
Kabar akan hilang nya Gao dan anak buahnya telah sampai di telinga istri nya terlebih kepada Gino. Dan paling memilukan nya berita dari pihak kepolisian yang dan mengatakan bahwa ada sisa sisa ledakan kapal di pelabuhan. Nyonya Gao menangis tersedu sedu dengan histeris karena menurut pihak kepolisian suaminya juga mungkin telah meledak di kapal itu. Kepolisan bahkan tidak dapat melacak siapa pelakunya karena Edward dan para anak buahnya melakukan strategi malam itu dengan tangan bersih tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Gino sendiri pun tampak risau sekali dan bertanya tanya pada dirinya sendiri akan hal itu.
" Siapa pelakunya?mengapa Ayah bisa pergi ke Pelabuhan di malam hari?" Gino terus bertanya tanya pada Ibu nya dengan histeris sekali.
Nyonya Gao terdiam membisu, ia telah di hantui rasa bersalah pada Putranya itu karena tidak memberitahu Gino.
" Jawab Bu!" pinta Gino semakin histeris sekali.
Nyonya Gao tidak dapat bersembunyi lagi dalam semua kebohongan mereka berdua, dengan berat hati ia pun menarik nafas dalam dalam lalu berucap.
" Ayahmu pergi bersama anak buahnya untuk membawa pulang barang barang haram yang sempat ia suap dari banyak Perusahaan lainnya. Dan juga hendak melakukan strategi untuk menjadi E.SCRITH GROUP sasaran nya. Namun semuanya nihil karena kapal Ayahmu meledak di Pelabuhan dan tidak tahu siapa yang melakukannya. Ibu minta maaf Gino, Ayah dan Ibu memang gila harta sampai tidak mempedulikan kamu," perkataan Nyonya Gao tidak dapat Gino sahut. Hatinya hancur seketika, dirinya seakan tidak di anggap oleh Keluarga nya sendiri. Tanpa membuka suara, Gino menapaki lantai dengan kasar melangkah keluar dari rumah itu.
" GINO!!!" teriak Ibunya dengan histeris. Namun Gino tetap tidak berpaling dan tetap melanjutkan langkah nya.
Ia benar benar hancur, tapi ia juga tak dapat menyalahkan Ibu dan Ayah nya karena ia sendiri juga ingin keuntungan sendiri tanpa berbagi dengan Keluarga nya. Namun rasa sayang nya pada Ibu nya tetap begitu besar, karena sekarang ini Ibunya akan menderita setelah mendengar kabar itu. Dirinya semakin penuh dengan dendam, tanpa berpikir lagi ia telah dapat menebak bahwa Edward adalah pelaku semuanya itu.
" EDWARD!!! Pasti kau pelaku nya! tidak ada yang berani melawan Keluarga Gao selain KAU!!! aku akan membalaskan kematian Ayahku!!!" Tekad Gino penuh amarah mengepal tangan bahkan sampai berkeringat dingin. Giginya ia gertak kan, suatu rencana langsung ia susun rapi untuk membalaskan semuanya.
" TERIMALAH AKIBATNYA!!!!" teriakan histeris penuh dendam dan kebencian.
_____
NEW YORK WAKTU SETEMPAT
Edward telah kembali ke apartement nya, dirinya sangat puas sekali setelah kejadian tadi malam. Ia baru saja selesai mandi dan kini tengah mengeringkan rambutnya yang basah.
" Ternyata lebih menyenangkan dari yang ku kira," gumam Edward terus merasa puas akan aksinya.
Tak sampai ia merebahkan diri, bunyi ponselnya mengurungkan niatnya. " Hm,," ia hanya berdehem mengangkat sambungan telfon tersebut.
" Tuan, kabar akan meledaknya kapal milik Gao tadi malam telah sampai ke telinga Keluarga nya terlebih pada Gino." Suara Eder yang melapor.
" Ckk!!! sudah sampai ternyata?seandainya saya memiliki banyak mata ingin sekali menyaksikan kemalangan Keluarga bodoh itu," Edward bersikap seperti merasa sedih namun lebih tepatnya seperti mengejek dan merendahkan.
" Setelah ini, Gino tidak mungkin tinggal diam. Dia pasti langsung bertindak, apakah menurut anda kita tidak menyiapkan hal baru?"~Eder.
" Tindakannya sama saja dengan Ayahnya!gila dengan harta, siapa bilang dia akan diam saja?niatnya sama saja dengan Pria tua bangka itu asal sembrono. Tidak berpikir lebih cerdik," ~Edward.
" Tapi kita tidak bisa tebak apa rencananya dia," ~Eder.
" Tetap satu!BALAS DENDAM! bukankah itu maksudmu?" Edward tetap santai menyahut.
" Benar Tuan, lalu bagaimana trik kita selanjutnya?"~Eder.
" Kerahkan semua anak buah kita tetap melakukan pekerjaan mereka. Karena untuk saat ini saya ingin menenangkan diri dulu karena saya merasa sedikit lelah,"~Edward.
__ADS_1
"Baiklah Tuan, jika ada sesuatu yang baru akan segera saya kabari,"~Eder.
" Hmmm,,"
"Tut,,,"
" Rasa kantuk menyerang juga," gumam Edward dan langsung memejamkan matanya karena ia benar benar merasa penat sekali beberapa hari ini. Setidaknya mengumpulkan tenaga baru sebelum peperangan kembali terjadi.
_____
Sementara disisi lain, Lea dan Hansel turun bersamaan dari tangga menuju meja makan.
"Mom," seru Hansel setelah mereka tiba di meja makan.
" Hmm,,,"Lea berdehem saja sambil menatap pada Hansel.
" Hari ini Hans bakal ada lomba di sekolah, lomba antar murid TK," seru Hansel tampak girang.
" Oh ya? seperti apa lombanya?" Lea tampak penasaran sambil melahap makanan.
" Jadi kami itu disuruh buat sesuatu dari bahan bahan sekitar yang mudah di dapatkan. Jadi, Hans ikut daftar juga, Mommy doain ya supaya Hans menang," perkataan Hansel langsung Lea iyakan.
Ternyata benar dugaannya, pasti boom kecil itu akan di jadikan hasil dari Hansel untuk perlombaan di sekolah. Lea semakin ragu akan hal itu, ia cemas jika nantinya Hansel malah di skors karena menciptakan sesuatu yang berbahaya. Ia hendak berucap namun saat melihat Hansel yang begitu bahagia sekali membuat Lea tak tega sehingga ia hanya bisa menyimpan kecemasannya dalam hati.
" Mom,,,, mengapa Mommy diam? Mommy doain Hans ya biar menang," seru Hansel penuh harap.
" Thank you Mom!!!!" ucap Hansel semakin bahagia dan semakin mempercepat tempo makan nya.
' Semoga memang menang Hans, walau sejujurnya Mommy merasa ada keraguan entah mengapa kamu begitu niat sekali menciptakan benda berbahaya itu. Siapa yang kamu tiru?' batin Lea.
____
Disekolah Hansel memasuki kelasnya dengan senyuman mengembang. Setiap Guru yang lewat selalu ia sapa sehingga membuat para Guru guru semakin suka kepada Hansel yang ceria dan tampan itu.
Tatkala ia selalu menjadi bahan obrolan ringan para Guru guru di kantor karena kepintarannya apalagi kesopanannya.
"Morning Mem,,," sapa Hansel pada seorang Guru yang tak lain adalah wali kelasnya.
" Morning Hans," balas Gurunya tampak bahagia menuju Kantor.
Jam pelajaran telah mulai, wali kelasnya memberi arahan bahwa lomba itu akan berlangsung. Semua siswa amat senang dan bahagia dengan mengeluarkan sesuatu dari dalam tas masing masing lalu membawanya keluar.
Begitu juga dengan Hansel yang memilih untuk barisan paling ujung saja. Ia mengedarkan pandangan nya seperti mencari sosok seseorang.
" Dimana Lyta?" gumam Hansel yang mencari sosok Jelyta yang tidak ia temukan sudah dua hari.
"Hans,,," suara pelan seseorang sontak membuat Hansel menoleh ke belakang ternyata berasal dari sosok yang ia cari yaitu Jelyta.
__ADS_1
"Lyta,,," Hansel tampak berbinar setelah menatap Jelyta yang tersenyum kecil padanya. Namun ia merasa ada yang aneh karena hari ini Jelyta tidak seperti biasanya. Ia tampak murung dan kusut dari terakhir kali mereka bertemu.
" Mengapa kamu terlihat berbeda dari sebelumnya Ly?" tanya Hansel yang begitu peduli.
Jelyta tersenyum getir menatap lekat pada Hansel.
" Aku,,, aku gak kenapa napa kok Hans," Jelyta mencoba terlihat biasa saja.
" Tapi mengapa kamu terlihat berbeda?"
" Mamaku bilang masalah Keluarga ku biarlah masalah kami sendiri, jadi gak perlu ada yang tahu dan peduli. Jadi gak ada yang berbeda, aku memang gak sekolah dua hari karena sedikit demam. Dan sekarang aku kembali sekolah karena ingin menyaksikanmu melakukan perlombaan, maaf karena aku tidak menciptakan apa apapun. Jadi aku akan mendukung mu Hans," tutur Jelyta seperti ada yang ia sembunyikan. Namun Hansel tidak bisa tebak walau ia memang ada rasa curiga.
Untuk bertanya soal itu mungkin memang tidak ada waktu apalagi semakin bergilir kebelakang untuk mempertunjukan hasilnya. Sehingga Hansel mengangguk saja, baginya adanya Jelyta di sampingnya saat ini membuat ia semakin bersemangat untuk melakukan perlombaan.
" Semangat Hans," Jelyta mencoba memberi dorongan sambil memperlihatkan senyuman manisnya.
" Pasti!"
______
Hansel pulang dari sekolah membawa piala yang ia dapatkan dari Guru ternyata ia berhasil memenangkan lomba itu.
" MOM!!!!" teriak Hansel setelah memasuki rumah dengan membawa senyuman bahagia.
" Hans, mengapa berteriak sayang?" Lea yang baru saja turun dari kamar sedikit kaget akan teriakan Hansel.
" Hans menang Mom!!!" ucap Hansel dengan bahagia seraya menunjukkan piala tersebut pada Lea.
Lea sangat terkejut, tidak menyangka bahwa Hansel yang menang. Ternyata yang ia pikirkan tidaklah seperti kenyataan yang sesungguhnya.
" Kamu menang nak? selamat ya sayang," Lea membawa Hansel masuk kedalam pelukannya.
" Hans berhasil menang Mom! Mommy tahu? saat Hans pasang bom itu di dalam tanah semuanya terkaget karena menghasilkan ledakan yang besar. Bukankah Hans begitu hebat?" tutur Hansel bangga pada dirinya sendiri.
" Iya sayang, Mommy tahu Hans hebat. Tapi kamu jangan ciptakan benda berbahaya seperti itu lagi ya nak, Mommy takut Hansel kenapa napa," seru Lea tampak sedikit khwatir dan juga merasa bangga pada Putra nya itu.
" Hans akan hati hati Mom, lagi pula Hans ciptakan dari bahan yang mudah di dapatkan kok. Mommy jangan khwatir ya," balas Hansel begitu bijak.
Lea tidak menyahut selain terus memeluk Hansel dalam dekapannya dengan perasaan bahagia dan kecemasan.
Rasa sayangnya yang begitu besar pada Hansel membuat ia tidak bisa tenang jika ada kecemasan dalam benaknya, takut terjadi sesuatu pada Hansel.
____
MANA KUPON VOTENYA?
LIKE KOMEN DAN VOTE
__ADS_1
SALAM ^^