
"Kurang ajar!!!!!" ledakan gemuruh amarah Gino di dalam hotel yang ia sewa. Amarah nya meletup letup saat menerima telfon dan penjelasan dari Ibu nya barusan.
" Mengapa Perusahaan LU bisa bangkrut? siapa dalang semua ini?!!!!!" Gino berteriak frustasi mengepal amarahnya.
" Jika Perusahaan LU telah bangkrut maka keuntungan ku habis sirna. Lalu bagaimana lagi caranya untuk menerobos masuk kedalam E.SCRITH GROUP?semuanya sudah disiapkan dengan matang tetapi bisa hancur berantakan. Aaaaaaa!!!! Perusahaan mana lagi yang harus digunakan? jika mengandalkan Perusahaan lain lagi maka tidak akan cukup waktunya untuk mendominasi semua. ARGGG!!! Siapa yang berani menghancurkan rencanaku?!" Teriak Gino dengan was was penuh tanda tanya.
Ia tampak berpikir sejenak untuk memecahkan semua ini dan memikirkan solusi yang terbaru.
" Siapa yang bisa menghacurkan rencana ku ini? sudah begitu hebat nya menyelipkan strategi namun tetap sirna juga." Gino semakin berusaha mengumpulkan semua pemikirannya agar lebih leluasa untuk memutar otaknya. Dan dalam ketenangannya sesuatu terbesit dalam otak nya.
" EDWARD!!! ya, Edward!mungkin mereka sudah melacak segalanya sehingga bisa menghacurkan rencanaku. Siapa lagi jika bukan dia, Edward!!! Siapa dia sebenarnya?! aku harus bisa mengetahui semua ini melalui seseorang dan seperti apa kehebatan nya. Dia adalah ELENA, adik satu satunya Edward Scirth, dengan cara yang halus pasti dengan mudah mendapatkan semua ini. Dan setelah aku mendapatkan semuanya maka saatnya akan memulai segala trik terbaru. " Rencana piciknya telah terbesit dalam pikirannya yang kotor dan akan menghalalkan segala cara untuk kepentingan dirinya sendiri.
Namun sepertinya Gino belum mengetahui identitas Edward yang sebenarnya selain seorang Presdir di E.SCIRTH GROUP.
" Aku juga pernah dengar seseorang yang sangat berpengaruh di New York ini tetapi sampai sekarang tak ada seorang pun yang berani buka mulut tentang dirinya. Siapa dia yang menguasai New York ini? E.Scirth Group memang Perusahaan terbesar di kota New York tetapi jika ada yang berpengaruh di New York maka dialah yang lebih hebat daripada Edward. Atau mungkin aku juga harus mendapatkan tentang dia agar bisa menjalin kerja sama dengan dia untuk menyerang Edward bersamaan. He,,, Edward tunggu saja!" Gumaman picik penuh amarah.
Ia beranjak dari sofa dan akan menemui Elena seperti yang ia inginkan.
_____
Disisi Lain...
" Tuan, Keluarga Gao sepertinya telah menyusun strategi yang baru menyerang anda namun kami masih belum bisa menyelidiki lebih dalam lagi karena sepertinya rencana mereka kali ini sangat tersembunyi," laporan dari orang suruhan Edward.
Edward yang sedang membuat sepatu dari kulit harimau tampak santai dengan beranjak berdiri meninggalkan sejenak aktivitas nya.
__ADS_1
" Ternyata sudah menyusun rencana, he?" senyuman jahat terlihat santai namun tetap dalam genggaman amarah.
" Mereka sangat kaget setelah menerima paketan yang anda perintahkan, Tuan. Dan mereka juga tampak marah sekali," seru orang nya lagi.
" Apakah mereka tidak tahu siapa saya sebenarnya?"
" Gino pernah bertanya pada orang orang mengenai orang berpengaruh di Kota ini namun tidak ada yang berani buka mulut seperti yang anda perintahkan pada semuanya. Dan bisa saja sepertinya dia memang tidak tahu itu adalah anda, namun dari semua penyelidikan kami dia begitu berambisi sekali tetap menginginkan keuntungan yang besar." Jelasnya lagi.
Edward berdecih ingin sekali ia membunuh Gino jika berada di hadapan nya saat ini. " Dasar Pria bodoh!!mungkin akal nya memang sudah tidak ada lagi. Mengapa dia begitu ingin sekali mendapatkan banyak keuntungan?" imbuhnya semakin tertarik akan ambisi Gino yang tak kalah habisnya.
"Mereka ingin membangun Perusahaan yang sangat besar di Negara mereka supaya bisa menandingi E.SCRITH GROUP, karena selama ini mereka banyak mengalahkan Perusahaan lain di Negara mereka demi terlihat hebat dari semua Perusahaan."
"HAHAHAHHA!!" terdengar gelak tawa dari Edward, bagi mereka itu seakan memberikan suatu alam maut yang berbicara seolah olah menelan siapa pun.
" Begitu berambisi nya mereka!tetapi kebodohan mereka lebih besar lagi," ucap Edward dengan sinis.
" Pastinya kabar itu sudah sampai kepada Gino, bukan?" tambahnya lagi.
" Benar Tuan, tetapi tadi sebelum kami kemari, kami melihat dia hendak pergi namun sudah saya beri perintah kepada yang lain,"
"Sepertinya mereka memiliki rencana yang berbeda beda," Edward yang bijak tidak dalam di kelabui dan dengan sigap mencerna segalanya.
" Tetap awasi setiap gerak geriknya!" Edward mengibaskan tangan nya lalu mereka pun melangkah pergi.
" Eder,,," panggil Edward.
__ADS_1
" Iya Tuan,"
" Siapkan semua senjata karena firasat saya mengatakan bahwa malam ini juga memang akan menjadi malam bersejarah bagi Keluarga Gao," seru Edward yang dapat menebak pasti sesuatu hal akan terjadi.
" Apakah maksud anda bahwa Keluarga Gao akan menjalankan rencana mereka malam ini juga menyerang kita?" balas Eder.
" Hmm,, itu pasti terjadi!" gumam Edward.
" Kirim email kepada Nera supaya menutup semua permintaan kerja sama dari Perusahaan mana pun karena untuk sementara waktu kita belum bisa pastikan akan kembali ke Perusahaan. Maka dari itu para orang orang kepercayaanku di Kantor akan menjadi penangan Kantor untuk sementara waktu. Lalu katakan siapa pun yang ingin bertemu dengan Presdir tidak bisa karena ruang Presdir telah saya kunci dan untuk semua meating di tunda dulu." Tutur Edward dengan tegas sehingga Eder langsung sigap melaksanakan memberi informasi pada Nera yang termasuk salah satu orang kepercayaan Edward.
E.SCRITH GROUP telah di awasi oleh orang suruhan Edward sekeliling Perusahaan yang besar itu semuanya telah ia atur sebelumnya, sampai sebaik mungkin.
_____
Di dalam kamar, Lea tampak malas dengan beringsut di atas ranjang nya. Ia semakin jengkel sekali pada Edward dan ia menjadi rindu pada sosok Pria yang bernama Edward itu.
" Mengapa dia tidak menelfonku? mengirim pesan begitu singkat bahkan tak sampai ku balas sudah off saja. Di telfon gak di angkat, di kirim pesan juga juga gak di balas, dia kenapa sih? kemarin izin pergi baik baik katanya kalau aku gak balas pesan atau telfon nya pasti marah. Lah sekarang? siapa yang ingkar janji? dia malah gak ada telfon dari semalam. Sebenarnya sebegitu besarnya kesibukan dia? atau aku susul aja ke Kantor nya?" Lea hendak beranjak karena ide nya sendiri namun malah kembali jatuh di atas ranjang.
" Jika aku menemuinya itu tidaklah mungkin karena dia sendiri bilang aku tidak perlu ke Kantor nya lagi. Tapi mengapa aku menjadi cemas seperti ini? seolah olah firasatku jadi tidak enak seperti ini," lirih Lea jadi sedikit cemas dan bimbang.
____
LIKE KOMEN DAN VOTE LALU BERI HADIAHš
SALAM^^
__ADS_1