Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 32. Ujian Dalam Lapas


__ADS_3

Waktu berlalu Irya lewati dengan santai. Terlihat tenang dan santai di luar tapi hati terdalam Irya begitu sesak. Jalan hidup yang tidak pernah diinginkan untuk seperti ini. Di usia muda sudah memiliki pengalaman sebagai tahanan. Bahkan sekolah pun belum lulus. Entah tidak lagi perduli dengan nasib pendidikan nya apakah sudah dikeluarkan sekarang. Irya tak lagi perduli, hidupnya sudah hancur biar hancur sekalian. Disaat teman-teman nya yang lain sudah bebas karena orang tua mereka masing-masing mengurus kebebasan anak-anak mereka beberapa hari setelah di tahan. Irya justru masih mendekam di balik jeruji besi karena keluarganya tidak ada yang perduli sama sekali bahkan menjenguk pun tidak ada.


Waktu ujian nasional telah tiba, Pak Rahmat masih berbaik hati mempertahankan para siswa nya yang bermasalah karena mereka sudah terdaftar sebagai peserta ujian nasional. Pak Rahmat mendatangi Irya di lapas untuk bertemu dengan siswanya yang paling istimewa menurut Pak Rahmat.


Mereka sudah duduk di ruangan khusus bertemu dengan tahanan. "Irya bagaimana kabar kamu ?" Sapa Pak Rahma.


"Pak selamat pagi." Ucap Irya menyalami kepala sekolahnya dan mencium punggung tangan Pak Rahmat. "Kabar Irya baik-baik saja, sehat seperti yang bapak lihat." Senyum mengembang dibibir Irya.


Sejenak Pak Rahmat tertegun dengan sikap Irya. Pak Rahmat tahu sebenarnya Irya anak yang baik dan mungkin berprestasi karena istri Pak Rahmat adalah guru SD dimana Irya dulu bersekolah. Istri Pak Rahmat sempat bercerita jika dulu semasa SD Irya selalu berprestasi masuk dalam 3 besar siswa berprestasi. Bahkan Irya sempat berturut-turut menjuarai kelas mendapatkan rangking satu hingga prestasi nya menurun saat kelas 6 SD meski tidak menurun secara drastis.


"Kami masih bisa tersenyum Irya ?" Pak Rahmat sedih melihat nasib siswa istimewanya.


"Untuk apa saya menangis haha. Ada apa Bapak kesini ?" Tanya Irya yang senyumnya masih setiap dibibir nya.


'Kamu memang istimewa Irya, dalam keadaan seperti ini masih bisa tersenyum.' Batin Pak Rahmat berbisik. Pak Rahmat pun tahu jika tidak ada keluarga yang perduli dengan nya saat melihat teman-teman yang lain sudah dibebaskan keluarga tapi tidak dengan Irya.


"Bapak kesini karena memberitahukan besok pagi ujian nasional. Kamu bersiap-siap lah, belajar ya. Besok bapak kesini lagi mengantar soal ujian untuk mu." Pak Irya menepuk lengan Irya seakan memberikan semangat dan kekuatan untuk Irya.


"Ujian ? Memang saya tidak di keluarkan Pak ? Kan saya di penjara bukan nya siswa yang sudah melanggar hukum akan di keluarkan dari sekolah." Irya cukup terkejut karena dirinya masih dipertahankan di sekolahnya.


"Kamu sudah terdaftar sebagai peserta ujian nasional. Jadi, tetap harus berlangsung. Entah seperti apa nanti hasilnya tetap lah berusaha Irya."


"Terimakasih Pak Rahmat." Ucap Irya tersenyum.


"Baik lah. Bapak pulang dulu. Jangan lupa belajar ya." Pak Rahmat kini menepuk pundak Irya. "Iya Pak hati-hati dijalan." Irya mengangguk tersenyum.


Selama pertemuan nya dengan Pak Rahmat Irya selalu menampilkan senyum nya tak pernah diperlihatkan bagaimana kesedihan hati nya. Menghela nafas berat, Irya tak menyangka selama ini bahkan tidak pernah dia belajar. Pikir nya dia sudah dikeluarkan dari sekolah.


Irya kembali lagi ke dalam sel. Teman-teman yang lain penasaran siapa yang mengunjungi Irya. Setiap dari mereka yang mendapatkan kunjungan pasti selalu bercerita.


"Siapa yang datang ?" Tanya Bagas.


"Kepala sekolah gue Bang."


"Kenapa datang ? Dia bilang Lo di keluarin ?" Tanya tahanan lain yang bernama Jodi.


"Enggak bang justru gue masih dipertahankan di sekolah. Besok gue ujian nasional."

__ADS_1


"Serius Lo ? Wah kudu belajar Lo Ir." Ucap Jodi.


"Gimana gue belajar, buku pelajaran aja gue nggak ada. Selama ini juga gue nggak belajar. Udah lah pikir besok aja gampang." Ucap Irya santai menyandarkan tubuh nya di tembok.


"Hidup Lo santai banget sih Ir heran gue sama Lo." Ucap Jodi.


"Ya elah bang emang mau ngapain lagi, harus gitu kaya cacing kepanasan." Jawab Irya.


Tahanan yang lain tertawa mendengar jawaban santai Irya. Sejak Irya menolong Bagas waktu itu semua tahanan di lapas bersikap baik pada Irya. Kecuali mereka yang sempat mengeroyok Bagas, mereka memandang tak suka pada Irya karena menggagalkan niat mereka.


"Yang semangat Lo Ir besok. Gue doain deh Lo biar lancar ujian nya." Ucap Bagas menepuk pundak Irya.


"Iya kita juga doain Lo Ir." Ucap tahan lain yang juga di angguki oleh yang lain.


"Makasih bang... Makasih semua nya." Ucap Irya tersenyum.


Akhirnya semua tahanan yang lain membubarkan diri, tinggal Irya dan Bagas yang duduk di pojokan. "Ir, gue berterimakasih banget sama Lo karena Lo udah nolongin gue waktu itu." Ucap Bagas.


"Bang, santai aja kali. Gue nggak tega lihat Lo udah terkepal tapi nggak ada yang perduli sama Lo. Mungkin yang lain takut buat nolongin Lo."


"Thanks Ir, Lo orang baik. Gue suka berteman sama Lo. Semoga nanti setelah kita keluar dari sini. Kita bakal ketemu lagi."


"Beberapa minggu lagi, masa tahanan gue habis. Gue berharap bisa bertemu lagi sama Lo."


"Selamat ya bang, gue ikut seneng Lo bebas. Gue juga berharap nanti bisa ketemu lagi sama Lo Bang."


Hari berganti Irya sudah siap untuk mengikuti ujian nasional meski tidak belajar tapi semua memang harus berjalan sebagaimana mestinya. Menggunakan baju tahanan Irya mendapatkan soal ujian, dia duduk di ruangan yang sepi yang hanya ada dirinya saja dan satu petugas tahanan yang menjaga.


Menatap soal-soal yang diberikan Irya berusaha menyelesaikan nya semampu dirinya bisa mengerjakan. Meski ada beberapa soal yang bisa dimengerti. Irya meninggalkan soal-soal yang sulit dan mendahulukan soal yang mudah untuk dikerjakan nya.


Dilihat waktu sudah hampir habis tapi ada beberapa yang belum bisa dikerjakan nya. "Aduh mana yang ini belum diisi lagi. Nggak ngerti sama sekali gue sama nih soal." Batin Irya.


"Waktu kamu tinggal 15 menit lagi." Ucap penjaga tahanan yang menjaga Irya.


"Mati gue." Gumam Irya.


"Bodo ah... Penting diisi barang kali beruntung."

__ADS_1


"Ketika Lo bingung nggak ngerti jawaban. Ya sudah lah." Irya bernyanyi lirih menggunakan nada lagu Bondan Fade2Black dengan judul ya sudah lah tapi dia mengganti lirik nya sembari memilih pilihan ganda hingga lagu yang dinyanyikan nya berakhir. Dimana pensilnya berhenti itu lah yang menjadi pilihan Irya.


Hal itu dilakukan Irya beberapa kali sesuai dengan soal yang belum diisinya. Hingga semua selesai terisi tepat dengan waktu yang sudah habis.


Petugas tahanan mengambil soal dan jawaban Irya. "Hari ini ujian kamu selesai dan akan dilanjutkan besok lagi sesuai jadwal ujian."


"Baik Pak, apa saya sudah bisa kembali ?" Tanya Irya.


"Ya silahkan petugas di depan akan mengantar mu." Irya keluar ruangan di depan ruangan nya terdapat satu petugas yang berjaga saat dirinya ujian. Dan ada Pak Rahmat di depan.


"Irya, bagaimana kamu bisa mengerjakan soal nya ?" Tanya Pak Rahmat.


"Lumayan Pak." Ucap Irya tersenyum.


"Iya syukurlah. Ya sudah bapak harus segera pergi. Besok akan ada guru lain yang mengantar soal untuk mu. Kamu harus semangat Irya."


"Baik Pak terimakasih atas hari ini." Pak Rahmat mengangguk dan pergi dari hadapan Irya. Pria itu kembali masuk ke sel tahanan nya lagi.


"Gimana ujian Lo Ir ?" Tanya Jodi antusias.


"Nggak gimana-gimana bang."


"Maksudnya Lo bisa ngerjain apa nggak gitu." Jodi masih memperjelas pertanyaan nya.


"Ya gitu lah, bisa nggak bisa harus bisa." Jawab Irya seperti biasa santai dan cuek.


"Semangat Ir, gue yakin Lo bisa." Ucap Bagas menyemangati.


"Iya bang makasih." Irya tersenyum.


Waktu terus berjalan dan berganti semua mata pelajaran untuk ujian nasional sudah Irya lalui. Sulit dan mudah itu sudah biasa dalam mengerjakan soal. Apapun hasilnya nanti Irya tidak memikirkan nya sama sekali. Hidup nya tidak memiliki arah, tidak memiliki rencana seperti orang lain pada umumnya.


...----------------...


Jangan Lupa VOTE !!!


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.

__ADS_1


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.


Terimakasih atas support nya ☺️🙏


__ADS_2