
Mencari Pak Tarjo di ruangan nya paling belakang dekat dengan kantin sekolah. Di sana ternyata pak Tarjo sudah bersiap dengan membawa alat pel lantai nya.
"Pagi Pak Tarjo." Sapa Irya dengan begitu santainya.
"Eh Mas Irya. Pagi Mas ada apa lagi nih ? Mau bersihin WC lagi ? Itu alat-alat nya di pojokan mas." Pak Tarjo memang sudah hafal jika Irya sudah menghampiri nya.
"Bukan Pak, saya di suruh Bu Berty buat jadi asisten Pak Tarjo sementara."
"Lah asisten ? Maksudnya gimana mas ?" Wajah cengo ditunjukkan oleh Pak Tarjo. Irya hanya tersenyum geli melihat wajah tukang kebun sekolahnya. "Ya bantuin Pak Tarjo bersih-bersih lah Pak. Pak Tarjo mau pel lantai aula kan ? Sini saya bantu."
"Oh itu perintah dari Bu Berty benar begitu mas ?" Pak Tarjo memastikan takutnya salah karena Pak Tarjo juga tahu sendiri jika Irya adalah salah satu siswa yang bermasalah di sekolah ini dan memang sering membuat masalah apa saja yang melanggar peraturan sekolah dan melanggar kenyamanan maksimal di sekolah ini.
"Ya iyalah Pak, gimana mau dibantuin enggak nih. Kalau nggak mau juga nggak apa-apa sih. Saya tinggal duduk manis aja di aula ngemandorin Pak Tarjo."
"Eh... iya... ya mau lah mas. Ya sudah itu tolong nanti diambilkan air buat pel, ini ember nya ya." Pak Tarjo memberikan 2 ember yang lumayan besar untuk Irya. Tanpa membantah Irya mengambilkan air dari ketan yang dekat dengan aula. Sedangkan Pak Tarjo sudah berjalan ke aula terlebih dahulu dengan membawa cairan pembersih lantai dan alat pel lantai.
Sebelum mengangkat air Irya susah melepas sepatunya dan menggulung celana nya hingga sampai batas lututnya. Mengangkat dua ember sekaligus untuk dibawa nya ke aula. Bagi Irya hanya mengangkat 2 ember berisi air saja tidak jadi masalah, tubuh nya yang kekar tidak merasa berat mengangkat ember itu.
Kegiatan mengepel lantai pun dimulai. Pak Tarjo dan Irya saling bergantian mengepel lantai aula. Aula itu cukup luas karena memnag sengaja dibangun seperti itu agar bisa menampung para siswa dan guru saat mengadakan pertemuan bersama.
Selesai dengan mengepel lantai aula kini tugas pak Tarjo berpindah membersihkan taman yang dekat dengan lapangan basket. Disana terdapat siswa kelas 12 IPS 1 yang sedang mengikuti pelajaran olahraga di jam pertama mereka. Dan disitu juga ada Rizkia kekasih Irya yang satu sekolah dengan nya. Tapi gadis itu tak melihat jika Irya sedang membantu Pak Tarjo membersihkan taman.
"Ya elah Ir demen banget Lo bersih-bersih di sekolah ini haha." Ledek seorang siswa laki-laki yang juga teman nongkrong Irya jadi dia berani meledek Irya.
Irya hanya tersenyum miring saja. "Nggak usah berisik Lo, sana belajar yang bener." Ucap Irya dengan santainya. Bukan nya pergi tapi teman-teman Irya justru ramai meledek Irya tapi pria itu cuek saja. Toh hal seperti ini bukan hanya Irya saja yang mengalaminya melainkan mereka juga pernah mengalami nya hanya bedanya Irya lebih sering dibandingkan dengan mereka.
Melihat ramai-ramai di pinggir lapangan dekat taman Rizkia memperhatikan mereka. Ternyata sang kekasih sedang membersihkan taman sekolah. Gadis itu mendekat dan teman-teman Irya justru semakin heboh. "Tuh cowok Lo idaman banget buat jadi suami haha." Ledek teman Irya yang lain nya.
__ADS_1
Kekasih Irya hanya diam saja tak menjawab tapi tetap memperhatikan Irya. "Beb, kamu dihukum lagi ?" Tanya Rizkia basa-basi, dia sebenarnya sudah tahu akan hal itu. Irya hanya mengangguk santai.
Gadis itu mendekat ke arah taman. "Ini pasti gara-gara kamu bolos kan kemarin ? Kamu kemana aja sih aku nyariin kamu beb."
"Ke rumah saudara, udah sana lanjutin pelajaran kamu. Nanti kena hukum sama Pak Yadi gara-gara kamu kesini." Ucap Irya lembut. Pria itu selalu bersikap lembut dengan para kekasih nya selama mereka masih menjalani hubungan jika sudah putus maka tidak ada lagi kalimat-kalimat lembut yang keluar dari mulut Irya.
"Ya udah, aku ke sana dulu ya. Nanti istirahat kita ketemu di kantin ya beb." Rizkia memegang lengan Irya.
"Iya udah sana. Nanti kita makan bareng di kantin." Irya mengusak rambut kekasih nya sehingga menjadi sedikit berantakan.
"Ish.. beb jadi berantakan nih." Rizkia sedikit memanyunkan yang dan membenarkannya rambutnya. Irya hanya tersenyum, senyum yang membuat banyak para wanita tergoda dan tersipu.
Rizkia kembali lagi ke barisan dimana Pak Yadi sudah berjalan mendekati mereka. "Ki itu kan cowok Lo dia kena hukuman lagi ya. Gila ya hobi bener dihukum." Ucap teman sebangku Rizkia.
"Sstt diem Lo, gara-gara bolos kemarin. Udah Pak Yadi udah datang, ntar kita disuruh lari keliling lapangan lagi." Ucap Rizkia mengakhiri perbincangan mengenai kekasih nya.
Duduk di bangku paling pojok menikmati es teh segar nya. Tak lama rizkia datang bersama teman-teman nya namun saat melihat Irya gadis itu memisahkan diri dari teman-temannya.
"Hai beb.." Sapa Rizkia yang langsung duduk disebelah Irya.
"Hai sayang, mau makan apa ? Pesan aja gih nanti aku yang bayar." Ucap Irya dengan lembut mengelus rambut sang kekasih.
Rizkia adalah salah satu siswa yang populer di kelas nya. Berwajah cantik, berkulit sawo matang dan bertubuh tinggi. Tak hanya itu tubuh gadis itu juga sintal cukup menggoda bagi para lelaki seusia nya dan mungkin juga lelaki yang lebih dewasa.
Rizkia senang bisa berpacaran dengan Irya sang idola sekolah. Mereka masih menjalin hubungan selama 2 minggu. Banyak yang sudah memastikan bahwa hubungan mereka akan bertahan selama satu bulan saja sama seperti pacar-pacar Irya yang sebelum nya yang kini sudah menjadi mantan Irya.
Rizkia memesan makanan dan makan bersama Irya berdua saja. Kemesraan terjadi kala mereka makan bersama membuat siswi yang lain merasa iri melihat Rizkia yang bisa berpacaran dengan Irya. Selesai makan teman-teman Irya pun datang.
__ADS_1
"Bro... ada yang mau kita omongin nih penting." Ucap Rony sambil melirik Rizkia. Rony merupakan teman yang paling dekat dengan Irya selama di sekolah. Bisa dibilang kepercayaan Irya.
"Oke bentar." Ucap Irya yang paham dengan lirikan Rony pada Rizkia.
"Sayang kamu ke teman-teman kamu dulu ya, ada yang mau kita bahas biasa urusan cowok." Ucap Irya mengelus rambut Rizkia cara yang halus untuk mengusir Rizkia. Gadis itu sangat menurut dengan Irya. Pergi meninggalkan Irya dan kawan-kawan.
"Gimana Ron ?" Tanya Irya.
"Biasa pulang sekolah bro sama anak SMA Tanjung." Ucap Rony. Irya paham apa yang dimaksud Rony. Rony menceritakan semua yang terjadi saat Irya membolos kemarin beberapa informasi yang belum Irya ketahui diceritakan oleh Ronny.
Sepulang sekolah Irya bersama Ronny dan yang lain sudah siap berada di suatu jalan yang lumayan sepi tempat dimana Rony sudah menerima tantangan dari anak SMA Tanjung. Mereka akan melakukan tawuran di tempat itu. Beberapa dari mereka sudah membawa senjata tajam dan benda-benda yang lain sebagai pegangan untuk mereka saling menyerang. Kedua sekolah tersebut memang sudah tidak akur cukup lama, seperti sudah turun temurun. Bahkan mereka yang melakukan aksi tawuran itu pun sebenarnya tak tahu masalah awal terjadinya perselisihan tersebut hanya karena sudah berjalan lama saling menyerang maka sakan seperti menjadi mendarah daging bagi mereka.
Siswa-siswa dengan jumlah yang cukup banyak itu sudah berkumpul menjadi dua kubu yang siap untuk saling menyerahkan. Dengan aba-aba dan saling tantang maka selanjutnya terjadilah aksi tawuran tersebut. Baru beberapa menit saja sudah ada yang menjadi korban akibat pukulan maupun lemparan batu.
Irya yang menjadi pentolan di SMA nya pun juga tak terhindarkan menjadi korban tawuran tersebut. Bahkan secara gantle Irya menyerang siswa yang menjadi pentolan SMA Tanjung dengan tangan kosong. Kedua nya berkelahi saling adu jotos hingga pada akhirnya terpisah karena suara sirine mobil polisi yang membubarkan mereka. Irya dengan cepat berlari menjauh dan bersembunyi dari kejaran polisi untung saja kali ini dirinya tak membawa motor nya saat berangkat tadi Irya lebih memilih untuk membonceng teman nya.
Berlari menyusuri gang sempit dan menyelip-nyelip melewati kebun-kebun agar terhindar dari kejaran polisi. Meski dalam keadaan wajah yang babak belur dan menjadi pusat perhatian warga Irya tak perduli yang terpenting lari sejauh mungkin dari kejaran polisi.
...----------------...
Jangan lupa Vote !!
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
Terimakasih atas support nya ☺️🙏
__ADS_1