Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Apa Hans Boleh Minta Satu Permintaan?


__ADS_3

"MOMMY!!!!DADDY!!!!"


Pekikan keras melengking memenuhi kamar, dua insan yang sedang berpelukan itu terperanjak kaget bukan kepalang. Kesadaran Lea langsung sadar sepenuhnya, mengedarkan pandangannya, betapa terkejutnya ia saat melihat Hansel yang sudah melototkan matanya, ia baru sadar bahwa ia tengah memeluk Edward dan lebih tidak masuk akalnya lagi bisa bisa Edward juga berada di kasurnya.


" Hansel,,,," kedua nya terperanjak dengan kasar langsung berdiri.


Lea sangat gemetaran sekali, pikirannya sudah melayang layang ke hal hal yang aneh aneh, sementara satu insan lainnya yaitu Edward bersikap seolah olah tidak ada masalah sedikit pun.


Ada rasa bahagia pada diri Hansel ketika menyaksikan pemandangan barusan, ia berpikir bahwa itu adalah awal yang baik untuk hubungan kedekatan antara Daddy dan Mommy ny. Namun Hansel lebih bijak dari kancil, ia akan mengucapkan kata yang berbeda dari isi hatinya.


"Mengapa Mommy dan Daddy tidak mengunci pintu jika sedang tidur berdua? mata suci Hans jadi ternodai akan pemandangan barusan," tutur Hansel berdecak kesal.


Lea menggeleng, apakah dia begitu bodoh tidak mengunci pintu jika tidur? padahal seingatnya ia telah mengunci pintu kamar, tapi mengapa bisa tidak terkunci? dan lebih parah nya Edward juga bisa ikut tidur bersamanya. Bukankah itu sebuah kebetulan yang sangat aneh atau memang sebuah rencana. " Hans,, tadi itu Mommy udah kunci pintunya, tapi,,, tapi Mommy juga gak ngerti kenapa bisa gak kekunci. Jadi Hans jangan salah artikan ya,," mendekat melangkah, lalu berjongkok di depan Hansel.


Edward yang sedari tadi bersikap santai, kini berahli dengan memberi kode pada Eder, karena ia terlalu jauh untuk memberikan kode pada Hansel.


Eder mengedipkan matanya pada Hansel untuk memberitahu maksud dan tujuan.


Setelah mendapatkan kode itu, Hansel menepuk jidatnya seraya menggeleng gelengkan kepala nya.


' Astaga,,, ternyata ulahnya Daddy, Hans pikir memang atas unsur dari Daddy dan Mommy, lah ternyata rencana toh. Tapi gak masalah, Hans bakal buat Daddy dan Mommy lebih akur dan dekat lagi, dan sekarang mumpung Mommy merasa bersalah Hans harus manfaat kan waktu ini. Maafin Hans ya Mom, kali ini aja Hans jadi jahat sedikit gak salah kan Mom, hehehhe,,,' Batin Hansel.


" Hanss,,kamu dengar Mommy kan?" kata Lea yang masih merasa kurang nyaman sebelum Hansel menjawab.


" Gak tau deh Mom, tapi tetap aja ini namanya gambaran yang gak baik buat anak usia lima tahun seperti Hans. Mommy seakan buat gambaran yang buruk untuk Hansel, bukankah Mommy sendiri yang bilang kalau masuk kamar itu di kunci, jangan ceroboh. Tapi ini, Mommy sendiri yang melanggar, apa Hans berhak marah?" tutur Hansel dengan begitu bijaknya memanfatkan suasana.

__ADS_1


' Uhh,, anakku memang ketularan bijaknya dari ku, itu baru namanya Putra Daddy dan terlebih bibit Scirth. Ini sangat menyenangkan, ternyata otaknya penerus keluarga Scrith lebih pintar dari yang di bayangkan.' Batin Edward.


' Elehh,,, Hans kamu begitu pintar sekali. Mommy,Hans minta maaf ya! kali ini aja kok, kalau Hans ingkar lagi Hans bakal janji lagi heheh. Semoga dengan ini Mommy mau lebih dekat lagi dengan Daddy. Hans,,, keluarkan otak pintar mu,' Batin Hansel.


' Sejak kapan anak kecil lima tahun bisa sebijak itu? memang tidak dapat di ragukan bibit keluarga Scrith.' Batin Eder.


Eder sudah tahu maksud dari semuanya ini, menengadah menatap kepada Edward. Sedangkan yang di tatap bersikap santai tanpa rasa bersalah.


" Maafin Mommy Hans, Mommy,,, Mommy juga gak tahu kenapa bisa gak kekunci. Mommy minta maaf kalau memang kejadian tadi jadi gambaran yang gak baik buat Hans, Mommy memang salah, tapi Hans mau kan maafin Mommy?" Ungkap Lea dengan lirih.


Baginya sebuah hal yang tidak baik bagi Hansel akan menjadi sebuah kedukaan baginya.


" Lalu bagaimana ceritanya Daddy dan Mommy bisa seperti tadi di atas kasur?" pertanyaan konyol yang begitu lucu bagi Edward dan Eder. Tawa mereka hampir saja lepas, untungnya masih ada ruang tuk menahan.


Lea terkesiap, bagaimana ia menjawab? sementara ia juga belum mengerti maksud dari semua ini.


' Aku juga masih tidak mengerti semua ini, rasanya begitu cepat terjadi, aku tertidur dan saat bangun sudah di posisi memeluk si brengsek itu. Bagaimana caranya dia masuk? aku bahkan sampai mengunci kamar pakai gembok biar gak kebuka, bagaimana caranya bisa kebuka?' Batin Lea.


Pasti Daddy, itu yang kini dalam benak Hansel dengan menebak sekali pasti itulah kebenaran nya.


" Hans akan maafin Mommy, tapi dengan satu syarat," kata Hansel tiba tiba.


Syarat? bukankah itu sebuah malapetaka bagi Lea, setiap ada syarat pasti selalu ia yang terjerumus.


" Apa itu? asal Hans mau maafin Mommy, maka apapun syaratnya Mommy akan ikuti," tantang Lea demi semuanya kembali normal.

__ADS_1


" Sudahlah, Hans merasa menjadi seorang anak yang durhaka karena seperti memaksakan Mommy,," sebuah ucapan yang membuat Edward, Eder dan Lea keheranan. Tadinya Hansel ngotot tapi kenapa malah mundur dan berasa aneh.


" Maksud Hans apa?" Tanya Lea kebingungan.


" Hans udah maafin Mommy, Mommy juga gak salah, Hans aja yang asal nimbrung masuk ke kamar Mommy. Jadi Mommy tidak perlu mengikuti ucapan Hans," ucapan terlirih yang pernah Hansel ucapkan bagi Lea.


' Apa lagi rencanamu Hans? selangkah lagi semuanya akan selesai, tapi mengapa jadi begini?' Batin Edward.


" Apa maksudnya Hansel?" Tanya Lea lagi.


" Apa Hans boleh minta satu permintaan?" pertanyaan yang Hansel lontarkan bagi Lea secara melirik Edward juga.


" Apa itu?"Lea beranjak berdiri.


" Daddy, apa Hans boleh minta satu permintaan?" Tanya Hansel juga berahli pada Edward.


" Dengan senang hati Hans," balas Edward seraya melangkah mendekat pada Hansel dan Lea.


" Bisakah Mommy dan Daddy akur dan lebih dekat lagi, demi Hans?"


" WHAT??"


_________


LIKE KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


SALM^^


__ADS_2