Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Mengapa Kehadiranku Tidak Bisa Menebus Luka Luka Mu?


__ADS_3

"WHAT??"


Kedua bola mata Lea membulat sempurna hampir keluar. Pertanyaan sekaligus keinginan Hansel seolah olah sebuah sambaran mematikan baginya.


Eder yang sedari tadi berdiam diri tak bergeming hanya menjadi saksi bisu akan semuanya.Merasa kurang nyaman akhirnya ia memilih untuk keluar saja dari kamar Lea, cukup menunggu sebuah berita terbaru dari sang bos.


" Kalau Daddy juga berharap seperti itu Hans, hanya saja Mommy mu yang tidak ingin akur dengan Daddy padahal Daddy udah banyak mengalah dan lebih perhatian padanya tapi tetap saja sama cuek dan dingin. Permintaan Hans itu juga sebuah doa Daddy yang sempat Daddy selipkan, tapi bagaimana jadinya sebuah keakuran jika hanya satu insan saja yang berjuang sedangkan yang satunya menolak, apakah akan membuahkan hasil yang baik? Daddy rasa tidak." Tutur Edward dengan lirih, ia harap rencananya dengan Hansel kali ini memang mampu untuk meluluhkan Lea, ya seenggaknya ada jalan baru yang terbuka.


Ungkapan Edward barusan Lea cerna dengan bijak, dalam hati ia sangat ingin mengiyakan permintaan Hansel, baginya apapun maunya Hansel pasti akan ia wujudkan. Tapi mengapa untuk permintaan kali ini lidahnya seakan keluh tuk berucap, setiap mengingat kejadian malam itu, rasa benci nya mungkin lebih besar. Sehingga otaknya dan kemauannya tidak senada dengan semuanya yang akan ia berikan.


" Mommy, apa Mommy sudah dengar? Daddy sudah berjuang supaya Mommy mau menerima Daddy. Tapi mengapa Mommy masih tidak bisa menerima Daddy? apakah berat jika mengiyakan dan mencoba membuka hati yang baru? Daddy juga udah baik ke Hans dan Mommy. Bahkan saat Mommy kecelakaan waktu itu, Daddy yang urus segalanya. Lalu apa balasannya untuk Daddy?" Ungkapan Hansel sangat menyungguhkan perasaan terdalam Lea.


Ingin membuka hati, tapi mengapa bayangan masa lalu yang kelam itu lebih menghantui dari pada seribu perjuangan? jujur, seandainya ia bisa pasti sudah ia usahakan namun berat untuk itu.


" Maafin Mommy Hans, mungkin untuk saat ini Mommy belum bisa menjawab. Tolong mengertilah perasaan Mommy, Hans bisa keluar supaya Mommy bisa tenangin diri dulu," kata Lea dengan lirih.

__ADS_1


Menyuruh keluar bukan berarti menolak, setidaknya sudah memberi penjelasan maka akan lebih baik.


" Hans keluar Mom,," senyuman kecil penuh harap kemudian melangkah keluar.


Tapi berbeda dengan satu insan lainnya yaitu Edward.


" Kamu kan yang asal nyelonong masuk ke kamar ku?" bentak Lea dengan mata berkaca kaca menatap Edward.


Bentakan Lea bukanlah suatu masalah bagi Edward, namun tetap saja ia tidak suka akan ucapan Lea. " Aku memang sengaja masuk ke kamarmu supaya kamu tahu bahwa aku sungguh sungguh untuk menebus semua kesalahan yang pernah ku perbuat lima tahun yang silam. Apa itu salah? lima tahun aku juga terpuruk di bantuin perasaan bersalah dengan seorang gadis virgin yang aku nodai tapi ternyata itu kau. Apa ada yang salah jika aku kembali untuk bertangung jawab ha? mengapa kehadiranku tidak bisa menembus luka luka mu? apa begitu besarnya rasa dendam dan bencimu daripada perasaan simpatimu?" ungkapan demi ungkapan telah Edward layangkan begitu saja. Jujur, ia memang terlihat tegar namun setegar apapun seorang lelaki pasti ada titik terlemahnya. Wanita bisa saja asal tidak mengerti perasaan lelaki tapi apakah mereka tahu titik terlemah seorang lelaki? semuanya orang itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Dan saat ini, Edward memang sangat membutuhkan kehadiran seseorang untuk saling melengkapi bukan hanya untuk melengkapi seorang saja.


" Aku tidak bisa mengerti perasaan ku, jadi ku mohon tolong keluar apakah semua ini bisa di benahi atau tidak. Pintu masih terbuka, keluarlah," hanya kata itu yang dapat Lea ucapkan dengan mengusir secara halus.


Edward mengangguk, entah perjuangannya akan sia sia atau Lea yang tidak menghargai setetes perjuangannya.


Tanpa membuka suara lagi, Edward melangkah keluar dari kamar Lea dengan langkah panjang.

__ADS_1


Lea menatap punggung Edward yang sudah menjauh lalu melangkah untuk mengunci pintu kamar.


_____


Andai aku ***bisa mendapatkan perjuangan mu Edward😭😭


NB: WKWKWK 😂***


*like komen dan vote


Mampir yuk di karya author sebelah


" Early Marriage "


" Kisah cinta Aurora "

__ADS_1


SALAM*^^


__ADS_2