Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Perusahaan LU, akhir riwayat


__ADS_3

Di tempat lain, Elena dan Gino masih berada di Resto tampak baru selesai makan.


" Apa kamu sudah kenyang?"tanya Gino dengan lembut. Elena mengangguk sambil tersenyum.


"Berarti resmi kita telah berteman bukan?"seru Gino lagi.


" Iya,," balas Elena tanpa keraguan.


" Baiklah, apa kamu ingin ke tempat lain lagi?"ucap Gino namun Elena langsung menggeleng. " Tidak! aku akan segera kembali," tolak Elena dengan halus.


" Baiklah,apa ingin aku antar pulang?" tawar Gino lagi.


" Tadi aku bawa mobil jadi gak perlu repot repot," tolak Elena lalu beranjak berdiri.


Gino juga ikut beranjak dan mencengkram tangan Elena. Seakan risih akan perlakuan Gino, Elena mengibaskan tangannya sehingga Gino jadi canggung sendiri. " Sorry,, sorry,,, aku bukan bermaksud seperti itu, aku hanya ingin mengatakan,,, emmm terima kasih! terima kasih karena telah mau berteman dengan ku," seru Gino dengan gugup.


Elena mengangguk sambil tersenyum kecil. " Yes,,aku pulang dulu," Elena bergegas segera melangkah pergi meninggalkan Gino yang terus menatap punggung nya yang semakin menjauh.


" Aku begitu tertarik padamu Ele, tapi kali ini aku memang akan memanfaatkan situasi ini," gumam Gino.


_____


Malam telah tiba,bumj tampak gelap dan lebih gelapnya tempat yang saat ini Edward dan Eder berada. Bukan hanya mereka saja, namun dengan orang lainnya, saat ini Edward telah mengenakan sepatu bot besar dari kulit ular yang ia ciptakan sendiri dari perburuan para orang orangnya.


Ia tampak begitu menyeramkan sekali, dimana kini tiga orang Pria menatap ke arah langkah kasar yang tak lain dari Edward dan Eder. Mereka tak lain adalah bagian dari Perusahaan LU, sekujur tubuh mereka sangat gemetaran sekali bak tersambar petir.


" Hmmm,,," Edward berdehem setelah duduk di kursi tepat di hadapan mereka bertiga.


" Mengapa kalian terlihat begitu takut sekali?" suara menyeramkan dari Edward membuat mereka tidak berani menatap apalagi menyahut.


" Mengapa diam?" penekanan kata kata dengan gumpalan amarah yang tertahan.

__ADS_1


" Maafkan kami Tuan! kami salah, kami minta maaf, kami sungguh tidak ingin menganggu anda tetapi kami juga di paksa oleh mereka," seorang dari mereka berusaha untuk berucap agar mendapatkan belas kasihan.


" Dipaksa? sehingga sekarang berakhir di sini?apa otak kalian begitu teranalisis oleh mereka? atau memang sangat ingin keuntungan yang lebih banyak?" Edward mencoba santai meski rasanya peluru pistol yang saat ini ia pegang ingin ia tancapkan saat itu juga.


" Maafkan kami, kami memang inginkan keuntungan besar tetapi mereka terus meneror kami supaya kami menerima permintaan mereka ahli ahli memanfaatkan kami. Kami juga terpaksa, tolong ampuni lah kami," tutur seorang Pria yang tampaknya adalah pemilik Perusahaan LU.


" Maafkan? memaafkan kalian?!" Edward semakin mengepal tangannya penuh amarah. Ia menggertak giginya ingin menerkam mereka semua karena sangking marah nya.


" Kami tahu kami salah Tuan! kamo mohon tolong maafkan kami. Terlebih saya, saya mempunyai istri dan anak saya yang masih berusia lima tahun, saya tidak ingin kehilangan mereka. Saya mohon tolong beri kami pengampunan, kami berjanji tidak akan menganggu ataupun memperlihatkan diri kami lagi dengan anda," ucap Pria itu. Air matanya telah berderai begitu deras sekali. Ia ada Pria yang lebih tua tiga tahun dari Edward memiliki seorang Putri berusia lima tahun. Tepat seperti Edward yang juga memiliki seorang Putra. Namun meskipun berulang kali memohon Edward tetap tidak lepas dari kemarahannya.


" Apa kalian sudah tahu apa yang telah kalian perbuat?" Edward mencoba lebih tenang sebelum saatnya benar benar akan tiba.


" Tuan,, kami sudah tahu kesalahan kami. Kami mohon untuk memaafkan kami, saya mohon Tuan. Kami tidak akan berulah dan mengusik anda lagi, Keluarga Gao memang dalang segalanya sampai melibatkan kami dalam keberuntungan nya, kami juga tidak ingin mengajukan kerja sama karena kami tidak berani berurusan dengan E.SCRITH GROUP. Mendengar nama itu saja sudah membuat tubuh kami gemetaran dengan hebat, kami mohon Tuan maafkan kami." Suar Pria itu berharap dan terus berharap penuh isak tangis.


" Cih!Jangan menyentuh lebah di sarang nya karena anda akan menanggung akibatnya! Apa cukup dimengerti?" Dada Edward naik turun dan benar benar sudah tak sabaran lagi untuk melampiaskan kemarahannya yang memburu.


" Tuan,,, saya mohon," ucap mereka bertiga bersamaan.


" Putri dan Istrimu tidak akan masuk juga dalam kebodohan dirimu. Maka dengan baik hati saya akan membiarkan mereka untuk tetap hidup di Negara ini.Apa itu sudah cukup untuk memberi suatu pengampunan bagi anda?"


" Terima kasih banyak Tuan, tapi tolong maafkan saya,"


" Tidak ada kata maaf!!!!!" kebencian amarah yang tertahan sedari tadi telah hampir pecah dan redup dalam gelapnya tempat itu kecuali hanya obor yang selalu ada menerangi kecil tempat itu.


" DOR!!!!"


"DORRR!!"


"DORR!!"


Tiga letupan peluru pistolnya menancap tepat di kepala mereka bertiga dengan darah yang begitu banyak mengalir.

__ADS_1


" Aarggg,,," ketiga nya jatuh ambruk bersimbah darah segar yang begitu banyak mengalir.


" Kebangkrutan Perusahaan LU telah terkabar, dan Keluarga Gao pasti akan teledor jika sesuatu yang baru menjadi ironmen penambah nya." Ucapan Edward sulit untuk di mengerti oleh Eder.


" Lepaskan tangan kiri mereka bertiga lalu kirim kepada Keluarga Gao. Saya sangat ingin melihat bagaimana reaksi mereka nantinya," seru Edward yang masih kurang puas.


"Baik Tuan," Eder dan dua orang orang nya bekerja seperti yang Edward perintahkan.


" Lanjutkan," setelah mendapatkan yang ia mau, ketiga tubuh Pria itu mereka lempar ke kandang harimau peliharaan nya yang tampak lapar dan melahap dengan nikmat sajian mereka di malam hari.


Edward tersenyum picik membayangkan bagaimana indahnya lagi pertunjukan selanjutnya yang akan tercipta di strategi berikutnya.


" Apakah Keluarga Gao pernah bertemu dengan istri dan Putrinya Pria bodoh itu?" suara dingin dari Edward membuat Eder segera mendekat lalu berkata. " Tidak Tuan! karena saat perjalinan kerja sama mereka terjadi, istri dan Putrinya selalu ia sembuyikan sekalipun menjalin kerja sama dengan Perusahaan lain," jelas Eder.


" Berikan mereka tempat tinggal yang layak di negara ini dan jangan sampai Keluarga Gao menemui mereka." Seru Edward.


Eder terkaget, untuk pertama kalinya seorang Edward bisa berbelas kasihan pads Keluarga dari musuhnya sendiri.


"Ck! Tidak perlu heran begitu! karena seperti yang kamu jelaskan bahwa mereka tidak tahu apa apapun. Lantas, untuk apa menyakiti mereka tanpa suatu kesalahan?" tambahnya lagi seakan tahu reaksi aneh yang Eder tunjukan.


" Baik Tuan,"


" Permainan berikutnya akan lebih menyenangkan," senyuman picik dengan ketidak sabaran telah menghanyutkan dirinya dalam amarah yang begitu dalam.


"GAO FAMILY!! TUNGGU SAJA!!"


____


KASIHAN PUTRI DAN ISTRINYA 😥


LIKE KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


__ADS_2