Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Sangat tidak di sangka


__ADS_3

"Silahkan Nyonya," seorang pelayan perempuan membukakan pintu salah satu kamar di lantai atas kepada Lea.


" Makasih Mbak," ucap Lea dengan sopan. Ia melangkah masuk kedalam kamar tersebut, betapa indahnya kamar itu dengan nuansa berwarna putih bersih dan begitu besar sekali. Jika dalam artian besar kamar itu seakan sebesar setengah rumah mereka dulu.


" Ini semua seperti mimpi,"gumam Lea dengan mata berbinar. Ia tak menyangka ternyata ia bisa merasakan tempat senyaman itu dan sangat di luar dugaan nya.


"Berasa lelah juga ternyata," gumam Lea. Ia memutuskan untuk segera mandi saja karena hari juga sudah malam.


Seusainya Lea mandi, ia kembali terheran heran saat membuka lemari pakaian tampak begitu banyak sekali model pakaian dari piyama tidur, style dress, baju kaos, celana pendek sampai panjang bahkan sampai bagian dalam pun sudah tersedia disitu. Sungguh Lea terkejut bukan main,begitu banyak sekali model pakaian di lemari bahkan sampai model helss tertinggi dari kaca sekalipun sudah ada disitu. Seolah olah dirinya seperti tuan Putri Cinderela saja yang tersedia bahkan sampai membuat ia kebingungan memilih untuk memakai yang mana. Memakai piyama tidur saja Lea sangat jarang karena hanya memiliki dalam hitungan jari saja, tetapi sekarang bahkan seperti jualan pakaian saja. Namun satu yang membuat ia semakin sulit untuk memilih piyama tidur karena semuanya rata rata terbuka, tipis alias tembus pandang dan banyak lagi modelnya.


" Mengapa seperti ini semua?seperti kurang bahan saja," umpat Lea berdecak kesal. Ia sudah kedinginan namun masih mengenakan bagian dalam saja, tidak ada yang sesuai seleranya.


" Apa memang seperti ini semua model piayama yang orang kalangan atas miliki?jika itu benar berarti aku kurang pantas untuk itu," lagi lagi ia merasa insecure dan minder sendiri.


Namun kembali tergiang akan perkataan Edward tadi,kamu pantas untuk menerima itu. Mengingat perkataan itu kembali membuat Lea untuk bersyukur dan mencoba. Memberanikan diri agar terbiasa akhirnya ia memilih mengenakan piyama tidur berwarna biru karena sedikit gelap. Ia juga mengenakan tank top supaya tidak kelihatan sekali, memang sedikit terbuka terlebih di bagian dada. Untungnya tadi itu sebelum ia di antar ke kamar mereka sudah makan malam sehingga tidak terlalu umbar untuk di lihat yang lain dan juga ia memilih untuk tidak keluar kamar lagi.

__ADS_1


" Dia akan pulang kemari atau bagaimana ya?" gumam Lea yang teringat pada Edward.


Tadi setelah makan malam bersama, Edward dan Eder pergi dengan alasan ada urusan namun tidak ada mengatakan bahwa mereka akan kembali juga sehingga Lea sedikit ada rada rada cemas.


" Sudahlah, mau pulang kemari juga terserah, gak pulang juga gak masalah. Aku gak berhak ngatur ngatur dia," Lea mencoba untuk santai saja.


" Hans pasti sudah tidur," gumam Lea yang juga teringat pada sang Putra.


Ya, kamar Lea dan Hansel terpisah, dimana satu ruangan yang memisahkan. Kamar Lea paling pertama, dan yang di tengah seperti kamar kosong lalu paling ujung adalah kamar Hansel.


Sekitar pukul 20.35, Edward memasuki kamar Lea ternyata ia memiliki kunci cadangan khusus kamar Lea.


" Ceklek,,,," betapa indahnya pemandangan yang ia temukan, piyama tidur yang Lea pakai tertarik ke atas mungkin karena ia yang tidur tidak teratur.


" Oh My God,,,, pemandangan apa ini?" menelan salivanya dengan kasar menatap sekujur tubuh Lea dari atas hingga bawah.

__ADS_1


" Ckkk! Bodoh, jangan nekad Edward!" ia bergerutu berdecak kesal sendiri pada dirinya.


" Namun mencicipi untuk sekali tidak ada salahnya,"


" Cup,,,"


bukan mencicipi yang aneh aneh tetapi hanya memberikan kecupan selamat malam di kening Lea. Berasa tidak sanggup untuk tidur seranjang akhirnya Edward memutuskan untuk tidur di sofa saja.


" Good Night Lea,"


____


Aua😄😄😄bang Ed ada gk stoknya satu lagi😆😆


LIKE KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


SALAM^^


__ADS_2