
Irya dan Miranda tidur di kamar Irya, selama melakukan hal itu memang Irya tak pernah melakukan nya di kamar nya sendiri. Entah alasan apa yang membuat Irya enggan melakukan itu di kamar nya sendiri.
Keduanya tidur dengan lelap dengan keadaan yang tak berpakaian lengkap. Sangat pulas keduanya tertidur karena aktifitas yang melelahkan.
Irya tidur tanpa memeluk Miranda, jika biasanya orang-orang setelah melakukan hubungan intim maka hal itu akan terbawa sampai pagi. Bahkan pasangan suami istri yang bertengkar bisa kembali berbaikan dengan aktivitas ranjang. Irya justru terbaring menghadap langit-langit.
Dia hanya akan melakukan hal romantis, lembut dan hangat jika memang ada dorongan dalam diri sendiri. Jika tidak maka jangan berharap pasti sikap nya akan cuek, dingin dan datar.
Sampai pagi mereka baru terbangun saat ponsel Miranda berbunyi karena alarmnya. Irya kesal karena aktivitas tidur nya terganggu. "Ck...bisa nggak sih tuh alarm dimatiin." Gerutu Irya dengan masih memejamkan mata.
Miranda yang juga terbangun merasa bahagia pagi ini. Bisa tidur bersama sang pujaan hati, begitu mata nya terbuka bisa melihat wajah tampan Irya. Miranda terus menatap wajah Irya dengan tersenyum. Dorongan dari dirinya membuat tangan nya berani terangKat untuk menyentuh wajah Irya.
Begitu menyentuh pipi Irya terdengar suara serak khas bangun tidur. "Turunin tangan Lo." Ucap Irya dingin. Mata nya masih terpejam. Gaya bicara Irya sudah kembali normal karena memang aktivitas intim itu sudah berlalu.
"Apa performa tadi malem belum bisa menyentuh wajah mu ?" Tanya Miranda lembut. Mata Irya terbuka sempurna, mengingat kemampuan Miranda yang lebih dari Putri.
"Kemampuan Lo oke. Gue suka. Bukan berarti pagi ini Lo bisa bebas sentuh-sentuh gue."
"Jadi, keputusan nya ?" Tanya Miranda.
"Jalani aja apa yang Lo mau sekarang." Jawab Irya tanpa menatap Miranda.
"Maksud kamu ? Kamu terima aku ?" Tanya Miranda memastikan. Irya hanya berdeham saat menjawab pertanyaan Miranda.
Seketika Miranda memeluk Irya karena begitu bahagia bisa menjadi kekasih Irya. Pria yang menjadi incaran nya selama ini. Siapa yang tak menginginkan seorang Irya. Banyak gadis yang menginginkan nya tapi tak semua bisa mendekati Irya.
"Jadi pacar gue bukan berarti Lo ngatur hidup gue. Lo nggak suka Lo bisa pergi." Peringatan yang selalu Irya berikan pada setiap kekasih barunya.
"Iya Irya sayang, makasih ya. Tapi bisa minta tolong panggil Lo Gue nya diganti aku kamu ? Bukan ngatur tapi minta tolong." Ucap Miranda hati-hati agar tak menyinggung Irya. Bisa-bisa batal menjadi kekasih Irya saat batu saja diberikan peringatan justru langsung dilanggar.
"Nggak masalah." Jawab Irya singkat.
"Terus pacar kamu si Putri Putri itu gimana sayang ?" Tanya Miranda.
__ADS_1
"Biarin aja dia emang kenapa ? Inget peringatan ku barusan." Ucap Irya datar.
Miranda hanya bisa menggigit bibir bawahnya saja. Menahan kesal karena dirinya harus berbagi kekasih dengan orang lain. Tapi bukan Miranda namanya jika tidak bisa menyingkirkan lawan.
"Oke gue nggak akan ngatur cowok gue tapi gue yang akan ngatur gimana cara nya cowok gue putus sama tuh cewek." Miranda tersenyum licik dalam hatinya.
"Sayang, kamu mau sarapan pagi sama aku ?" Tanya Miranda dengan nada menggoda.
"Sarapan pagi ?" Satu alis Irya naik ke atas, pertanyaan ambigu dari Miranda.
"Minum susu pagi hari itu sehat sayang, menambah energi." Bisik Miranda sejurus kemudian meniup telinga Irya. Tangan Miranda mengarah tangan Irya ke bagian gumpalan daging kenyal nya.
"Kamu menggoda ku ?" Tanya Irya memicingkan mata. "Enggak, ngasih sarapan kamu aja sekalian olahraga biar sehat." Miranda mengerlingkan matanya. Senyum menggoda diberikan untuk Irya.
Senyum miring tercetak di bibir Irya, kekasih barunya itu sungguh menantang. Irya suka yang seperti ini. "Oke, jangan minta berhenti saat olahraga nanti sayang. Akan ku pastikan susu yang kamu berikan habis tak tersisa."
"Buka dulu tempat nya baru bisa diminum sayang." Heemm seorang Miranda pandai sekali dalam berkata-kata untuk menggoda targetnya. Irya meraih pengait yang menyegel minuman nya.
Terbuka sudah minuman nya dan tumpah saat tempat nya di lepas. Irya menjilat bibirnya sendiri menatap penuh minat minuman khusus untuk nya. Dilahap habis minuman itu, rasa gemas akan bagian kenyal itu membuat tangan Irya asik bermain disana seperti anak kecil yang sibuk memencet mainan bebek-bebekan nya. Beda nya pria itu bukan hanya memencet tapi juga meremas.
Banyak sekali stempel yang tertinggal di bagian gumpalan daging itu. Bukan cap stampel lunas pada nota atau cap stempel perusahaan besar.
"Enak sayang pijatan nya ?" Tanya Irya saat tangan masih bekerja sesuai perintah.
"He.emh..." Jawaban yang bisa membuat Irya semakin menggila. Baru saja lolos training perempuan ini sudah bisa membuat bos nya kelimpungan.
Semua yang menutupi Miranda terhempas jauh dari ranjang. Irya menggendong Miranda ke luar kamar dan membaringkan nya di sofa.
"Kenapa pindah kesini yank ?" Tanya Miranda bingung. Bukan kah akan lebih nyaman bila di atas ranjang yang empuk ? Pikiran Miranda bertanya-tanya. "Aku lebih suka kita disini, lebih bervariasi." Itulah alasan Irya tapi apakah alasan itu jujur atau tidak tentu hanya Irya sendiri yang tahu.
"Bukan nya lebih enak di kamar yank." Ucap Miranda masih terheran. "Sstt... jangan banyak tanya sayang, kita mulai olahraga aja." Semua titik pembangkit listrik di tubuh Miranda sudah di sentuh satu persatu oleh Irya. Memang sentuhan itu seakan seperti sengatan listrik bagi Miranda.
"Aahh..."Lenguhan kecil dari Miranda.
__ADS_1
Haahh Irya semakin gila saja pagi ini, hidup nya penuh dengan kegiatan surga dunia. Miranda lagi, sama seperti lirik lagu yang mengatakan wanita memang racun dunia. Miranda sudah seperti racun di pagi hari untuk Irya. Jika ada yang bilang wanita itu menyesatkan maka salah kan Miranda pada pagi hari ini.
"Buruan tusuk dong sayang." Pinta Miranda tangan nya meraba-raba dada bidang Irya.
"Ini udah ditusuk sayang." Irya menikmati peran nya kali ini saudara-saudara. "Itu buka ditusuk, lidah mu bikin geli yank." Meski protes nyatanya Miranda tetap menikmati nya sungguh munafik. Tangan nya saja mendorong kepala Irya.
"Kalau ditusuk begini bikin geli nggak ?" Bukan lagi geli melainkan Miranda tersentak dan memekik. Huft Irya... pandai sekali dikau baginda. Miranda... Ah wanita itu semakin merem melek belingsatan meminta lebih dan lebih.
Dan terjadi lagi kisah semalam yang terulang kembali. Kau tertusuk lagi tapi sungguh kamu nikmati. Bukan hanya kamu tapi mereka berdua yang bukan dimabuk cinta tapi dimabuk percintaan. Dapat susu segar dan olahraga pagi membuat Irya sehat, sehat dan bertumbuh subur nafsu nya.
Kegiatan penting ini tak cukup sekali Irya lakukan melainkan berkali-kali. Rugi bagi Irya jika hanya sekali. Duduk di atas sofa dengan dada naik turun mengatur nafas Irya berkeringat.
"Kemana kamu hari ini ?" Tanya Irya pada Miranda.
"Nggak kemana-mana, habis ini paling pulang dari semalem kan nggak pulang." Sama saja Miranda masih mengatur nafas nya sehabis olahraga berat pagi ini.
"Temani aku disini." Pinta Irya yang membuat Miranda semakin berbunga-bunga.
"Tapi aku harus pulang, nanti orang tua aku nyariin."
"Aku antar habis itu kesini lagi." Irya mengusap lembut kaki jenjang Miranda. Tentu Miranda tak akan menolak, kekasih tampan nya seperti nya sangat menginginkan kehadiran nya. Miranda mengangguk tersenyum.
"Masih capek ?" Tanya Irya. Miranda mengangguk. "Kamu istirahat dulu, aku mau mandi." Irya beranjak dari sofa nya menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.
Tanpa tahu malu Irya berjalan begitu saja tanpa menutupi diri. Menurut nya untuk apa ditutup toh sudah sama-sama lihat bahkan merasakan. Miranda melirik dengan tatapan kagum pada tubuh kekar Irya. Tubuh kekar itu sangat seimbang dengan kekuatan Irya dalam berolahraga. Olahraga apa saja tentunya, karena Irya pun suka mengangkat beban di tempat gym bukan hanya mengangkat tubuh wanita saja.
...----------------...
Jangan Lupa VOTE !!!
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
__ADS_1
Terimakasih atas support nya ☺️🙏