
Hari sudah tampak semakin gelap, namun seorang Pria bertubuh kekar dan berkharisma itu tetap tidak bergeming dari tempat duduknya. Mengambil sesuatu dari sakunya lalu mengisapnya dan menghembusnya berulang kali tanpa henti. Tatapannya hampa, manik matanya yang kebiruan itu menatap kosong ke panggung yang tak lain di dalam suatu bar remang redup dengan gaya lampu berwarna warni. Pikirannya terbuai pada semua yang ia rasakan saat ini.
" Tuan,,, sudah jam 18.45, apa tidak lebih baik jika kita kembali ke apartement?" suatu pertanyaan dari Eder menatap miris kepada Edward. Keadaan Edward saat ini sangat tidak dapat ia mengerti, sedari tadi setelah pergi dari kediaman Lea, Edward hanya terdiam seribu kata tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Bahkan sampai detik ini pun tetap tidak ada suara.
Adanya pertanyaan dari Eder meninjau kejengahan Edward dengan mengahlikan pandangan nya. " Apa menurutmu begitu? saya harus kembali ke apartement?" malah pertanyaan yang tidak masuk akal lontarkan kembali pad Eder. Ia terus menuangkan wine ke gelasnya bahkan sudah sampai lima botol wine yang sudah ia habiskan tetap masih dalam keadaan sadar.
"Tuan,, saya rasa memang lebih baik Tuan kembali ke apartement daripada menghabiskan waktu di sini, anda harus memperhatikan kesehatan anda." Kata Eder mencoba memberi sebuah jalan. Sudah lama Edward tidak ke bar lagi, semenjak kejadian dimana ia menodai seorang gadis di California, Edward tidak pernah lagi ke bar untuk menghabiskan waktu kecuali jika ada para klayen nya dari negara lain, maka disitulah Edward akan datang. Tetapi hari ini? hanya karena perdebatan kecil dengan Lea mampu mengubah Edward dan terlihat begitu frustasi sekali sejak tadi.
" Eder,," bukan jawaban tetapi panggilan untuk yang punya nama.
__ADS_1
" Iya Tuan,,," sahut Eder, padahal ia pikir tadinya Edward akan memberi jawaban dan akan kembali ke apartement. Tapi semua tidak sesuai yang di harapkan.
" Apa menurutmu sikap saya salah kepada Lea? apa saya salah jika mencoba untuk menebus semua kesalahan saya pada dia lima tahun yang silam?" pertanyaan yang terlontar dari mulut Edward, entah itu sebuah pernyataan atau pertanyaan meninjau pikiran Eder yang tak dapat asal ia jawab.
" Eder,,," panggilan kembali dengan nada mendesak, manik matanya menatap kearah Eder seakan membutuhkan seseorang untuk memberinya suatu jawaban yang pasti.
" Saya,, saya rasa anda tidak salah Tuan! secara niat anda adalah baik, lagi pula sewaktu kejadian itu Nona Lea dan anda tidak saling mengenal kan? dan anda juga dalam pengaruh obat saat itu. Dan mungkin itulah takdir yang terjadi pada waktu itu, dan sikap anda saat ini mungkin tidak lah salah Tuan. Karena anda berniat baik untuk bertanggung jawab, hanya saja mungkin memang sulit bagi Nona Lea untuk menerima perlakuan anda secara bisa kita pikirkan sendiri, mungkin bagaimana terpuruknya Nona Lea untuk menerima kenyataan pahit di masa lalu. Coba saja Tuan untuk bersabar atau melakukan cara yang baru, pasti seiring berjalannya waktu Nona Lea akan berusaha untuk menerima kehadiran anda dalam hidupnya. Saya mendukung anda Tuan, pasti tidak akan sulit untuk itu karena Tuan kecil Hansel saja mendukung anda juga agar lebih akur dan dekat dengan Nona Lea. Hanya butuh pertahanan sampai Nona Lea bisa untuk itu," suatu jawaban terpanjang, terbijak yang pernah dan untuk pertama kalinya Eder berikan pada Edward mengenai perasaan. Padahal ia tidak pernah merasakan hal seperti itu terlebih mengenai seorang wanita, banyak wanita yang tergila gila pada Eder sewaktu kuliah. Namun hati bekunya itu tidak pernah mencair untuk seorang wanita, bahkan nomor seorang wanita pun tidak ada di ponselnya selain nomor Anyer, Elena, Lea, dan bagian karyawan di kantor. Selain dari situ nihil tidak ada.
Menengadah, menatap Eder lebih lekat lagi, bisa saja Edward membenarkan semua yang Eder katakan, namun,,,, " cih,,, tetap saja! kamu tahu sendiri bahwa aku adalah seorang yang paling tidak suka menunggu lama, tapi seperti yang kamu katakan! demi Hansel saya akan setia menunggu. Setidaknya ada suatu perjuangan," tuturnya. Untuk pertama kalinya Eder mendengar suatu ungkapan yang begitu asing di telinga nya akan ucapan Edward barusan.
__ADS_1
' Entah mengapa saya merasa bahwa ada titik ketertarikan pada diri anda untuk Nona Lea, Tuan! saya tidak mengerti artinya suatu kasmaran dalam kehidupan, seenggaknya saya hanya bisa menjadi peneman sejati kemana pun anda pergi,' Batin Eder.
" Hufff,,," menghela nafas kasar lalu beranjak kemudian melangkah. Eder pun ikut juga melangkah mengikuti Edward dari belakang.
_____
LIKE KOMEN DAN VOTE
SALAM^^
__ADS_1