
Tidak ingin para pegawai cafe yang lain curiga, Anin segera keluar dari ruangan Danar. Anin menampilkan wajah yang biasa-biasa saja saat berjalan menuju dapur. Tidak ada raut wajah sedih ataupun bahagia, membuat yang lain penasaran akan apa yang terjadi pada Anin tadi.
"Anin Lo nggak apa-apa kan ?" Tanya pegawai lain yang khawatir dengan Anin. Karena mereka tahu disini yang salah adalah Shintya.
"Iya aku nggak apa-apa kok. Udah yuk kerja lagi, jangan males kerja disini kita dibayar." Ucap Anin yang menyindir Shintya.
Shintya menatap Anin dengan tatapan tidak suka, rasa nya ingin sekali mencakar wajah Anin bila tak sedang membawa nampan berisi makanan. Nana si koki cantik sudah memperingatkan pada Shintya untuk jangan berbuat macam-macam lagi saat membawa makanan. Shintya memang pasti akan mati kutu jika berhadapan dengan Nana dan makanan yang di olah oleh Nana.
Dulu, pernah saat Shintya menyerang pegawai yang lain saat membawa makanan, Shintya meletakkan makanan itu dengan sembarang hingga tampilan nya acak-acakan. Nana yang kesal sudah susah payah memasak dan mendekor makanan dengan cantik justru di rusak oleh Shintya, Nana tidak mau lagi membuatnya dan semua dilimpahkan pada Shintya sehingga Hamka sangat marah pada Shintya.
Danar sudah menunggu kedatangan sepupunya yang sekaligus menjadi manager di cafe nya. Hamka masuk ke dalam ruangan Danar dengan santai.
"Hai Bro... tumben ni hari jam segini udah disini biasanya hari Rabu jadwal kuliah Lo padat." Ucap Hamka duduk di kursi depan meja Danar.
"Gue sengaja libur mau melakukan sidang pertama." Ucap Danar santai menyandarkan punggung pada sandaran kursi empuknya.
"Maksud Lo sidang pertama apaan ? Kayak mau cerai aja Lo hahaha."
"Seneng ya ? Bahagia habis di charger full kayak nya." Ucap Danar dengan senyum mengejek.
"Maksud Lo apaan sih Dan, gue bingung dah. Lo dari tadi ngomong nya nggak jelas."
"Lo tuh yang nggak jelas mempertahankan karyawan yang nggak guna buat cafe gue." Nada Danar sudah mulai menyebalkan.
Hamka masih terus berfikir dengan pernyataan Danar mengenai karyawan nya. Apa yang dimaksud Danar itu Shintya ? Pikir Hamka.
"Ham, gue kasih Lo kepercayaan buat bantuin gue kelola cafe gue itu supaya cafe gue berjalan dengan baik, nyaman buat pelanggan nyaman juga buat pegawai kita sendiri. Paham nggak Lo ?" Ucap Danar yang belum masuk pada inti pembinaan yang akan dibahas nya. Danar ingin tahu bagaimana cara Hamka menangkap maksud dari pembicaraan nya.
"Gue ngerti Dan. Semua berjalan lancar kok, nggak ada yang komplain dengan ketidaknyamanan."
"Mungkin nggak ada yang komplain karena mau komplain juga nggak guna kalau pimpinan nya kaya Lo udah dapet sangkar burung."
Danar menatap Hamka dengan sinis. "Jangan Lo pikir nggak tahu, Lo ada main belakang kan sama salah satu pegawai disini." Danar mulai kesal karena Hamka masih menutupi kebobrokan kinerja pegawai nya.
"Dan Lo tahu..." Ucapan Hamka terpotong dengan cepat oleh Danar. "Tahu kalau Lo selama ini suka nyelup sama Shintya maka nya Lo biarin aja pegawai dengan kinerja buruk kaya dia."
__ADS_1
Hamka terdiam, Danar telah mengetahui apa yang dilakukan oleh Hamka selama ini.
"Dan, bukan gitu sebenarnya." Hamka mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
"Iya sebenarnya Shintya yang godain Lo kan terus Lo nggak tahan sama godaan Shintya. Gue paham Ham. Cuma please... Apa yang Lo lakuin salah, gue nggak perduli Lo mau ngapain aja sama tuh cewek cuma Lo atur pegawai Ham, gue nggak mau pegawai gue jadi nggak nyaman gara-gara kelakuan cewek Lo." Danar menyampaikan keluhannya agar Hamka bisa mengatasi para pegawai dengan semestinya.
"Gue kasih peringati sama Lo Ham, Lo atur Shintya gimana cara Lo atau Lo pecat dia. Gue udah lihat sendiri dia berlaku kasar sama yang lain. Disini gue bos nya bukan cewek Lo. Semua yang gaji gue, bukan dia." Imbuh Danar dan kemudian diam menunggu jawaban dari Hamka yang sedari tadi diam, mungkin malu karena apa yang dilakukan nya diketahui oleh Danar.
"Dan dia bukan cewek gue." Ucap Hamka menolak.
"Apapun itu status Lo sama dia gue nggak perduli." Ucap Danar.
"Gue udah berulang kali kasih tahu Shintya tapi tetep aja sikap nya kaya gitu mungkin karena ngerasa dia udah senior jadi semena-mena." Ucap Hamka dengan penilaian nya sendiri terhadap Shintya.
"Lebih tepat nya karena dia merasa aman dekat sama Lo. Teguran Lo nggak mempan sama sangkar yang dia kasih ke elo."
Jleb... Skakmat lagi untuk Hamka dari Danar. Apa yang dikatakan Danar itu benar tapi Hamka abai akan hal itu. Bagi Hamka setelah melakukan pergulatan dengan Shintya dia akan melupakan semua nya. Kepuasan yang dia dapatkan dari Shintya membuat nya melihat semua terjadi biasa saja.
"Tugas Lo tertibkan cewek Lo di cafe gue. Gue nggak mau lihat ataupun dengar ada pegawai gue yang lain diperlakukan semena-mena sama cewek Lo." Ucap Danar dengan tegas.
"Cara Lo terserah mau gimana. Gue juga laki-laki Ham. Menurut gue Lo juga nggak salah kalau dia duluan yang godain Lo karena gue tahu iman setiap orang beda-beda. Termasuk iman Lo yang cetek." Danar mengatakan nya dengan senyum mengejek membuat Hamka kesal.
"Bentar, Anin bilang Nesha nggak masuk. Kemana tuh anak ?" Tanya Danar.
"Nesha ijin katanya ada urusan keluarga."
"Oke, besok Anin juga kayaknya bakal nggak masuk. Gue sama Anin mau ke rumah sakit." Danar tetap mencoba meminta ijin pada Hamka, menghormati nya sebagai manager Cafe yang mengurus pegawai.
"Ngapain ke rumah sakit ? Anin sakit ?" Tanya Hamka yang tidak jadi beranjak.
"Irya kecelakaan. Kaki nya retak Ham."
"Ck... tuh anak masalah mulu hidupnya." Gumam Hamka.
"Gue kasihan dia nggak ada bahagia nya kayaknya." Ucap Hamka.
__ADS_1
"Begitulah... Ya udah sana keluar Lo. Jangan lupa urus cewek Lo jangan cuma sangkar Lo doang yang Lo urus." Cibir Danar yang kembali membuat Hamka kesal.
***
Di rumah sakit.
Nesha masih menemani Angga, Mama Angga dan Dira sudah pulang terlebih dahulu. Bergantian untuk menjaga Angga karena besok juga Angga sudah pulang.
"Ga, kok kamu sakit nggak kasih tahu aku. Coba tadi aku nggak ke rumah kamu mana aku tahu kamu masuk rumah sakit." Nesha cemberut Angga tak mengabari nya.
"Hahaha... Iya maaf... jangan marah dong. Kan aku nggak sempat pegang ponsel Nesha. Lagian aku juga nggak apa-apa kan, nih lihat aku baik-baik aja." Meski wajahnya pucat Angga tetap mencoba terlihat baik-baik saja menghibur Nesha yang sedang merajuk.
"Ck... suka gitu kamu mah... Ga kamu itu sahabat aku satu-satunya, aku juga mau ada buat kamu saat kamu susah. Kamu tuh selalu ada pas aku susah Ga jadi aku kamu gantian juga." Ucap Nesha mengeluarkan isi hatinya. Nesha merasa bersalah karena selalu terlambat saat Angga kesulitan.
Angga memang sengaja tidak memberitahukan pada Nesha jika dirinya sakit. Tidak mau membuat Nesha sedih dan bersusah untuk nya. Menurut Angga cukup dirinya saja yang selalu ada untuk Nesha kala gadis cantik kesayangan nya itu kesusahan.
"Iya..iya... Lah ini kamu ada buat aku, jagain aku terus tadi juga suapin aku makan. Makasih ya cantik." Ucap Angga tersenyum lembut mengusak rambut Nesha.
"Iiihh Gaaa... Kamu ah suka kebiasaan, lagi sakit juga masih bisa ngacakin rambut aku." Bibir Nesha selalu bimoli alias bibir monyong lima senti jika Angga melakukan hal itu.
"Hihi gemes aku tuh lihat kamu kaya gini, pasti langsung monyong-monyonh bibir nya ahahaha.".
"Ish... udah ah, kamu nggak usah kebanyakan ketawa nanti capek lagi. Mau minum nggak ?" Tawar Nesha pada Angga yang langsung diangguki oleh pria itu.
Dengan telaten dan hati-hati Nesha memberikan minum pada Angga. Bersama Nesha, Angga bisa selalu tersenyum. Rasa sayang Angga pada Nesha mampu membuat nya merasa bahagia.
"Nes, makasih ya... kamu sahabat aku yang paling baik. Aku bersyukur di kelilingi orang-orang yang sayang sama aku, ada Mama, Bapak sama adek-adek aku, ada kamu juga yang sayang sama aku." Ucap Angga dengan tulus dari dalam hati nya. Angga menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Nesha.
"Ga... apaan sih, kita itu temenan udah lama, mana mungkin aku nggak sayang sama kamu. Setiap saat kamu selalu ada buat aku, jagain aku. Aku yang harus nya makasih sama kamu Ga..." Ucap Nesha lembut dan tersenyum. Tangan Angga dan Nesha saling menggenggam.
...----------------...
Jangan Lupa VOTE !!!
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
__ADS_1
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
Terimakasih atas support nya ☺️🙏