
Lagi-lagi Irya masuk rumah sakit dan dia tidak ingin memberitahukan pada keluarga nya termasuk Bibi Jenab. Hidup Irya memang sudah seperti sebatang kara tidak ada yang memperdulikan nya.
Hanya Danar satu-satunya yang perduli padanya dengan tulus. Untung saja Danar benar-benar ikhlas berteman dengan Irya meski perilaku Irya menyebalkan. Bagi Danar, Irya sudah seperti saudaranya sendiri. Menjadi anak tunggal membuatnya senang berteman dengan Irya. Awal pertemanan mereka karena sama-sama kesepian ditinggal orang tua mengurus usaha.
Irya sudah membuka matanya, kaki nya terasa kaku dan nyeri saat digerakkan. "Sshh..." Ringis Irya saat membuka mata. Hal itu diketahui oleh Danar karena dia duduk di dekat ranjang Irya sambil memainkan ponsel nya.
"Lo udah bangun ? Jangan banyak gerak dulu." Danar memberikan peringatan pada Irya saat mendengar desisan dan raut wajah meringis.
"Kaki kanan gue sakit buat gerak. Kaku gini."
"Kaki Lo retak jadi di gips sama dokter. Maka nya berasa kaku. Lo jangan banyak gerak nanti geser."
"Lo gimana ceritanya bisa jatuh gitu ?" Tanya Danar.
"Nggak tahu gue motor belakang gue kaya nya ketumbur dari belakang sebelah kiri." Irya mengingat-ingat kejadian saat sebelum kecelakaan terjadi.
"Lagian Lo ngapain sih pake balapan mulu. Lo emang punya nyawa kaya kucing ?" Cibir Danar. Sebenarnya Danar mengkhawatirkan Irya.
"Dan Lo tahu kan gue ikut balap karena apa." Ucap Irya menatap langit-langit rumah sakit.
"Gue tahu..." Danar menghela nafas nya.
***
Kemarin saat pulang bekerja, Angga merasa badannya tidak enak, kepalanya pusing dan mimisan. Bahkan sampai di rumah Angga jatuh pingsan. Keluarga Angga panik melihat anggota keluarga yang paling mereka banggakan dan sayangi jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Malam itu juga keluarga Angga membawa nya ke rumah sakit. Sudah dua hari Angga dirawat di rumah sakit tapi Nesha baru mengetahui nya hari ini karena memang tidak ada yang memberitahukan pada nya jika Angga sakit.
Saat menelpon Angga tidak mengangkat panggilan Nesha. Ada buku yang harus dipinjam oleh Nesha untuk mengerjakan tugas kuliah. Sampai di rumah Angga keadaan tampak sepi, sudah beberapa kali mengetuk pintu tidak ada jawaban.
"Kak Nesha ?" Panggil seseorang yang tak lain adik dari Angga bernama Dira.
"Dira, kamu baru pulang sekolah ? Rumah sepi pada kemana Dir ?"
"Iya kak, Mama lagi jaga kak Angga di rumah sakit. Bapak kerja."
"Hah ? Angga masuk rumah sakit ? Memang sakit apa Dir ?" Nesha terkejut mendengar Angga sakit.
"Iya kak, biasa kecapean kak jadi mungkin badan nya drop." Ucap Dira.
"Kapan masuk rumah sakit ?" Tanya Nesha.
"Tadi malam kak. Ayo masuk dulu kak, aku mau ganti baju dulu."
Nesha masuk ke dalam rumah, tidak ada rasa canggung atau apapun karena Nesha sudah terbiasa main di rumah Angga. Duduk di sofa menunggu Dira datang kembali.
"Aku mau ke rumah sakit. Kak Nesha mau ikut ?" Tanya Dita yang tentu saja langsung diangguki oleh Nesha. Bagaimana tidak ikut Angga adalah sahabatnya, orang yang selalu ada untuk dirinya dalam keadaan apapun.
__ADS_1
Nesha dan Dira sudah bersiap. Menggunakan motor matic milik Nesha mereka pergi menuju rumah sakit. Keuntungan juga untuk Dira karena bisa menghemat uang nya, tidak perlu menggunakan taksi untuk datang ke rumah sakit.
Di dalam kamar rawat inap Angga ada Mama Angga yang menjaga. "Dira... Loh ada Nesha juga. Kalian kesini bareng ?" Tanya Mama Angga.
"Iya Ma, tadi Nesha ke rumah tapi nggak ada orang di rumah. Terus Dira pulang sekolah langsung deh kita kesini." Nesha duduk di samping Mama Angga.
"Kok Angga sakit enggak kasih tahu Nesha. Gimana keadaan Angga sekarang ?"
"Maaf sayang, Angga cuma kecapean aja kok. Mungkin karena terlalu semangat kerja." Ucap Mama Angga tersenyum lembut, mencoba menenangkan Nesha.
Tahu jika Nesha pasti khawatir dengan keadaan Angga. Mereka berdua ini sahabat yang sudah seperti kakak adik bahkan termasuk terlihat seperti orang pacaran.
Nesha menghela nafas melihat Angga masih terlelap tidur. "Muka nya pucat banget Ma, beneran cuma kecapean aja ?" Tanya Nesha.
"Iya sayang, Angga cuma kelelahan aja. Besok juga udah boleh pulang kok." Ucap Mama Angga.
"Kamu enggak berangkat kerja Nes ?" Tanya Mama Angga. Nesha menggelengkan kepala.
"Kaya nya enggak deh Ma, Nesha mau jaga Angga aja. Nanti Nesha ijin."
"Loh jangan sayang, kamu berangkat kerja. Angga Mama yang jaga."
Tapi Nesha tetap bersikukuh untuk tetap bisa menjaga Angga. Mama Angga pun pasrah dan mengerti akan perasaan Nesha.
Di dalam kamar rawat inap Mama Angga, Dira dan Nesha mengobrol ke sana kemari sembari menunggu Angga bangun. Tampak nya Angga sangat terlelap sekali tidur nya hingga lama sekali tak kunjung bangun.
"Enggak sayang, kamu aja." Ucap Mama Angga.
Nesha keluar dari ruang rawat Angga menuju kantin. Karena tidak tahu dimana letak kantin, Nesha berputra berkeliaran rumah sakit mencari kantin.
Entah Nesha yang tidak hati-hati atau memang orang itu yang tidak hati-hati. Nesha bertabrakan dengan seorang perempuan.
Bruk !!
"Aow.. Ck Lo nggak punya mata huh !" Bentak perempuan itu pada Nesha.
Nesha menatap perempuan itu, mata nya sedikit menyipit tapi tidak kentara. "Bukan nya ini cewek si playboy mesum itu." Gumam Nesha dalam hati.
"Maaf aku nggak sengaja. Kamu nggak apa-apa ?" Tanya Nesha dengan baik-baik karena ini di rumah sakit juga tidak baik jika bertengkar hanya untuk hal kecil seperti ini.
"Gue emang nggak apa-apa tapi gara-gara Lo gue kehilangan jejak tahu. Dasar buta ya Lo." Perempuan itu yang tak lain adalah Ranti mantan kekasih Irya. Masih saja membentak Nesha. Lalu pergi begitu saja tanpa kata maaf sedikit pun atas sikapnya.
Keduanya sama-sama salah, Nesha yang tak memperhatikan jalan karena celingak-celinguk mencari arah kantin sedangkan Ranti fokus pada ponsel nya.
Melanjutkan langkah mencari kantin akhirnya sampai juga di kantin. Membeli minuman dingin dan sedikit cemilan. Nesha memakan cemilan nya di kantin beberapa saat setelah habis Nesha kembali ke kamar rawat Angga.
Melewati taman rumah sakit sengaja Nesha lakukan karena untuk menjelajahi jalan barang kali lebih cepat sampai kamar Angga. Saat berjalan fokusnya teralihkan oleh pemandangan yang aneh menurut nya.
__ADS_1
Bagaimanapun bisa di rumah sakit ada dua orang yang sedang ribut. Mereka ribut di taman rumah sakit yang cukup sepi. Nesha mendekati untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab keributan, dia hanya iseng saja sebenarnya.
"Heh Lo cewek murahan, Lo ngapain datang ke sini huh ?"
"Gue ? Ya gue datang buat jenguk cowok gue lah."
"Dasar Lo pelakor !!"
Dua wanita itu adalah Ranti dan Agnes mantan kekasih Irya dan kekasih Irya. Mereka saling adu mulut dan pada akhirnya tangan mereka tak bisa diam saling jambak dan mencakar satu sama lain.
Sayang nya Nesha tak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan karena jaraknya yang cukup jauh. Hanya samar-samar terdengar namun tidak jelas. Yang jelas terlihat adalah saat kedua wanita itu adu fisik ala wanita.
"Loh itu kan cewek yang tadi, ngapain tuh jambak-jambakan di rumah sakit." Gumam Nesha lirih.
Aksi keduanya lama-lama mengundang perhatikan banyak orang yang berkunjung di rumah sakit. Karena banyak yang mendekat dan menonton, Nesha juga ikut mendekat.
"Dasar Lo nggak tahu diri." Ucap Agnes menjambak rambut Ranti.
"Lo tuh yang nggak tahu diri, pelakor cewek murahan." Jawab Ranti yang dengan posisi sama menjambak Agnes.
Mereka tak menghiraukan orang-orang yang sudah berkerumun menyaksikan aksi mereka. Bahkan bisikan-bisikan mereka pun tak dihiraukan.
"Kaya nya mereka rebutan cowok deh." Ucap pengunjung rumah sakit yang berada di samping Nesha.
"Wah beneran nggak salah lagi itu pasti mereka rebutan si cowok playboy mesum itu." Batin Nesha.
Hingga satpam datang untuk melerai kedua wanita itu. Bukan nya terpisah justru satpam yang berniat melerai mendapatkan tamparan tak sengaja dari Agnes.
"Waduh... malah gue lagi yang digampar." Ucap satpam dengan mengelus pipinya yang perih.
"Eh..eh..eh.. stop.. stop... ini rumah sakit jangan ribut disini." Lerai satpam.
"Diam..!!" Bentak Agnes dan Ranti bersamaan. Satpam itu langsung terkejut dan melotot.
"Eh buset ini yang keamanan gue kok jadi dia yang galak."
Pengunjung yang menonton ada yang berusaha membantu memisahkan karena melihat satpam yang kewalahan. Ada pula yang menahan senyum melihat nasib satpam yang terkena getah akibat memisahkan perkelahian antar perempuan itu.
...----------------...
Jangan Lupa VOTE !!!
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
Terimakasih atas support nya ☺️🙏
__ADS_1