Mafia And Me 2

Mafia And Me 2
Mood Hancur


__ADS_3

" Cepat selesaikan proposal itu!!!" Suara lantangnya Edward menggema memenuhi ruangan Presdir.


Seorang perwakilan dari team A itu gemetaran dengan hebat, proposal yang ia berikan pada Edward sudahlah sangat baik dan sudah direvisi ulang olehnya. Namun tetap saja bertentangan dengan Edward.


" I,,iya Tuan," perwakilan dari team A itu merangkak gemetaran mengambil proposal yang sudah berserakan di lantai.


" KELUAR!!" Bentak Edward penuh amarah, tiada kalah mood nya benar benar tidak baik saat ini. Semuanya terlampiaskan pada siapapun yang menurutnya tidak sesuai realita yang ia inginkan. Namun tetap saja, pengaruhnya bukan dari itu saja melainkan karena bayangan ucapan Lea pada Eder semalam terus tergiang dalam pikirannya.


Mungkin saja Edward sudah lelah? atau ia cemburu? cih, bagi seorang Edward mungkin memang tidak ada kata WANITA dalam kamusnya. Tetapi mengapa hanya karena kedekatan Lea dan Eder mampu menghancurkan mood nya. Dirinya sendiri pun tidak bisa mengerti, semuanya ingin ia hancurkan karena kejengkelan dan kekesalannya.


" Cihh, mengapa pula wanita sialan itu harus terbayang bayang dalam memoriku?" Berdecak kesal penuh kegeraman, sulit mengerti keadaan yang ia alami saat ini. Duduk terpaku di kursi Presdir, mengacak ngacak rambut nya dengan frustasi.


Seorang pria terdiam membisu menyaksikan segalanya yang tak lain adalah Eder. Sedikit heran akan sikap Edward hari ini, setelah sampai ke ruang Presdir bahkan sampai saat ini Edward tidak ada berucap apapun pada Eder terkecuali ada sesuatu yang sangat sangat penting.


' Mengapa sedari tadi Tuan Edward seakan kehilangan mood nya? apa ini ada sangkut pautnya dengan perbincangan tadi malam? jika itu benar maka habislah aku. Tetapi mengapa Tuan Edward tidak ada berucap apapun pada saya.' Batin Eder.


Entah sikap dingin Edward akan kembali lagi. Begitu rumit sekali untuk di mengerti olehnya.


Suasana dalam ruangan itu begitu mencengkam, Eder yang mengunci rapat mulutnya dan Edward yang terus melayangkan tatapan dingin pada setiap yang masuk kedalam ruangannya.

__ADS_1


Suasana mencengkam terpecahkan ketika bunyi pintu ruangan terbuka. " Ceklek,,,,"


" Kak Ed,,," suara manja seorang gadis yaitu Elena berlari dengan cekatan memeluk Edward.


Edward terkaget bukan main, moodnya benar benar semakin ambruk. Sudah dapat ia pastikan bahwa Elena akan mengeluarkan sikap manjan nya. Namun ia mencoba untuk berpura pura lebih santai.


" Kamu kenapa datang gak bilang bilang sayang?" Edward tersenyum paksa sebisa mungkin pada Elena.


Elena melepas pelukannya lalu duduk di sofa. " Ele rindu banget sama Kakak, makanya Ele langsung nimbrung kemari." Jelas Elena tersenyum manis. Sesekali ia melirik kepada Eder yang masih berdiri di samping meja Edward.


" Emmmm,,, gitu ya," Edward tampak jengah. Ia benar malas sekali meladeni siapapun kecuai benar benar penting.


Elena berdecak kesal dengan jawaban yang Edward ucapkan padanya, tidak biasanya Edward hanya menjawab seperti itu.


" Kenapa sayang?" Edward berucap dengan sok lembut.


" Kak Ed menyebalkan!" Cebik Elena. Ia mengahlikan pandangan nya menatap tembok.


Demi apapun moodnya Edward semakin tidak membaik, ia memberi kode pasa Eder untuk mencari hal lain yang jelas Elena harus keluar dari ruangannya sekarang juga.

__ADS_1


" Hmmm,,,," Eder mencoba berdehem lebih dulu.


" Nona,,, Tuan Edward akan melakukan meating sebentar lagi. Jika anda tidak keberatan setidaknya ikutlah dengan saya keluar sembari menunggu Tuan Edward selesai rapat," ucap Edward sesuai kemauan Edward.


Elena semakin manyun sekali pada Edward, terlebih pada Eder.


" Nngak! aku mau tetap disini," bantah Elena penuh kekesalan.


Edward melayangkan tatapan membunuh pada Eder, seakan mengerti Eder sudah berinding. Bingung harus bagaimana lagi membujuk Elena.


" Nona,,,, ayo ikut saya." Eder langsung bertindak sambil tersenyum begitu manis pada Elena.


Demi apapun, itu adalah senyuman yang paling menyentuh hati Elena. Tapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja lalu melangkah keluar tanpa mempedulikan Edward dan Eder.


Eder keheranan, hanya tersenyum begitu saja sudah membuat Elena luluh. Setelah di beri kode untuk pergi, Eder pun ikut pergi menyusul Elena.


______


Saksikan Eps selanjutnya ^^

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM ^^


__ADS_2