
"DADDY!MOMMY!"
Gagallah sudah!
Edward dan Lea yang langsung terjingkat kaget dengan mimik wajah yang tampak merona, terlebih Lea yang langsung berlari masuk kedalam kamar mandi. Dan jangan lupakan Edward yang bahkan lebih parahnya lagi, disaat-saat yang tepat semuanya harus buyar seketika.
"CK! Bodohnya aku sampai lupa mengunci pintu!"Gerutunya dalam hati. Dan tentu saja semua itu adalah karena kesalahannya. Mengacak-acak rambutnya dengan kesal dan frustasi,buyar sudah semua yang diracang kan.
Sementara Hansel, dia berjalan memasuki kamar tersebut, tentulah dia juga kebingungan. Menatapnya dengan dalam, seolah mencari sudut-sudut untuk bertanya pada Edwrad
"Daddy, mengapa kamar ini berantakan begini?Lalu mengapa tadi Daddy menindih tubuh Mommy?Apakah Daddy ingin menidurkan Mommy?"Tanyanya dengan begitu polos, bahkan sampai duduk diranjang itu seolah seorang detektif yang ingin tahu penjelasan dan titik terang.
Lantas Edward menggeram kekesalannya.
"Dasar anak kecil, semuanya karenamu Hans, mengapa pakai masuk segala. Ya ujungnya jadi begini, gagal sudah."Balasnya dalam hati.
Kekesalannya bukan berarti ia membenci Hansel hanya karena hal seperti itu saja tetapi yang menjadi masalahnya, saat keinginan sudah diujung tanduk alhasil harus ditunda. Bukankah jadinya ia sendiri yang tersiksa? Bahkan sangat! Beruntung ia bisa menahan dengan baik, menenangkan dirinya lebih dulu lalu menatap Hansel dengan lurus. "Hans, mengapa Hansel asal masuk saja tadi?"ucapnya sembari ikut duduk disamping Hansel.
Hansel mengernyit heran. "Dad,bukankah pintu ini memang sedikit terbuka,tidak dikunci juga. Jadi Hans kira Mommy lupa kunci, dan Hans ingin cek kedalam, tapi yang malah Hans lihat Mommy dan Daddy-" tak sempat ia menyelesaikan kalimatnya, langsung saja Edward mendaratkan jari telunjuknya dibibir Hansel. "Tidak perlu dilanjutkan!"Sergahnya semakin gugup. Seolah sedang diintimidasi oleh Putranya sendiri.
"Mengapa Dad?Padahal Hansel belum selesai berbicara."Seru Hansel dengan polos.
__ADS_1
"Tidak perlu dilanjutkan Hans."Sergahnya lagi.
Hansel yang masih kebingungan akan hal itu tentulah jadi merasa aneh. "Mengapa Daddy begini?Padahal aku hanya ingin bilang seperti mereka tadi sedang bermain gelitikan, tapi malah dipotong saja. Daddy sangat aneh. Lalu Mommy dimana?Bukankah tadi disini juga?"Batin Hansel merasa janggal kepada kedua insan itu.
Dia mencoba mengedarkan pandangannya dengan mencari ke setiap sudut kamar, tetapi tidak menemukan sosok Mommynya itu. Karena merasa semakin penasaran,langsung saja dia bertanya. pada Edward."Dad, dimana Mommy?Bukankah tadi disini juga bersama Daddy? Tapi mengapa sekarang malah tidak kelihatan?"Tanyanya. Mimik wajahnya semakin beku dengan banyak tanda tanya kepada mereka berdua.
Edward semakin kelimpungan untuk menjawab pertanyaan itu. Tentu saja tadi Lea langsung masuk kedalam kamar mandi, tapi apakah Hansel akan mencari ke kamar mandi juga?Sebab ia tahu betul sikap Putranya itu, sangat ingin tahu dan pastinya tak ingin ketinggalan apa yang ingin dia ketahui.
"Dad, Mommy dimana?"Tanya Hansel lagi karena sejujurnya ia tak sempat melihat Lea pergi kemana tadi itu.
"Arg!Sudah gagal, harus ditangkap basah lagi dengan anak sendiri. Sungguh menjengkelkan,"batinnya merasa pasrah dan jengkel.
"Hans, tadi Mommy masuk ke kamar mandi-"tepat seperti perkiraannya, Hansel langsung berlari menuju kamar mandi. "Arg"Gerutunya, Tetapi saat bersamaan juga pintu terbuka dan benar saja sosok Lea keluar dan terkejut sekali saat mendapati putranya sudah berdiri diambang pintu.
"Mommy,"Ia yang berjongkok, dan langsung dipeluk oleh Hansel. "Mommy kenapa baru kelihatan?"Tanya Hansel setelah melepas pelukannya.
Lea bungkam, menggaruk telinganya yang seolah gatal, bahkan ia bingung harus menjawab seperti apa lagi. "Hansel,kamu mencemaskan Mommy?"Tanyanya menatap Hansel dengan lembut, tetapi juga mengalihkan sedikit perhatiannya kepada Edward yang sudah dengan mimik wajah penuh kekesalan.
"Tentu Mom. Tadi saat Hansel melihat Mommy dan Daddy, mendadak Mommy ngulang entah kemana, tentulah Hansel jadi khawatir."Balas Hansel apa adanya. Menatapnya dengan sedikit manyun.
"Ouh anak Mommy, tidak nak. Tadi itu mendadak Mommy kebelet makanya langsung masuk kedalam kamar mandi, hehe,"serunya dimana kebohongan adalah jalan terbaik dalam keadaan saat ini. Tidak mungkin ia mengungkapkan yang sesungguhnya karena ia yang merasa malu. Pasti semakin membuat putranya itu penasaran. Bahkan tadi itu wajahnya seperti tak ada tempat lagi, begitu merona sangking malunya.
__ADS_1
"Benarkah Mom?"
"Hu um,"ia mengangguk kecil.
"Lalu tadi mengapa ketika Hans masuk, melihat Mommy dan Daddy berduaan?Apa yang kalian lakukan Mom, Dad?"Tanya Hansel yang sepertinya dihantui oleh rasa penasaran.
Lea semakin gagap, kembali lagi melirik Evans hanya semakin menekuk wajahnya.
"Sungguh, situasi ini sangat sulit. Apa yang harus kujawab?"Batinnya semakin terpaku. Terus menatap Edwrad seolah bertanya akan jawaban apa yang tepat. Tapi malah mendapatkan senyuman kecut dari Edward.
"Em,tadi itu tidak terjadi apa-apa kok Hans."Elaknya. "Lebih baik Kitas sarapan saja lebih dulu bagaimana?" Sambungnya lagi. Tentu saja Hansel langsung mengangguk mengiyakan.
"Baik Mom, Hans juga sudah sangat lapar."Balas Hansel sembari menyentuh perutnya.
Mereka berdua segera beranjak, ketika sampai didepan Edward,Lea tersenyum kecil.
"Ed, aku dan Hansel sarapan deluan ya karena dia harus kesekolah. Kamu mandi saja,"Imbuhnya kemudian segera membawa Hansel keluar dari kamar. "Da Dad!"
Edward semakin penuh dengan rasa jengkel dan senyuman kecut. "Arg! Terpaksa berakhir dikamar mandi!"Gerutunya dan langsung memasuki kamar mandi.
_______
__ADS_1
UPDATE TIDAK MENENTU!
THANK_-