
Istanbul Ataturk Havalimani.
Aku baru saja mengenakan salt-belt setelah menyimpan barang bawaanku, menegapkan kursi, dan melipat meja. Kalau kuhitung, ini adalah penerbangan keempat setelah pulang pergi ke Singapura dan awal aku ke Turki. Kali ini, sesuai dengan informasi yang kudapatkan—informasi yang akurat—aku hendak melanjutkan perjalanan ke negara tirai bambu. Semoga saja, setibanya aku di sana, aku akan cepat mendapatkan informasi tentang Lutfi, aku hanya bisa berharap.
Membahas masalah buku "The Missing Lovers", sayangnya aku harus menghentikan kisah perjalananku itu karena memang masaku di Negara Kebab yang terkenal sebagai salah satu negara besar di kawasan Eurasia sudah habis, dan perlu melanjutkan perjalanan.
Aku tidak mungkin berlama-lama di sana, meski sebetulnya aku sangat nyaman di tempat itu. Dan, sempat ada pikiran untuk membeli rumah di sana. Barang kali nanti kalau aku sudah menikah dengan Lutfi, kami akan bermukim di Turki. Tapi kuurungkan, tentu saja kutunda. Aku tidak boleh memutuskan secara sepihak tanpa meminta persetujuan dari Lutfi. Lagi pula, sampai sekarang, aku masih gagal untuk bisa menemukan keberadaan akan dirinya. Namun, kutegaskan sekali lagi, di mana pun dia memintaku membangun rumah, aku akan sesegera mungkin mewujudkannya, karena bagiku tidak ada tempat yang lebih nyaman selain saat aku bersama dengan dirinya, wanita yang kucinta, Lutfi Nurtika.
Agak-agaknya beberapa di antara kalian yang membaca buku ini merasa kecewa dengan akhir kisah yang menggantung, kendati sebagian besar acuh. Tapi aku harus melakukannya akibat terkendala waktu dan tempat. Sekali lagi, aku tidak boleh membuang-buang waktu kalau sudah mendapat informasi tentang Lutfi. Lagi pula, kekasih lebih berharga daripada pekerjaan, bukan?
__ADS_1
Lebih daripada itu, kelanjutan dari kisahku di penjara justru akan sedikit memengaruhi genre cerita ke action dan misteri. Jadi, sekali lagi, bukan maksudku merusak kisah The Missing Lovers, aku memutuskan untuk mengakhiri kisah itu supaya tetap pada genre advanture-romance. Semoga kalian memahami maksud dan tujuanku itu.
Dan aku berjanji kepada kalian para pembaca khususnya penggemar berat serial Gilangku, bahwa aku akan melanjutkan sesi perjalananku ini setibanya aku di Jepang. Jadi, bersabarlah.
Kemudian, bagi kalian yang telah membaca kedua bukuku itu—Gilangku dan The Missing Lovers, aku sangat berharap di antara kalian akan ada yang mau membantuku menemukan informasi di mana Lutfi berada. Aku sangat berharap. Kalian bisa membantuku melalui e-mail yang semestinya ada di bagian paling akhir di kedua buku itu.
Pramugara dan Pramugari mulai bermunculan dan melakukan tugasnya. Satu orang sebagai moderator, tiga orang memberi contoh di depan, dan lainnya melangkah di antara para penumpang, membantu mereka yang mengalami kesulitan. Setelah semua telah siap, pesawat mulai take-off, membawa para penumpang supaya melihat pemandangan laut langit. Sebuah pemandangan yang belum sempat kuhadirkan untuk Lutfi.
Andai saja, ada Lutfi di sisiku sekarang ini, aku pasti akan sangat bahagia melihat gelombang putih bagai debur ombak di laut lepas. Andai saja, Lutfi masih denganku sejak Desember tahun lalu, kami pasti sudah menikah di bulan Februari tahun 2019, dan mungkin sekarang ini Lutfi sudah mengandung anakku di usia dua atau tiga bulan, melakukan perjalanan ke Jepang untuk rekreasi. Andai saja, aku bisa menemukan Lutfi lebih cepat aku tidak perlu menghamburkan uang dan waktu untuk berpindah-pindah ke berbagai tempat. Andai saja....
__ADS_1
Ah, sepertinya aku terlalu berharap banyak. Aku sadar, apa yang kulakukan di Turki selama ini tidak lebih dari perjuanganku selama di Indonesia. Satu hal yang membedakan adalah aku yang menerbitkan novel dari buku diary Lutfi. Tidak sampai berulang kali keluar masuk Rumah Sakit sebagaimana kisah yang telah kalian baca sebelumnya.
Setelah ini, setibanya aku di Jepang nanti, aku akan berjuang lebih supaya bisa menemukan Lutfi, meksi harus melawan sekelompok mafia sekali pun, aku tidak peduli! Aku sudah cukup banyak membuang waktu, aku tidak boleh sampai melewatkan waktu ulang tahun Lutfi, 24 Juni. Aku pasti akan menemukannya sebelum itu. Aku akan berusaha, dan aku berjanji.
"Tunggu aku, Lutfi sayang!"
Di atas langit Turki, 17 April 2019.
Rizky Gilang Kurniawan.
__ADS_1
Lelaki yang masih mencarimu,
Lutfi Nurtika.