Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
E.SCRITH GROUP


__ADS_3

"Apa pekerjaan yang telah kamu siapkan untukku?" Hari baru telah kembali datang dimana di hari ini Lea menagih perjanjian akan ucapan Edward yang akan memberi pekerjaan padanya.


Edward yang baru saja keluar dari kamar Lea, menyunggingkan senyum miring, ya mereka memang tidur satu kamar. Lea tidak dapat menolak itu sehingga dapat mengiyakan saja.


"Apa kamu begitu tidak sabaran sayang?" ucap Edward dengan merangkul pinggang Lea sambil menuruni tangga bersama.


" Yes, cepat katakan!" pinta Lea dengan mendesak. Ia bahkan sangat tidak sabaran sekali hingga ia sudah mengenakan style pakaian yang ada di lemarinya karena berpikir akan memulai pekerjaan baru di suatu tempat yang baik.


Namun rasa tidak sabarannya tampak murung ketika mendapati Edward yang diam saja tanpa menyahutnya lagi. " Hey,,, jawab aku!" desak Lea yang tampak manyun.


Edward merasa gemas jadinya melihat ekspresi Lea yang sangat menggemaskan, sehingga,,,'cuppp'


Seolah olah itu adalah ucapan selamat pagi. Lea yang mendapat perlakuan itu mendadak jadi merona malu pasalnya mereka telah sampai di meja makan dan para pelayan sedang menyiapkan makanan sehingga ia berpikir bahwa sorotan mereka pasti kearahnya.


" Berhenti merona seperti itu sayang," goda Edward yang semakin menambah rona malu Lea.


" Mereka melihat perlakuan kamu tadi," bisik Lea yang menjadi bersembunyi di balik tubuh Edward.


" Apa kalian melihat nya tadi?" suara dingin Edward sangat menyeramkan sehingga menakuti para ART tersebut.


" Tidak Tuan," tukas mereka serentak.


" Kamu dengar sendiri kan sayang," mereka berdua pun duduk di kursi meja makan.


"Tuan Eder dimana?" tanya Lea dengan ragu. Sampai saat ini pun ia masih bingung harus memanggil Eder dengan kata apa.


Raut wajah Edward tampak tidak senang melihat Lea terutama akan perkataan Lea barusan.


" DIA ITU SEKRETARISKU!" intonasi ucapan Edward tampak datar dan kesal.


" Lalu,,," Lea masih tampak kebingungan.


" Aku adalah atasannya! panggil saja dia sekretaris Eder," balas Edward dengan kesal.


" Ouh,,, baiklah!" Lea mengangguk mengerti.


" Ck,," Edward melahap kasar makanan yany terhidang dengan malas. Entah karena apa dia menjadi kesal dan tidak suka jika Lea mengucapkan nama Pria lain di hadapannya. Sementara Lea bersikap seolah olah tidak ada salah.


" Hansel dimana?" Lea baru sadar bahwa Putranya tidak ia temukan sosoknya sedari tadi.


" Sudah pergi ke sekolah dengan Eder," jawab Edward masih dengan rasa kesal.


' *Mengapa mendadak jadi begini sikapnya?masa ia dia marah hanya karena aku mengucapkan bawaahannya, Tuan!' Batin Lea keheranan.


' Mengapa aku merasa tidak suka jika Lea mengucapkan nama Pria lain di hadapanku?' batin Edward*.

__ADS_1


" Ayo," Edward merangkul pinggang Lea membawanya melangkah keluar setelah setelah selesai sarapan.


" Kamu akan mengantarku ke tempat kerjaku?"tanya Lea berbinar bahagia, membayangkan bagaimana indahnya akan memulai pekerjaan baru.


" Tentu saja sayang," Edward semakin merangkul pinggang Lea lalu masuk kedalam mobil.


" Tuan,, emm maksudku Sekretaris Eder dimana? bukankah dia yang seharusnya menyetir?" tutur Lea dengan ragu, ka hampir saja salah berucap lagi.


Edward yang sedang menyetir, melirik Lea dengan tajam." Apa begitu pedulinya kamu dengan Eder?" imbuhnya dengan sinis.


' Lah, salah sangka lagi kan! mengapa dia begitu posesif sekali?' batin Lea.


" Sayang,,, aku bukan peduli hanya saja tidak biasanya kamu yang menyetir, bukan?" gombalan Lea berhasil membuat Edward merasa terbang di awang awang.


Rasa kesalnya seolah olah lenyap seketika dan tergantikan dengan bayangan ucapan Lea barusan.


" Kamu bilang apa tadi sayang?" imbuhnya berharap ad pengulangan kata lagi.


" Tidak ada!"Lea pun mendadak jadi salah tingkah sendiri dengan perkataannya terlebih Edward yang menjadi mengurangi kecepatan laju mobil.


" Katakan!" desak Edward tetap berharap namun Lea menggeleng dan terus menolak.


" Baiklah,jika tidak ada pengulangan maka,,,,"


" Cup,," satu kecupan mendarat di bibir Lea yang sontak membuatnya terkaget dan semakin merona malu.


" Bagaimana? masih tidak ingin mengulangi?" Edward semakin mendekatkan dirinya pada Lea seolah olah akan mengulangi perbuatannya lagi.


" Apanya?" Lea menyembunyikan wajahnya di balik tangannya.


" Tidak perlu menutupi wajah mu sayang," goda Edward lagi.


" Aku tidak mau, cepat setir kembali mobilnya," pindah Lea tetap dalam posisinya.


" No! kamu ulangi tidak perkataaan kamu tadi, atau,,,," Edward hendak turun dengan acaman akan melakukan perbuatannya tadi di pinggir jalan agar semua orang melihatnya.


"Berhenti! baiklah, baik," ucap Lea sebelum Edward benar benar turun dari mobil.


" Katakan," Edward sudah tak sabaran lagi.


" Sayang,," ucapan dengan pelan penuh rasa merona.


" Oh my God, kamu pintar juga dalam berucap sayang." Puji Edward lalu,,, cupp


lagi dan lagi Lea harus jatuh kedalam perangkap Edward, selalu saja dia yang kalah.

__ADS_1


' Oh Tuhan,,, mengapa aku tidak bisa menolak perlakuannya? aaaaa....' batin Lea meronta ronta.


____


Mobil berhenti di depan Perusahaan yang sangat besar sekali,Lea terburu buru untuk segera turun dari mobil sehingga Edward tidak sempat membukakan pintu untuknya.


"Apa aku akan bekerja disini?" ucap Lea dengan rasa kagum yang mendalam.


" Hmm,,," sikap Edward mendadak berubah menjadi arogan. Namun Lea tidak mempedulikan itu dan tetap menatap kagum Perusahaan besar itu. Tetapi ketika ia mengedarkan pandangannya menatap sampai ke atas Ia membaca sesuatu yang tertera di Perusahaan itu dengan bertuliskan E.SCIRTH GRUOP


Mata Lea membulat sempurna, ia melirik Edward yang terlihat santai dengan kedua tanganya di masukkan ke saku celana. Ia baru teringat apa yang di katakan Edward lain hari bahwa ia pemilik Perusahaan terbesar di kota New York.


" Jadi ini adalah,,,," belum sempat Lea menyelesaikan kata katanya Edward hanya mengangguk lalu melangkah. Lea masih tidak percaya bahkan ia belum melangkahkan kakinya.


" Masih ingin berdiri disitu?" ucap Edward di sela langkahnya.


"Untuk apa membawaku kesini? bukankah kamu akan memberikan pekerjaan baru untukku?" seru Lea dengan lirih.


Edward jadi terpuruk seketika mendengar perkataan Lea. Bukannya ia tidak ingin bersikap manis pada Lea hanya saja untuk saat ini masih belum waktunya.


Untungnya Eder segera menghampiri mereka dan langsung mengambil ahli dengan berbisik kepada Lea.


" Nona, anda akan bekerja disini. Jika ingin mengetahui semuanya lebih detail maka lebih baik ikuti saja Tuan Edward dari belakang, dan satu hal Nona, jangan berkenalan dengan karyawan manapun secara individu." Bisikan Eder terdengar begitu memaksa sekali di telinga Lea. Namun ia tetap tidak terganggu meski sedikit risih akhirnya Lea menurut dan ikut melangkah di belakang Edward.


Sangat tidak di sangka ketika ia memasuki Perusahaan itu, untuk pertama kalinya merasakan dan melihat tempat sebesar itu. Dan paling mengherankannya banyak para karyawan dari lantai bawah sampai lantai atas memberi salam kepada Edward dan juga dirinya namun sayang tidak ada seorang pun yang menatap Lea karena mereka semua menunduk sampai mereka melewati semua karyawan itu.


' Ini sangat aneh! hay semua aku hanya lah orang biasa dan berasa tidak nyaman dalam keadaan seperti ini. Seolah olah aku adalah seorang ratu saja, jika aku memang akan bekerja disini, lalu dimana aku di tempatkan? sudah sampai naik lift untuk lantai paling atas namun tak kunjung di beritahu.' Batin Lea.


Sampai di lantai paling atas ia mengikuti Edward memasuki satu ruangan yang sangat besar.


Edward langsung duduk di kursi singgahsana nya dengan memainkan jarinya seolah olah memanggil Lea untuk mendekat padanya.


"Apa pekerjaanku?" tanya Lea yang sudah tak sabaran lagi.


" ASISTEN PRIBADIKU!"


"WHAT?!"


____


Author dah Up banyak kata ya dalam satu bab ini dan gak janji bakal Up satu eps lagi:(


**LIKE KOMEN DAN VOTE ^^


SALAM**^^

__ADS_1


__ADS_2