Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Identitas ku


__ADS_3

Sampai jam 16.40 mereka naik Helikopter mengelilingi kota New York, namun belum seluruhnya mereka keliling tetapi sudah membahagiakan hati Lea dan Hansel. Senyuman bahagia dan kunjung lepas sedari tadi.


Eder mendaratkan Helikopter tersebut tepat di perkarangan rumah yang sangat luas. Lea jadi keheranan mengapa mereka didaratkan di perkarangan rumah mewah itu. Lea hendak melayangkan pertanyaan pada Edward namun belum sempat ia berucap Edward langsung menarik tangannya untuk turun. Begitu juga dengan Hansel ikut turun bersama Eder.


Setelah mereka ber empat turun, tampak dua orang suruhan mereka langsung mengambil ahli mengemudikan Helikopter itu.


Lea yang masih sangat keheranan sampai tidak memperhatikan Helikopter yang sudah terbang di udara.


" Sudah beres?" suara dingin Eder menancap kepada dua orang Pria bertubuh kekar yang menghadap kepada nya.


" Sudah Tuan," balas mereka dengan datar.


Eder memberikan kode kepada dua orang Pria itu untuk menghadap kepada Edward.


Lea semakin disunguhkan dengan suatu hal yang semakin di luar naluri nya, ketika dua orang Pria itu menghadap kepada mereka.


" Sayang,,, mulai hari ini kamu dan Hansel akan tinggal di rumah ini,,,dan,," ucapan Edward harus terpotong saat Lea malah berucap. " Tinggal disini? apa maksudmu? jangan bercanda denganku. Dari mana kamu memiliki uang sehingga bisa menyewa rumah semewah dan sebesar ini untuk ku dan Hansel. Jangan berbuat nekad," perkataan Lea membuat Edward tersenyum miring sambil mengusap lembut wajah Lea.


" Justru kamu sendiri yang membuat suatu lelucon sayang, siapa bilang aku menyewa rumah ini? ini asli sudah di beli lunas. Dan ku serahkan kepadamu dan Putra kita." Tutur Edward sedikit geli akan ucapan Lea tadi. Namun Lea masih belum percaya dengan menggeleng kepala. " Tidak!kamu yang membuat suatu lelucon. Aku tidak mau tinggal disini, aku tidak punya cukup uang untuk menyewa ini." Bantah Lea tetap tidak percaya. Mustahil dalam hatinya bahwa Edward sudah membeli lunas rumah semewah itu, tadi saat di Helikopter ia memang curiga mengapa bisa sampai ada Helikopter yang membawa mereka namun ia berpikir hanya sewaan saja. Namun untuk yang satu ini ia masih sangat meragukan Edward.


" Jika kamu masih belum percaya,,,," Edward melirik Eder lalu dengan sigap Eder langsung menyerahkan satu map kepada Lea.


" Apa ini?" tanya Lea keheranan.


" Baca saja," ucap Edward dengan santai.


Dengan penuh keraguan akhirnya Lea memberanikan diri untuk membuka map tersebut dan membaca semua yang tertera disitu. Benar saja, sudah di nyatakan bahwa pemilik rumah itu adalah EDWARD SCIRTH.

__ADS_1


Lea seakan sulit untuk menghirup udara disekitar nya, natanga membulat dengan sempurna seraya menatap Edward seakan berkata, apakah ini semua benar? Edward hanya tersenyum sambil mengangguk.


" Bagaimana? sudah percaya?" pertanyaan Edward tidak ada sahutannya dari Lea.


" Apa Hans dan Mommy akan tinggal disini Dad?"Hansel yang sedari tadi mengagumi rumah itu baru membuka suara dengan mata berbinar.


" Tentu saja Hans, apa Hans suka?" balas Edward.


" Tentu saja Dad!Hans suka sekali," Hansel langsung masuk kedalam dekapan Edward penuh rasa terima kasih.


" Sayang,,, mengapa diam saja?" Edward berahli berkata pada Lea yang kini terdiam namun matanya sudah berkaca kaca.


" Tolong jelaskan siapa kamu sebenarnya?" tanya Lea dengan getir.


" Edward, aku Edward Ayah dari Putra kita." Jawab Edward dengan asal.


" Berhenti bercanda!" perkataan Lea pun berhasil membuat Edward terdiam. Menarik nafas dalam dalam lalu berkata.


" Lalu mengapa kamu tidak mengungkapkan identitasmu sebelumnya?" ucap Lea dengan butiran bening yang telah jatuh membasahi pipinya.


Edward menjadi kelimpungan untuk menjawab pertanyaan Lea terlebih malah keheranan mengapa Lea menangis.


" Hey,,, my love mengapa menangis?" Edward merasa ada yang sakit saat mendapati butiran bening itu jatuh, dengan lembut ia menyeka air mata Lea.


" Apa aku layak menerima ini darimu?" ucap Lea dengan kegetiran yang mendalam.


Sebelum menjawab pertanyaan Lea, Edward memberi kode pada Eder agar membawa Hansel masuk lebih dulu.

__ADS_1


" Bahkan kamu lebih dari kata layak untuk menerima ini sayang, kamu dan Hansel memang pantas menerima ini. Apa rumah ini kurang besar? kurang mewah?" ucap Edward. Lea menggeleng dengan cepat entah dasar dari mana ia langsung masuk ke dalam dekapan Edward dengan air mata yang masih berjatuhan.


"Ini sudah lebih dari cukup, namun aku merasa tidak pantas untuk menerima ini," ucap Lea yang masih dalam dekapan Edward. Ia memang masih ada rasa gemetaran setiap dekat dengan Edward namun tidak separah waktu itu. Buktinya saat ini ia mampu di dalam dekapan Edward bahkan dengan insiatif nya sendiri.


" Kamu sangat pantas sayang," balas Edward. Untuk pertama kalinya hatinya serasa bahagia ini karena dimana Lea yang sudah lebih terbiasa dekat dengannya daripada saat pertama kalinya waktu itu.


Namun sela nyamannya kedua insan ini saling memeluk, Lea malah menjauhkan diri dari Edward yang sontak menjadi suatu kejanggalan bagi Edward.


" Ada apa sayang?" tanya Edward keheranan.


" Apa alasan kamu membeli rumah ini untukku dan Hansel?" pertanyaan Lea membuat Edward jadi aneh. Sedangkan Lea, ia berpikir Edward sengaja membeli rumah itu karena rasa kasihan padanya dan Hansel, jika itu benar maka ia tekad dalam hati akan pergi sejauh mungkin membawa Hansel dari Edward.


" Mengapa kamu diam? kamu membelinya karena rasa kasihan kan?" perkataan Lea seakan suatu tusukan menyakitkan bagi Edward.


" Mengapa kamu bicara seperti itu?" Edward kembali membawa Lea kedalam dekapan nya.


" Lepaskan, jawab dulu pertanyaanku!" Sejujurnya Lea merasa sangat nyaman di dalam dekapan Lea namun ia harus mendapatkan jawaban secara langsung dari Edward.


" Iya! iya! akan ku jawab, tapi tetaplah dalam dekapanku," ucap Lea lalu menarik nafas dalam dalam, ia sedikit menjuluki Lea di dalam hati dengan julukan wanita keras kepala.


" Aku membeli rumah itu untukmu dan Hansel karena aku ingin Putraku dan kamu hidup lebih layak, karena rasa sayangku pada kalian berdua. Apa jawabanku sudah cukup untuk meyakinkan mu?" tutur Edward. Mendengar perkataan Edward akhirnya Lea menghela nafas lega dan mengiyakan perkataan Edward. Ia semakin merasakan kenyamanan saat dengan Edward seolah olah benar benar sudah tidak ada kegetiran lagi. Begitu juga dengan Edward, ia menghujani banyak kecupan di kepala Lea dengan penuh kebahagiaan.


____


HEMM😅


Votenya mana :/

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM^^


__ADS_2