya kesal dengan Danar.


"Seenggaknya gue nggak suka celap-celup dimana-mana kaya Lo bro." Ucap Danar membela diri.


Danar memang tak seperti Irya yang kelewat nakal. Sebagai laki-laki normal Danar masih bisa mengontrol diri nya sendiri, tidak semua bisa di tiduri nya secara sembarang. Meski pun sebenarnya memang untuk hal seperti itu Danar juga pernah. Tapi terhadap Anin kekasih nya sekarang Danar benar-benar menjaga gadis itu. Hati nya sudah tertaut ada seorang Anindya Sari. Lelaki itu serius menjalin hubungan dengan Anin.


Tak lama Agnes kekasih Irya yang tak lain adalah teman dari mantan kekasih Danar datang menghampiri Irya. Bergelayut manja duduk menempel di samping Irya.


Entah perempuan itu benar-benar cinta pada Irya atau memang ada sesuatu yang lain. Tapi yang jelas Irya tak benar-benar mencintai perempuan itu. Setiap perempuan yang dekat dan dipacari oleh Irya hanya dijadikan mainan nya saja. Irya selalu menggaet perempuan-perempuan yang dengan sengaja dan semangat mendekati nya terlebih dulu.


Tak perlu capek-capek mengejar para gadis itu jika mereka saja bisa datang dengan sendiri nya. Miris sekali para gadis itu yang secara sukarela mendekati Irya. Memang tak semua berujung di atas ranjang hanya beberapa saja yang dilihat Irya sebagai seorang gadis liar yang lebih dulu menggoda nya. Tapi Irya dengan tega menyakiti dan meninggalkan mereka begitu saja.


"Sayang, pulang yuk." Ajak Agnes dengan nada manja nya.


"Bro... selamat buat ulang tahun Lo. Gue pulang dulu." Ucap Irya.


Lelaki itu paham setelah pamit pulang nanti apa yang akan terjadi pada mereka. Seorang Agnes tak mungkin mengajak pulang tanpa ada sesuatu yang diinginkan nya.


"Hem... hati-hati Lo penyakitan." Ucap Danar asal pada sahabat nya.


"Sayang jangan ngomong sembarangan." Ucap Anin mengingat kan kekasih nya.


"Iya..iya enggak sayang. Becanda doang." Ucap Danar yang di dengar kekasih nya, Irya dan Agnes.


...****************...


Selama ini Nesha selalu baik-baik saja saat pergi bersama Angga maka dari itu orang tua Nesha sangat percaya pada Angga. Meski harus pulang malam jika ada Angga, orang tua Nesha bisa sedikit tenang. Namun, tak pernah lupa orang tua Nesha selalu memberikan ultimatum untuk pulang malam sewajarnya. Dan nasehat-nasehat yang selalu Nesha terima untuk bisa menjaga diri sekalipun saat bersama Angga.


Di jalan yang di lalui oleh motor Angga, tampak dari belakang sebuah mobil dengan sengaja berjalan pelan. Mobil itu adalah milik Irya.


"Sayang, kok tiba-tiba pelan sih bawa mobil nya ?" Tanya Agnes.


"Enggak... lagi nyari minimarket ada yang mau di beli." Ucap Irya.


Sambil mengendarai mobil nya Irya memperhatikan Angga dan Nesha. Kedua nya terlihat begitu bahagia, mengobrol, tertawa dan bercanda. Hingga sampai di lampu merah Irya sengaja berhenti di samping Angga dan Nesha.


'Kaya gitu sahabat ? Mana ada sahabat mesra begitu.' Gumam Irya dalam hati.


"Sayang kamu lihatin apa sih ?" Tanya Agnes saat melihat Irya menatap terus ke arah samping.


"Enggak... Kirain tadi temen ku ternyata bukan." Ucap Irya.


"Teman mu yang mana ?" Tanya Agnes ingin tahu.

__ADS_1


"Ya nggak ada lah orang cuma ku kira doang." Ucap Irya.


Lampu kembali hijau Angga dan Nesha melanjutkan perjalanan. Memang dalam perjalanan saat Nesha membonceng Angga, lelaki itu selalu menceritakan hal-hal lucu atau pun tebak-tebakan lucu sehingga perjalanan mereka terasa menyenangkan.


Orang-orang yang tak tahu memang pasti mengira mereka sepasang kekasih. Tapi fakta nya bukan mereka hanya sepasang sahabat yang saling menyayangi sebagai teman dan sebagai saudara.


Saat Nesha kesulitan Irya selalu datang memberikan bantuan hal-hal kecil yang selalu sering terjadi adalah ketika Nesha keluar dan pulang malam pasti ada Angga yang selalu menawarkan bantuan untuk mengantar, menemani atau menjemput gadis itu.


Demikian pula saat Angga kesulitan Nesha siap membantu sahabat tampan nya itu. Membantu mengerjakan tugas, membantu menjaga keponakan Angga, dan sering Nesha menemani adik Angga saat gadis remaja SMP itu mencari keperluan sekolah. Nesha sudah menganggap adik dan keluarga Angga sebagai keluarga nya sendiri.


Nesha dan Angga akhirnya sampai di rumah Nesha pukul setengah 10 malam dengan keadaan selamat tanpa kurang apapun. Angga benar-benar menjaga Nesha.


"Thanks ya Ga... mampir dulu nggak ?" Tanya Nesha.


"Oke sama-sama. Kaya sama siapa aja kamu mah." Ucap Angga tersenyum, tangan nya terulur mengusak rambut Nesha.


"Iih Ga... kebiasaan suka ngacakin rambut aku." Ucap Nesha cemberut.


"Hehehe... habis gimana tangan nya jalan gerak sendiri haha." Ucap Angga.


Mendengar ada yang tertawa dan mengobrol di luar, Mama Nesha keluar rumah. Wanita paruh baya yang masih terlihat segar dan cantik itu melihat putri nya sudah pulang.


"Aku pulang dulu ya Nes, enggak mampir udah malem soal nya." Ucap Angga.


"Ga... mau langsung pulang ?" Tanya Mama Nesha menghampiri mereka berdua.


"Enggak Ma, aku langsung pulang udah malem soal nya." Ucap Angga.


Bersahabat lama dengan Nesha sejak SMA membuat Angga pun juga dekat dengan keluarga Nesha. Sudah terbiasa memanggil orang tua Nesha dengan sebutan Mama dan Papa sama seperti Nesha.


"Ya udah kamu hati-hati di jalan, terimakasih ya udah nganterin dan jagain Nesha. Salam buat Mama Papa mu dan adik-adik mu ya." Ucap Mama Nesha.


"Iya Ma siap nanti di sampaikan. Ya udah aku pulang ya Ma.. Nes bye pulang dulu."


"Hati-hati Ga.. Kabarin kalau udah sampe rumah." Ucap Nesha melambaikan tangan nya.


Nesha dan Mama nya masuk ke dalam rumah bersama-sama setelah Angga sudah berlalu cukup jauh. Nesha membersihkan diri bersiap untuk istirahat.


Berbeda dengan Irya yang sedang menghabiskan malam bersama Agnes sang kekasih.


...----------------...


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.

__ADS_1


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.


Terimakasih atas support nya ☺️🙏


__ADS_2