Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Menyiapkan


__ADS_3

Malam kembali menyapa, dunia yang semula terang kini telah gelap dan digantikan oleh Bulan dan bintang yang memancarkan keindahan masing masing. Dingin nya angin malam menyapa kulit seorang wanita yaitu Lea, senyuman bahagia terus terpancar di wajahnya. Pikirannya terbuai pada kejadian pagi tadi, pagi tadi memang suatu yang begitu bahagia untuknya. Bahkan tadi itu seorang Edward sampai membantu Lea memasak untuk makan siang, Edward bahkan menghabiskan waktu setengah hari full dengan Lea sebelum Hansel pulang Edward malah menerima telfon dari Eder bahwa ada meating penting sehingga menyudahi aktivitas indahnya mereka berdua. Walau terkadang Lea memang merasa ketakutan, namun dengan lembutnya Edward selalu memberikan suatu yang manis untuknya sehingga membuat ia sedikit tenang.


" Mengapa aku jadi kepikiran padanya?" bergerutu sambil senyum senyum sendiri. Ia tengah duduk di depan rumah menikmati indahnya malam.


" Mommy,," suara dari belakang mengejutkan Lea dari lamunan indahnya.


" Hans,," Lea tersenyum manis sekali.


Hansel langsung mengambil ahki untuk duduk di dekat Lea dengan srdikit rasa penasaran.


" Mom,,,," perkataan Hansel membuat Lea menatap kepada sang Putra.


" Yes my boy?"


" Mengapa sejak siang tadi Mommy selalu penuh dengan senyuman bahagia?ada apa dengan Mommy?" Tanya Hansel sehingga menyambar Lea dengan pertanyaan itu yang membuat ia jadi kebingungan sendiri untuk menjawab.


" Tidak, Mommy tidak mengapa! salah kah jika Mommy senyum bahagia? apa Hans tidak suka melihat senyum bahagia Mommy?" elak Lea.


' Mana mungkin aku mengatakan bahwa aku tersenyum karena mengingat Daddy nya? bisa bisa aku sendiri yang akan malu,' batin Lea.


" Hans tidak masalah jika Mommy bahagia, ya,,, cuma Hans sedikit janggal saja dengan sikap Mommy hari ini,tidak seperti biasanya." Tutur Hansel apa adanya. Lea tidak menyalahkan tetapi membenarkan perkataan Hansel. Dia sendiri juga merasa begitu, serasa ada yang lain dari dirinya.


Hansel sendiri berpikir mungkin Mommy nya sudah dapat pekerjaan baru sehingga tampak begitu bahagia.


" Emm,,, bagaimana sekolah nya tadi Hans? apakah menyenangkan?" tanya Lea mencoba mengahlikan pembicaraan.


Pertanyaan Lea memang janggal dari pembicaraan tadi, namun mengingat kata sekolah memberi kebahagiaan bagi Hansel sendiri.


" Selalu menyenangkan Mom, dan Mommy tahu?sekolah kami akan adain lomba Mom." Mata Hansel berbinar bahagia seakan itu adalah tujuannya.


" Lomba? lomba apa Hans? kapan di laksanakan?" tanya Lea meminta penjelasan lebih detail.


" Kurang tahu sih Mom, tapi Hans tahunya dari teman Hans namanya Jelyta," kata Hansel yang semakin bahagia menyebut nama Jelyta.


" Sebahagia itu kah kamu menyebutkan nama temanmu itu Hans?" goda Lea sehingga Hansel jadi merona.


" Mommy,,,," Hansel jadi merengek malu.


" Cieee,,, Hans,,,, masih kecil loh jangan pikirin cewek dulu," goda Lea lagi yang semakin menambah kekesalan pada Hansel.


" Stop Mom! Hans gak gitu loh," Hansel tampak cemberut menekuk mukanya.


" Lalu? anak Mommy sok gedek aja," kata Lea yang semakin menggoda Hansel.

__ADS_1


" Mom,,"


" Hehhehehe,, bercanda Hans." Lea langsung memeluk Putra nya itu penuh kasih sayang.


" Anak Mommy semakin tampan saja ya," puji Lea dengan nada menggoda seraya melepas pelukannya.


" Tentu saja! Daddy saja tampan, apalagi Putranya? bukankah begitu Mom?" kata Hansel dengan bangga.


Memang tak dapat Lea pungkiri perkataan Hansel memang sangat benar. Hansel dan Edward sungguh tiada bedanya, dari matanya apalagi tatapannya, begitu mirip sekali.


"Ya yaya,,," Lea mangut mangut mengiyakan.


" Apa Mommy dan Daddy sudah baikan?" pertanyaan Hansel kembali mengingatkan Lea pada Edward terutama pada kejadian pagi tadi. Ia kembali terdiam dengan senyuman bahagia.


" Hemmm,,," deheman Hansel membuyarkan lamunan Lea.


" Apa Hansel akan bahagia jika Mommy dan Daddy baikan?" Lea malah balik bertanya. Tentu saja Hansel mengiyakan dengan cepat.


" Maka itulah jawabannya! Mommy akan berusaha untuk menerima kehadiran Daddymu dalam hidup kita," ucap Lea dengan tulus.


" Benarkah Mom?"


" Hu um,,," Lea mengangguk.


" Hans sayang Mommy!" Hansel langsung masuk kedalam pelukan Lea dengan perasaan bahagia. Baginya hari ini seakan hari yang penuh dengan kebahagiaan.


" Yes,," Lea menatap lekat Hansel sambil tersenyum manis.


" Besok kan weekend, apa Mommy dan Daddy tidak ada niat untuk pergi jalan gitu, emm pastinya Hans ikut gitu,," kata Hansel ragu ragu.


' Tidak mungkin aku yang mengajaknya, lihat esok saja,' Batin Lea.


" Entah Hans, kita dirumah aja bersihin rumah seharian pasti lebih menyenangkan bukan?"


Raut wajah Hansel langsung berubah tampak kecewa, sejujurnya ia sangat ingin sekali ada momen bersama dengan kedua orang tuanya. Namun harapannya hanyalah harapan semata, mungkin ia harus bersabar lebih lama lagi sampai Mommy dan Daddy nya benar benar sudah harmonis.


" Baiklah Mom, Hans enggak memaksa." Lirih Hansel sedikit kecewa.


Lea mengerti itu, namun apalah dayanya ia untuk itu. " Kita tidur saja ya, sudah waktunya tidur," Lea melirik jam di tangannya yang menujukkan pukul 20.40.


" Yes Mom,"


_____

__ADS_1


Disisi lain, Edward dan Eder masih berada di kantor karena memang malam ini mereka akan menginap di kantor. Proposal begitu banyak yang harus ia periksa sehingga kini hanya tersisa beberapa lagi. Hal seperti ini memang sudah biasa bagi seorang direktur sepertinya terutama bagi Eder yang paling banyak dibebani oleh segala pekerjaan jika Edward sedang tidak mood.


" Eder,,," panggil Edward.


" Iya Tuan,," balas Eder.


" Minggu depan Lea akan bekerja di kantor, apa kamu sudah menyiapkan pekerjaan untuknya?" tutur Edward yang menjadi tersenyum penuh kebanggaan setiap mengingat Lea.


Menyiapkan pekerjaan?sungguh Eder tidak mengerti bahkan Edward belum ada mengucapkan itu sebelumnya, mengapa menjadi mendadak begini? pikirnya.


" Tuan,, sebelumnya belum ada pemberitahuan dari anda. Saya minta maaf saya masih belum menyiapkan," jawab Eder dengan nada datar.


" Cih! siapa juga yang menyuruhmu menyiapkan pekerjaan untuk dia?" Edward malah balik menjatuhkan.


' Bukankah tadi dia yang mengatakan hal itu? tapi malah melempar balik kesalahannya. Huff,,, sabar Eder!' Batin Eder.


" Lalu pekerjaan yang sudah Tuan siapkan untuk Nona Lea?" tanya Eder.


" Asisten pribadiku!" jawab Edward dengan santai.


" Asisten pribadi? bukan kah sudah ada saya Tuan?" kata Eder keheranan.


" Siapa bilang kamu tidak ada? sangat bodoh!" Cletuk Edward.


" Lalu apa maksud Tuan?"


" Lea akan menjadi Asisten pribadi ku agar kami berdua bisa lebih dekat lagi. Tetapi hanya sebagai asisten dirumah saja, saya masih takut masih banyak mata mata yang mengincar saya dan takutnya malah Lea yang menjadi sasaran. Maka dari itu, mulai malam ini carikan rumah baru yang mewah dan besar karena Lea dan Hansel akan pindah ke tempat yang lebih pantas. Dan setelah itu, sediakan juga supir pribadi khusus mengantar jemput Hansel dan khusus mengantar jemput Lea jika aku memintanya untuk datang ke Kantor. Lalu beritahu kepada semua karyawan kantor untuk menghormati Lea ketika ia datang ke Kantor terlebih ke ruangan Presdir. Dan satu hal lagi, tidak boleh ada seorang pun dari mereka yang sampai berkenalan secara individu dengan Lea. Apa kamu paham itu?" Tutur Edward dengan tegas, itulah alasan mengapa ia meminta supaya Lea tidak mencari pekerjaan lagi.


Menelan saliva nya dengan kasar mendengar semua penuturan kata dari Edward membuat Eder diam dan mengiyakan bahwa semuanya akan ia lakukan sesuai perintah.


Sebenarnya sudah ada sebuah mansion dalam kata kasarnya istana besar yang sudah Edward bangun sejak ia memegang kendali seluruh perusahaan. Namun ia tidak ingin menempatkan langsung Lea dan Hansel disitu karena mansion itu ia bangun kelak jika ia sudah menikah, makanya sampai saat ini Edward tetap bertahan di apartement.


Begitu juga dengan Eder, ia juga sudah membangun satu rumah mewah yang pastinya tidak kalah besarnya dengan mansion yang Edward dirikan. Namun tetap mansion Edward yang lebih mewah. Eder sudah membangun rumah nya sejak ia dipercayakan sebagai sekretaris Edward, sama seperti Edward rumah itu ia dirikan kelak ia menikah suatu hari nanti. Dan tetap bertahan di apartement.


____


Mana vote nya?:/


LIKE KOMEN DAN VOTE OK


SALAM^^


____

__ADS_1


Like komen dan vote


SALAM^^


__ADS_2