Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Ciptaan Hansel


__ADS_3

Di kamar dengan dingin nya angin malam yang kencang tersentuh di pori pori kulit Lea. Sampai larut malam seperti ini ia tak kunjung terlelap lantaran pikirannya yang masih ambigu dan selalu memikirkan Edward.


"Apa dia sudah tidur?"gumaman lirih penuh tanda tanya.


" Aku telfon saja," pikirnya hendak menelfon Edward namun tak sampai terjadi ia urungkan niatnya sehingga melemparkan ponselnya di ranjang.


" Ckk, jika aku yang menelfon nya lebih dulu, yang ada dia akan baper dan berpikiran aku yang terlalu mengkhawatirkan nya. Mau di taruh dimana muka ku?" Lea mengutuki dirinya sendiri seraya memukul kepalanya.


" Tetapi aku tidak tahu mengapa aku merasa tidak tenang sebelum tahu keadaannya sekarang. Apa mungkin sudah tidur mungkin?sudahlah Lea,,, mungkin saja dia sibuk atau,,, atau,,, entahlah lah mengapa aku yang kepikiran padanya sementara dia belum tentu memikirkan ku," berdengus kesal sambil berucap lalu masuk kedalam selimut mencoba memejamkan mata. Namun tak sampai disitu, matanya tetap tak dapat terlelap dan kembali duduk di atas ranjang sambil mengacak acak rambutnya.


" Aku ke kamar Hansel dulu, apa dia sudah tidur?" pikir Lea tatkala sekarang sudah pukul 21.38. Dengan langkah santai akhirnya Lea melangkah menuju kamar Hansel berada.


"Ceklek,,," pintu terbuka, Lea masuk ke kamar Hansel dengan diam diam karena sepertinya Hansel sudah tertidur.


" Sudah nyenyak ternyata," Lea duduk di ranjang Hansel telah mendapati Putranya tertidur begitu lelap. Namun tidak mengenakan selimut sehingga Lea menyelimuti tubuh Putranya.


Ia memberikan kecupan hangat di pipi Hansel sambil beranjak hendak duduk di kursi belajar Hansel. Tatkala ia terkejut ketika mendapati sesuatu yang sangat aneh di laci buku Hansel.


" Apa ini?" ia mengeluarkan sesuatu dari laci tersebut lalu membaca sesuatu kertas yang di tempel dengan bertuliskan


' BY: HANSEL'


Betapa tambah terkejut nya Lea setelah tahu bahwa benda itu adalah boom kecil namun tampak Hansel ciptakan dari bahan bahan yang mudah di dapatkan. Namun jika di nyalakan tetap akan menghasilkan getaran dan bunyi yang pasti mengagetkan. Lea semakin tidak mengerti pada Putranya itu dan mengingat di lain hari bahwa Hansel pernah bilang akan ada event lomba di sekolah mereka.


" Apakah perlombaan mereka di sekolah menciptakan sesuatu?tapi dari mana Hansel bisa mengetahui cara menciptakan benda berbahaya ini?" gumam Lea semakin keheranan. Sangat tidak bisa ia pikirkan untuk saat ini dan esok akan ia pastikan bertanya langsung pada Hansel.

__ADS_1


Tatapan Lea tiba tiba tertuju pada laptop di laci paling bawah, ia mengambil lalu menyalakan.


" Apakah Hansel menciptakannya dengan langkah langkah yang ia cari dari internet?" gumam Lea semakin penasaran dan mencoba membuka kode pin laptop yang di beri pengaman.


" Mengapa tidak bisa?" ia tampak frustasi sendiri setelah berulang kali mencoba mengplay ulang PIN namun tak kunjung berhasil sehingga membuatnya berdecak kesal.


" Bagaimana ini? mengapa tidak bisa juga?" Lea sudah memasukkan tanggal lahir Hansel bahkan tanggal lahirnya pun tetap tidak bisa sehingga ia jadi semakin putus asa sekali.


" Jika tidak bisa di buka dengan tanggal lahir Hansel lalu apa lagi?" Gumam Lea.


Laptop itu adalah pemberian dari Edward dan diberikan langsung kepada Hansel setelah mereka di tempatkan di rumah itu. Lea memang tidak pernah bertanya soal itu dan menganggap suatu hal yang lumrah namun sekarang ia jadi penasaran setengah mati.


" Jika aku bertanya pada Hansel pasti dia jadi keheranan secara dia tidak pernah memberitahuku bahwa ia menciptakan sesuatu. Huff,,, aku jadi kewalahan sendiri," lirih Lea sehingga dengan lungai ia pun melangkah keluar dari kamar Hansel.


____


" Bagaimana? apa saja yang dia lakukan dengan Elena siang tadi?" tanya Edward pada Eder lantaran Eder yang baru saja mendapatkan informasi tentang pengawasan para orang suruhan mereka.


" Nona Elena baik baik saja Tuan, Gino juga tidak ada berbuat hal hal yang lain lain." Jawab Eder dengan sigap.


" Besok kita tinggal menunggu bagaimana rencana Keluarga Gao selanjutnya setelah mendapat kabar bahwa Perusahaan yang ia gunakan telah hangus dan reaksi mereka setelah mendapat hadiah yang di kirimkan," senyuman picik penuh niat jahat terbesit terus di otak nya.


" Kita nanti kan saja Tuan," seru Eder yang juga tatkala dendamnya dan amarah nya.


" Eder,,," ujar Edward di sela keheningan mereka.

__ADS_1


" Iya Tuan,"


" Jika suatu hari nanti tiba dimana Lea akan mengetahui identitas dan duniaku yang sebenarnya, apakah mereka akan menerima kenyataan itu?"pertanyaan itu lolos begitu saja tampak murung.


Eder terkesiap, ia juga berpikiran yang sama dengan Edward. Ia juga tidak tahu menahu mengenai perasaan seseorang apalagi bersembunyi dalam identitas sebenarnya. Diam nya membuat Edward mendapat jawaban sepihak. "Mereka tidak akan menerima ku kan?pasti itu yang akan terjadi. Jikalau pun itu terjadi, sampai kapan pun hatiku akan tertutup untuk wanita mana pun karena sekarang saya sudah merasakan bahwa perasaan saat ini berbeda dari sebelumnya." Tutur Edward sontak Eder menggeleng keheranan tidak menyangka begitu murung nya Edward dengan perkataanya sendiri.


" Tuan,, jangan berpikiran seperti itu," Eder mencoba memberi suatu pertahanan bagi Edward.


Edward berdecih sambil memainkan pistolnya."Eder,,,Eder,Lea tidak akan menerima seorang gengster Mafia di hidupnya. Aku juga tidak bisa pastikan mereka aman untuk seterusnya karena kamu tahu sendiri bagaimana gelapnya dunia kita. Banyak para lawan yang menanti dan memanfaatkan orang terdekat kita untuk menjebak kita." Ucap Edward dengan sendu raut wajahnya terlihat kecewa sekali.


' Beginilah suatu rintangan bagi seorang gengster Mafia. Banyak wanita yang tergila gila dan ingin dengan anda namun seorang Lea berhasil menaklukan darah keji untuk wanita dari diri anda. Tetapi sayang, siapapun orang terdekat kita memang akan menjadi sasaran para musuh musuh. Apa boleh buat, mundur juga tiada artinya selain melajutkan hidup meski dengan banyaknya tantangan.' Batin Eder.


" Aku sangat memikirkan Elena, dia juga tidak tahu apa apa mengenai duniaku. Kelak ia akan tahu juga, aku berharap ada seorang yang selalu menjaganya kelak darahku telah tiada lagi," perkataan Edward begitu lirih sekali. Entah mengapa semuanya penuturan yang ia ungkapkan malam ini seolah olah akan terjadi sesuatu padanya.


" Tuan,," belum selesai Eder berucap Edward langsung menyela. " Eder, berjanjilah padaku bahwa kamu akan menjadi benteng bagi adikku yang paling cantik itu," ucapan Edward langsung Eder iyakan sambil mengangguk.


" Kita memang selalu menang setiap banyak nya perlawanan dengan para musuh, namun tidak selamanya selalu begitu. Ada kalanya titik kekalahan itu terjadi," seru Edward yang masih begitu ambigu bagi Eder.


' Saya kurang translate Tuan,' batin Eder.


____


Apa sih yang akan terjadi 😥😥


LIKE KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


SALAM ^^


__ADS_2