Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 13. Jangan Main-Main


__ADS_3

Godaan dari Mita membuat Irya tak mampu menahan nya lagi. Lelaki itu mencumbu Mita dengan tak sabar lagi. Mita tak hanya diam, dia juga membalas cumbuan dari Irya karena memang dirinya yang menginginkan ini.


Melihat wajah tampan Irya membuat nya ingin mencoba lelaki itu. Hanya handuk yang melilit pinggang Irya, dengan mudah Mita melepaskan nya. Tangan nya tak tinggal diam melihat tubuh kekar Irya, tampak nya lelaki itu rajin berolahraga hingga bentuk tubuh nya sangat terjaga. Tidak ada perut buncit dan tubuh yang kendur, justru terlihat kencang dengan pahatan kotak-kotak pada perut nya.


'Beruntung nya aku bisa meraba badan nya yang bagus dan kencang.' Gumam Mita dalam hati merasa senang sekali.


Perlahan tangan Mita turun, merasakan lelaki yang telah mengungkung nya itu sudah on. Sebagai wanita yang telah berumah tangga tentu Mita mengetahui cara menyenangkan suami.


Tangan Mita mulai memanjakan milik Irya hingga lelaki itu menghentikan cumbuan nya. Memilih merasakan apa yang Mita lakukan.


'Uh... gila nih cewek tahu banget yang gue suka.' Gumam Irya memejamkan mata nya.


"Lebih cepat lagi." Bisik Irya dengan suara serak nya. Terdengar begitu indah pada telinga Mita.


Wanita itu tersenyum bangga karena berhasil membuat lelaki itu senang. Irya tak menyangka jika wanita di depan nya melakukan hal yang tak pernah Irya dapatkan selama ini. Para kekasih nya tak seberani Mita.


"Sesuai permintaan mu sayang." Gerakan Mita semakin cepat, tapi tak terduga bagi irya Mita melakukan hal lebih pada dirinya hingga akhirnya sesuatu keluar, erangan panjang mengiringi nya membuat lelaki itu merasa lega.


"Emmhh..." Suara Irya yang terdengar merdu bagi Mita. Wanita itu tersenyum puas.


Lelaki itu kemudian mengambil handuk nya kembali. Kewarasannya kembali saat mendapatkan pelepasan. Irya berbaring di ranjang. Namun, hal itu membuat Mita kecewa.


"Cih... cuma segitu doang. Lemah." Ucap Mita dengan lancang.


Irya tersinggung dengan ucapan Mita baru saja. Bagaimana mungkin dia dikatakan lemah oleh seorang perempuan. Selama ini tak ada yang pernah mengatakan itu pada nya secara langsung. Irya berhenti karena pikiran nya masih waras, Mita adalah istri orang.


'Nih cewek ngomong nya sembarang banget, belum dia.' Gumam Irya melirik Mita dengan tatapan tidak suka.


Irya bangkit dari ranjang nya, berdiri di hadapan Mita. Tangan Irya mencengkram pipi wanita itu.


"Lo belum tahu siapa gue. Jangan mancing-mancing gue." Bisik Irya menahan emosi nya pada Mita.


"Aow sakit..." Dengan kasar Mita menghempaskan tangan Irya.


"Mending pake baju Lo, terus Lo pulang sekarang." Ucap Irya datar.


"Kenapa takut kelihatan lemah di depan ku ?" Ucap Mita tersenyum mengejek.


Wanita itu hanya menginginkan Irya memberikan kebutuhan batin nya yang selama ini tak terpenuhi oleh suami nya. Gila memang Mita menginginkan hal itu pada Irya yang bukan siapa-siapa nya dan bahkan baru saja di kenal nya satu jam yang lalu.

__ADS_1


"Maksud Lo apa ?" Tanya Irya dengan tatapan tajam.


Bukan nya takut Mita malah semakin geregetan untuk menantang lelaki di hadapan nya.


"Kalau kamu nggak lemah, kenapa berhenti begitu saja."


"Kalau Lo mau Lo bisa minta sama suami Lo jangan sama gue."


Irya meninggalkan Mita di dalam kamar Aris, belum sempat meraih handel pintu Mita sudah memeluk Irya dari belakang. Mita benar-benar menginginkan lelaki itu saat ini. Tujuan nya bertemu seseorang berubah saat melihat Irya berada di dalam rumah Aris.


Punggung yang masih polos akibat belum memakai kaos mampu merasakan sesuatu yang empuk mengganjal di punggung nya. Irya sekuat hati menahan gejolak hasrat nya. Tangan yang terlilit itu dilepaskan oleh Irya hingga terlepas.


Wanita itu tak putus asa, menarik tangan Irya agar lebih mundur menjauh dari pintu. Dia tak mengijinkan Irya pergi dari kamar itu. Mita mendorong-dorong tubuh Irya hingga lelaki itu tersandung pinggir ranjang dan terjatuh ke belakang. Tatapan lapar di tunjukkan Mita untuk Irya.


'Gila... masa iya gue mau diperk*sa sama nih cewek, nggak ada sejarah nya dalam hidup gue.' Gumam Irya tak percaya.


"Mau kemana hemm ?" Tanya Mita membelai pipi Irya dan turun ke dada bidang Irya.


"Apa kamu takut ?" Mita tersenyum sinis.


"Mending Lo minggir sekarang, sebelum kesabaran gue habis."


"Kalau aku nggak mau, memang kamu mau apa ?" Kalimat itu seakan menantang Irya.


Bahkan Mita nekat menanggalkan kegadisan nya demi mendapatkan rupiah untuk memenuhi keinginan belanja nya. Hal itu membuat nya ketagihan karena menghasilkan uang dan kenikmatan.


Hingga dirinya akhirnya bertemu dengan Fikih sepupu Aris, lelaki yang cukup tampan menarik perhatian Mita kala itu begitu pula dengan Fikih tertarik akan kecantikan Mita. Kedua nya menjalin hubungan dengan serius terutama Fikih yang benar-benar ingin memperistri Mita.


Tapi sayang, Fikih tak mengetahui kelakuan Mita dulu karena Mita menutupi nya agar bisa menikah dengan Fikih. Sampai saat ini pernikahan mereka masih berusia tiga tahun.


"Kalau kamu nggak kuat, biar aku yang bekerja untuk mu." Ucap Mita masih dengan senyum mengejeknya.


Mita mencium bibir Irya, bahkan saat ini wanita itu telah mengungkung Irya. Mendengar perkataan-perkataan Mita yang sedari tadi meremehkan dan memandang nya lemah membuat Irya emosi dan tertantang untuk membuktikan pada Mita.


Irya menggulingkan posisi Mita berbalik kini lelaki itu yang membuat posisi Mita terkungkung di bawah nya. Mencekal erat tangan Mita dengan satu tangan nya yang lebih besar dari tangan Mita. Mengunci pergerakan wanita itu agar tidak lebih mendominasi dari Irya.


"Lo jangan pernah minta ampun sama gue karena kesabaran gue udah habis buat Lo."


Mita tersenyum sinis mendengar ucapan Irya. Seakan wanita itu tak percaya dengan kemampuan Irya. Hal itu membuat Irya tersulut emosi, kini rasa kesal membuat Irya ******* kasar bibir Mita. Tangan nya aktif mere**as tumpukan daging Mita. Wanita itu mendesis merasakan nya.

__ADS_1


Bagian Irya sudah siap menembus Mita. Tidak ada kelembutan yang diberikan oleh Irya. Gerakan cepat dan tanpa ampun itu Irya berikan untuk Mita agar wanita itu merasakan nya.


"Ini kan yang Lo mau dari gue huh ?"


"Sshhh... pelan-pelan Irya." rintih Mita.


"Gue udah bilang sama Lo dari tadi. Lo rasain aja sendiri." Ucap Irya tersenyum miring.


'Rasain Lo... jangan pernah main-main sama yang nama nya Bahuwirya Sanjaya.' Gumam Irya dalam hati.


Tak tahan apa yang dilakukan Irya, akhirnya suara-suara khas pergulatan itu keluar dari bibir Mita. Namun, Irya membekap nya agar tak ada yang mendengar kan. Ini juga sebagai cara Irya untuk membuat Mita tersiksa.


"Jangan berisik." Bisik Irya, lelaki itu menyumpal mulut Mita dengan kaos Mita sendiri yang berserakan di atas ranjang.


"Heh Lo nikmatin apa mau Lo, gue turutin."


Tak bisa mengeluarkan suara, kepala Mita bergeleng ke kanan dan ke kiri merasakan apa yang telah diinginkan nya sedari tadi dari Irya.


Ini bukan suatu masalah dan kerugian untuk Irya bahkan hal ini sangat menguntungkan Irya sebagai seorang lelaki. Tak ingin melakukan nya berkali-kali cukup sekali saja membuat Mita tak berkutik dengan tenaga Irya.


Irya tersenyum sinis dan puas melihat keadaan Mita yang sudah tak berdaya. Puas membuktikan Irya beranjak bangun dari ranjang. Menggunakan kembali handuk nya.


'Lemes... Lemes dah Lo.' batin Irya.


"Kalau Lo nggak kuat jangan pernah main-main sama gue. Lo salah pilih lawan." Ucap Irya meninggalkan Mita, berlalu menuju kamar mandi membersihkan badan nya.


"Bangun dan keluar Lo dari sini. Sebelum orang rumah ini balik. Dan gue bisa bilang Lo godain gue." Ucap Irya datar dan dingin.


Memungut pakaian nya Mita sedikit merasa kesakitan, tapi hal itu tak dirasakan nya. Dengan cepat menggunakan kembali pakai nya dan pergi dari rumah Aris.


'Ck... gara-gara tuh cewek, jadi sibuk kan gue.' batin Irya


"Mana harus nyuci ini seprei lagi, emang sial banget tuh cewek." Gerutu Irya.


Irya melepas seprei dan mengganti dengan yang baru serta merapikan ranjang yang berantakan.


...----------------...


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.

__ADS_1


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.


Terimakasih atas support nya ☺️🙏


__ADS_2