Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Kejutan Menyeramkan di Pagi Hari


__ADS_3

Pagi kembali menyapa, wanita yang baru saja selesai bersolek tanpa begitu cantik dengan make up tipis dan warna bibir yang indah. Lengkungan indah di wajahnya memperlihatkan tamparan kencantikan pada dirinya. Mengenakan dres indah seolah olah seorang Princes lalu semprotan parfum yang wangi dan menggoda. Lea melangkah menuruni tangga menuju meja makan. Tatkala ia mendapati Putranya telah mengenakan seragam sekolah dan turun lebih awal.


" Mommy,,," Hansel berlari lalu mengecup pipi Lea yang tengah berjongkok di hadapan nya.


" Anak Mommy tampan sekali," puji Lea dengan tulus.


" Mommy juga tampak seperti cinderella saja di pagi hari," balas Hansel juga memuji Lea.


" Benarkah sayang? uhh Mommy jadi tersanjung heheh,,," ujar Lea sambil terkekeh.


"Hehhe,,," Hansel juga ikut terkekeh.


Lea menarik tangan Hansel membawanya untuk duduk di kursi meja makan dimana sarapan pagi telah terhidang. Mereka berdua segera melahap makanan tersebut dengan lahap sampai benar benar sudah kenyang.


Lea melirik Hansel lantaran ia kembali teringat pada hal semalam dan ingin sekali melontarkan pertanyaan untuk Hansel. Namun pertanyaan itu sangkut di kerongkongan nya perihal tidak ingin terlalu obsesi dan ia pun menjadi tidak ingin mempersalahkan hal itu.


Namun suatu pertanyaan dari Hansel setelah makan membuat Lea terkejut dimana Hansel berkata. " Mom, apakah semalam Mommy datang ke kamar Hans karena Hans merasakan kecupan Mommy di pipi Hans." Ucap Hansel sehingga Lea terperogok sendiri.


' Apa semalam Hansel juga tahu bahwa aku mengotak atik laptopnya?jika itu benar maka,,,'


" Dan semalam Mommy juga mem,,," tak selesai Hansel berucap Lea langsung melarikan pembicaraan karena berpikir Hansel akan mengatakan bahwa ia hendak membobol laptop Hansel.


" Hans,, kayaknya Hans langsung berangkat aja ya ke sekolah. Pak supir juga udah nunggu tuh," seru Lea yang menghentikan perkataan Hansel.


Hansel sedikit aneh padahal ia ingin mengatakan bahwa Lea juga menyelimuti dirinya sehingga tadi malam tidur Hansel lebih nyenyak.


" Em,, baiklah Mom! Mommy memang ada benarnya. Soalnya hari ini kami bakal buat kerajinan menghias taman. Byee Mom,, ummuach," kata Hansel sambil mengecup pipi Lea lalu beranjak turun melangkah keluar.


Lea juga ikut mengantar Hansel sampai depan bahkan sampai mobil melaju.


" Da Mom,,,"


" Da,,,,"

__ADS_1


setelah itu barulah Lea dapat menghela nafas lega lalu duduk di bangku.


" Untung saja, aku tidak ingin mengurus privasi Hansel lagi karena aku tahu dia memang sangat bijak sekali." Gumam Lea menyerah sendiri.


Ponsel yang ia pegang mengingatkannya kembali pada Edward sejak perginya Edward semalam siang bahkan sampai sekarang tidak ada kabar satu pesan pun dari Edward untuknya sehingga Lea jadi gelisah.


" Mengapa tidak ada kabar juga?"lirihnya tampak murung.


Beberapa orang yang Edward perintahkan untuk mengawasi sekeliling rumah itu menyaksikan raut kekecewaan dari diri Lea.


' Tuan, Nona Lea tampak murung menatap ponselnya bahkan sampai melemparkan ponselnya dengan kesal di bangku.' Seorang diantara mereka mengirim pesan kepada Edward.


Pesan yang terkirim memang masuk ke ponsel Edward namun ponsel nya ada ditangan Eder sejak semalam siang bahkan sampai pagi ini. Mereka masih tetap berada di tempat itu tanpa ada rasa ingin kembali.


" Tuan," Eder memberikan ponsel Edward pada sang pemilik setelah melihat Edward yang berkeliling di dekat peleburan timah panas itu.


Membaca dengan singkat lalu kembali memberikan ponselnya pada Eder tanpa reaksi apapun terkecuali wajah datar nya kembali tercipta.


" Apa Tuan tidak berniat ingin menghubungi Nona Lea?atau mengirimkan sebait pesan saja?" tutur Eder memberi saran. Namun lagi lagi Edward menggeleng tanpa menyahut sehingga Eder tidak tahu lagi harus apa.


Lirikan tajam dari Edward sontak membuat Eder terdiam tidak berani lagi membuka suara. Ia memberikan suatu isyarat seolah olah agat diberikan ponselnya, Eder menurut dan memberikan ponsel Edward.


' Kabarku baik baik saja,'


Singkat, jelas, padat pesan yang yang telah Edward kirimkan kepada Lea, baru saja terkirim sudah langsung di lihat bahkan Lea tampak mengetik namun seketika Edward segera mematikan daya ponselnya.


Lea yang baru saja mendapat pesan itu tampak bahagia sekali namun belum saja ia membalas sudah tampak bahwa Edward telah off. Lea kembali murung dan tampak kecewa, dengan kasar ia melangkahkan kakinya memasuki kamar.


Sementara Edward yang masih di keberadaan nya saat ini semakin dingin sekali.


" Tuan, hadiah yang anda maksud telah sampai di tangan Keluarga Gao dan sepertinya mereka akan sangat terkejut," tutur Eder memberikan informasi yang telah diberikan oleh orang nya.


" Semuanya memang akan berlanjut Eder. Saya ingin pagi ini kita ke hutan untuk memburu rusa mendadak saya ingin memakan daging hewan di hutan," ujar Edward dengan melangkah membawa alatnya. Begitu juga dengan Eder yang menyusul Edward dari belakang.

__ADS_1


______


Sementara di tempat lain, rumah yang cukup mewah dan besar yang tak lain adalah kediaman Keluarga Gao.


Mereka baru saja menerima paketan hadiah entah dari siapa, seorang Pria tua tanpa rasa ragu langsung membuka paketan hadiah itu dan betapa terkejutnya ia saat mendapati sesuatu yang ada di dalam paketan besar itu.


" Aaaaa!!!" jeritannya sontak membangunkan seluruh penghuni rumahnya. Semuanya tatkala kagetnya saat tiga tangan manusia yang seperti di awetkan jatuh di lantai.


" Siapa yang mengirim ini?" teriaknya dengan begitu terkaget dan marah. Semuanya bergidik ngeri ketika mendapati apa yang di depan mata mereka.


" Paketan hadiah Tuan, tetapi saya tidak tahu dari siapa karena saya menemukannya tepat di depan rumah dan langsung saya ambil lalu beri pada Tuan." Pelayan nya memberi penjelan bahwa paketan itu memang langsung ada di depan kediaman Keluarga Gao. Ia juga tidaklah tahu apa apa.


" Mengapa asal mengambil sesuatu tanpa tahu daru siapa?!!" bentak Pria itu tampak emosi.


Pelayan itu jadi ketakutan dan mohon ampun sambil menangis.


" Saya minta maaf Tuan, saya tidak tahu. Saya pikir itu milik salah seorang dari anggota keluarga disini," imbuhnya dengan isak tangis.


" Lupakan!!" Pria itu berdecak kesal dan juga tidak dapat menyalahkan pelayan itu karena yang ia ucapkan ada benarnya.


" Siapa yang berani mengirim tangan manusia semenyeramkan ini Pa?" seorang wanita paruh baya sepertinya adalah istrinya tampak berinding.


" Papa juga gak tahu Ma, entah siapa yang berani mengirim paketan ini." Pria itu tampak emosional menggenggam jemari tangan nya penuh amarah.


" Ma, hubungi Gino lalu beritahu perihal ini kepadanya," titah nya pada istrinya itu.


Wanita itu mengangguk lalu menghubungi nomor Gino memberitahu kejadian pagi ini.


_____


Seru gak?:)


LIKE KOMEN DAN VOTE BERI HADIAH OK๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


SALAM^^


__ADS_2