
Nesha masih tetap bekerja di cafe Danar bersama dengan Anin. Sejak kejadian saat itu Nesha seakan menjaga jarak dengan Danar. Nesha seperti melihat orang asing meski Danar selalu bersikap biasa saja. Ingin dekat seperti dulu tapi entah dalam dirinya seperti otomatis menjaga jarak saat ada Danar.
Dari Anin pun Nesha tahu apa yang terjadi pada Irya dulu saat mengantarkan nya ke rumah sakit. Sosok Danar memang sangat mengerikan saat marah bahkan dengan sahabat nya sendiri pun yang namanya sudah emosi Danar tak lagi bisa menahan.
"Anin, sejak kejadian itu memang kalian tak pernah bertemu lagi ?" Tanya Nesha yang sekarang jarang sekali melihat keberadaan Irya.
"Nggak Nes... Aku juga nggak mau bahas itu lagi sama Danar pasti bakal marah-marah lagi." Ucap Anin.
Sudah beberapa bulan hubungan Danar dan Irya merenggang karena kesalahpahaman. Sejak waktu itu Danar maupun Irya tak lagi saling bertemu bahkan mereka pun tak menyelesaikan masalah kesalahpahaman itu.
Merasa lebih baik jika dirinya menjauh sekalian dari Danar sehingga tidak akan ada lagi kata merepotkan dan kesalahpahaman yang lain begitu lah pemikiran Irya.
Danar yang masih belum bisa menerima kesalahpahaman yang diyakininya sebagai sebuah kesengajaan antara Anin dan Irya.
"Ya udah, oh iya nanti aku mau ke toko buku Gamamedia tempat kerja Angga mau cari buku. Kamu mau ikut nggak ?" Ajak Nesha pada Anin. Jam kerja mereka hari ini dari pagi hingga menjelang sore. Jadi setelah bekerja Nesha akan pergi ke toko buku.
"Boleh nanti kita sama-sama ke sana. Kamu mau beli buku apa emang nya ?"
"Biasa novel sih... kayak nya di tempat Angga lagi ada diskon gitu kan lumayan." Nesha antusias membicarakan diskon buku yang ada di tempat kerja Angga.
"Semua buku atau beberapa buku pilihan aja ?" Anin yang gemar membaca juga senang mendengar adanya diskon buku.
"Kayak nya hampir semua tapi aku belum tahu pasti juga sih. Nanti kita lihat aja ke sana."
"Oke deh... Ya udah kita selesaikan dulu ini bentar lagi kita selesai kan bisa langsung ke sana." Ucap Anin kembali membersihkan meja-meja kosong yang baru saja di pakai oleh pelanggan.
***
Di toko Gamamedia.
__ADS_1
Anin dan Nesha sudah berada di lantai 1 dimana di lantai itu banyak sekali pengunjung yang datang. Diskon buku pada beberapa jenis buku membuat banyak sekali pengunjung yang antusias untuk datang berbelanja. Terlebih buku cerita anak-anak dan beberapa buku materi sekolah.
"Rame juga ya Nes." Anin memperhatikan setiap sudut yang hampir penuh oleh para pengunjung.
"Iya lagi diskon sih maka nya rame banget. Kita ke atas yuk lihat-lihat disana." Ajak Nesha, dia merasa sesak di lantai 1 yang sangat padat sekali.
Kedua gadis itu beranjak ke lantai 2, masih ramai sama seperti lantai 1 beda nya di lantai 1 ini lebih banyak anak remaja. Tak buku banyak diisi oleh buku-buku mata pelajaran SMP hingga SMA dan beberapa buku lain untuk umum.
Anin gemar berkebun sebenarnya jadi pilihan nya jatuh pada buku-buku yang membahas tentang berkebun dan beberapa jenis-jenis tanaman yang lain. Sedangkan Nesha memilih buku menu masakan yang bisa dibacanya bersama sang Mama.
Mereka berdua sibuk melihat-lihat buku yang ada, Nesha tanpa pamit pada Anin lalu naik ke lantai 3 untuk melihat buku-buku yang lain. Lantai 3 tampak lebih sepi karena lebih banyak buku-buku sejarah dan buku berbisnis yang tidak memberikan diskon pada buku-buku tersebut sehingga tampak lebih sepi.
Melihat keadaan sepi Nesha tanpa minat melihat-lihat buku-buku itu. Berjalan kesana-kemari berharap ada yang menarik tapi tidak ada satu buku pun yang menarik. Sampai di sudut ruangan Nesha melihat rak buku yang bertuliskan kumpulan novel.
Mendekat lah Nesha ke jajaran rak tersebut karena tujuan utama nya memang mencari novel. Tidak ada diskon di rak tersebut hanya beberapakali novel yang dipajang di lantai bawah yang mendapat diskon.
Tetap melangkah kan kaki karena berminat melihat novel-novel. "Mmmmpphhh..." Suara yang menarik perhatian Nesha hingga dia mendekati sumber suara. Mata nya melebar degup jantung nya berdetak lebih cepat saat melihat sepasang kekasih tengah bercumbu di balik rak buku.
Meremas tumpukan daging bagian depan dan belakang Putri, gadis itu mendesis nikmat. Semua tak luput dari pandangan Nesha. Seakan de Javu, bayangan itu muncul beberapa waktu yang telah lama berlalu saat Irya melakukan hal serupa di tempat yang sama bersama gadis yang lain dulu ketika Nesha menjadi SPG event.
"Astaga kenapa dia hobi sekali mesum di balik rak buku." Gerutu Nesha lirih. Nesha pergi dari sana untuk menghindari aksi mesum yang ada dihadapannya. Rasa jijik yang Nesha rasakan sekarang pada Irya. Berlalu menuju lantai 2 kembali dimana Anin masih berada di sana.
Niat nya untuk melihat-lihat Novel terhempas oleh sepasang mesum penunggu rak buku. "Nin, udah dapet buku nya ?" Tanya Nesha. Dia bersikap biasa saja setelah melihat Irya tadi. Bagi nya tidak penting mengingat-ingat hal seperti itu.
"Oh udah... kamu udah dapet novel nya ?" Tanya Anin. Di lengan nya sudah mendekap kumpulan beberapa buku yang akan dibelinya. "Novel nya nggak ada yang bagus, jelek semua nggak ada akhlak." Ceplos Nesha yang langsung membuat Anin mengernyitkan dahi tapi Anin mengabaikan nya, masih melihat-lihat buku yang lain lagi.
Setelah beberapa saat Nesha sudah tak tertarik lagi untuk mencari novel dan memutuskan untuk pulang. "Udah yuk turun kita bayar. Habis itu kita makan." Ajak Nesha. Kedua nya turun dan membayar buku mereka.
Angga yang melihat Anin dan Nesha langsung menghampiri mereka. "Hei... kok nggak kasih tahu kalau mau ke sini ?" Tanya Angga pada Nesha. Sahabat cantiknya itu hanya memamerkan gigi putih nya. "Maaf terlalu antusias jadi kelupaan hehe."
__ADS_1
"Udah bayar ? Aku mau makan nih laper lagi istirahat juga. Mau pada bareng nggak ?" Tanya Angga. Karena memang sudah merasa lapar Anin dan Nesha langsung mengangguk, mereka makan bersama di food court dekat toko buku.
Memesan makanan kesukaan masing-masing dan menunggu makanan datang mereka mengobrol bersama. Tampak asik sekali mereka bertiga. Meski jarang bertemu Anin dan Angga juga nyambung saat mengobrol. Tak lama makanan datang. Nesha senang sekali makanan nya datang.
"Pelan-pelan makan nya nanti keselek." Angga mengingatkan Nesha. "Iyaa... soalnya laper banget nih hahaha." Jawab Nesha.
Keceriaan dalam kebersamaan itu terlihat sangat jelas. Bahkan Angga menyuapi Nesha, tidak merasa risih Nesha menerima suapan dari Angga hal yang biasa bagi mereka berdua. Angga memang sangat perhatian pada Nesha.
"Kalian berdua kaya orang pacaran tahu nggak abis nya sweet banget haha." Komentar Anin. Nyatanya memang benar adanya sebagai pasangan sahabat Angga dan Nesha terlihat terlalu romantis. Sepasang sahabat itu hanya merespon dengan kekehan mereka. Terkadang mereka berhasil membuat orang lain iri.
Saat makanan mereka akan selesai bersamaan pula dengan Irya dan kekasih nya yang berjalan keluar dari food court. "Irya..." Sapa Anin saat Irya melintas di samping mereka.
Irya dan Putri menoleh dan berhenti sesaat. Irya menatap Anin, Nesha dan Angga secara serempak dalam satu kali sapuan. "Siapa sayang ?" Tanya Putri memicingkan mata. "Teman lama." Ucap Irya singkat tanpa menoleh pada Anin. Tatapan mata Irya justru tertuju pada Nesha yang tadi memergoki nya sedang bercumbu.
Sedari tadi Irya melihat Nesha makan bersama dengan Anin dan Angga karena meja nya hanya berselang 2 meja di samping meja ketiga orang itu sehingga semua yang dilakukan oleh Anin, Nesha dan Angga semua terlihat oleh Irya.
Wajah datar dan dingin saat bertemu orang-orang yang dulu pernah sempat membantu nya. Tidak ada rasa canggung dari Irya setelah dipergoki oleh Nesha. Nesha justru membuang muka dari Irya karena merasa jijik pada pria itu, seseorang yang tidak tahu malu suka berbuat mesum di tempat umum.
Tidak ada wajah ramah dan hangat sama seperti dulu saat Anin menyapa Irya. "Kita pulang sayang." Ajak Irya merangkul pinggang putri dan berlaku begitu saja.
Anin menatap kepergian Irya dan kekasih nya. Memang Irya berbeda dengan yang dulu sejak kejadian salah paham itu. "Apa dia juga membenci ku karena Danar memukul nya ?" Gumam Anin dalam hati. Ada rasa sedih saat seseorang yang dulu dekat dan sudah dianggap menjadi saudara kini justru terlihat asing dan jauh.
...----------------...
Jangan Lupa VOTE !!!
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
__ADS_1
Terimakasih atas support nya ☺️🙏