
Hari ini Nesha kembali merasakan mood nya terjun akibat pertemuan yang kedua kali nya dengan lelaki menyebalkan bagi nya.
Entah mimpi apa dia semalam bisa bertemu lagi dengan lelaki itu. Setelah pertemuan pertama waktu lalu Nesha sangat berharap dalam hati nya untuk tak pernah lagi bertemu dengan nya.
Hari ini hari minggu dimana Nesha mendapatkan shift pagi. Berbeda dengan Angga yang mendapatkan shift siang. Namun, kedua sahabat itu masih bisa bertemu dan bekerja bersama untuk beberapa jam sebelum shift Nesha selesai hari ini.
"Nes... kenapa itu wajah kamu ditekuk begitu ?" Tanya Angga yang baru saja masuk.
"Baru datang Ga ?" Tanya Nesha. Wajah Angga masih terlihat sangat segar tidak seperti diri nya yang sudah mulai kusut dan berminyak.
"Hem... itu wajah kenapa ?" Tanya Angga kembali.
"Kesel banget tahu nggak Ga. Tadi aku ketemu sama cowok yang beberapa hari lalu merebut buku incaran aku. Mana mesum lagi dia tadi haaafftt." Ucap Nesha dengan kesal dan sedikit frustasi melihat adegan live yang menodai mata nya.
Bagaimana tidak, sudah sebesar ini hingga usia nya sudah 19 tahun dan sudah menjadi mahasiswi semester 2, Nesha belum pernah pacaran sama sekali. Dia bukan anak kecil yang sangat amat polos yang tak pernah melihat adegan ciuman, gadis itu memang pernah melihat adegan itu tapi hanya di dalam film drama-drama baik Korea maupun barat yang pernah di tonton nya.
"Hah ? Mesum gimana maksudnya ? Kamu di apain sama dia ?" Tanya Angga khawatir jika sahabat nya itu mengalami tindakan asusila.
"Iihhh... apa sih Ga... dia nggak ngapa-ngapain aku. Cuma tadi... haaahh yang bener aja masa dia ciuman di balik rak pojokan itu, kan mata ku ternodai Ga sama kelakuan mesum nya." Ucap Nesha kesal membayangkan kelakuan Irya dan kekasih nya tadi.
"Hahaha kamu lihat mereka ciuman ? Gimana rasa nya lihat orang ciuman ?" Angga tertawa mendengar cerita singkat Nesha dan pertanyaan iseng nya muncul untuk Nesha. Lelaki itu senyum-senyum sendiri dengan pertanyaan nya dan melihat ekspresi Nesha.
"Ngapain kamu senyum-senyum ? Astaga bayangin kejadian tadi bikin geregetan." Ucap Nesha.
"Pernah nggak sih kamu lihat orang mesum depan umum gitu. Malah aku sendiri yang malu lihat nya terus dia malah nggak ada rasa bersalah dan malu gitu Ga, gila kan tuh orang." Ucap Nesha geli membayangkan kembali kejadian tadi.
"Udah.. udah... mending makan siang dulu yuk." Ajak Angga karena diri nya juga belum sempat makan siang tadi.
"Yuk di warung pak Sapto ya." Ucap Nesha tersenyum.
"Yeee... belum sempat makan siang udah kelar jam makan siang nya kali Nes."
"Hahahaha." Nesha tertawa, gadis itu memang sengaja mengeluarkan guyonan.
"Ada-ada aja kamu mah, kalau nggak kerja mah ayok aja ku antar makan disana." Ucap Angga tersenyum.
Mereka berjalan berdua menuju kantin Gamamedia. Disana banyak sekali pilihan makanan karena terdapat beberapa warung makan yang disediakan oleh pihak Gamamedia. Angga merangkul pundak Nesha. Hal yang biasa mereka lakukan sejak dulu. Persahabatan mereka sangat dekat sekali bahkan terkadang banyak yang salah paham dengan persahabatan Mereke berdua. Bahkan Nesha pernah dilabrak oleh gadis yang menyukai Angga dan sedang mendekati sahabatnya itu. Namun, Angga justru lebih membela Nesha dibandingkan gadis itu, seketika itu juga Angga menjauhi gadis itu.
...****************...
Beberapa hari berlalu, event pameran buku pun dalam waktu dekat sudah berakhir. Itu artinya Angga dan Nesha sudah tak bekerja di tempat itu lagi. Mereka harus siap-siap mencari pekerjaan lain.
Sore ini Nesha kembali ke rumah setelah shift jaga nya telah habis. Mengingat tugas kuliah nya belum selesai hanya tinggal print out dan jilid makalah saja. Nesha memutuskan untuk mampir di sebuah tempat fotocopy dekat sebuah sekolah SMA. Di tempat itu pengunjung dipersilahkan untuk mengedit sendiri file mereka dan print sendiri baru setelah itu membayar.
__ADS_1
"Mas, ini minta tolong di jilid ya." Ucap Nesha.
"Oke Mbak tapi antri ya, ini masih beberapa yang harus di jilid." Ucap lelaki pegawai tempat fotocopy.
Mau tak mau Nesha harus menunggu sebentar. Duduk di bangku luar fotocopy yang disediakan oleh pemilik nya. Tidak banyak orang mengantri mungkin pelanggan setia tempat itu yang meninggal beberapa file untuk dikerjakan oleh pegawai fotocopy dan setelah selesai barulah di ambil oleh pemilik nya.
Saat menunggu antrian, tepat pula sekolah SMA seberapa fotocopy beberapa siswa berhamburan keluar. Mungkin mereka baru selesai mengikuti les tambahan.
Seorang gadis dengan seragam putih abu-abu, rok nya cukup pendek untuk ukuran seragam sekolah berdiri di depan gerbang sekolah. Tak lama seorang lelaki datang dengan motor sport nya menjemput gadis tersebut.
Dia adalah Irya yang menjemput kekasih nya di sekolah yang berbeda dengan diri nya. Masih menggunakan seragam sekolah Irya menjemput gadis itu.
"Maaf baru sampai tadi macet di jalan." Ucap Irya beralasan karena sebenarnya bukan lah macet melainkan bertemu dengan kekasih nya yang lain.
"Iya beb nggak apa-apa. Ya udah kita kemana nih ?" Tanya gadis itu.
"Terserah kamu aja mau kemana aku anterin." Ucap Irya.
Ah lelaki ini benar-benar lembut dan manis saat berbicara dengan para gadis incaran nya. Pantas saja mereka terbuai dan begitu menggilai seorang Irya lelaki tampan idola para gadis.
Sepasang kekasih itu tak menyadari jika.sedari tadi ada yang memperhatikan mereka berdua. Sepasang mata yang dengan intens memperhatikan itu adalah sepasang mata cantik dan indah milik Nesha.
"Lah... beda lagi cewek nya ? Masih SMA pula. Gila... benar-benar ya dasar Playboy. Gumam Nesha dalam hati.
Mata Nesha terus mengamati mereka yang sudah berlalu dan menghilang akibat jauh dari pandangan mata.
"Mbak..." Panggil pegawai fotocopy.
"Kenapa mas udah selesai ya ?" Tanya Nesha.
"Masih kurang 2 lagi sabar. Naksir ya sama cowok yang pake motor sport tadi, dari tadi diperhatiin mulu mbak."
"Dih siapa juga yang naksir. Masa iya saya naksir sama anak SMA yang bener aja mas." Ucap Nesha yang sebenarnya kesal dengan ucapan pegawai fotocopy itu.
"Lah emang mbak nya udah lulus SMA ?" Tanya pegawai itu.
"Lihat itu mas, makalah saya tertulis Universitas Imam Bonjol." Ucap Nesha dengan tegas.
"Ya bisa aja kan mbak, lagian masih semester 2 ini. Nggak beda jauh sama anak SMA umurnya."
"Diiihh... saya nggak doyan berondong mas." Ucap Nesha.
'Amit-amit punya cowok kaya begitu bisa makan hati tiap hari.' Gumam Nesha dalam hati.
__ADS_1
"Haha gak doyan brondong terus doyan nya apa mbak emang ?" Tanya pegawai fotocopy itu. Mungkin dengan cara itu bisa merilekskan diri karena banyak pekerjaan yang menumpuk.
"Jagung manis." Ucap Nesha asal.
"Buruan deh mas... ini saya udah di teleponin Mama saya nih." Ucap Nesha.
"Iya sabar, ini tak duluin punya mbak nya kalau gitu."
"Dari tadi kek, biar cepat kelar. Jadi nggak harus lihat cowok playboy itu." Nesha ngedumel lirih.
Tak lama makalah selesai juga, setelah membayar Nesha pulang ke rumah nya. Motor matic nya berjalan dengan kecepatan sedang. Entah kesialan apa yang Nesha dapatkan. Beberapa hari terakhir ini bertemu dengan lelaki seperti Irya.
Saat berhenti di lampu merah rupa nya Nesha kembali bertemu dengan lelaki itu tengah berboncengan dengan gadis SMA seberapa fotocopy tadi.
"Ya ampun... ini sih gila. Kesialan macam apa yang berpihak pada ku akhir-akhir ini." Gumam beda lirih.
Tepat di samping depan motor nya, gadis yang diduga kekasih Irya itu memeluk erat tubuh Irya bahkan sesekali tangan lelaki itu mengelus kaki gadis itu.
Irya tak mengenali Nesha karena gadis cantik bermata indah itu menggunakan atribut yang tertutup. Jaket yang berbeda serta menggunakan masker yang menutup mulut dan hidung nya.
Nesha menggelengkan kepala nya melihat kelakuan lelaki playboy itu.
"Ish...ish...ish...Tangan nya aktif banget sih bund..." Gumam Nesha.
"Urat malu nya udah putus." Nesha kembali bergumam.
Lampu hijau menyala, Nesha langsung mendahului Irya dan gadis itu. Tak habis pikir dirinya bisa-bisa nya bertemu kembali dengan lelaki playboy dan mesum itu.
Sampai di rumah Mama nya benar sudah menunggu sedari tadi. Meminta Nesha menemani nya menjenguk tetangga yang sedang sakit di rumah sakit. Nesha mencium tangan Mama nya.
"Sayang, kenapa lama pulang nya ?" Tanya Mama Nesha.
"Maaf Ma tadi harus print tugas dulu."
"Ya sudah kamu ganti baju, makan terus mandi ya. Habis itu kita berangkat ke rumah sakit." Perintah Mama Nesha dengan lembut.
Dengan patuh Nesha mengikuti perintah Mama nya. Sudah sejak pagi Nesha memiliki janji mengantar sang Mama. Jadi, tidak merasa terpaksa jika Mama nya memerintah dirinya justru Nesha merasa tidak enak Mama nya harus menunggu lama.
...----------------...
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
__ADS_1
Terimakasih atas support nya ☺️🙏