Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Perdebatan Kecil


__ADS_3

Disepanjang waktu mereka makan, Hansel adalah orang pertama yang berhasil menghabiskan dua piring makanan. Bahkan Lea pun menelan salivanya dengan kasar, untuk pertama kalinya ia melihat dua piring makanan kotor hanya Hansel seorang yang menghabiskan. Ia bawakan dalam benaknya bahwa ia sudah bisa mengerti itu karena untuk pertama kalinya Hansel menikmati makanan selezat dan semewah itu. Baginya itu tidaklah masalah, dan Lea bertekad dalam benaknya akan segera mencari pekerjaan baru yang lebih baik supaya Hansel lebih bisa lagi menikmati makanan yang nikmat.


Mulut Lea berhenti menguyah ketika melihat Edward yang menyudahi suapan ke mulutnya, entah karena apa Lea seakan menjaga image nya sehingga ia juga berpura pura sudah selesai makan walau pada kebenarannya ia masih kurang puas. Namun ia urungkan niatnya untuk melahap habis banyak macam makanan itu, dengan terlihat santai Lea meneguk air putih di gelasnya pertanda bahwa ia sudah selesai makan.


Edward sedikit janggal akan itu, lantaran tadi itu ia melihat sendiri bahwa Lea begitu rakusnya melahap makanan tapi mendadak selesai. Satu lengkungan sebab kiri tertarik jelas ke atas sehingga menyunggingkan senyum miring.


" Apa kamu sudah selesai makan?" pertanyaan di sertai godaan.


Selesai makan? mungkin saja dalam penglihatan sudah selesai, namun tidak dengan yang sebenarnya, menyimpan unag uneg ingin mencicipi semua rasa makanan itu. " Tidak! emm oh no! maksud ku sudah, aku sudah kenyang," jawaban menyalahkan lalu membenarkan.


" Begitu kah? lalu kata TIDAK tadi untuk apa?" tak habisnya cara Edward untuk memojokkan Lea, menekankan intonasi pada kata 'TIDAK' lalu melembutkan intonasi di akhir kalimat.


Lea yang berketepatan hendak meneguk air minum mendadak terdiam dan mengurungkan niatnya.


" Apa ada yang salah dengan jawaban ku tadi? aku hanya salah berucap saja, kurasa kamu tidak perlu memperpanjang perihal itu. Seolah olah aku begitu terpancing dengan perasa macam makanan ini," sargas Lea. Ucapan termasuk dalam pernyataan atau hinaan.


" Benarkah? aku tidak berkata bahwa kamu harus mencicipi semua rasa makanan ini, tetapi kamu langsung mengucapkannya. Atau jangan jangan kamu sendiri memang sangat ingin mencicipi semua ini?" balasan diaduk dengan suatu sindiran yang memberi suatu kejengkelan bagi Lea lantaran apa yang Edward ucapkan memanglah benar.


" Daddy!!Mommy!!!" jeritan Hansel memutuskan jalan perdebatan antar keduanya. Sontak Lea dan Edward sekilas saling tatap lalu berahli menatap Hansel.


" Stop berdebat Dad!Mom! tidak kah kalian sadar bahwa aku disini jadi saksi hidup?" Hansel tampak kesal dengan beranjak turun dari kursi lalu melipat tangan di dada menatap jengkel kepada keduanya.


" Hans,,, Hans harus kesekolah kan?" Edward mencoba memberi suasana baru.

__ADS_1


" Hu,,," Hansel bersikap seolah olah tidak menyahut.


" Kamu di anterin sama Uncle Eder ya," kata Edward dengan ujung manik matanya mengarah kepada Eder.


" Ayo Tuan kecil," Eder langsung berahli dengan menarik tangan Hansel dengan lembut supaya di bawa masuk ke dalam mobil.


Sehingga kini hanya Edward dan Lea lah yang tersisa di meja makan. Sesaat keduanya saling tatap entah dalam artian apapun.


Ditengah tatapannya dengan Edward bertemu tiba tiba Lea baru teringat bahwa dirinya harus segera mencari pekerjaan yang baru.


" Astaga!!! bodoh bodoh bodoh bodoh!!!" ia mengutuki dirinya sendiri dengan menepuk jidatnya berulang kali.


Edward menautkan kedua alis nya bingung akan apa maksud Lea.


" Em,, ma,,, maksud ku jangan menyakiti dirimu sendiri. Memang nya ada apa?" ucap Edward yang jadi kewalahan sendiri.


" Maaf,,, aku harus segera bersiap siap untuk mencari pekerjaan baru," kata Lea hendak melangkah pergi namun lagi lagi Edward menahan nya.


" Tidak perlu cari pekerjaan,,," belum sempat Edward menyelesaikan kalimatnya tiba tiba Lea langsung menyela.


" Apa maksud mu ha? jika aku tidak mencari pekerjaan dan aku tidak bekerja, lalu aku dan anakku mau makan apa ha?" selanya yang menjadi salah artian pada Edward.


" Bu,, bukan begitu ma,,,"

__ADS_1


" Sudahlah, aku tahu pekerjaan ku hanya sebatas bawahan saja dan hanya bisa memberi makanan rendahan untuk anakku, tetapi aku bangga pada prestasiku. Maaf,, aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu," sela Lea lagi lalu melangkah memasuki kamarnya.


Ingin menyekal langkahnya lagi, tapi keburu Lea langsung mengunci pintu kamar nya. Sehingga ia hanya bisa menghela nafas panjang.


Edward melirik jam di tangannya ternyata sudah pukul 07.05, ia mendengus, dan saat bersamaan suara mobil yang berhenti di depan rumah terdengar.


" Dia lama sekali keluar dari kamar, mungkin lain hari saja dan dia juga berpikiran yang tidak tidak padaku. Sudahlah, aku harus segera ke Perusahaan," gumam Edward lalu segera beranjak dan melangkah keluar.


" Ayo,,," kata Edward setelah masuk kedalam mobil.


" Baik Tuan," Eder langsung menyetir mobil meninggalkan pekarangan rumah itu.


Lea yang baru saja selesai mengganti pakaian, keheranan saat tidak menemukan Edward di dalam rumahnya.


" Ck,, mengapa aku harus peduli dia? ayo Lea, waktunya semangat mencari pekerjaan," gumamnya penuh semangat lalu segera melangkah pergi dan mengunci pintu rumah.


____


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM^^


_____

__ADS_1


__ADS_2