Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Malam Penuh Darah


__ADS_3

Di suatu tempat, tepat nya di New York Harbor merujuk pada jalur air muara sungai di dekat mulut sungai Hudson yang berakhir di teluk New York, tampak beberapa orang Pria yang baru saja turun dari kapal. Mereka adalah Gao si Pria tua yang tak lain adalah Ayah Gino sendiri dan beberapa anak buah nya. Tampak nya mereka sudah menyusun rencana lebih dulu dari Gino, selama beberapa hari ini ternyata mereka berhasil menyelupkan barang dari berbagai Perusahaan lainnya. Dengan anak buah nya yang mengkemasi banyak peti barang barang haram yang mereka masukkan kedalam kapal.


" Sudah beres?" Gao yang tampak sedang berdiri memantau para anak buahnya tepatnya di dingin nya angin malam sekitar pukul 00.30,supaya tidak ketahuan pada pihak kepolisan apa yang mereka lakukan saat ini.


" Belum Tuan," balas para anak buahnya yang semakin cekatan mengkemasi semuanya.


Gao berdiri dengan kedua tangan di lipat di dadanya sambil melirik lirik jam di tangannya karena setelah semuanya selesai mereka akan segera melakukan trik selanjutnya dimana sasaran terakhir mereka adalah E.Scirth Group. Entah apalagi rencana yang telah mereka susun, bahkan Putranya sendiri yaitu Gino telah mereka kelabui bahkan tidak mengetahui akan hal ini.


Seolah olah mereka hanya menginginkan keuntungan tersendiri meskipun satu Keluarga.


" Setelah semua ini selesai maka giliran E.SCRITH GROUP, semuanya pasti akan beres secara permainan ini berlangsung tengah malam. Siapa yang akan mengetahui?lalu setelah aku berhasil mendapatkan seluruhnya maka aku akan menjadi orang kaya raya di Negaraku." Pikiran nya di penuhi dengan harta dan kekayaan yang melimpah limpah tanpa memikirkan anak nya sendiri.


" Beres Tuan," ucap anak buahnya melaporkan sehingga Gao semakin penuh dengan kemenangan.


" Kita langsung terjun ke misi selanjutnya,"titah Gao yang sudah tak sabaran lagi.


" Setengah dari kalian tetap tinggal disini menjaga barang barang ini lalu setengah nya lagi ikut dengan saya melanjutkan misi yang telah kita susun," seru Gao memerintahkan para anak buahnya. Ia tidak ingin kehilangan sedikit pun hasil dari semua nya itu. Para anak buah nya mengangguk mengerti dan langsung berbagi beberapa orang diantara mereka.


Sekitar sepuluh orang ikut dengan Gao menaiki dua mobil menuju tempat misi selanjutnya. Mobil mereka di hentikan di pinggiran jalan supaya lebih waspada lagi.


Dengan diam diam mereka turun bersamaan melirik ke kiri dan ke kanan, jalanan memang sudah sangat sepi sekali sehingga dengan pelan pelan mereka melangkah menyusup lebih dekat lagi ke satu toko Berlian yang sangat besar yang tak lain adalah milik E.SCRITH GROUP. Ternyata mereka telah menyeldiki lebih dulu sehingga dengan mudah nya akan melanjalankan rencana mereka untuk mengambil semua berlian, perak, bahkan permata yang ada di toko itu.


Namun, tak sampai itu terjadi bunyi ledakan api yang sangat besar mengangetkan mereka semua. Mereka mamalingkan wajah dan apa yang mereka dapati?


"DORRR!!" kedua mobil yang tadinya mereka gunakan telah meledak dengan api yang besar berasal dari pistol peluru api seseorang.


Dua mobil berhenti di di pinggiran jalan, dua orang Pria bertubuh kekar tengah melangkah dengan sigap.


" Siapa kalian?" Gao sama sekali tidak mengenali dua orang Pria itu karena wajah mereka di tutupi dengan kain hitam dan kaca mata hitam dan lebih menakutkannya lagi mereka mengenakan jubah dari kulit harimau.


"Perlu kalian tahu siapa saya?atau kita bekerja sama saja tanpa perlu banyak tanya?" suara dingin menyeramkan berasal dari Pria itu yang tak lain adalah Edward Scirth.


Ia telah mengetahui semua niat busuk Gao sejak siang tadi dari anak buahnya yang diam diam menyamar menjadi anak buah Gao. Bahkan penyedupan barang di Pelabuhan pun sudah ia ketahui. Ia sengaja tidak memperlihatkan dengan langsung wajahnya karena ia sudah menyusun trik terbaru.


" Apa maksud anda?" Gao mengernyit.

__ADS_1


"Tidak perlu basa basi!saya tahu anda menginginkan semua benda berharga di dalam toko itu bukan?saya dan anak buah saya juga memiliki tujuan yang sama dengan anda. Maka dari itu bagaimana jika kita kerja sama dengan berbagi keuntungan?tidak banyak untuk saya cukup empat persen saja itu sudah sangat banyak. Bagaimana?setuju?" tawar Edward dengan begitu santai.


Gao sedikit berpikir sejenak karena jika di pikir pikir yang di ucapkan Pria memang benar daripada mereka melaporkan pada pihak polisi? sehingga Gao langsung mengiyakan.


" Bagus!saya suka jawaban anda," Edward tersenyum puas karena trik awalnya telah berhasil menjebak Gao tanpa terburu buru.


" Tapi tunggu dulu, mengapa anda meledakkan mobil kami? lalu bagaimana kami akan membawa benda berharga itu pulang nantinya?" Gao sedikit cerdik dan jadi curiga.


" Itu mudah, saya tinggalkan anak buah saya disini dan anda bisa bawa mobil ini untuk membawa barang barang itu. Tadi itu saya hanya ingin mencoba saja dan tidak tahunya mobil anda adalah sasarannya, bagaimana? masih ragu lagi?" balas Edward. Sesungguhnya Eder kurang mengerti akan rencana Edward kali ini yang tanpa memberitahu nya.


" Lalu, apakah anda yakin hanya butuh empat persen saja?" tanya Gao lagi.


" Saya hanya inginkan empat persen, dan saya rasa anda lebih baik masuk lebih dulu bersama para anak buah anda. Ambil seluruhnya dan berbagi empat persen nya dengan saya," perkataan Edward dengan sigap Gao di Pria tua bodoh itu lakukan. Hati yang dipenuhi keinginan harta dan Kekayaan lebih besar daripada rasa takutnya. Dengan bahagianya ia melangkah mengajak semua anak buahnya hendak memasuki toko besar itu, namun tak sampai memasuki, tiba tiba?


"TUAN!!!" pekikan anak buah Gao sontak membuat Gao mengelakkan peluru yang telah Edward lepaskan, namun tetap saja menembus lengan kanan nya.


" Argg!!!" rintihnya menahan perihnya timah panas yang telah tertancap di lengan nya.


" Apa maksud nya ini?" Gao menahan perih yang amat dalam. Para anak buahnya langsung mengambil pistol dari saku celana mereka begitu juga dengan para anak buah Edward.


Semuanya saling beradu tembak menembak, namun kekalahan tetap kekalahan jumlah anak buah Edward begitu banyak sehingga menjadikan mayat para anak buah Gao. Kini hanya tersisa Gao seorang yang berhasil bersembunyi di balik tembok rumah yang tidak di tempati.


" Bagaimana? apakah menyenangkan?" Edward mendekat pada Gao tampak ambruk sekali bahkan memegang pistol saja ia tidak ada tenaga lagi. Anak buah Edward membawa Gao mendekat padanya.


" Apa maksud anda?bukankah anda sendiri yang mengatakan ingin kerja sama dengan saya?" tanya Gao sehingga Edward berdecih.


" What? bekerja sama dengan anda? belum tahu siapa saya?" dengan mengepal amarah Edward melepas kaca mata dan kain yang menutupi wajahnya.


Mata Gao membulat sempurna setelah tahu Pria itu adalah Edward Scirth pemilik toko itu sendiri.


" Edward!" sekujur tubuh Gao semakin gemetaran dengan hebat.


" Kenal dengan saya?apa masih butuh penjelasan mengapa saya melakukan ini? atau anda ingin saya jawab lebih dulu?" tutur Edward seolah masih santai.


" Dasar Pria licik! awalnya saya sudah ada rasa curiga pada anda karena tiba tiba menawarkan kerja sama dan ternyata itu adalah KAU?!" Gao tetap tidak ingin merendah dan seperti ingin melawan Edward.

__ADS_1


" Licik?tidak kah sadar bahwa anda lebih licik? Pria tua bangka yang lebih licik dari seorang rubah demi kekayaan dan harta sampai rela memanfaatkan Putranya sendiri? menurutmu apakah Putramu akan memafkanmu jika tahu Ayah nya sendiri berhianat padanya? hem?bukankah anda lebih kotor? sudah bangka masih gila harta. ANDA SANGAT RENDAH!" Pengucapan Edward begitu merendahkan dan meresahkan bagi Gao.


" Lalu apa urusan nya dengan KAU?" Gao benar benar memancing amarah Edward.


" Kurang ajar!!!"


" EDER!!" Edward memberi isyarat dengan sigap Eder langsung menunjukkan klip video tepat di depan mata Gao.


Begitu miris nya, Gao terdiam seribu kata saat menyaksikan video dimana semua barang barang haram yang sudah ia bereskan tadi itu telah meledak hancur berkeping keping di pelabuhan.


Edward memang sudah memerintahkan anak buahnya sebelum mereka datang mengikuti Gao. Dan itulah yang terjadi, semua usaha Gao sia sia begitu saja tanpa ada hasil sedikit pun. Dan ia tahu pasti malam ini juga adalah saatnya ia akan habis.


" Dan sekarang giliranmu, semua anak buah mu telah hancur seperti barang barang haram mu itu. Kamu tinggal pilih dua step, yang pertama menghabiskan waktu di laut bersama para buaya? atau?"


" DORR!!!" tanpa menunggu jawbaan dari Gao, Edward langsung bertindak dan saat itu juga lahar panas menembus kepala Gao membuatnya jatuh tersungkur. Tak sampai disitu, Edward menancapkan satu peluru lagi tepat di dada Gao membuatnya bersimpah darah segar yang begitu banyak.


" Argg!!!" ia tidak dapat lagi bernafas saat peluru itu telah menancap di jantung nya. Ia benar benar tersungkur mati di jalanan itu.


" Bawa ia ke laut bersama para buaya yang sedang lapar dimalam hari," titah Edward pada anak buahnya.


" Baik!" menurut dan langsung melakukan seperti perintah Edward. Habis sudah, tubuhnya Pria tua bangka itu telah menjadi santapan nikmat bagi para buaya di laut.


Setelah itu, Edward pun tersenyum puas karena semuanya berhasil sesuai rencananya yang lebih bijak dari Pria tua bangka itu.


" Sangat menyenangkan!" gumam Edward tak kalah bahagia.


" Semuanya beres Tuan," balas Eder ikut merasa puas.


" Tak sampai disini Eder, masih ada seorang lagi," tutur Edward yang merujuk pada Gino yaitu Putra Gao.


" GINO!" Ucap mereka berdua bersamaan.


____


HUF:( AUTHOR MUNGKIN CUMA UP SATI BAB DOANK😭KARENA AUTHOR DAH MASUK KULIAH SAY😭 TETAP SETIA YA MESKI SATU BAB DOANK 🤗

__ADS_1


mana kupon vote dan hadiah nya?


SALAM^^


__ADS_2