Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Pertanyaan Konyol Hansel


__ADS_3

Edward dan Lea menapaki tangga menuju kamar, kedua tampak lelah apalagi Edward. Sesampainya di dalam kamar, Lea melemparkan dirinya di atas ranjang. Rasa gerah telah membuntuti dirinya, sementara Edward masih setia berdiri menatap Lea.


" Oh my Queen, apa kamu lupa pekerjaan mu?bukan kah kamu harus mengurus diriku?" ucap Edward tanpa melepas jas nya bahkan dasi sekalipun masih tetap melekat.


Menghela nafas panjang dengan beranjak turun, Lea segera mengambil ahli melepas dasi Edward. " Mengapa kamu begitu manja sekali Bear?" imbuhnya sedikit jengah.


" My Queen, aku memang harus bermanja denganmu, apa kamu keberatan?" balas Edward dengan enteng.


Lea memutar bola matanya dengan malas seraya melepas jas yang Edward kenakan. " Tidak! hanya saja kamu begitu menyebalkan!"Cletuk nya.


Di saar Lea hendak membuka kancing baju kemeja putih yang Edward kenakan, tiba tiba satu tangan Edward menarik pingang nya. Sontak tatapan mereka bertemu dan saat itu juga Edward langsung mengambil kesempatan.


" Cupp," hanya kecupan saja yang mendarat di bibir Lea.


Belum sempat Lea mengucapkan kata kata, Edward lagi lagi melakukan hal yang sama.


"Cupp"


" Cupp"


"Cupp"


Selalu saja Edward punya akal untuk membuat Lea tidak bisa apa apa selain pasrah saja, Edward begitu pintar memanfaatkan situasi.


"Menyebalkan!"Lea memukul kesal dada Edward hendak melangkah memasuki kamar mandi namun tangan kekar Edward menahannya. Tiba tiba saat itu juga Lea kehilangan keseimbangan tubuh, dan,,,


" bugh,," Lea tergeletak di ranjang sementara Edward ikut juga terjatuh dan malah menimpah tubuh Lea karena Lea yang malah menarik tangannya.


Tatapan keduanya bertemu, sungguh seperti drama saja yang saat ini terjadi diantara keduanya. Lea menelan salivanya dengan kasar saat mendapati dada bidang Edward yang sempat terpampang karena kancing baju yang beberapa terbuka. Seakan mengunggah keinginan dirinya, sementara Edward pikiran liciknya tidak pernah kehabisan akal. Memanfaatkan situasi, Edward langsung melahap sesuatu yang sangat ia sukai.


" Mphhh,,," aksi Edward berhasil membuat Lea terbuai dengan sekujur tubuh yang gemetaran dan dengan kedua tangannya yang ia kalungkan di leher Edward. Tidak sampai disitu, tangan Edward menyelinap masuk ke punggung Lea dengan mengelus lembut yang semakin membuat tubuh Lea gemetaran dengan hebat.


" Mphh,," aksi mereka masih berlanjut semakin memperdalam ciumannya, namun,,,,


" Daddy!!! Mommy!!!" suara meleking di sertai ketika dari luar pintu membuyarkan aksi mereka berdua.

__ADS_1


Untung nya akal sehat Lea masih bekerja, dengan segera ia beranjak memasuki kamar mandi.Edward berdengus kesal dan dengan membuka pintu kamar.


" Daddy,,," Hansel masuk kedalam dan memeluk Edward.


Rasa kesal Edward memang ada, namun untuk sesaat saja karena ia juga menyayangi Putra nya itu.


" Hans, ada apa boy?" tanya Edward setelah melepas pelukan mereka.


" Hans sudah lapar Dad, dari tadi Hans nungguin Daddy dan Mommy di meja makan tapi gak turun juga. Makanya Hans ketuk pintu dan berteriak," tutur Hansel. Sedari tadi ia memang telah menunggu di meja makan berharap kedua orang tuanya segera turun tapi tak kunjung kelihatan padahal rasa lapar Hansel sudah mendera sehingga ia pun nekad.


"Ouh,,, iya iya, Daddy dan Mommy bakal turun boy makan malam bersama Hans. Hanya saja Mommy belum selesai mandi makanya Daddy dan Mommy belum turun," jelas Edward apa adanya. Mereka bahkan sampai melupakan Hansel yang sampai satu hari ini tidak mereka lihat.


" Mengapa Daddy dan Mommy tidak mandi barengan saja Dad? bukankah akan lebih cepat dan tidak memakan waktu yang lama?" perkataan polos Hansel ingin membuat Edward terbang saja. Tidak menyangka bahwa Putra nya itu begitu bijak sekali, namun apalah daya, mungkin jika mandi bersama akan lebih dari yang di luar dugaan.


" Em,,, tadi itu,, em,,,,kata Mommy dia gak mau mandi bareng Daddy, makanya Daddy mengalah saja." Jawab Edward kewalahan sendiri.


" Begitu kah Dad? apa Hans bisa bertanya sesuatu hal?" ucap Hansel.


Edward menautkan kedua alis nya bingung akan pertanyaan apa yang akan Hansel ungakapkan.


"Mengapa Daddy dan Mommy tidak memberi Hans adik? apakah perut Mommy belum ada berisi adik, Dad?" pertanyaan Hansel yang selama ini ingin sekali ia tanyakan secara langsung pada Edward. Seolah olah ia memang ingin sekali cepat dewasa.


' Astaga!dasar anak kecil otak ngeres, mengapa bibit yang ini begitu menyebalkan? mungkin aku harus bertanya pada Mommy bagaimana dulu sikap ku ketika masih berusia lima tahun. Jika memang percis seperti bibit yang ini, maka aku harus tanya sendiri bagaimana solusinya ke Mommy,' batin Edward.


Mendadak ia jadi ingin mengetahui masa kecilnya tepat seusia Hansel sekarang ini. Apakah dia memang sangat menjengkelkan atau bagaimana.


" Dad, mengapa diam?" tanya Hansel lagi.


" Em,,, Hans sudah lapar kan? lebih baik Hans tunggu saja di meja makan ya, tunggu Daddy dan Mommy," dengan intonasi begitu lembut Edward berkata sehingg Hansel menurut saja dan melangkah keluar.


Setelah Hansel keluar barulah Edward kembali bernafas legah.


" Kutu kampret!bagaimana bisa punya adik jika di produksi saja belum,"celetuk Edward sendiri berdecak kesal.


Tanpa ia sadari ternyata sedari tadi Lea telah mendegar perbincangan Edward dan Hansel. Ia sendiri tidak bisa bayangkan jika Hansel yang bertanya secara langsung padanya.

__ADS_1


Dengan pelan pelan Lea pun melangkah menghampiri Edward, ia sudah mengenakan piayama tidur.


" Hmm,," bersikap biasa saja Lea duduk di kursi meja rias sambil mengeringkan rambutnya.


"My Queen,,, kamu begitu harum sekali," ucap Edward dengan senyum miring karena mencium bau wangi rambut Lea karena shampoo yang Lea gunakan memang dari kalangan atas.


" Cepatlah mandi, aku menunggu di bawah!" Lea langsung berucap sebelum Edward nekad kembali.


" Ck!" berdecak kesal dengan membuka kancing kemejanya lalu memasuki kamar mandi.


" Selamat!" Lea yang baru saja selesai mengeringkan rambutnya akhirnya bisa menghela nafas legah. Lain kali ia memang harus lebih waspada dan jangan sampai kebablasan, apalagi dirinya dan Edward belum lah terikat dalam tali pernikahan sehingga harus lebih berpikir sehat lagi.


Lea melangkah turun ke bawah menuju meja makan dimana Hansel yang tampak bosan menunggu.


" Hans,," seru Lea seraya mendaratkan bokong nya di kursi.


" Mommy mengapa lama sekali?" lirih Hansel.


" Sorry ya Hans, ya sudah kalau Hans memang sangat lapar sekali maka kita langsung makan saja ok," seru Lea yang mengerti keluhan Hansel. Ia sendiri merasa bersalah pada dirinya, Hansel masih termasuk butuh kasih sayang dan perhatian ya meskipun Hansel memang terlihat seperti sudah dewasa namun tetap saja membutuhkan bimbingan yang lebih keras.


" Tapi bagaimana dengan Daddy?" tanya Hansel yang begitu peduli pada keduanya.


" Daddy masih mandi, jadi gak masalah kalau kita makan lebih dulu ok," ucap Lea.


Hansel pun setuju dan ikut makan bersama dengan Lea walaupun Edward belum turun.


_____


KEMBALI LAGI YA AUTHOR?😅KASIHAN BAT DAH UDH DI BUAT DOWN☺SORRY READERS.


Akhir2 ini Author memang agak Down karena pembaca yang mendadak turun😥makanya author jadi kegini😐kalian yang punya teman kasih ke teman kalian donk biar mereka baca juga cerita ini☺setidaknya menambah rate dan popularitas Edward dan Lea.


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM ^^

__ADS_1


__ADS_2