Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Pandaku {BEAR}


__ADS_3

"WHAT?!"


Terkaget bukan main setelah tahu bahwa pekerjaannya adalah sebagai Asisten Pribadi Edward yang sama saja seperti pengasuhnya yang sedia 24 jam.


"Pekerjaan apaan itu?" umpat Lea hendak melangkah keluar namun belum sempat ia melangkah pintu itu tertutup dengan otomatis, ia menoleh kebelakang ternyata Edward lah yang menutup nya menggunakan remote.


" Pekerjaan ini lebih pantas buatmu sayang," Edward menarik tangan Lea sehingga kini Lea duduk di pangkuan Edward.


Sejujurnya ia sudah sangat malu sekali di tambah dengan rasa kesalnya. " No!tidak kah ada pekerjaan lain?bagaimana mungkin aku harus menjadi Asisten pribadi mu yang sedia 24 jam," imbuhnya masih di pelukan Edward.


" Ada sih,"belum selesai kalimat yang Edward ucapkan sudah di potong oleh Lea. " Apa? cepat katakan," selanya penuh rasa penasaran.


" Menjadi OB! apa kamu yakin lebih baik memilih menjadi OB atau menjadi Asisten pribadi ku sayang?" tutur Edward dengan nada menggoda.


Ela tampak sedang berpikir untuk sejenak, baginya menjadi OB tidak lah masalah namun,,,,


' Mengapa aku jadi bingung untuk memilih, menjadi OB pasti lebih melelahkan. Maka,,,, haruskah aku mengurus bayi besar ini 24 jam?tapi bukankah dia itu seorang Presdir, bagaimana jika banyak orang yang mengira aku hanya memanfaatkan situasi?mengapa aku mendadak jadi seperti ini?' batin Lea.


"Masih belum bisa memilih?gaji para karyawan disini memang dua kali lipat lebih besar dari gaji para karyawan biasanya. Bahkan seorang OB sekalipun, namun jika kamu menjadi Asisten pribadi ku maka lebih baik sayang karena kita bisa bertemu 24 jam dan gajimu bakal lebih banyak empat kali lipat lebih besar dari gaji para karyawan,sayang. Bagaimana? apa masih ragu?" tutur Edward dengan enteng.


' Empat kali lipat? berarti begitu besarnya kah dana yang ia miliki?oh Tuhan mengapa aku jadi terjebak dalam situasi ini?aaaa,,, kurasa tidak masalah jika hanya menjadi Asisten pribadi nya, secara pekerjaan ini mungkin lebih ringan.' Batin Lea.


" Aku bukannya ingin karena gajinya berlipat lipat,cuma aku berpikir mungkib lebih baik jika aku menjadi Asisten pribadi mu," kata Lea dengan suatu keputusan yang sudah bulat.


" Deal, hari ini kamu bekerja untukku sayang," hembusan nafas Edward begitu risih di leher Lea lantaran mereka masih di posisi yang sama.


" Lalu aku harus memanggil mu, Tuan?" tanya Lea hendak melepas diri dari pelukan Edward.

__ADS_1


"Berhenti bergerak sayang, apa kamu mau menanggung akibatnya jika sesuatu di dalam sana minta makan?" pengucapan seolah olah suatu ancaman yang begitu menakuti Lea akan perkataan Edward yang membuatnya lebih tenang dan tidak bergerak gerak lagi.


Melihat Lea yang menjadi terdiam dan tidak bergerak membuat Edward jadi tersenyum picik ingin terus menggoda Lea.


" Kamu bisa memanggilku dengan sebutan apapun, terkecuali kata Tuan" ucap Edward menegaskan kalimat diakhir kata.


" Kamu yakin?" senyuman jahat bersimpuh di wajah Lea dengan suatu sebutan yang tiba tiba melayang di otaknya.


Edward seolah olah tahu yang ada di isi hati Lea sehingga ia kembali berkata, "aku bilang apapun, bukan berarti menjadi sebutan yang aneh aneh. Awas saja jika berani," ancam nya sehingga niatan Lea pun terpaksa ia urungkan.


" Aku tidak tahu harus memanggilmu dengan sebutan apa," tutur Lea sedikit manyun.


" Biar aku yang beri pilihannya,"kata Edward dengan senyuman bahagia.


" Antara lain yaitu: Sayang,Dear, my Love, kesayanganku, Lelaki ku, masa depanku, milikku, Honey, beby, Bee,Darling, Kanda, Pangeranku,Pujaan hatiku, Belaan jiwaku, hatiku, bintangku, Boo, saranghae, beloved. Hanya itu saja, tinggal pilih," tutur Edward.


Dari semua panggilan yang Edward sebutkan tidak ada satupun yang ingin Lea berikan padanya seolah olah ia sedang masuk kedalam perangkap.


" Tidak mau? tidak mengapa, maka kamu harus mengatakan ini padaku HUSBAND! Bagaimana? pilih yang terakhir atau pilih dari antara yang lain?" tegas Edward tidak ingin kalah dan malah membuat Lea semakin jengkel sekali.


" Husband? panggilan macam apa itu? memangnya kamu suami ku?sangat konyol," balas Lea semakin kesal sekali pada Edward. Bagaimana mungkin ia mengatakan itu di depan banyak orang? apa nantinya tanggapan orang orang.


" Terserah, aku sudah memberi pilihan sayang, tinggal pilih saja," Edward tampak santai sesekali menggigit telinga Lea sehingga Lea berulang kali merasa geli dan merinding.


' Pilihan apa yang aku ku pilih? diantara semua yang dia katakan semuanya seakan menuju keberuntungan baginya. Bukankah begitu egois?ini sangat memalukan,' batin Lea.


" Satu,,, dua,,, ti,,,"

__ADS_1


" Iya, iya! akan aku pilih," sela Lea dengan dada naik turun untuk menarik nafas dalam dalam lalu berkata. " Aku akan memanggilmu dengan sebutan,, PANDA Atau BEAR!" ucap Lea yang sangat jauh meleset dari yang Edward aturkan.


" Apa itu?aku tidak ada memasukkan itu ke daftar yang aku katakan. Lalu mengapa jadi lari kesitu?" Seru Edward memicingkan matanya keheranan.


" Dari daftar yang kamu katakan itu memang tidak ada, tetapi aku ingin aku sendiri yang menentukan. Maka aku memberimu sebutan, Pandaku! di dalam artikel itu ada artinya yang berarti Lelaki tampan ku karena Panda itu banyak di sukai oleh orang orang." Jelas Lea yang membuat Edward jadi sedikit bahagia.


" Baiklah, aku terima sebutanmu," kata Edward meski sedikit risih namun tetap menghargai keputusan Lea.


" Thank you Bear,"


" Tadi bukankah Pandaku?' heran Edward.


" Terkadang aku akan memanggilmu dari antara dua pilihan itu,"


" Ckk, terserah kamu saja,"


" Cup,,," entah keberanian dari mana Lea berani mencium pipi Edward dengan rasa keinginan begitu saja.


" Oh My Queen,,,"


" Mphhhh,,,"


lagi dan lagi,,,,,


_____


AUAšŸ˜„BAPER DEH:)

__ADS_1


No komen kalau gak suka sama sebutannya author gk maksa buat klen suka.


BYEEE BYEE^^


__ADS_2