
"Ele,,," Gino berlari kecil mendekati Elena yang baru saja sampai di Kampus.
Elena menoleh ke asal suara dimana Gino melangkah menghampirinya. " Ada apa?" imbuhnya.
" Kamu ada jam kuliah hari ini?" tanya Gino dengan sopan.
Elena tampak berpikir sejenak, sedikit aneh dengan pertanyaan Gino. " Em,,, hari ini memang pasti ada tapi kayaknya pagi ini kosong karena gak ada jam kuliah. Mungkin siang baru masuk jam kuliah," jelas Elena tampak rasa curiga.
" Lalu mengapa datang pagi ini?" tanya Gino lagi.
"Em,,, gak masalah sih daripada bosan di apartement makanya ke kampus aja sambil ngobrol dengan teman sampai nunggu jam kuliah masuk," tutur Elena.
Senyuman miring terlukis di wajah Gino karena ia telah memiliki kesempatan untuk mengajak Elena pagi ini juga. " Emm,, bagaimana jika kita pergi jalan gitu ke cafe kopi dekat sini sambil ngobrol sebelum jam kuliah kamu masuk. Gimana? kamu mau gak? kalau gak mau juga gak masalah," tawar Gino sedikit lepas supaya tidak kelihatan ada suatu rencana.
Elena berpikir sejenak, ia juga memang sering bosan menunggu dan merasa tidak masalah jika menerima tawaran Gino karena tidak terlihat ada niat lagi.
Gino tersenyum tampak begitu tulus seolah olah bermuka dua. Elena pun mengangguk setuju mengiyakan.
" Makasih Ele, kalau gitu kita langsung pergi ya," Gino tampak bahagia sekali tanpa sengaja ia hendak menggandeng tangan Elena namun Elena langsung menjaga jaraknya.
" Sorry sorry, aku tidak bermaksud seperi itu, kita pakai mobil aku saja ok," tawar Gino seraya membuka pintu mobilnya.
Elena menurut saja ikut masuk kedalam mobil Gino. Dengan kecepatan sedang Gino menyetir mobil sampai berhenti dicafe kopi terdekat.
" Kamu mau pesan apa?" tanya Gino begitu lembut.
"Jus apel saja," seru Elena.
" Baiklah," Gino memesan minuman yang sama seperti yang Elena pintahkan. Tidak berapa lama pesanan mereka telah tiba sehingga mereka menikmati bersamaan.
" Ele,," seru Gino yang akan melontarkan pertanyaan.
Elena menengadah sambil mengangguk. " Hmm,"
" Apa kamu dengan Kakak mu Edward begitu dekat?" pertanyaan Gino langsung Elena iyakan.
" Benar, memang nya kenapa?" balas Elena.
__ADS_1
" Tidak mengapa, hanya saja aku jarang melihat mengantarmu ke Kampus," seru Gino.
" Kak Edward memang jarang antar Ele ke Kampus karena urusannya di kantor sangat banyak. Ele juga gak mau nyusahi Kak Edward karena Ele bisa ke Kampus sendirian," jelas Elena tanpa rasa keberatan.
" Oh ya?saya juga kagum kepada Kakak mu yang begitu hebat memiliki Perusahaan yang besar di New York. Kami juga satu kampus sewaktu kuliah dulu, dan kamu tahu itu kan?"
Elena mengangguk karena itulah kebenarannya sehingga dari pertemuan mereka saat itu makanya sampai sekarang Gino mengenalnya. Elena memang tidak begitu tahu dengan jelas hubungan baik atau buruknya antara Edward dan Gino terlebih dengan Eder. Ia sendiri jadi kebingungan, Eder bilang jangan dekat dengan Gino namun Gino bersikap baik dan seadanya pada dirinya sehingga Elena jadi kebingungan sendiri.
" Apa kamu pernah ke Kantor nya?" tanya Gino lagi.
" Sering, tapi akhir akhir ini jarang karena Ele sibuk di Kampus dan juga gak mau ganggu Kak Edward di Kantor yang banyak urusan," jelas Elena tiada risau.
" Banyak urusan? wah terlihat sekali dia adalah orang yang pesimis ya. Semakin hari Perusahaannya semakin meningkat dan pasti nya banyak yang mengajukan kerja sama dengan dia, bukan?"
"Kalau soal itu mungkin memang benar soal nya setiap Ele ke Kantor nya Kak Edward selalu tampak sibuk memeriksa banyak proposal gitu,"
" Em,,, apakah dia begitu teliti memeriksa Proposal?" pertanyaan Gino kali ini begitu janggal bagi Elena. Pastinya semua orang yang memiliki Perusahaan pasti akan memeriksa dengan teliti proposal tersebut bukan? tapi pertanyaan Gino kali ini begitu risih baginya.
" Mengapa bertanya seperti itu? pastinya memang harus begitu karena tidak ada Perusahaan yang ingin rugi karena asal menyetujui proposal tersebut." Elena menatap lekat kepada Gino seakan mencari sesuatu yang tersembunyi.
" Em,,, lupakan saja! apa kamu pernah dengar Perusahaan lain yang bermain main dengan milik Kakak mu?" tutur Gino lebih hati hati.
" Aku kurang tahu kalau soal itu, ya intinya Kak Edward gak akan setujui kerja sama dengan asal asalan karena dia orang yang teliti." Elena menaikkan sedikit intonasi bicaranya.
" Ouh,,, begitu ya,," Gino mencoba mencairkan kembali suasana supaya Elena lebih tenang lagi.
" Apa,,," saat Gino hendak berucap tiba tiba ponsel Elena berdering.
" Haloo,,," ~Elena.
" Ele kamu dimana? kayaknya kita buat percobaan praktek dulu sebelum siang nanti langsung kita tampilkan. Kamu bisa kan ke Kampus sekarang juga?" teman satu kuliahnya yang menelfon Elena.
" Ouh,,, gitu ya! ok ok, aku langsung ke kampus ya, tungguin, byee,,"
" Byee,"
" Tut "
__ADS_1
" Em,, aku harus segera ke Kampus sekarang juga. Bye,,," Elena langsung beranjak meninggalkan Gino.
" Tapi,,," belum selesai Gino berucap lagi lagi harus gagal.
" Aargg!! sial! gagal lagi, padahal sedikit lagi aku bertanya pasti lebih detail mendapatkan semuanya. Meskipun harus berakhir dengan kemarahan Elena setidaknya sudah mendapat sedikit informasi," gumam Gino dengan senyuman jahat.
_____
" Tuan, Gino bertanya tentang anda pada Nona Elena," lagi lagi laporan dari orang suruhan Edward memberikan laporan padanya.
" Lalu apakah Elena banyak bercerita tentang saya?" Edward jadi sedikit cemas karena ia tahu Elena bukan type gadis yang suka berbohong apalagi Gino yang bersikap sok tulus di depannya supaya Elena menurut.
" Dia bertanya mengenai E.Scirth Group apalagi tentang proposal kerja sama sepertinya ada rencana terselubung darinya." Jelas orang nya.
Edward semakin penuh dengan amarah, apalagi setelah tahu bahwa situasi saat ini memang lebih menguntungkan bagi Gino yang mengandalkan kepolosan Elena. Elena yang begitu baik jika seseorang bersikap baik dan manis padanya.
" Dia memanfaatkan adikku? begitu nekad sekali ternyata dia!" Giginya ia gertakkan menahan amarah.
"Tetapi Nona Elena langsung pergi karena menerima telfon dari teman nya,"
" Sepertinya Gino memang memiliki rencana terselubung yang tidak keluarga Gao ketahui. Dan terlebih Gino juga tidak tahu rencana tersendiri Keluarga nya. Buakan kah ini begitu menyenangkan?" Edward mendapatkan pegangan terbaru.
" Benar Tuan! seolah olah mereka hanya menginginkan keuntungan tersendiri meski telah satu Keluarga," balas Eder.
" Permainan ini begitu rumit namun menyenangkan,"
" Kami permisi Tuan," orang orang nya pun menunduk kemudian beranjak pergi.
" Semakin menyenangkan,apakah para harimau ku yang akan makan enak atau timah panas yang siap menghancurkan?mereka bisa tinggal pilih saat waktunya tiba," gumam Edward.
' Kamu begitu hebat dalam mengelabui Elena, Gino! awas saja sampai berbuat nekad padanya!' Batin Eder.
____
Mana like? kasih kupon vote lah dan hadiah lalu masukkan daftar FAV biar gk ketinggalan UP TERBARUš
SALAM ^^
__ADS_1