Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 28. Tragedi Ikan Asin


__ADS_3

Hari-hari Irya dilaluinya dengan seperti biasa karena tidak masuk sekolah maka dia bisa bangun siang. Pria itu terbangun saat ponsel nya berdering panggilan masuk dari Agnes kekasih nya yang paling agresif dan posesif. Dengan malas Irya menjawab panggilan itu karena dirinya masih mengantuk.


Agnes meminta bertemu dengan Irya hari ini. Wanita itu tidak ada jam mata kuliah karena memang jadwal nya kosong pada hari ini. Agnes tahu jika hari ini kekasih nya itu tidak masuk sekolah karena di skorsing. Dia juga tahu kalau Irya masih anak SMA meski seusia dengan nya dan dia tidak mempermasalahkan itu selagi Irya menyayangi nya dan membuat nya bahagia begitu lah pikiran Agnes.


Pukul 9 Irya harus bersiap untuk menemui Agnes. Dengan pakaian santai nya Irya keluar kamar menggunakan jaket hoodie hitam dan celana jeans panjang hitam dan sepatu kets warna putih, tak lupa Irya menggunakan topi nya berwarna hijau army. Pria itu terlihat sangat tampan sekali.


"Bu, aku keluar dulu ya." Pamit Irya pada Bibi Jenab dengan mencium punggung tangan Bibi Jenab.


Irya sebenarnya anak yang sopan dan sangat menghargai orang yang lebih tua. Hanya saja sikap kedua orang tua nya yang terpaksa membuat Irya melawan untuk melindungi dirinya sendiri. Sikap menghargai Irya masih Irya tunjukkan untuk Suci Mama nya yang selalu berkata pedas pada nya. Irya tak pernah berusaha kasar pada Mama nya.


"Heh ada anak be to the go, mau ngelayap kemana nih." Ucap Cindy yang melihat kakaknya sudah rapi dan keluar kamar.


Irya hanya menatap tajam sekilas pada Cindy selebihnya tidak menggubris Cindy berlalu begitu saja.


"Bener banget kata Papa nggak tahu diri di skorsing bukan nya belajar malah ngelayap."


"Ngelayap pamit nya sama pembantu pula nggak pamit sama orang tua, emang cocok bener dah jadi anak pembantu."


Ucapan Cindy mampu menghentikan langkah Irya. Kedua tangannya mengepal di dalam saku jaket hoodie nya yang berada di perut. Irya memejamkan mata menahan segala emosi nya. Bersama Cindy lebih lama membuat emosi Irya tak kan bisa di kendalikan jadi lebih baik dia mempercepat langkahnya keluar rumah.


Bibi Jenab yang mendengar dan melihat perlakuan Cindy pada kakaknya hanya menggelengkan kepalaku dan mengelus dada. Bibi Jenab sangat tahu bagaimana Irya karena dirinya yang mengasuh nya sejak kecil.


Cindy selalu saja merendahkan kakak nya karena pernah mengalami tinggal kelas. Ditambah sikap kedua orang tuanya yang berbeda memperlakukan mereka berdua. Kedua orang tua Cindy sangat menyayangi Cindy, gadis itu selalu dibanggakan karena kecerdasan nya sejak SD hingga SMA. Usia mereka hanya terpaut 3 tahun saja. Karena selalu dimanja, disayang dan dibela oleh Broto dan Suci membuat gadis itu merasa di atas awan dan berlaku sombong.


Irya menjemput Agnes di apartemen wanita itu menggunakan motor kesayangan nya. Melangkah santai menuju kamar apartemen Agnes. Menekan bel pintu dan tak lama pintu itu dibukakan oleh Agnes. Mata Irya melebar melihat penampilan Agnes, wanita itu bahkan belum bersiap-siap untuk pergi.


Irya masuk ke dalam apartemen Agnes, wanita itu dengan manja menggandeng lengan kekasihnya. "Kok belum siap-siap ?" Tanya Irya.


"Siap-siap ? Emang kita mau kemana ? Kan aku tadi telepon kamu cuma bilang pengen ketemu aja" Tanya Agnes santai bergelendotan.

__ADS_1


Irya kembali memutar ingatannya saat Agnes menghubungi nya tadi. Mungkin karena masih mengantuk jadi Irya tak mendengarkan dengan baik apa keinginan Agnes.


"Ya udah terus mau ngapain nih ? Nggak mau jalan ?" Tanya Irya yang sudah duduk di sofa.


"Disini aja deh aku lagi malas kemana-mana sayang." dengan nada yang manja Agnes merebahkan kepalanya di bahu Irya.


"Ini bibir kamu kenapa sayang ?" Tanya Agnes memegang pipi Irya yang sedikit memar di sudut bibirnya.


Pipi nya masih terasa nyeri dan sudut bibirnya juga masih sedikit terasa sakit. "Biasa pas tawuran kemarin sama anak-anak." Ucap Irya santai. Dia tak menceritakan jika kemarin sempat di tampar oleh Papa nya.


Irya kan memang tidak pernah memberitahukan apapun yang dia rasakan dan alami selama hidupnya. Hanya dengan Danar saja dirinya mau bercerita dan kejadian kemarin hanya Nesha yang tahu.


"Emm... kamu sih pake acara tawuran segala. Mending tawuran sama aku." Goda Agnes tersenyum genit pada Irya. Pria itu hanya tersenyum melihat tingkah kekasih nya.


"Emang kamu nggak takut kalau aku serang ?" Irya berbalik menggoda Agnes.


Godaan Agnes mampu membangkitkan gelojak batin Irya. Ini lah yang disukai Irya saat berpacaran dengan Agnes wanita itu begitu agresif pada nya dan bisa dibilang lihai dalam urusan di atas ranjang dibanding kekasih nya yang lain. Mungkin karena kekasih Irya yang lain masih anak SMA jadi masih banyak yang polos berbeda dengan Agnes yang mungkin sudah memiliki pengetahuan lebih dibandingkan dengan yang lain.


"Buka dong yank jaket nya. Kamu nggak panas emang nya ?" Agnes membantu Irya membuka jaket hoodie Irya. Tersisa kaos putih saat ini, jari Agnes bergerak-gerak membentuk pola abstrak di dada dan perut Irya.


"Yank, kamu udah mandi belum ? Tanya Irya pada Agnes karena melihat penampilan Agnes yang masih memakai gaun tidur yang transparan dan minim. Seperti nya wanita itu tak menggunakan pelapis selain gaun tidurnya.


"Udah dong yank, cuma mau ganti baju males."


Sepasang kekasih itu bermesraan di sofa ruang tamu. Irya menyalakan televisi menikmati kebersamaan nya bersantai dengan Agnes.


Keduanya benar-benar mesra sekali, Agnes bersandar manja di dada bidang Irya. Candaan dan obrolan ringan mereka lakukan mengisi kebersamaan. Irya yang memiliki banyak kekasih tak bisa memberikan waktu sepenuhnya untuk Agnes. Pria itu harus membagi waktu untuk bener kekasihnya. Untung saja masih pacaran bayangkan jika memiliki istri yang banyak maka mungkin Irya akan pusing dengan para istri nya.


"Yank, kamu nggak mau kasih aku minum ? Haus nih dari tadi belum minum." Ucap Irya sedari tadi Agnes tak menyuguhkan minuman untuk nya, bahkan di rumah tadi Irya juga belum sempat makan atau minum hanya memaknai permen saja sebagai perasa pada lidah nya.

__ADS_1


"Mau minum apa yank,? Tanya Agnes menawarkan minuman untuk sang kekasih. "Apa aja deh yank. Haus nih."


Agnes pergi ke dapur hanya mengambilkan air putih saja satu gelas untuk Irya. Wanita itu malas harus ribet-ribet membuat minuman.


"Ya elah ngirim banget sih yank masa dikasih air putih doang." Gerutu Irya.


"Minum aja sih yank, haus kan." Irya hanya diam saja meneguk air yang dibawakan oleh Agnes. Lalu kembali menonton televisi.


Agnes yang agresif lalu berdiri di depan Irya dan duduk sedikit menunduk dan berbisik pada Irya. "Kamu masih haus kan yank ?" Belum Irya membalas pertanyaan nya. Wanita itu lebih dulu menjejali Irya dengan sesuatu yang segar menurut kaum lelaki.


Irya tak terkejut dengan kelakuan Agnes justru tanpa menolak Irya dengan semangat menerima nya. Terlihat wajah Agnes yang sudah berselimut kabut gairah saat Irya bermain di tumpukan daging itu. Bahkan tumpukan daging itu terasa hangat saat tersentuh lidah Irya kemudian dingin akibat jejak saliva yang tertinggal.


Irya dapat merasakan detak jantung Agnes yang sudah berpacu cepat karena daya kerja jantung akan bekerja lebih cepat saat seseorang merasakan rangsangan yang diberikan pada tubuh secara terus menerus tersebut membuat detak jantung dan tekanan darah cenderung meningkat. Peningkatan detak jantung inilah yang menjadi penyebab jantung berdebar kencang.


Sebagai seorang laki-laki normal tentu sama seperti kucing yang jika di sodorkan ikan asin maka dengan senang akan melahap ikan asin itu. Irya melakukan apa yang diinginkan Agnes dan sesuai naluri alamiah nya yang menuntun setiap aksinya bersama Agnes.


Dalam setiap kesempatan setan pun selalu ikut hadir memperdaya manusia untuk mengikuti hawa nafsu. Di samping godaan yang dengan jelas datang Irya juga ingin meluapkan kekecewaan, kesedihan, dan semua emosi yang ada dalam dirinya dalam pergulatan nya dengan Agnes.


Dan terjadilah tragedi ikan asin karena memang ini lah yang diinginkan Agnes, menginginkan kekasihnya untuk memuaskan batin nya yang tengah bergejolak akan gairah nya. Pasangan kekasih itu akhirnya melakukan hal yang tak seharusnya mereka lakukan namun sering mereka lakukan. Kegiatan itu terjadi diwaktu yang masih terbilang pagi karena masih di bawah jam 12 siang. Hal itu terjadi di sofa panjang ruang tamu Agnes. Desahan dan segala suara-suara khas percintaan selalu mengalun merdu dalam kegiatan mereka.


...----------------...


Jangan lupa VOTE !!


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.


Terimakasih atas support nya ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2