
Irya benar-benar menikmatinya waktu nya di kampung bibi Jenab. Hingga melupakan bagaimana kehidupan nya di kota. Bahkan Irya dengan sengaja menonaktifkan SIM card nya. Merasa lebih nyaman tinggal di rumah Aris daripadanya tinggal di rumah nya sendiri.
Kesibukannya kedua orang tua nya membuat Irya merasa tak masalah jika dirinya pergi tanpa mengabari. Masalah pelajaran sekolah nya Irya tak perduli. Bagaimana dengan teman-teman dan pacar nya ? Irya juga tak memikirkan itu. Lelaki itu akan melakukan apapun sesuka hati nya selama hati nya merasa senang. Beberapa gadis yang menjadi kekasihnya apalagi mereka yang hanya digunakan untuk bersenang-senang saja.
Aris dan Irya sampai di rumah dengan berboncengan. Hendak memasuki rumah namun terdengar samar-samar suara yang membuat pikiran Aris dan Irya hanya menuju ke satu titik fokus.
"Lo denger suara itu nggak ?" Tanya Aris pada Irya.
"Denger itu kaya suara...."
"Ssstt... iya. Udah coba kita masuk ke dalam." Bisik Aris.
Kedua lelaki itu mengendap-endap masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang. Memang pintu belakang rumah Aris tidak bisa dikunci rapat karena pintu itu rusak dan belum sempat dibenahi.
Suara itu terdengar di kamar bekas Fikih dulu yang kini kosong. Mereka berdua berjalan mendekati kamar tersebut. Berdiri menempel pada tembok seperti cicak. Aris mencoba mendorong pintu itu menggunakan jari nya tapi tak juga bergeser.
'Si Aris boge bener, mana bisa buka pintu pake ujung jari.' Gumam Irya dalam hati. Dia hanya bisa menghela nafas.
"Nggak bisa dibuka." Bisik Aris pada Irya.
"Eh dodol... Lo pikir kekuatan jari Lo seberapa huh ?" Bisik Irya mata nya melotot bergerak gerak.
"Kalau kita buka pake handel pintu nanti yang ada ketahuan."
"Gue punya ide gimana kalau kita kerjain aja mereka berdua."
"Gimana cara nya ?" Tanya Aris.
Seperti maling yang takut ketahuan oleh warga, Aris dan Irya berkomunikasi dengan suara berbisik. Irya langsung membisikan ide nya pada telinga Aris. Saat mendengar ide Irya, Aris mengangguk-angguk paham dan tersenyum.
Kedua nya mempersiapkan rencana jahil mereka untuk menggangu dua orang manusia yang ada di dalam kamar kosong.
Sedangkan yang di dalam kamar kosong tapi sebenarnya bukan kosong karena saat ini sedang dihuni oleh dua manusia keturunan Adam dan Hawa. Sepasang manusia itu adalah Rivan dan Mita sedang beradu irama yang dipimpin oleh pria matang bertubuh kekar, kulit sawo matang sungguh eksotis berpadu dengan keringat membuat kulit nya terlihat mengkilap.
Mereka tak mendengar kedatangan motor Irya karena saat hendak mendekati rumah Irya mematikan motor nya. Jalan yang menurun memudahkan motor nya tetap berjalan meski mesin tak menyala.
Kedua nya begitu asik bermain dan bercumbu ria. Berlomba menunjukkan siapa yang terpanas tanpa tahu apa yang sedang dilakukan oleh kedua remaja di luar kamar.
"Bagaimana huh ? Kamu tidak puas dengan ku jadi kamu bermain dengan nya ?" Ucap Rivan pria duda itu.
Mita terkejut saat mendengar ucapan Rivan. Ternyata pria itu tahu jika dia berhubungan dengan Irya kemarin. Rivan pun tahu jika Mita lah yang menggoda Irya karena saat kedatangan wanita itu Rivan berada di ruang tamu sehingga melihat Mita datang ke rumah Aris.
Rivan tahu jika di rumah itu hanya ada Irya maka dia mendatangi rumah Aris dan mengintip nya dari celah jendela. Saat itu Rivan terkejut melihat Mita lah yang menggoda Irya. Dia memang tahu jika wanita itu begitu agresif terbukti saat bersama dirinya.
Rivan begitu kasar bermain karena merasa Mita tak puas dengan nya.
"Auh mas... pelan-pelan dong mas." rintih Mita.
"Bukan nya kamu suka yang seperti ini huh ?" Ucap Rivan teringat akan pergulatan Mita dan Irya.
"Nggak gitu mas... aku cum...aow...ah...ah.."
Meski Rivan kasar dalam bermain, Mita tetap menikmati nya. Hanya Rivan yang selalu memenuhi kebutuhan batin nya selama ini saat suami nya pergi.
Fikih pergi hingga berbulan-bulan untuk bekerja, semua itu dilakukan untuk Mita, tapi wanita itu tidak berterimakasih dengan kerja keras suami nya justru berselingkuh sana sini.
__ADS_1
Di luar kamar, Aris dan Irya sedang sibuk dengan ide jahil mereka. Aris menuangkan minyak goreng di depan pintu kamar bekas Fikih. Irya mengunci seluruh pintu rumah Aris termasuk pintu belakang rumah Aris.
"Udah selesai belum ?" Tanya Irya berbisik.
"Udah... udah....ayo sekarang apa lagi ?" Tanya Aris berbisik.
"Lo tunggu di samping pintu sebelah kiri, bawa ember itu udah gue isi air."
Irya memang sudah menyiapkan air yang diisi di dalam ember tak lupa dia juga menyiapkan tepung terigu yang ada di dapur.
"Gue di samping kanan bawa ini." Tunjuk Irya membawa tepung terigu yang sudah dimasukkan ke dalam baskom.
"Pake panci Mak Isah nggak apa-apa kan ?" Irya memastikan.
"Nggak apa-apa."
Irya dan Aris memulai ide jahil mereka untuk menggangu aktifitas orang yang sedang berada di dalam kamar.
Satu tangan Irya mengambil beberapa panci Mak Isah untuk dilemparkan ke lantai dengan tujuan agar menimbulkan bunyi-bunyi yang berisik sehingga mengganggu fokus kedua orang yang ada di dalam kamar. Bukan hanya itu pasti mereka juga akan ketakutan jika sampai ketahuan.
"Siap ?" Tanya Irya pada Aris.
"Oke.." Aris menjawab tanpa suara dan dengan menunjukkan jari jempol nya.
"Oke... satu...dua...tiga..." Hitung Irya dan Aris berbisik.
Bruk...!! Glontang...!!!
Irya tak melempar ke lantai tapi melemparkan ke pintu kamar mandi hingga terpental ke lantai. Suara berisik pun terjadi.
Beberapa panci Irya lemparkan ada yang langsung ke lantai ada yang ke pintu kamar mandi terlebih dahulu.
Rivan dan Mita terkejut dengan suara berisik beberapa kali di luar kamar. Permainan mereka terhenti seketika.
"Suara apa itu ?" Tanya Mita mendorong tubuh Rivan. Tapi Rivan menolak.
"Paling cuma kucing." Rivan masih melanjutkan aksi nya.
"Ah..ah...Mas.. stop... stop !!" Ucap Mita menepuk pundak Rivan.
Bruk...!! Glontang...!!
Irya kembali melepas panci karena kedua manusia itu tak keluar kamar juga kali ini Irya melempar nya ke pintu kamar sandi yang berdekatan dengan kamar fikih panci itu terpental ke lantai.
"Suara nya berisik banget Mas, nggak mungkin kucing. Cepat turun !!" Ucap Mita panik.
Rivan tak kalah panik nya dengan Mita, hasrat kedua nya seketika hancur berubah kepanikan dan kekhawatiran jika mereka kepergok.
"Cepat pakai baju mu." Ucap Rivan panik.
Mita menggunakan baju nya dengan sembarang.
Brak..!! Brak..!! Brak..!! Brak..!!
Kali ini bukan panci melainkan tangan Aris yang menggedor-gedor meja makan.
__ADS_1
"Keluar...keluar... cepat keluar mas..." Ucap Mita panik mendorong Rivan yang belum selesai mengenakan pakaian, pria itu hanya menggunakan c****a d***m saja. Karena panik Rivan ingin lari menuju jendela kamar fikih tapi sayang ternyata jendela kamar itu memiliki tralis sehingga tak bisa keluar dari jendela.
"Aduh gimana ini Mit ?" Tanya Rivan panik.
"Keluar lewat pintu kamar mas ih... ayo cepat." Mita ikut panik. Akhirnya mereka berdua membuka pintu dan keluar dari kamar.
Bruk..!!
"Aow... sshh... pa**at ku." Ringis Mita.
"Aduh..." Ringis Rivan memegang benda nya yang terkena panci karena saat jatuh terjungkal ke depan dan menindih panci yang di lempar Irya tadi.
"Ppfftt.." Aris dan Irya menahan tawa melihat mereka terjatuh.
Seketika itu juga saat mereka jatuh Aris menyiram air dalam ember nya ke arah kedua pasangan selingkuh itu bersamaan dengan itu Irya juga menyiram tepung yang ada di baskom nya tak lupa Aris melempar telur yang ada di saku celana nya sebanyak empat biji.
" Kejutaaaaann !!! Buahahaahahaha..." Aris dan Irya tertawa terbahak-bahak melihat penampakan Rivan dan Mita.
"Kalian lagi mau buat adonan hahaha ?" Tanya Irya tertawa terbahak-bahak
"Jangan lupa tepung terigu sama telur nya wkwkwk." Ucap Aris yang tak kalah tertawa terbahak-bahak.
Rivan dan Mita menahan kesal, sakit dan malu karena kepergok oleh Aris dan Irya. Mereka tak menyangka jika mereka akan mendapatkan kejutan seperti ini.
Kedua nya berusaha berdiri dari posisi terjatuh nya mereka, terlihat kesulitan karena lantai yang licin akibat minyak goreng. Penampakan mereka saat ini sangat kacau tubuh dan rambut dipenuhi oleh tepung belum lagi bau amis dari telur yang dilemparkan Aris.
"Hahaha Ir buka pintu depan biar mereka keluar dari sana." Ucap Aris.
"Siap Ris..hahaha" Irya berjalan sambil tersenyum mengejek pada Mita dan Rivan. Dia membuka pintu dengan lebar.
"Keluar sana... menjijikan. Kalau mau mesum jangan di rumah gue terus cari hotel kek nggak mampu di kebon aja sana." Ucap Aris kesal karena Mita dan Rivan sering kali melakukan hal itu di rumah nya.
Rivan menatap kesal pada Aris dan Irya. Ingin menghajar kedua remaja itu tapi Aris sudah mengancam nya.
"Apa Lo mau pukul gue ? Gue tinggal kasih video kelakuan Lo sama Mita ke Pak RT biar di usir sekalian Lo." Ucap Aris mengancam.
"Kamu juga melakukan nya dengan Mita di tempat ini !" Ucap Rivan pada Irya karena dia kesal pada Aris dan Irya. Tak bisa menyerang Aris maka Rivan menyerang Irya.
"Cih... cewek Lo aja yang gatel. Tanya Aris emang yang dia goda cuma gue ?" Ucap Irya tanpa gamblang. Sehingga membuat Rivan berfikir jika Mita melakukan nya bukan hanya dengan dirinya dan Irya saja. Dan membuat Aris berfikir jika yang di maksud menggoda adalah sama seperti apa yang Mita lakukan pada nya.
Mita hanya terdiam tak bisa berkutik mendengar ketiga pria itu beradu mulut. Dia sudah kehilangan muka nya saat ini.
"Lo berdua keluar dari rumah gue." Usir Aris pada Mita dan Rivan.
Kedua nya keluar dengan cepat melalui pintu depan rumah Aris. Dan masuk ke dalam rumah Rivan si duda anak satu.
...----------------...
Jangan lupa Vote !!!
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
Terimakasih atas support nya ☺️🙏
__ADS_1