Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Cita-Cita


__ADS_3

"Hay Hans,,," seorang gadis kecil yang tak lain adalah Jelyta datang menemui Hansel yang sedang bermain di taman sekolah.


" Hay Lyta,,," balas Hansel dengan bahagia.


" Kamu terlihat bahagia sekali," ucap Jelyta dengan ekspresi keingintahuan.


" Heheh,, gak ada apa apa Ly, ya aku biasa aja," kata Hansel terus tersenyum senang.


" Ouh,,, baiklah!" Jelyta mangut mangut mengerti.


" Oh iya Hans, aku dengar minggu depan sekolah kita adakan lomba gitu," ucap Jelyta di sela keheningan diantara mereka.


" Lomba? memangnya ada ya lomba untuk anak TK?" Hansel merasa itu suatu lelucon dari Jelyta.


"Aku juga dengar nya di kelas karena Guru kami pas nelfon gak sengaja aku dengar."


" Benarkah? seperti apa lomba nya?" tanya Hansel penasaran. Jika memang akan di adakannya lomba pasti Hansel langsung ikut, karena ia tidak pernah merasakan lomba sekalipun, dan sangat ingin mencoba.


" Gak tahu juga Hans, kalau emang ada lomba pasti bakal di umumin Guru. Kita tunggu aja," Jelyta berkata sambil mengangkat bahu.


" Aku harap memang ada lomba, aku pasti salah satunya hehee," Hansel terkekeh lucu akan ucapannya sendiri.


" Aku juga harap begitu Hans, semoga cepat di umumin ya,"


" Hu um,,"


" Ly,,," ucap Hansel sambil memperhatikan Jelyta dengan lekat.


" Yes,,"


Sungguh keduanya seolah olah terlihat begitu dewasa sekali dalam setiap pengucapan diantara mereka. Di tambah lagi Jelyta gadis kecil itu memang seperti dewasa sekali dalam berucap, seakan keduanya memang diberikan takdir menjadi dewasa sebelum waktunya.

__ADS_1


" Cita citamu apa?" tanya Hansel tiba tiba.


" Cita cita?" Jelyta hampir tertawa akan pertanyaan Hansel.


" Mengapa? aku bertanya, apa cita cintamu?" tanya Hansel mengulangi kalimatnya.


" Cita citaku banyak sekali,,,,,," kata Jelyta dengan melebarkan kedua tangannya sambil menengadah keatas.


" Salah satunya saja, jangan semua." ucap Hansel sehingga Jelyta jadi tampak berpikir untuk sejenak.


" Terbang!" kata Jelyta tiba tiba. Tampak bahwa ucapannya itu memang sangat ia inginkan bahkan sampai membuat ia ingin terbang saja.


" Terbang?"


" Hu um,,"


" Cita citamu begitu indah! tapi seingatku, kata Mommy cita cita itu beragam seperti: Dokter, Guru, polisi, tentara, dan lain lain. Tapi mengapa cita citamu seperti suatu keinginan semata?tapi aku begitu salut akan cita citamu heheh," tutur Hansel dengan bijak karena mengingat apa yang dulu pernah Lea ucapkan padanya.


" Mengapa kamu ingin sekali terbang?" tanya Hansel semakin penasaran.


" Karena,,, semua orang selalu bilang, RAIHLAH MIMPIMU SETINGGI BINTANG DI LANGIT. Sehingga aku merasa, memiliki cita cita untuk terbang adalah yang terutama, sebab jika aku bisa terbang maka aku bisa dekat dengan langit tanpa perlu meraih dengan segala cara lagi." Perkataan Jelyta membuat Hansel tersenyum manis. Seandainya ada orang dewasa di dekat mereka mungkin mereka akan salut akan impian dan obrolan manis diantara kedua bocah itu.


" Cita citamu membuat ku ingin juga mempunyai cita cita yang sama denganmu," perkataan Hansel membuat Jelyta semakin bangga sekali.


" Lalu bagaimana denganmu? apa cita citamu?" kini Jelyta yang balik bertanya.


"Apa kamu yakin ingin tahu apa cita cita ku?"


" Katakan!"


" NIKAH!" Jawaban termalukan yang pernah Jelyta dengar dari semua teman yang ia punya.

__ADS_1


Nikah? bukankah jawaban Hansel begitu konyol? bahkan ia jadikan cita cita.


" Nikah?apakah kamu begitu konyol Hans? Hahaha,,," gelak tawa Jelyta terdengar begitu keras sekali sehingga membuat Hansel sedikit peka.


" Tadi kamu kan yang ingin tahu apa cita citaku? lalu mengapa tertawa?" cletuk Hansel berdecak kesal.


" Tapi itu begitu konyol sekali Hans," ucap Jelyta disela tawanya.


" Terserah kamu saja,"


" Baiklah, baik! jelaskan apa alasannya kamu memiliki cita cita NIKAH?" tanya Jelyta kembali seperti semula.


" Entah, cuma itu saja yang ada di hati ku." Sungguh jawaban yang tidak beralasan dengan baik.


" Siapa yang ingin kamu nikahi Hans?" tawa Jelyta hampir pecah kembali.


" KAMU!" jawaban tiba tiba yang membuat Jelyta melongo keheranan.


" Aku?"


" Iya! tapi bukan sekarang, tunggu aku setelah kita dewasa,"


Jelyta terdiam tak berkutik lagi akan ungkapan Hansel barusan. Usia mereka masih bocah tapi sudah mengatakan hal itu sungguh konyol sekali.


____


Jadi penasaran deh 😄


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM ^^

__ADS_1


__ADS_2