
Di Rs, milik Keluarga Scirth, seorang Pria bertubuh kekar dengan wajah yang penuhi keringat, berlari sekencang mungkin memasuki lorong lorong Rs, sampai menemukan ruang yang ia cari yaitu kamar inap, dimana seorang gadis cantik terbaring lemah disana, dia adalah Elena.
Sedang Edward dan Eder tampak frustasi duduk di depan IGD, apalagi Edward yang terlihat acak acakan sekali, tiada kekuatan untuk menyaksikan keadaan adiknya itu di kamar inap. Karena seusainya operasi berjalan lancar, Edward tidak ada masuk kedalam dimana ini adalah hari kedua Elena di rawat di Rs. Ia menjambak ranbutnya dengan rasa putus asa dan merasa dirinya begitu bodoh sekali.
"Elena!!!Putriku!" teriakan seseorang sontak mengagetkan mereka berdua. Pria yang sudah berumur tetapi masih terlihat gagah berlari mendekat kearah mereka.
"Daddy,,," Edward semakin putus asa sekali. Ia tak bisa bayangkan bagaimana reaksi Evans selanjutnya. Ya, Evans dan Anyer, kedua orang tua itu telah menginjakkan kaki di New York setelah Edward memberikan informasi kepada mereka, keduanya langsung melakukan penerbangan. Kabar akan perihal targedi yang terjadi kepada Elena, membuat Evans sampai histeris sekali saat menerima kabar itu.
"Elena,,,," Evans langsung menerobos masuk ke dalam kamar inap itu.
Butiran bening jatuh seketika saat menyaksikan Putri cantiknya telah terbaring lemah di kasur. Dengan infus dan alat oksigen yang berada di tubuh itu. Wajahnya tampak pucat apalagi karena ia putih sehingga terlihat samar di pandang mata.
"Cinderella nya Daddy,, ayo bangun sayang,,,," Evans benar benar serasa hancur melihat keadaan Putrinya itu. Ia duduk di kursi sambil mencium punggung tangan Elena dengan histeris.
"Ele,,, ayo bangun nak! Daddy disini, kamu gak rindu Daddy? ayo bangun Ele sayang hiksss hikss,," tangis nya benar benar pecah. Ini adalah teruntuk pertama kalinya Evans menangis begitu pilu sekali semenjak kejadian pada Anyer dulu. Dan sekarang air mata bening itu kembali tumpah sama seperti beberapa tahun yang silam. Diri nya kembali teringat akan kejadian saat Anyer melewati masa kritis, dan sekarang Putri cantiknya itu terlihat dalam keadaan yang sama. Benar benar membuat nya lemah tak berdaya, air matanya terus jatuh begitu deras sekali.
"Ele,,, bangun sayang! Daddy merindukan Ele,,, Putri Daddy yang amat cantik. Ayo sayang,,,, ayo bangun hikss hikss,,,," terus berucap sambil mengecup kening Elena. Ia tampak getir sekali, menyalahkan Edward juga tiada artinya. Karena inilah resiko yang amat ia takuti, ia juga dulunya seorang Mafia dan yang menjadi korban selalu orang orang terdekatnya. Dan sekarang? Elena adalah korban dari orang orang terdekat Putranya, dimana ia juga tahu bahwa Edward telah mengantikan posisinya. Resiko yang amat besar bagi Keluarga Mafia, antara harta dan nyama.
Sementara di luar kamar, Anyer wanita yang sudah berumur itu tetap terlihat cantik. Ia tidak ikut masuk kedalam melainkan duduk bersama Putranya dan juga Eder.
"Mommy,,,," Edward langsung memeluk Anyer dengan tumpahan air mata. Hanya Anyer lah yang dapat membuatnya tenang sejak kecil bahkan sampai sekarang, Anyer dapat melihat sendir bagaimana remuknya Edward dalam keadaan saat ini.
__ADS_1
"Ed,,,"
"Mom,, Edward minta maaf! Elena adalah adik tersayang ku, seandainya aku tahu hal itu terjadi maka lebih baik aku yang di posisi itu bukan Elena. Daddy dan Mommy tidak masalah jika harus membenciku, aku siap Mom! apalagi tadi Daddy terlihat begitu histeris. Bahkan Ed sendiri tidak berdaya untuk melihat keadaan Elena sekarang ini," tutur Edward dengan isak tangis.
Anyer melepas pelukannya, sejujurnya ia memang sangat marah akan hal ini dan pastinya karena dunia gelap Putra nya itu. Tetapi melihat Edward yang sekarang membuat ia tiada kuasa untuk itu. Ia juga sangat ingin berteriak dan menangis sekencang mungkin karena keadaan Putrinya sekarang ini. Namun jika ia seperti itu juga, siapa lagi tempat Putra nya itu bersandar? terkecuali dia! seorang Ibu yang harus lebih kuat dari batu karang sekalipun. Dia mengerti Edward memang sangat menyayangi Elena, sehingga ia hanya bisa menenangkan Edward.
"Edward,, Mommy mengerti perasaan mu. Mommy tidak bisa menyalahkan siapapun, karena semuanya telah terjadi tak ada lagi yang dapat di sesali untuk itu. Dulu Daddy mu juga mengalami hal seperti ini, tetapi yang di posisi Elena adalah Mommy. Semuanya juga terjadi karena dunia gelapnya, beginilah nak nasib kehidupan di dalam dunia gelap mu. Apalagi Elena tidak tahu tentang dunia mu kan? maka dari itu Mommy juga tidak bisa apa apa nak." Tutur Anyer tak tahu harus berbuat apa lagi.
Edward kembali terdiam dalam isak tangis, jika terjadi sesuatu hal yang sangat fatal kepada Elena mungkin ia sendiri juga akan mengakhiri hidupnya. Merasa untuk apa ia hidup sedang adiknya menjadi korban karena dunia nya.
"Duniaku memang gelap Mom! sangat menakutkan siapa pun, dan karena duniaku adikku pun telah menjadi korban nya. Tidak tahu siapa lagi selanjutnya, Edward terlanjur terjerumus dalam indahnya duniaku Mom, jika memang tak bisa apa lagi, Daddy, Mommy, dan Elena bisa kembali ke Australia. Biar Ed disini selamanya, mungkin sampai nafas terakhir ku pun aku akan tetap disini. Menjalani kehidupan yang terlanjur kujalani, mundur pun tiada artinya. Berani melangkah maka berani tanggung resiko, Daddy beruntung dalam posisinya sewaktu dulu sebagai gengster Mafia bisa mendapatkan wanita sebaik dan setulus Mommy. Tetapi untuk masib ku kali ini berbeda Mom, aku adalah penerima takdir buruk itu, setelah kejadian ini membuatku ambruk dan merasa tidak ingin lagi menjadikan siapapun sebagai korban dari musuh musuh ku. Atau mungkin aku akan menghabiskan sisa hidupku seorang diri tanpa di dampingi siapa pun. Semua ini begitu kacau dan sulit bagiku Mom, bahkan saat seperti ini pun aku tidak kuat melihat adik cantikku. Elena yang tak tahu apa apa harus menerima ganjaran yang seharusnya terjadi padaku, duniaku begitu kelam Mom," berucap diiringi butiran bening yang terus jatuh. Tatapannya hampa menatap kosong kearah tembok, semua yang ia ucapkan ia sadari dan itulah ungkapan dari dalam hatinya yang paling dalam.Merasa bahwa tekad nya benar benar sudah bulat sekali.
"Ed,,," Anyer semakin tak kuasa lagi untuk membendung air matanya mendengar pengungkapan dari Edward yang begitu mengiris hati.
"Eder,, setelah nantinya Elena sadar, kamu boleh kembali ke Australia bersama dengan Uncle dan Bibi. Biarlah semua ini ku tanggung sendiri," ucap Edward ahli ahli kepada Eder yang semakin merasa sedih akan pengungkapan Edward.
"Tidak Tuan! sampai kapan pun saya akan mengabdi kepada anda karena itu adalah sumpah saya sejak dulu," bantah Eder.
Edward tak berucap lagi selain air matanya yang terus tumpah.
'Dan buatmu Lea, Hansel,, mungkin setelah ini kalian berdua akan segera kuperkenalkan kepada Daddy dan Mommy. Kelak jika aku sudah tiada lagi, kalian bisa hidup tenang bersama Keluarga ku. Dan juga Putraku bisa menjadi penerus keluarga Scirth selanjutnya,' tambah nya di dalam hati.
__ADS_1
____
Hua😭😭😭pengen mewek deh😭😭😭
ALLO PEMBACAKU☺AUTHOR DATANG DENGAN SATU PENGUMUMAN 🤗BAHWASANYA AUTHOR AKAN HIATUS DAN UDAH NULIS DI APL SEBELAH
yaitu: *******
(NM) YG APLIKASI KUNING ITU LOH:) JIKA RINDU AUTHOR BISA CARI KARYA AUTHOR DISANA
"BOSS-Ku, Suamiku "
tetap author LAMBEAN
sekiranya sekian pengumuman kali ini. Novel ini bakal author ttp author lanjut walau cuma 1 bab doank kalau ada waktu. Pokoknya kalian mampir yuk di sana, karya author yg baru di apl *******(NM)
"BOSS-Ku, Suamiku"
tenang aja kita ketemu kok disana 😘😘 makanya itu buruan donlot apl nya ok😍,
dukung author di apl sana ya:) yg kuning itu loh, Author mengharapkan kehadiran kalian disana, tetap nama author sama kok. Kasih star vote disana dan hadiah😍😍😍
__ADS_1
SALAM^^