Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 60. Liburan


__ADS_3

Kejutan ulang tahun bagi Angga dari Nesha yang di posting oleh gadis itu di media sosial nya di repost oleh Anin. Dia juga mengucapkan selamat pada Angga dengan caption nya sendiri. Hal itu pun di lihat oleh Danar dan merepost nya juga. Meski hubungan pertemanan Danar dan Nesha sedikit merenggang karena kejadian tak sengaja waktu itu tapi Danar tetap bersikap biasa saja.


Irya melihat postingan yabg di repost oleh Anin dan Danar. Meski mereka juga merenggang tapi kontak masing-masing masih tersimpan hanya saja mereka tak pernah berhubungan lagi bertukar kabar satu sama lain. Kabar terbaru hanya bisa saling melihat dari postingan-postingan di media sosial saja.


Lelaki playboy itu memang selalu berburuk sangka pada persahabatan Nesha dan Angga. Melihat foto dan caption yang diberikan oleh Nesha semakin membuatnya yakin jika mereka tak hanya sekedar bersahabat saja.


Tak perduli dengan itu, Irya kini justru sibuk dengan kekasih baru nya Miranda. Bahkan dia sangat jarang meluangkan waktu nya untuk Putri kekasihnya sebelum Miranda. Ya... Irya memang belum memutuskan hubungan nya dengan Putri karena bertukar pesan saja hampir tidak pernah.


Pasangan kekasih baru itu kini sedang berada di kamar hotel. Mereka melakukan liburan di luar kota untuk beberapa hari. Semua atas kemauan Miranda, Irya hanya menuruti nya saja. Sekali-kali membuat Miranda senang tak masalah karena perempuan itu selalu berusaha membuatnya senang.


"Sayang, kita foto di sana yuk." Ajak Miranda dengan antusias. Mereka kini sedang berlibur di pantai. Miranda dengan penampilan seksi nya. Memakai bikini yang sangat terbuka sekali. Dua bulatan indah dengan ukuran yang jumbo itu menyembul akibat bikini yang seksi. Seluruh kulit nya terekspos, hanya bagian sensitif saja yang tertutup oleh kain.


Banyak mata memandang ke arah Miranda terutama mata kaum pria. Seperti hewan buas yang memandang mangsa nya dan seakan ingin menerkam nya. Irya tak perduli dengan tatapan para pria pada Miranda, dirinya hanya tersenyum miring saja mendapatkan banyak pasang mata menatap Miranda.


Kekasih barunya ini memang luar biasa seksi, body nya memang aduhai sekali. Apalagi kemampuan nya di atas ranjang sungguh Irya menyukai nya.


Irya dan Miranda berpose sangat mesra di pinggir pantai. Senyum di kedua bibir mereka mengembang saat ponsel Miranda memotret pose mereka. "Udah kita duduk disana, aku capek." Irya mengajak Miranda duduk di kursi santai pinggir pantai. Berjalan dengan bergelayut manja di lengan Irya, perempuan itu selalu menempel takut jika Irya melirik perempuan lain.


Kursi santai yang enak sekali jika digunakan untuk berbaring, maka Irya membaringkan tubuhnya disana. Tak mau kalah Miranda ikut berbaring tapi bukan berbaring di kursi lain justru berusaha menggeser tubuh Irya dan berbaring di kursi yang sama. Irya sebenarnya kesal tapi tidak menunjukkan nya. Tubuh mereka menempel dan terlihat sangat mesra, Miranda kembali mengambil gambar dengan ponselnya.


Semua foto nya itu akan digunakan nya untuk membuat Irya dan Putri memutuskan hubungan. Foto itu akan dikirimkan ke Putri. Senyum licik tersungging di bibir Miranda.


"Lihat aja Putri foto-foto liburan gue sama cowok gue haha." Batin Miranda tertawa puas.


"Berbaring di kursi sana Miranda." Ucap Irya yang tak tahan jika Miranda menempel padanya. Itu akan membangkitkan si raja yang sedang tertidur lelap.

__ADS_1


"Kenapa ? Enak gini udah posisi enak." Miranda tetap ngeyel. "Kamu mau membangun kan raja ?" Suara berat Irya yang sedang menahan diri.


"Hahaha kenapa gampang banget sih bangun nya." Miranda tertawa kekasih nya mudah sekali tergoda dengan nya.


"Ck... kita pulang ke hotel." Irya tak tahan lagi sudah bangkit dan memegang pergelangan tangan Miranda. "Bentar, aku harus ganti baju dulu ke ruang ganti." Cegah Miranda dan berjalan ke ruang ganti yang letak nya cukup jauh dari posisi mereka.


Melihat keadaan cukup sepi karena ruang ganti berada di pojok belakang dan tempat yang terlihat menyeramkan membuat orang-orang tak ingin berlama-lama disana. Tak tahan Irya mendorong masuk Miranda ke dalam bilik.


"Aaa..." Jerit Miranda kaget saat di dorong ke dalam bilik. "Sstt... jangan berisik." Jari telunjuk Irya diletakkan di bibir nya sendiri sebagai tanda Miranda harus diam. Pria itu memang tak bisa menahan hasratnya lagi. Segera ******* bibir seksi Miranda dengan rakus, menikmati bibir itu dengan tangan nya yang bergerak meremas bagian belakang Miranda yang sekal.


Raja nya sudah bangun seakan ingin menikmati liburan mereka di pantai. Irya membalikkan badan Miranda menghadap tembok. Bikini yang hanya terkunci oleh ikatan seperti tali pita dengan mudah ditarik dan lepas oleh pria bertubuh kekar itu.


"Nungging dikit yank." Suara parau itu memberikan perintah. Seakan terhipnotis oleh sentuhan dan suara yang terdengar merdu untuk nya Miranda seperti kerbau yang dicucuk hidung nya menurut begitu saja.


"Aahh.. Aahh..." Desahan cukup jelas membuat Irya was-was sekaligus menggila. Tempo nya semakin cepat saja. "Aahh... mmmmpphhh..." Mulut Miranda dibekap oleh Irya agar suara tak keluar dan terdengar oleh orang lain. Miranda hanya menggelengkan kepalanya saja mengekspresikan kenikmatan nya yang diberikan oleh kekasihnya.


Kondisi tak cukup aman bagi mereka jika harus berada di tempat seperti ini. Irya melepaskan diri, terpaksa raja harus kecewa sebentar saja. Irya kembali mencium bibir Miranda sejenak. "Kenapa berhenti yank." Tanya Miranda yang juga kecewa permainan hanya sebentar saja. "Pakai baju nya sayang, nggak aman... kita lanjutkan di hotel." Irya merapikan baju nya begitu juga Miranda merapikan bikini nya dan menggunakan mini dress tipis ala pantai.


Di dalam mobil Miranda menggerutu karena sudah enak-enak harus ditunda begitu saja. Sebenarnya Irya yang sudah tidak tahan tapi karena sentuhan Irya membuat hasrat Miranda juga tergugah. Perempuan yang agresif itu tentu saja merasa kesal kesenangan nya terhenti. Sampai di hotel mereka langsung masuk ke kamar mereka. Memang sengaja hanya menyewa satu kamar hotel untuk berdua. Pasangan kekasih yang sama-sama gila akan kenikmatan.


Irya tahu jika kekasihnya sedari tadi mengomel karena aksinya yang berhenti begitu saja. "Udah nggak usah ngomel, kita lanjutkan. Si raja juga udah nggak tahan." Sebenarnya yang sudah tidak tahan Irya sendiri atau si raja nya. Ah sudahlah yang jelas mereka adalah satu kesatuan.


Miranda dan Irya membuka pakaian nya masing-masing. Perempuan agresif itu memiliki segudang insiatif dalam hal seperti ini, memposisikan diri nya sendiri. "Kamu emang terbaik sayang, aku suka cara mu." Puji Irya melihat Miranda yang sudah berada di pinggir ranjang dengan posisi yang sangat menantang.


Tak berlama-lama Irya segera menyerang Miranda. Dengan berbagai siasat perang nya. Miranda lawan yang sepadan, dia juga memiliki siasat perang yang baik mampu mengimbangi kekasihnya.

__ADS_1


"Lebih cepat sayang..." Pinta Miranda. Irya yang memang sudah tidak tahan tak perlu menunggu perintah Miranda. Tempo nya sudah cepat tapi Miranda masih menginginkan lebih, sungguh gila perempuan ini pikir Irya.


"Aarghh..." Erangan yang keluar bersama dengan lelehan magma. Irya ambruk disisi Miranda dengan nafas memburu begitu juga Miranda nafas nya seperti orang yang berlomba menghirup oksigen.


Melihat dada Miranda yang naik turun akibat memburu nafas. Tangan Irya kembali meremas nya. "Gimana sayang ?" Tanya Irya.


"Emmhh... enak..." Miranda memejamkan mata menikmati tangan kekasihnya di atas tumpukan dagingnya. Irya tersenyum miring. "Enak ini apa enak yang tadi ?" Goda Irya yang melihat Miranda hanya di sentuh bagian atas nya saja sudah merem melek.


"Kamu tanya apa nawarin karena mau lagi ? Aku udah capek yank." Ucap Miranda. Yang sudah membuka matanya.


"Istirahat...aku nggak bakal nyiksa orang lain dalam keadaan lemah." Ucap irya kembali datar. Dia sudah bangun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri. Meninggalkan Miranda yang masih sibuk memulihkan tenaganya.


Saat Irya berada di dalam kamar mandi, Miranda ingat dengan rencananya tadi saat di pantai. Diambil ponsel nya dalam tas yang tergeletak di lantai dan kembali berbaring dengan bertutupkan selimut.


Memilih foto-foto yang paling mesra untuk dikirim ke nomor Putri. Memperhatikan keadaan, Miranda mengambil ponsel Irya dan mengambil nomor Putri. Niat untuk menyalin nomor Putri kini berkembang menjadi membaca pesan antara Irya dan Putri. Hati Miranda sangat panas membaca pesan-pesan itu. Pesan yang begitu mesra meski Irya dan Putri jarang sekali bertemu akhir-akhir ini.


...----------------...


Jangan lupa VOTE !!!


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.


Terimakasih atas support nya ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2