
Waktu terus berjalan hari ini Nesha meliburkan diri untuk tak bekerja karena sudah memiliki jadwal rencana sendiri. Penuh semangat selesai dari kegiatan kuliah nya Nesha pergi ke perlengkapan kue. Membeli bahan-bahan perlengkapan untuk membuat kue. Buku resep yang pernah dibelinya waktu lalu bersama Anin, kini di coba nya salah satu resep yang ada di dalam buku itu.
Menggunakan motor matic nya Nesha membawa semua perlengkapan bahan-bahan yang dibutuhkan nya. Sesekali bersenandung riang. Senyum tak luntur dari wajahnya.
"Na...nanana... Hemm.. semua udah lengkap tinggal pulang." Gumam Nesha melihat jam di pergelangan tangan nya. "Udah jam segini harus cepat." Nesha menaiki motornya melesatkan motor hingga samy di rumah nya.
"Wah..wah.. anak gadis Mama ini riang banget. Kenapa sih ? Eh itu banyak banget belanjaan nya. Belanja apa aja ?" Tanya Mama Nesha.
"Hehe...belanja bahan-bahan kue Ma.. Aku mau buat kue yang ada di buku resep kemarin itu Ma."
"Mau bikin kue apa ?" Tanya Mama Nesha lagi. "Mau bikin rainbow cake Ma... Kan lucu gitu kalau dilihat hehe." Deretan gigi putih terlihat jelas dengan senyum manis yang lebar.
"Sini Mama bantu deh... Tumben hari ini mau buat kue." Mama Nesha penasaran karena anaknya jarang sekali membuat kue seperti itu. Mungkin jika di rumah hanya memasak sayur ataupun lauk untuk makan satu rumah saja.
"Ma... hari ini tuh ulang tahun nya Angga Ma, aku mau kasih kejutan buat dia. Mau bikin kue sendiri buat Angga."
"Oalah ternyata Angga ulang tahun pantas kamu sibuk bener. Ya udah sini Mama bantuin biar cepet selesai. Memang kamu mau kasih kejutan nya jam berapa ?"
"Nanti jam 8 malam sih Ma, cuma jam 6 udah harus stand by mau beres-beres tempat nya dulu."
"Mau dimana kasih kejutan nya ?" Tanya Mama Nesha kembali.
"Emm ada deh pokoknya nanti bakalan surprise banget buat Angga hihi."
"Ish kamu sama Mama main rahasia segala. Tapi awas ya jangan di tempat yang aneh-aneh. Mama nggak suka." Mama Nesha mengingatkan putri semata wayangnya.
Memang harus selalu diingatkan, hanya punya anak gadis satu-satunya. Jika terjadi apa-apa maka akan terasa sekali menyesal nya karena tidak bisa menjaga dengan benar titipan Tuhan yang cantik ini.
"Hehe Mama tenang aja Nesha nggak ke tempat yang aneh-aneh kok. Cuma ke tempat favorit kita berdua aja kalau pas lagi nongkrong."
Mama Nesha paham dengan penjelasan putri nya selama ini Nesha dan Angga tak pernah pergi ke tempat-tempat yang aneh-aneh. Mereka berdua cukup bisa dipercaya dalam hal menjaga diri.
Ibu dan anak itu saat ini sudah mulai berkutat di dapur mempersiapkan segala bahan dan peralatan yang mereka akan gunakan. Tak lupa dengan buku panduan bahan dan resep masakan yang di beli oleh Nesha.
Tak terlalu sulit untuk mereka membuat kue yang diinginkan oleh Nesha karena ibu dan anak itu jago dalam hal masak memasak. Bahkan setiap merayakan hari-hari besar mereka berdua selalu membuat kue mereka sendiri untuk di sajikan bagi para tamu yang akan berkunjung di rumah mereka.
__ADS_1
Memiliki anak perempuan memang beruntung bisa diajak untuk memasak dan melakukan kegiatan rumah tangga yang lain bersama-sama. Semua yang Mama Nesha lakukan selalu diajarkan pada Nesha sebagai bekal kelak jika memiliki keluarga sendiri.
Beberapa jam berkutat dengan bahan-bahan itu, akhirnya kue buatan Nesha dan Mama sudah jadi tinggal menghias saja. Dalam hal menghias Mama Nesha menyerahkan sepenuhnya pada putri nya karena kue itu untuk Angga jadi mau dihias seperti apa biarkan sesuka hati gadis cantik itu.
"Yeeaayy akhirnya jadi juga. Ish cantik juga kue buatan aku hihi." Gumam Nesha memuji kemampuan nya sendiri.
Dirasa sudah beres semua Nesha menyimpan kue nya di dalam kulkas karena masih beberapa jam lagi kue itu dibawa nya. Selesai dengan kue Nesha langsung membersihkan sisa-sisa bahan dan peralatan kotor yang digunakan nya tadi.
"Gimana udah beres sayang ?" Tanya Mama Nesha. Kantor kesayangan nya sudah bersih oleh Nesha. Menjadi ibu rumah tangga, dapur bisa dikatakan sebagai kantor karena hampir setiap hari pekerjaan ibu rumah tangga tak pernah absen dari tempat itu.
"Udah dong Ma... coba deh lihat kue bikinan aku cantik banget hihihi. Aku taruh di kulkas." Nesha ingin Mama nya melihat hasil karyanya seperti anak SD yang baru selesai menggambar dengan bangga menunjukkan hasil karya nya.
Mama Nesha membuka kulkas melihat kue hasil karya putrinya. Senyum mengembang melihat kue itu. "Bagus sayang, ini mah udah kaya kue-kue yang di jual di toko-toko." Ucap Mama Nesha.
"Hehe... makasih Maa.." Ya udah sekarang aku mau ke tempat nya dulu ya Ma." Nesha berpamitan menyalami tangan Mama nya.
Kembali dengan motor matic nya berangkat ke rumah pohon dekat danau yang sering digunakan Nesha dan Angga bermain sejak SMA. Semakin berjalannya waktu tempat itu sudah di pasang listrik dan lampu untuk menerangi memudah kan seseorang datang ke tempat konservasi alam kecil itu.
Perlengkapan untuk menghiasi rumah pohon Nesha siapkan di dalam kantong plastik yang sudah tergantung di motornya.
"Hmmm lumayan meski nggak seberapa." Gumam Nesha melihat isi rumah pohon yang sudah dihiasi dengan sedikit hiasan.
Sebelum pulang dari rumah pohon Nesha mengirimkan pesan untuk Angga, meminta untuk diantara ke suatu tempat nanti. Dan Angga akan selalu mengatakan siap jika untuk Nesha.
"Oke, sekarang pulang dulu. Habis itu nanti ke sini lagi deh." Gumam Nesha yang sudah berada di atas motor.
Tak terasa waktu berjalan semakin gelap. Nesha sudah bersiap-siap, membawa kue dan kado kecil untuk sahabat nya Angga. Nesha sudah sampai di rumah pohon dengan bantuan Mama nya. Untuk membawa kue ulang tahun Nesha akan merasa kepayahan jadi Mama Nesha sangat pengertian bersedia mengantar Nesha.
Sebelum tepat jam 8 Nesha kembali menghubungi Angga dan mengatakan jika tidak jadi pergi karena dirinya terkunci di dalam rumah pohon. Angga khawatir karena rumah pohon itu cukup sepi jarang ada yang lewat sehingga Nesha pasti akan sulit keluar. Itu adalah trik Nesha untuk memberikan kejutan pada Angga.
"Nes... Nesha..." Panggil Angga, dia menggunakan senter ponsel nya untuk menaiki tangga rumah pohon karena cahaya yang remang-remang dan tidak jelas. Lampu yang terpasang cukup jauh dari rumah pohon.
Tidak ada jawaban dari Nesha, tidak mungkin Nesha berbohong pikir Angga. Berbekal senter ponsel nya Angga mencoba membuka pintu, tapi dia sedikit heran ada sorot lampu yang keluar dari celah pintu tapi Angga tak memiliki itu yang dia pikirkan hanyalah Nesha.
"Nesha, ini aku Angga." Panggil Angga.
__ADS_1
"Angga...! Ga... tolong buka pintu nya Ga..." Teriak Nesha. Nada suara nya dibuat panik agar semakin meyakinkan Angga.
Sedangkan faktanya Nesha tersenyum cekikikan di balik pintu dengan membawa kue ulang tahun untuk Angga.
Angga membuka pintu tapi ternyata tidak terkunci sama sekali lalu membuka nya dengan lebar karena melihat cahaya.
"Happy Birthday !!!" Wajah riang penuh senyum dan kebahagiaan di tunjukan oleh Nesha saat mengucapkan kalimat selamat ulang tahun pada Angga.
Angga terkejut dengan suara Nesha seketika dirinya terdiam. Kepalanya menggeleng seakan mengatakan dalam hati 'ampun deh ini anak' senyum pun melebar di bibir Angga. Sahabat cantiknya memberikan kejutan ulang tahun untuk nya.
"Hahaha kaget ya... Selamat tambah tua Angga kuu sayang." Kalimat selamat lagi-lagi Nesha ucapkan dengan senyum semakin lebar. "Kamu yaa... aku udah khawatir eh tahu nya dikasih kejutan. Makasih ya Nesha." Ucap Angga mengusap lembut rambut Nesha kali ini tidak mengacak-acak rambut Nesha.
"Hehe iyaaa... tiup dong lilin nya... eh tapi doa dulu Ga... Ayo...Ayo... buruan." Disini Nesha lah yang merasa tidak sabar sedangkan Angga hanya tersenyum sedari tadi. Memejamkan mata sebentar dan berdoa. Harapan nya agar bisa diberikan kesehatan dan bisa terus melihat senyum orang-orang yang disayanginya terutama senyum sahabat cantiknya.
Fuuhh...Fuuhh...Lilin padam tertiup hembusan angin dari bibir Angga. "Makasih ya... Tapi ini sebenarnya yang ulang tahun aku apa kamu nih kok kue nya cantik kaya kamu hahaha." Candaan yang selalu terselip pujian untuk Nesha membuat mereka tertawa bersama.
"Hehehe... ini tuh bagus tahu Ga... Coba deh kamu potong nanti dalam nya warna-warni gitu lucu deh rainbow cake Ga... Aku sendiri loh yang buat. Biar hidup kamu kaya kue nya penuh warna dan keceriaan hehe." Ucap Nesha menatap hasil karya nya sendiri.
Angga memotong kue nya dan benar saja terlihat kue berlapis dengan berbagai warna. Potongan itu di suapkan untuk Nesha dan kemudian menyuapkan untuk dirinya sendiri.
"Enak kue nya... beneran kamu yang buat nggak beli di toko nih ?" Tanya Angga menggoda Nesha. Dia tahu jika Nesha memang pandai memasak dan membuat kue.
"Ck... kamu nggak percaya ? Tanya Mama deh tadi dibantu Mama buat nya." Ucap Nesha sedikit cemberut. Angga mengacak rambut Nesha. "Hahaha iyaaa aku percaya kok. Ini enak, makasih ya cantik." Untuk kesekian kali Angga mengucapkan terimakasih pada Nesha.
Angga benar-benar merasa bahagia diperhatikan oleh Nesha sahabat cantiknya yang selalu menghiasi hidup nya dengan canda dan tawa bersama.
...----------------...
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
Terimakasih atas support nya ☺️🙏
__ADS_1