Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
PELEPASAN KERINDUAN


__ADS_3

ESOKNYA,,,,


Pagi kembali hadir menyapa hangat semua penduduk bumi, terutama Lea yang terbangun karena merasakan hangatnya mentari yang masuk melalui celah jendela kamar. Ya, dia tidur seorang dikamar, sedangkan Edward tidur bersama Hansel. Lantaran mereka yang memikirkan Elena yang masih menginap dirumah itu, merasa segan jika sampai mereka satu kamar. Padahal ingin rasanya kedua insan itu melepas rindu, namun itu di urungkan oleh mereka, bahkan saat Anyer dan Evans dirumah itu pun mereka pisah kamar karena merasa tidak sopan jika sampai mereka sekamar.


"Huf, selamat pagi dunia," ucapnya sembari meregangkan otot ototnya yang terasa kaku karena tertidur. Dengan langkah santai menghadapi hari baru, melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk segera mandi.


Sementara dikamar lain, tampak Edward terbangun bersamaan juga dengan Putranya itu yang membuka mata. "Morning Dad," ucap Hansel dengan senyum ceria.


Edward yang mengucek matanya menatap sosok Putranya itu. "Morning too Boy" balasnya tersenyum kecil. Ia segera turun dari ranjang,


"Daddy ke kamar Mommy dulu ya, mau mandi," ucapnya lagi, langsung dibalas anggukan oleh Hansel. Ia tahu itu, tidak mungkin Daddy-nya itu mandi di kamarnya sementara ia juga ingin mandi.

__ADS_1


Melangkah sampai memasuki kamarnya wanita yang ia sayang, "ceklek," baru saja ia membuka pintu pemandangan indah ia dapati, sosok wanita cantik baru saja keluar dari kamar mandi hanya dibalutkan oleh handuk putih sampai batas paha, siapa lagi kalau buka Lea yang juga keheranan saat melihat Edward yang kini telah berdiri didepan sofa.


'Pemandangan apa lagi ini? Setelah hampir dua Minggu tak melepas rindu dan memeluknya, rasanya semakin timbul gejolak bodoh ini. Tahan Edwrad!tahan!' Batin Edward merasa goyah seketika akan pemandangan indah itu.


Sedangkan Lea lantas langsung melangkah memasuki ruang ganti pakaian sampai selesai mengenakan style biasanya. Kemudian keluar, namun tak mendapati sosok Edward lagi disitu, ia dapat dengar percikan air didalam kamar mandi, sepertinya dia didalam sana. Dengan nafas lega, Lea duduk di kursi depan meja rias, memandangi dirinya dan segera mengenakan make up tipis. Beberapa menit kemudian Carlos keluar dari kamar mandi telah mengenakan style jasnya, sepertinya dia akan ke Kantor hari ini. Bagaimana pun ia harus melihat keadaan Perusahaannya itu, karena ia tahu pasti banyak yang harus ia urus disana. Meskipun sudah ada Uli yang akan berkerja sebagai orang kepercayaannya. Wajah datar itu, tubuh tinggi tegap benar benar selalu membuatnya kagum setiap kali melihat Edward. Hatinya sudah ia tetapkan bahwa memang Edward seoranglah yang ia cintai dan sayangi, ia tersenyum menatap sosok Edward yang melangkah mendekat kearahnya.


"Darling, setelah hampir dua Minggu tak bertemu denganmu rasanya, aku begitu rindu sekali," ucap Edward kembali dengan dirinya yang selalu mengucapkan kata kata lebay itu.


Namun itu tak berlangsung lama karena mimik wajahnya berubah seketika tampak muram. Hal itu membuat Edwrad jadi heran. "Mengapa Darling?" Tanyanya.


"Mengapa saat kamu pergi waktu itu, tak ada membalas pesan dan telfonku, bahkan tak memberi kabar selain satu pesan saja."Seru Lea sedikit manyun. Lantas pikiran Edward langsung tertuju akan semua yang ia lakukan tak diketahui oleh Lea, ia tak mungkin bodoh mengatakan yang sebenarnya, tapi jangan katakan dia Edward jika ia tak punya banyak cara maut lainnya untuk menghindari pertanyaan itu. "Ayolah Darling, untuk apa mengungkit itu lagi? Saat itu aku memiliki banyak urusan besar dengan para investor z apa kamu mencurigaiku? Hanya kamu seorang wanita yang ada dalam hatiku. Aku minta maaf jika membuatmu kecewa saat itu, tapi percayalah hanya kamu akan aku cinta dan sayangi," lantas akan jawaban itu Lea tak bisa apa lagi. Lagi pula ia tidak ingin mengungkit itu lagi karena baginya Edward kembali lagi dan meminta maaf, itu yang ia butuhkan. Tak menginginkan hal apapun sehingga menjadi timbulnya problema dalam hubungan mereka berdua.

__ADS_1


"Tapi lain kali kuharap jangan lupa memberi kabar, aku khawatir sekali bahkan Hansel pun saat itu rindu sekali padamu," seru Lea mengerucutkan bibirnya ke depan. Hal itu semakin membuat Edwrad gemas, "darling, tempo hari itu adalah aku yang salah. Aku berjanji akan memberimu kabar," balasnya sehingga Lea tersenyum manis.


Ia tatap wanita cantik itu yang kini telah berdiri merapikan dasinya yang kurang rapi, tak dapat ia tahan lagi, gejolak itu seketika.


"Mphh," ia kulim bibit merah itu dengan lembut. Lea balas juga semampu yang ia bisa, ia rasakan kelembutan dari perlakuan Edward padanya sungguh membuatnya terbuai. Permainan mereka semakin panas, hingga Edward berhasil membawanya sampai terbaring diranjang namun tak menghentikan aksinya dengan lembut. Ia beralih ke telinga Lea, mengigit kecil sehingga menimbulkan sensasi baru. Namun Lea tahan suaranya supaya tak keluar. Ia sepertinya tampak pasrah jika pun Edward melakukan hal lebih, bahkan ia tampak hanyut seketika. Namun tak sampai itu terjadi tiba tiba,,


"DADDY! MOMMY!_


__________


Hayy pembaca setia😌

__ADS_1


SALAM^^


__ADS_2