Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Informasi Terbaru


__ADS_3

Di tempat lain, yaitu di sebuah apartement seorang Pria bertubuh kekar tengah duduk di sofa dengan memandang focus kearah laptopnya. Di gelapnya malam tepat pukul 20.00, Eder masih terus focus mengotak atik laptopnya seolah olah sedang mencari sesuatu dari dalam sana.


" Drtt,,,,drt,,," bunyi ponselnya membuyarkan sesaat ahli focus nya.


" Hmm,," dengan membuat speaker yang keras lalu meletakkan ponsel nya di meja.


" Tuan, yang anda mau telah kami dapatkan," suara dari seberang sana yang tak lain ada orang suruhan.


" Katakan," aura wajah Eder tampak berubah. Entah apa yang sebenarnya ia inginkan, seakan ia memang terlihat sangat marah dan menyusun sesuatu.


" Dia adalah penerus keluarga Gao, Keluarga yang mempunyai bisnis menyeluapkan barang dari Negara lain. Sepertinya dia memang mempunyai niatan lain dengan mencoba datang ke New York untuk dapat melanjutkan ambisinya. Tampak nya Keluarga Gao memang sudah menyusun strategi untuk mengambil keberuntungan dari Perusahaan Scirth. Dengan cara memakai nama Perusahaan lain agar dapar menjalin kerja sama dengan E.Scirth Group. Dia berasal dari dua bersaudara, dia adalah anak bungsu namun untuk saudara nya yang sulung itu kami tidak bisa melacaknya karena memang tidak ada tanda tanda yang dapat kami jadikan senjata. Tetapi akhir akhir ini dia tampak sering mengawasi bahkan mendekati Nona Elena saat di luar kampus. Untuk sementara hanya itu saja yang masih dapat kami beritahu," penjelasan yang cukup memuaskan dari prang suruhannya.


" Tetap lakukan penyelidikan, berbagi lah dalam beberapa team agar sebagian ada yang terus mengawasi Keluarga Gao dan apa yang telah mereka susun. Dan untuk DIA! tetap kalian awasi setiap gerak gerik nya. Ingat, jangan sampai kehilangan sedikit pun apa yang ia lakukan. Untuk Nona Elena, kalian lebih memperhatikan kemana pun dia melangkah karena untuk saat ini saya dan Tuan Edward masih begitu sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk terus berada di sisinya . Lalu mengenai Putra sulung Keluarga Gao itu, mungkin dia memang sulit kalian lacak karena selama saya mengenal Gino, dia tidak pernah mengatakan mengenai saudara nya. Tetaplah lakukan apa yang telah saya tetapkan sebelumnya," tegas Eder lalu mematikan sambungan telfon.


" Kurang ajar!beraninya dia mendekati Elena! aku tidak akan membiarkan Pria brengsek sepertinya mendekati Elena. GINO PRIA BRENGSEK!" Eder mengepal tangan penuh emosi. Dadanya naik turun, wajahnya tampak merah padam mencoba menahan amarah.


Ternyata setelah pertemuan ia dan Gino di waktu itu, Eder langsung bertindak. Beberapa setelah pertemuan mereka di Resto waktu itu, Gino memang tidak pernah menganggu Elena atau menunjukakn wujudnya di hadapannya secara langsung. Namun ternyata itu hanyalah rekayasanya, beberapa hari ini ternyata ia telah menjalankan niat busuknya. Eder tahu betul bahwa Gino memang begitu tertarik pada Elena, dan sampai saat ini Eder belum bisa tenang sebelum semuanya ter urus dengan beres. Terlebih Gino tenyata berasal dari Keluarga Gao, Keluarga yang begitu berambisi dengan cara licik. Tetapi selalu lolos dari pelacakan para polisi yang bagi Eder begitu bodoh sekali.


" Ternyata Gino termasuk dalam mata mata, berani mengincar E.Scirth Group? awas saja! tetapi Perusahaan mana yang mereka pakai untuk itu? besok semua informasi ini harus segera tersampaikan kepada Tuan Edward. Begitu banyak Perusahaan dari berbagai Negara yang meminta kerja sama, dan pasti sudah ada salah satu dari semua nama Perusahaan itu. Aku harus lebih mencermati semua pengajuan kerja sama," gumam Eder yang berhasil menahan amarah nya.


Ia kembali berkutat dengan laptopnya memeriksa semua email yang masuk dimana banyak pengajuan kerja sama yang di kirim.


" Jika aku memeriksa satu persatu tidak akan memberikan titik terang selain mengacak semua permintaan ini dan mana pengajuan yang sedikit janggal," otak jeniusnya Eder memang begitu hebat sekali. Ia semakin focus bahkan sampai lupa waktu membaca dan mencermati semua nya dengan teliti.


Tersimpuh ada tiga nama Perusahaan yang memberikan proposal dengan suatu keinginan yang sangat aneh dan begitu janggal bagi Eder, tidak seperti pengajuan kerja sama Perusahaan lain pada umumnya. Sampai pukul 23.40 Wib Eder masih tetap berkutat tanpa memandang lelah padahal seharian ini ia tampak begitu lelah. Namun rasa peduli nya begitu besar untuk semua nya.Karena ia memang sudah berjanji akan mengabdikan diri menjadi pengabdi yang sejati bagi semua Keluarga Scirth seperti janji Papa nya yaitu Erdo.


" Disini ada tiga Perusahaan yang menurutku kurang memuaskan dalam memberi penjelasan. Mungkin kah dari antara yang tiga ini? harus segera di selidiki." Eder kembali mengambil ponsel nya tampak menelfon orang suruhan lainnya.

__ADS_1


" Selidiki Perusahan Xx, Xx,Xx, jangan sampai kehilangan sedikit pun penjelasan detail Perusahaan itu." Eder berucap penuh penekanan.


" Baik Tuan,"


" Tut!"


Sekuat apapun ia menahan rasa kantuknya, rasa lelah telah menderanya. Eder pun menyudahi aktivitasnya dengan menutup laptop lalu merebahkan diri di ranjang. Sebelum ia memejamkan mata, Eder masih sempat mengingat bayangan Elena seolah olah Elena memang berada di langit langit kamar nya.


" Elena, seperti apapun sikap manja dan jeles mu tetap tidak mengurangi rasa keinginanku untuk menjadi pelindungmu meski aku berada dalam situasi CINTA DALAM DIAM," lirih Eder.


Memang begitu besarnya rasa sayang Eder pada Elena, namun ia selalu merasa belum bis memantaskan diri kelak menjadi pendamping seorang Elena Putri satu satunya EVANS SCRITH.


" Sekalipun nyawaku adalah taruhan nya, aku siap menjadi benteng untuk melindungimu Elena. Akhir akhir ini aku berasa ada sesuatu yang hilang karena aku lebih menyibukkan diri ke Perusahaan." Gumam nya lagi dengan tatapan hampa. Di dalam kelengahan nya akhirnya ia berhasil memejamkan mata untuk memasuki alam mimpi.


_____


Esoknya....


" Kelak aku pasti bisa seperti Daddy! seorang Pria yang mengabdi dan berkuasa," tekad seorang Hansel memandangi dirinya di depan cermin.


Ia menggedong tas nya lalu menuruni tangga, dan sepertinya Lea dan Edward memang sudah berada di meja makan.


" Morning Dad,,, Mom,,," sapa Hansel tampak ceria menghadapi hari baru kembali.


" Morning Boy,,,"


" Morning Hans,,"

__ADS_1


Hansel segera mengambil tempat duduk di samping Lea sambil memberikan senyuman bahagia.


"Ayo kita sarapan," ucap Edward lalu mereka bertiga pun segera melahap makanan yang telah terhidang.


" Hari ini Hans akan diantar sama Pak supir ok!" kata Edward di tengah aksi makan mereka.


" Sokey Dad," Hansel mengacungkan jari jempolnya sambil tersenyum.


"My Queen, hari ini kamu tidak perlu ikut ke Kantor," seru Edward pada Lea.


" Mengapa?" heran Lea. Bukankah ia memang harus ikut ke Kantor karena bertugas menjadi Asisten pribadi panda besar itu? pikir Lea.


" Aku berpikir merasa tidak ingin terlalu merepotkanmu sayang, maka di rumah saja,"


" Baiklah!" Lea juga merasa lebih baik begitu dan tidak perlu repot repot lagi.


" Tetapi di rumah laun lagi ceritanya," tambah Edward dengan berbisik pada Lea.


Lea hanya bisa terdiam tidak bergeming lagi, pikiran aneh telah melayang layang.


Hansel yang menyaksikan perbincangan keduanya merasa bahagia karena melihat bahwa Daddy dan Mommy nya semakin harmonis saja.


' Semoga lebib harmonis lagi,' batin Hansel.


____


AKAHKAN ADA ACTION TERBARU? Apakah Elena akan menjadi aktor sasaran pertama Gino?^^ tetap setia ya. Plis votenya jangn pelit. Kasih rate bintang lima ok.

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM^^


__ADS_2