Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Air mata


__ADS_3

Malam hari....


Di tempat lain, seorang Mama muda tengah duduk termenung di atas ranjang nya, sejak janji palsu yang Edward berikan padanya bahkan sampai detik ini tak ada kabar sedikit pun. Serasa ada yang hilang begitu saja dalam dunianya saat ini, ditambah lagi Hansel semakin dingin dan sering bertanya mengenai Edward, kadang membuatnya sering menangis dalam sepi di dalam kamar. Air matanya terus tumpah saat ini, tatapan hampa tiada yang terisi dalam pikirannya selain Edward, ia akui mungkin ia sudah jatuh hati kepada sosok Pria yang dulunya ia benci dan sekarang sudah ia jerumuskan ke dalam hatinya. Katakan saja jika ia memiliki ego, tetapi pada kenyataannya saat ini tidak begitu! ingin rasanya ia berteriak kencang kencang dan terbang saja ke angkasa. Namun keinginan hanya keinginan semata yang tak dapat ia gapai. Hening dan sunyi, ia benar benar merasa semuanya kembali kosong seperti semula.


"Tanpa kabar? tanpa kepastian? pergi begitu saja? sudah seminggu ini tak kembali apa dia begitu egois dan jahat? beraninya membuatku jatuh kepadanya tetapi kembali membuatnya lelah saat ku mencoba menerima kehadirannya. Apa aku yang salah atau dia yang begitu jahat? hiks hiks, sudah berulang kali di telfon tetap tak ada jawaban. Sebenarnya dia kemana?tolong jangan membuat ku kembali kepada masa dulu, aku tak ingin salah dalam membuka hatiku." Ungkapan disertai isak tangis yang tak habis habisnya sejak tadi, bahkan matanya sampai tampak merah akibat terus menangis.


Sedangkan Hansel yang kian hari semakin dingin, mungkin ia juga berpikir bahwa Daddy-nya telah melupakan mereka.Meskipun ia berpikir dewasa, tetapi seorang anak kecil masih tetap butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya. Apalagi ia yang merasa telah dibohongi oleh Edward, selain bisa diam karena ia tak bisa apa apa karena ia hanya seorang anak yang tak tahu urusan kedua orang tuanya.


Lea terus menyeka kasar air matanya yang terus mengalir mewakili perasaan hatinya saat ini. Mungkin benar kata banyak orang, dalam proses kehidupan manusia tidak selamanya berada dipuncak dalam kesenangan dan kebahagiaan. Ada kalanya akan berada di dasar roda kehidupan dengan kesulitan dan kesedihan. Wajar? tentu saja karena pastinya semua orang merasakan itu, seperti keadaannya saat ini

__ADS_1


Terkadang banyak yang mengeluh saat perasaan sedih itu hadir, namun semua lupa bahwa itu adalah caranya Tuhan supaya mereka tahu caranya untuk selalu bersyukur karena itulah jalan hidup yang adil. Mungkin saja dari kesedihan adalah titik awal untuk bangkit kembali, tetapi bagi Lea saat ini seakan tiada lagi jalan untuk kembali bangkit dengan air mata dan kelelahan dalam sedih saat ini.


Ia menangis bukan berarti cengeng, tetapi itu adalah suatu jawaban dari semua jawaban


saat ia mengatakan bahwa ia kuat namun pada hakekatnya ia begitu rapuh saat ini.


"Lea, kecewamu saat ini adalah karena mu sendiri, sangat mirip dengan bangkrutnya jiwa karena lelah dalam dusta yang terjadi dan dalam ekspetasi dan harapan yang hancur,"


Memilih untuk menenangkan jiwanya yang serasa ambruk, akhirnya mencoba berbaring dan memejamkan matanya karena lelahnya begitu dalam.

__ADS_1


"Kukira saat melihatmu waktu pergi itu adalah hal yang berat, tetapi mengetahui sampai saat ini kamu tak kembali kurasa adalah hal terberat," lirihnya saat dirinya tak mampu apa apa lagi kemudian mencoba masuk ke alam mimpi yang indah.


_______


Yoo tetap dibaca ok:) karena author udah icip icip waktu loh nulisnya, meskipun part pendek tetap ya kasih semangat;(


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM^^

__ADS_1


__ADS_2