Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Pilihan Menyakitkan


__ADS_3

Di sebuah rumah tua, seorang gadis di sekap di dalamnya dengan sekujur tubuh yang di lilitkan tali, duduk di kursi penuh dengan isak tangis.


" Hay Ele,,," suara seseorang yang begitu menjijikan di telinga. Gino melangkah dengan santai mendekat kepada Elena yang begitu marah dan benci sekali kepada Gino.


Pria yang awalnya beriskap manis dan baik padanya ternyata memiliki niat sekotor ini membuat Elena merasa tidak sudi untuk menatap wajah Pria itu lagi. Ia memalingkan wajah nya dengan perasaan benci yang amat dalam dan juga sakit hati.


"Mengapa memalingkan wajah mu?" dengan begitu berani nya Gino mengangkat dagu Elena sehingga tatapan mereka bertemu.


Ingin rasanya Elena meludahi wajah Gino saat itu juga dan tidak pernah memaafkan Gino lagi.


" Mengapa diam? apakah kamu bisu?" sangat meresahkan bagi Elena untuk perkataan Gino.


" ......" Elena tetap diam tanpa membuka suara sehingga memancing amarah Gino.


Tangan nya hendak ia layangkan untuk menampar Elena, namun tak sampai terjadi saat Elena tiba tiba membuka suara. " Tampar! tampar saja!" seru Elena dengan guyuran air mata yang semakin begitu deras berjatuhan melewati pipinya yang mulus.


Gino mengurungkan niatnya, ia juga merasa tidak tega untuk menyakiti Elena namun semua ini ia lakukan untuk membalaskan kematian Ayah nya. Sesungguhnya ia benar benar jatuh hati pada Elena, di dalam hatinya yang paling dalam tersimpan rasa ingin melindungi Elena dan rasa ingin memiliki. Namun semuanya itu mustahil terjadi, sehingga ia lebih menekadkan diri untuk menghabisi Elena supaya tidak ada yang bisa memiliki Elena.


" Tampar, tampar! mengapa berhenti? apa kamu takut jika Kakak ku datang dan malah menghabisimu? ha?? dasar Pria BRENGSEK!!! aku sangat membencimu!" maki Elena dengan wajah yang tampak pias, ada rasa ketakutan dan kebencian yang menjadi satu.

__ADS_1


Di dalam hati terus memanjatkan doa supaya Edward datang menolongnya dalam situasi saat ini. Bahkan Eder adalah sosok yang lebih utama ia inginkan untuk datang menolong nya, ia benar benar ketakutan sekali.


" Aku memang ingin menamparmu Ele, namun aku merasa kurang bahagia jika hanya menampar. Aku lebih bahagia jika langsung menghabisimu," tutur Gino tanpa rasa enggan. Elena semakin getir dengan isak tangis yang membuat matanya sampai merah.


" Kamu Pria BRENGSEK!apa salahku padamu ha? aku menyesal telah menyetujui dirimu menjadi temanku. Awalnya aku berpikir bahwa niatmu memang baik, namun sekarang aku telah mengetahui niat busukmu itu!aku sungguh membencimu. Apa aku pernah berbuat salah padamu ha? mengapa kamu tega melakukan ini?dan kamu adalah dalang semua ini. Kamu brengsek!!!!GINO AKU MEMBENCIMU!!!!" Teriak Elena dengan histeris. Bibirnya bergetar, sekujur tubuhnya gemetaran dengan hebat saat Gino semakin mencengkeram kuat dagunya.


Perkataan Elena benar benar menusuk amat dalam rongga rongga terdalam Gino. Bahkan air matanya tumpah seketika yang sontak membuat Elena mengernyit dalam isak tangis.


" Apa kamu tahu Ele? kamu adalah wanita yang mampu membuat hatiku tersentuh dari banyak nya wanita yang pernah aku temui, hanya kamu seorang. Aku sangat tertarik dan begitu jatuh hati padamu, namun kamu tidak mau menerima perasaanku. Aku memang sengaja memintamu untuk menjadi temanku meski dengan tujuan awal adalah untuk mengelabuimu tapi ada juga tujuan lain karena aku begitu mencintaimu. Namun tidak pernah ada balasan cinta darimu untukku, sehingga tujuan ku sekarang satu dalam dua masalah. Kamu mau tahu itu apa? pertama aku ingin membalaskan kematian Ayahku! kamu tahu kareba apa? karena KAKAKMU!!!! dan kedua! kamu lebih baik mati di tanganku daripada aku harus mengikhlaskanmu dengan Pria lain. Aku tidak akan sanggup untuk itu! tidak akan!!! dan kamu adalah sasaran utama itu!" Pengucapan dengan intonasi amarah, dendam, dan rasa kegetiran. Rasa cintanya memang besar untuk Elena namun ia telah terobsesi sehingga hanya berkutat bahwa Elena hanya boleh menjadi miliknya seorang tidak boleh ada yang lain.


Tangis Elena semakin pecah tak dapat ia bendung lagi, betapa malangnya nasib yang ia terima. Tidak memiliki kesalahan apapun tetapi harus menjadi sasaran, dan yang paling menyakitkan nya lagi ia malah terkekang dalam ironmen kehidupannya sendiri. Bukankah ia berhak menentukan siapa yang menjadi pendampingnya? tapi mengapa nasib menyedihkan ini harus terjadi dengan bertemu pada sosok Pria yang begitu licik dan egois.


"Aku membencimu!!!!" teriak Elena terus menerus tiada henti. Bahkan ia sendiri tidak mengerti maksud perkataan Gino mengenai Edward, ia sangat tidak tahu perihal itu tetapi apa sangkutannya dengan dia?


" Mengapa kamu begitu egois ha?jika kamu memang mencintaiku mengapa tidak kau biarkan saja aku bahagia dengan siapa pun? mengapa kamu sejahat dan selicik ini? hikss hikss,,," tutur Elena dengan bibir bergetar penuh isak tangis.


" Sudah ku katakan aku tidak akan bisa melihatmu bahagia dengan siapa pun kecuali AKU!" Penuturan penuh dengan penekanan kata kata yang semakin membuat Elena frustasi dan hanyut dalam luka dan juga penyesalan. Ia menyesal telah mendekatkan diri dengan rubah selicik Gino, menyalahkan dirinya sendiri juga tiada gunanya karena semua sudah terlanjur terjadi.


" Kamu sudah GILA!!!" maki Elena yang semakin tak berdaya.

__ADS_1


" Aku memang sudah gila! aku memang sudah gila karena mu Elena. Siapa pun Pria itu pasti tergila gila padamu, lalu apa plilihanmu?" balas Gino yang memang tepat seperti orang yang tak waras lagi.


" Aku tidak akan sudih menikah dengan mu! Pria bejat dan licik!" bantah Elena yang semakin penuh kebencian kepada Gino.


" Tidak mau menikah dengan ku? maka pilihanmu adalah yang kedua bukan? akan ku kabulkan Elena," tanpa ada lagi penawaran Gino memang sudah tak waras dengan mengambil sesuatu dari samping nya yang tak lain adalah bom. Ia letakkan tepat di samping Elena, sekujur tubuh Elena bergetar hebat penuh ketakutan.


" Kamu yang memilih!"


" Kamu pikir dengan meledakkan bom ini kamu bisa menang ha? Kakak ku pasti datang membawaku keluar dari tempat ini. Dan ia tidak akan tinggal diam akan perlakuan bejat mu ini," berucap dengan bibir bergetar mencoba untuk terlihat kuat.


" Ouh begitu?daripada aku yang malah di teror oleh Edward, maka dari itu aku juga akan ikut berada di dalam tempat ini sehingga bisa hancur bersama denganmu. Maka sebelum itu terjadi, ingatlah Elena! aku sangat mencintaimu jauh dari besarnya cinta Pria mana pun untuk mu. Dan hari terakhir mu adalah bersamaku! GINO GAO!"


Tanpa menunggu balasan, ia hendak menekan tombol tersebut namun,,,,


" DORRRR!"


____


Tetaplah dibaca:) karena beberapa bab lagi Author bakal buat pengumumanšŸ™‚

__ADS_1


Like komen Kasih hadiah dan kupon vote


SALAM^^


__ADS_2