Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
KISAH INI


__ADS_3

... "Cinta itu buta. Ya, buta! Tidak memandang kamu itu siapa, karena cinta akan menunjukkan jalannya sendiri."...


HAPPY READING 🤍


**


Srttt


Rem mobil yang diinjek lantas memberhentikan mobil hitam saat ini dikendarai oleh Eder. Pria itu telah berhasil ditujuan, dimana tepat kini berada di pekarangan rumah besar nan mewah milik seorang Edward Scrith.


Eder yang hendak turun untuk membuka pintu mobil untuk Elena, mengurungkan niatnya saat gadis itu sudah turun lebih dulu bahkan tanpa mengucapkan sepatah katapun keluar dari mulutnya.


Menyaksikan hal demikian, tentu membuatnya tak tinggal diam, dia ikut keluar dari dalam mobil, berupaya menggapai Elena yang sudah mulai melangkah masuk kedalam rumah.


"Ele," ucapnya setelah kini tangganya berhasil menyentuh lembut lengan wanita tersebut.


"Iya kak?" balas Elena. Gadis itu bahkan masih tersenyum dengan sangat manis, sekalipun demikian, matanya masih tetap terlihat memerah karena menangis tadi itu.


"Maafkan aku," ucapnya lagi. Jujur, dia benar-benar merasa sangat bersalah akan hal tadi, dan ia benar-benar tidak bisa seperti ini. Sekalipun ia yang meminta Elena untuk melupakannya, namun ia malah merasa ia sendiri yang kewalahan untuk mengalahkan egonya sendirinya.


Elena mengangkat wajahnya sambil tersenyum tipis. Kemudian menggeleng pelan. "Untuk apa minta maaf? Aku bahkan sudah memaafkanmu jauh sebelum perihal tadi. Memaafkan dirimu yang selalu mengejekku sebagai gadis kecil yang belum tahu tentang cinta dan sebagainya. Toh, semuanya juga bakal tetap sama. Ele ga bakal bisa benci kakak, apalagi sampai melupakan kakak hehe," ungkapnya dengan tulus.


Ya, demikianlah kalimat lembut yang telah gadis itu lontarnya dengan senyuman manisnya. Sejujurnya,ia masih sedikit merasakan sakit jika mengingat perkataan Eder tadi itu. Namun sebisa mungkin ia tepis itu, karena hatinya menolak untuk melupakan Pria ini. Ah, katakan saja bahwa ia benar-benar sudah jatuh sangat dalam dalam pesona seorang Eder.


"Soal perkataanku tadi, aku memang mengungkapkan apa yang mengganjal hatiku selama ini padamu. Beri aku waktu untuk memikirkan semua ini kembali," balas Eder lirih. Netranya menangkap lekat wajah cantik yang selalu muncul dipikirannya setiap malam.


Elena mengangguk paham. "Iya, aku paham maksud kakak. Aku tetap disini, tetap disini sebagai Elena yang kamu kenal dan terus menantimu kak," ujarnya tulus.


Memberikan waktu pada Pria itu bukankan lebih baik? Toh, ia sendiri juga berharap agar kisah mereka menjadi lebih baik lagi.


"Terimakasih."


"Hemm." Elena mengangguk. "Kakak ga mau masuk dulu?" tawarnya. Pasalnya Eder juga biasanya akan masuk lebih dulu ke dalam sebelum kembali ke apartemen.


"Tidak. Besok saja. Saya juga sudah memberitahu Tuan Edward barusan," balas Eder dengan lembut.


Elena kembali mengangguk paham. Toh, besok juga mereka akan bertemu, tidak apa jika untuk hari ini Prianya tidak singgah lebih dulu. "Hem baiklah. Kalau begitu Kaka pulang dan hati-hati dijalan," tuturnya dengan tulus.


"Iya Ele. Saya pulang dulu." Eder yang hendak kembali masuk kedalam mobil, mendadak terhenti karena panggilan dari Elena.


"Kak!"

__ADS_1


"Why?" Eder membalikkan tubuhnya tepat menatap kearah Elena.


"Take care babyy!"


Setelah mengatakan itu, Elena berlari terbirit-birit masuk ke dalam rumah tanpa melihat ke belakang lagi.


Sial! Eder dibuat salting saat ini juga. Demi apapun, dia sendiri tidak tahu mengapa jantungnya malah mendadak berdetak lebih cepat. "Shittt!dia mulai nakal!" batinnya menyeringai.


Bahkan hanya dengan hal kecil demikian saja ia sudah di buat salah tingkah dengan perbuatan gadis kecil itu. Lantas, bagaimana jika nanti keduanya benar-benar akan menjalin hubungan? Dapatkah terbayangkan bagaimana si kaku dan si bawel bersatu?


***


MALAM HARI


Malam yang indah dengan angin malam yang berhembus kencang, bersamaan dengan itu setitik demi setitik mulai membasahi bumi.


Dinginnya malam kali ini benar-benar berhasil membuat banyak penduduk bumi lebih memilih untuk tidur saja, sebab cuaca yang seperti ini sangatlah mendukung posisi tidur seseorang bukan?


Namun tidak dengan kedua insan yang saat ini tengah berada didalam sebuah kamar. Ya, didalam kamar dengan nuasana berwarna biru dan banyaknya buku-buku diatas meja belajar.


HANSEL.N


Ya, disanalah. Didalam kamar itulah saat ini dua insan yang tengah terjaga memperhatikan seorang anak laki-laki yang mulai terlelap dalam tidurnya.


Hansel. Ya, anak kecil itu kini telah terlelap setelah sedari tadi merengek minta ditemani tidur oleh kedua orangtuanya. Siapa lagi kalau bukan Lea dan juga Edward yang telah berada disisi kiri kanan Hansel. Demi putra mereka, keduanya hanya bisa pasrah. Pasalnya tadi Hansel juga meminta hanya sampai anak itu tertidur pulas saja. Setelahnya, mereka berdua sudah boleh keluar dari sana.


"Sayang," panggil Edward. Alih-alih kepada Lea yang berada disisi kiri Hansel, dia mencoba memberikan isyarat pada wanitanya itu untuk segera turun dari ranjang. Supaya mereka dapat kembali ke kamar


Lea yang seakan paham maksud dari Edward, lantas beranjak turun pelan-pelan dari ranjang. Setelah dirinya turun, Edward pun demikian, ikut turun juga dengan hati-hati agar tidak sampai membangunkan sang Putra.


Keduanya pun perlahan melangkah keluar dari dalam kamar, menutup pintu kamar dengan sangat hati-hati.


"Huff!" Lea membuang nafasnya dengan kasar. Pasalnya mereka sudah seperti pencuri di malam hari saja, mengendap ngendap agar tidak ketahuan. Demikian bukan?


Namun Edward hanya tersenyum tipis saja melihat mimik wajah wanitanya yang kini mulai tampak tenang setelah kembali ke kasur. Ya, ke dalam kamarnya.


Disinilah, didalam satu kamar itu, terdapat dua insan yang kini berbaring diatas ranjang sambil memandangi langit-langit kamar. Tanpa ada yang membuka suara ataupun melakukan pergerakan.


Lea sendiripun sudah mulai mengantuk, berulang kali ia menguap, seolah mencoba untuk memejamkan matanya. Namun apa yang terjadi? Tentu saja tidak semudah itu.


Edward bahkan dengan tiba-tiba menarik pinggangnya, membawa dirinya kini terhimpit sangat dekat sekali tubuh kekar Pria itu.

__ADS_1


Lea lagi-lagi diam membisu, tubuhnya mendadak kaku seketika, sesaat setelah perlakuan Edward sekarang ini. Sementara itu, jantungnya pun ikut berdebar dengan sangat kencang saat perlahan Pria itu kembali mendekatkan wajahnya tepat sangat dekat dengannya. Hingga kini dahi mereka pun bertemu, dengan deru nafas yang dapat keduanya rasakan.


Edward menyeringai dengan senyuman miring menatap wanitanya dengan sangat lekat.


"Sayang," panggilnya dengan suara serak.


Gleg!


Menelan salivanya dengan sangat kasar, Lea hanya mampu menjawab melalui anggukan kepalanya.


"You are mine!" ucap Edward dengan lembut. Tatapan yang penuh cinta dan ketulusan dapat ia lihat terpancar dari wajah Pria yang kini bersamanya.


"I-iya! Aku milikmu!" balasnya dengan gagap. Hanya itu lagi yang bisa ia katakan, bagaimana mungkin ia bisa membantah bukan? Toh, ia sendiripun sudah jatuh dalam pesona seorang Edward.


Senyuman kini terbit diwajah tampan itu. Edward kembali menyeringai dengan mantapnya dan kemudian,-


"Cup!"


Kini ia meraup bibir merah merona yang sedari tadi membuatnya tidak nyaman dengan posisi mereka saat ini.


Lea masih diam, tidak membalas ataupun menolak, membiarkan Pria itu melakukannya. Sementara Edward masih melakukan aksinya seolah memberi isyarat padanya untuk membalas aksi mereka itu.


Iapun ikut serta dalam hal gila yang dilakukan oleh Edward. Memperdalam ciu*an mereka sampai,-


"Sayang."


"Sayang."


Untuk panggilan kedua kalinya Edward ucapkan, namun dia tak juga mendapatkan balasan dari sosok yang ia maksud. Seakan sadar bahwa tidak ada balasan juga, ia terkesiap saat melihat bahwa Lea malah tertidur begitu saja.


"Arghhh!" Edward frustasi saat itu juga bersamaan dengan has*at yang tidak tuntas terselesaikan.


"Ckk! Haruskah kembali berakhir disana?" decaknya dengan penuh kekesalan.


*****


Hayoloh, siapa yang tadi udah wanti² bakal ada adegan nya?😍tidak semudah itu forguso wkwk, kita siksa Edward dulu ga ya? Hehehe


Yuk kasih like komen dan vote ygy😍


SEUUU

__ADS_1


__ADS_2